
Satria mengantar Sisi ke tempat nya mengajar. Dia menunggu di dalam mobil nya yang di parkir di taman, tidak jauh dari tempat Sisi mengajar.
"Aku tunggu di taman komplek sini, kalau udah selesai kabarin" , Satria mengirim pesan pada Sisi.
"Iya sayang, makasih ya udah mau nemenin", balas Sisi.
"Apapun untuk kamu sayang", jawab Satria.
Sisi mulai fokus mengajar, pesan terakhir Satria tidak di balas nya lagi.
Satria yang kelelahan sehabis main futsal tertidur di dalam mobil.
Sisi selesai mengajar, dia mengirim pesan pada Satria.
"Aku udah selesai ya" , isi pesan Sisi untuk Satria.
Sepuluh menit berlalu tapi tidak ada jawaban dari Satria.
Sisi memutuskan untuk menuju taman, tempat dimana Satria memarkir mobilnya.
"Hmmm pantes aja ga jawab chat aku, ternyata tidur pules", ucap Sisi saat melihat Satria tidur di dalam mobilnya.
Sisi tidak tega membangunkan Satria, akhirnya dia hanya menunggu Satria bangun.
Sisi duduk di sebelah Satria yang sedang tertidur, kebetulan pintu mobil tidak terkunci jadi Sisi bisa masuk.
Setengah jam sudah Sisi di dalam mobil tapi Satria belum juga bangun.
HP nya bergetar, ada panggilan Vidio masuk dari Renata.
"Kalian dimana ?" tanya Renata.
"Masih di taman deket tempat tadi aku ngajar", jawab Sisi.
"Hmmm bukan nya cepet kesini malah asik berduaan", goda Renata.
Sisi mengarahkan kamera nya pada Satria yang masih tidur.
" Yang nyetir nya kecapean kayaknya, masih asik tidur, ga tega bangunin", ucap Sisi.
" Ya udah sampai ketemu nanti ya", ucap Sisi dan mematikan sambungan panggilan Vidio nya.
Adzan magrib berkumandang dari Masjid yang tidak jauh dari taman.
Satria terbangun ketika mendengar suara adzan dan dia kaget melihat Sisi sudah duduk di sebelahnya.
"Kamu dari tadi sayang ?" tanya Satria sambil mengucek mata nya.
"Setengah jam lebih sedikit", jawab Sisi.
"Maafin ya, aku ketiduran", ucap Satria.
"Iya ga apa apa, kamu keliatan nya capek banget jadi aku ga tega bangunin", jelas Sisi.
"Shalat magrib dulu di sini ya sebelum lanjut ke MKG", ajak Satria.
"Iya, masjid nya ga jauh dari sini kok", jawab Sisi.
Satria melajukan mobil nya ke arah Masjid. Mereka shalat magrib dulu sebelum melanjutkan rencana mereka nonton di MKG (Mall Kelapa Gading).
Setengah jam kemudian, Satria dan Sisi sampai di MKG.
Mereka langsung menyusul Renata dan Rama yang sudah lebih dulu ada di bioskop.
Empat tiket sudah di beli oleh Rama.
Satria dan Sisi menghampiri Renata dan Rama yang sedang duduk di samping pintu Studio Teater 2.
"Seger banget yang baru bangun tidur", goda Renata.
Satria menengok ke arah Sisi, mempertanyakan ucapan Renata.
"Tadi Rena vidio call waktu kamu lagi tidur di mobil", jelas Sisi sambil tersenyum lembut.
"Lagi mimpi indah kayak nya tadi, tidurnya sambil senyum senyum", ucap Rama ikut menggoda Kaka nya.
"Orang ganteng mah bebas mau tidur dimana aja dan dengan pose yang gimana", jawab Satria membela diri nya.
"Iya kan sayang ?" tanya Satria pada Sisi meminta dukungan.
Sisi hanya merespon dengan tertawa bersama Rama dan Renata.
Satria mencubit kedua pipi Sisi dengan gemas karena ikut menertawakan nya.
Sisi mengaduh sambil mengusap pipi nya yang merah akibat cubitan Satria.
__ADS_1
Satria memesan minuman dan makanan ringan untuk mereka berempat. Kemudian mereka masuk ke studio karena film sudah akan dimulai.
Kali ini mereka memilih film romantis untuk mereka tonton.
Seperti biasa, Sisi akan sangat fokus pada film yang sedang di putar.
Satria menyodorkan gelas minuman untuk Sisi, dia hanya menengok sebentar ke arah Satria, mengucapkan terima kasih lalu kembali fokus pada layar bioskop.
Satria yang sudah paham dengan Sisi yang selalu fokus saat menonton hanya bisa pasrah.
Sebenarnya sejak dulu Satria tidak terlalu suka nonton di bioskop apalagi film nya bergenre romantis tapi demi bisa bersama Sisi, dia rela melakukan hal yang kurang dia suka.
Untuk mengusir rasa bosan nya, dia mengambil gambar Sisi yang sedang fokus menonton.
Menyuapi Sisi makanan ringan yang tadi dia beli, Sisi hanya membuka mulutnya nemerima suapan itu tapi tetap saja mata nya fokus pada film yang sedang di putar.
Rasa bosan kembali menguasai Satria. Akhirnya dia kembali memilih tidur di samping Sisi dengan kepala nya bersandar pada bahu Sisi.
Rama dan Renata hanya geleng geleng kepala melihat tingkah laku Kaka nya yang bisa berubah 180 derajat jika bersama Sisi.
Sejak awal Rama dan Renata memperhatikan yang di lalukan Satria.
Mereka tau kalau Satria kurang suka nonton tapi demi bisa dekat dengan Sisi, dia tidak pernah menolak ajakan nonton.
"Dasar bucin", ucap Renata lalu tertawa bersama Rama.
Film pun berakhir, lampu bioskop menyala dan Satria terbangun.
Mereka segera meninggalkan ruangan tersebut, beriringan dengan penonton yang lain menuju pintu keluar.
"Makan yuk udah laper nih", ucap Rama.
"Hayuk lah, aku juga udah laper", timpal Renata.
Mereka berjalan menuju restoran Jepang. Favorit mereka dan terutama Sisi.
Tempat di pojok ruangan adalah posisi favorite mereka saat makan di restoran.
Pelayan datang membawa buku menu, dan mereka memesan makanan segera karena semua sudah merasa lapar.
Beberapa saat menunggu, makanan yang mereka pesan datang. Tanpa komando, mereka langsung sibuk dengan makanan masing masing.
"Kalian balik ke Jogja kapan ? tanya Renata.
"Besok malam, pesawat jam sepuluh", jawab Rama.
"Senin kita cuma ada jadwal kuliah siang jam satu", jawab Satria.
"Besok ikut anterin ke bandara ya", pinta Satria.
"InsyaAllah", jawab Sisi sambil tersenyum.
"Datang nya ga di jemput , pulang nya kok minta diantar", ucap Renata menggoda Satria.
Satria melempar sekotak tisu ke arah Renata, dan sukses mendarat di kening Renata.
"Sakit tau", ucap Renata sambil mengusap keningnya.
Satria tertawa girang melihat ekspresi kesakitan Renata.
"Makanya jangan suka ngelawan sama yang tua", jawab Satria sambil kembali tertawa.
" Udah ah sayang, kasian Rena", ucap Sisi membela Renata.
Kembali mereka melanjutkan makan setelah tadi sempat terhenti karena ulah Satria dan Renata.
Begitulah mereka kalau sudah bersama. Saling usil satu sama lain, tapi terlepas dari itu mereka saling menyayangi layaknya keluarga.
" Kalian kapan ada waktu ke Jogja lagi ? "tanya Satria pada Sisi dan Renata.
"Belum tau", jawab Sisi.
"Bosen lah Jogja lagi, ganti trip lah Kak", ucap Renata.
"Mau kemana ?" tanya Satria.
"Hmmm..gimana kalau Malang ? " usul Renata.
"Boleh juga tuh", jawab Rama.
"Gimana sayang, kamu pengen ke Malang ga ? " tanya Satria pada Sisi.
Sisi melihat ke arah Renata dan Rama yang memasang tatapan mengharap Sisi menjawab "iya".
Karena Satria akan memenuhi apapun yang Sisi inginkan.
__ADS_1
"Boleh juga sih, aku pengen liat sunrise di Bromo kalau Borobudur kan sudah pernah kalau Bromo belum", jawab Sisi.
"Oke nanti kita liat waktu nya kapan yang senggang, kita liburan ke Bromo", ucap Satria.
"Jalur darat aja Kak dari Jakarta, kayaknya seru", saran Renata.
"Tergantung nyaman nya tuan Putri", jawab Satria melirik ke arah Sisi.
"Dasar tuan bucin", Renata mencibir Satria.
Rama dan Sisi hanya tertawa mendengarkan ucapan Renata.
Sementara Satria melotot ke arah Renata.
"Kapan aku diperlakukan semanis itu oleh Rama", batin Renata dengan tatapan yang menerawang entah kemana.
Rama memperhatikan ekspresi Renata. Dia tau ada yang sedang di pikirkan oleh Renata.
Sisi pun paham dengan apa yang terjadi pada Renata.
"Aku akan coba bicara dengan Rama nanti", batin Sisi.
Dia menyayangi Renata seperti saudara kandung, jadi Sisi juga ingin Renata bahagia.
Sisi tau bahwa Renata sudah memilih Rama sebagai laki laki yang memenuhi ruang hati nya.
Sisi juga paham bahwa Rena juga ingin Rama bisa bersikap seperti Satria yang sudah memikirkan tentang masa depan mereka.
"Aku berdoa untuk kebahagiaan kamu Ren", ucap Sisi dalam hati.
"Setelah ini mau kemana lagi sayang ? " tanya Satria pada Sisi.
"Kita pulang aja, kamu butuh istirahat", jawab Sisi.
"Aku ga mau kamu sakit", lanjut Sisi.
Satria tersenyum mendengar jawaban Sisi. Dia mengusap lembut puncak kepala Sisi.
Mereka meninggalkan restoran dan berpisah menuju parkiran mobil masing masing.
"Sayang yakin nih mau pulang aja ? " tanya Satria saat dia dan Sisi sudah berada di dalam mobilnya.
"Iya kita pulang aja, aku ga mau kamu kecapean" jawab Sisi dengan tatapan lembutnya.
"Tapi aku masih kangen sama kamu", Satria merajuk.
"Besok masih ada waktu", jawab Sisi dengan senyum manis nya yang membuat Satria meleleh.
Satria segera menyalakan mesin mobilnya, keluar dari kawasan MKG mengantarkan Sisi pulang terlebih dahulu.
Sampai di depan kostan Sisi segera hendak turun, tiba tiba Satria menahan tangan Sisi.
"Makasih sayang untuk semua perhatian kamu", ucap Satria lalu mengecup lembut punggung tangan Sisi dan menatap dengan tatapan maut nya.
Sisi kembali merasa sulit mengendalikan detak jantung nya saat di tatap seperti itu.
"Istirahat ya sayang, besok kita jalan lagi", ucap Satria sambil mengusap lembut kepala Sisi.
"Iya, kamu juga ya sampai di rumah langsung istirahat" jawab Sisi.
"Pasti sayang, apapun yang kamu suruh pasti aku lakuin", jawab Satria tersenyum manis.
Sisi hanya tersipu dengan kata kata Satria tersebut.
"Aku masuk ya", pamit Sisi lalu segera turun dari mobil Satria.
Dia takut semakin tidak bisa mengendalikan detak jantung nya jika masih lebih lama lagi di dalam mobil itu.
^^readers, bantu like dan vote ya untuk suntikan semangat bagi author nih, hehe...^^
^^makasih banyak readers yang baik hati^^😘😘
Visual Satria,
Visual Sisi,
Visual Rama,
Visual Renata,
__ADS_1