
Satria yang sudah hampir putus asa karena belum berhasil menemukan Farizz tiba tiba kembali bersemangat ketika mendengar suara anak nya berteriak memanggilnya.
"Ayahhhhhh..", teriak Farizz.
Satria langsung berlari menghampiri Farizz yang sedang menunggu nya dilobi bersama salah seorang resepsionis hotel.
"Anak Ayah kemana aja , Ayah sama Om Rama cari cari ga ketemu", Satria langsung memeluk dan menciumi Farizz, begitupun dengan Farizz langsung mendekap Satria erat seakan mengatakan takut berpisah lagi dengan Ayah nya.
Rama terharu melihat kedekatan Satria dengan anak angkat nya itu. Farizz yang selama empat tahun ini sudah berhasil memberi warna baru dalam hidup Satria. Meski belum bisa melupakan Sisi dan masih tetap mencari serta berharap Sisi kembali tetapi setidak nya Satria sudah mulai sedikit menghangat ketika Farizz hadir dalam kehidupan nya.
"Siapa orang yang telah mengantar anak ku kemari ?", tanya Satria pada resepsionis dalam bahasa Inggris.
"Seorang wanita Tuan tapi maaf saya lupa menanyakan namanya. Wanita itu terburu buru pergi setelah menerima telepon", jelas Resepsionis itu dengan sopan.
Satria mengucapkan terima kasih kepada resepsionis lalu segera menuju kamar nya bersama Farizz dan Rama.
Sampai di kamar Satria menanyakan kemana anak nya pergi dan mengapa bisa bertemu wanita yang tadi di bicarakan resepsionis hotel.
Farizz mulai menceritakan ketika dia merasa bosan bermain lalu keluar dari hotel dan melihat air mancur dan dia kesana sampai akhirnya dia merasa ketakutan dan menangis lalu seorang tante cantik dan baik hati menolong nya.
"Tante cantik itu berbicara bahasa Indonesia dan aku seperti pernah melihat wajah nya tapi aku lupa dimana Ayah", Farizz mencoba mengingat wajah Sisi.
"Tante nya datang dari mana ? ", tanya Satria pada anak nya.
"Aku tidak melihat nya Ayah karena aku sedang menangis di kursi taman di gedung sebrang hotel ini lalu tiba tiba tante cantik sudah berjongkok di depan ku", jelas Farizz.
Tiba tiba Farizz teringat sesuatu dan dia ingin memastikan kebenaran nya.
"Berikan aku ponsel Ayah", perintah nya pada Satria.
"Untuk apa Nak ? ", tanya Satria heran.
"Berikan saja, aku ingin memastikan sesuatu", jawab Farizz misterius.
Satria yang penasaran segera memberikan ponsel nya pada Farizz.
"Buka kunci nya Ayah", Farizz meminta Satria membuka kunci ponselnya dan Satria pun melakukan.
Beberapa detik Farizz memandangi foto Sisi yang masih terpasang sebagai gambar layar depan pada ponsel Satria.
__ADS_1
"Tante cantik itu mirip sekali dengan yang di foto ini Ayah", ucap Farizz yakin.
Rama yang sejak tadi menyimak interaksi Ayah dan anak itu turut kaget ketika Farizz mengatakan wanita yang menolong nya sangat mirip dengan Sisi.
"Apa Farizz yakin ?", tanya Satria dengan detak jantung yang tak karuan.
"Farizz yakin Ayah. Pertama kali Farizz menatap wajah Tante cantik , Farizz langsung merasa pernah melihatnya dan barusan Farizz ingat pernah melihat nya di HP Ayah" ucap Farizz yakin.
"Antarkan Ayah ke tempat tadi Farizz bertemu tante itu", ajak Satria.
"Apa ga sebaiknya Farizz makak dulu kak", Rama mengingatkan kalau Satria belum memberi makan anaknya.
" Aku sudah makan tadi di traktir tante cantik", jawab Farizz.
Hati Satria semakin merasa tak menentu. Dia seperti merasakan keberadaan Sisi sangat dekat dengan nya kini.
Segera Farizz mengajak Satria dan Rama ke tempat dimana dia bertemu dengan Sisi.
"Tadi Farizz bertemu tante cantik di sini", ucap Farizz menunjukkan kursi di taman depan kantor Sisi.
"Tidak bisa dijadikan petunjuk Kak karena siapa saja bisa datang ke sini", ucap Rama.
"Bukan kah ini kantor Pak Albert", ucap Satria ketika menyadari gedung yang tepat berada di depan mereka saat ini.
"Nak Satria, sedang apa di sini ?", sapa Pak Albert.
"Hmm..maaf Pak kalau saya lancang tapi saya ingin bertanya apakah Pak Albert memiliki karyawan asal Indonesia namanya Sisi", tanya Satria pada Pak Albert.
"Kebetulan saya tidak punya karyawan dari Indonesia untuk perusahaan saya yang di sini", jawab Pak Albert berbohong.
Dalam hati nya Pak Albert bertanya tanya mengapa Satria bisa menduga kalau Sisi bekerja di perusahaan nya.
"Ohh baiklah kalau begitu Pak. Sekali lagi maaf, mungkin saya salah orang".
Satria dan Rama kemudian pamit pada Pak Albert. Farizz minta maaf pada Ayah nya karena tidak bisa membantu menemukan Sisi.
"Maafkan Farizz tadi lupa menanyakan nama tante cantik pada orang nya langsung", ucap Farizz merasa sedih.
"Tidak apa apa sayang", Satria memeluk dan menggendong anak nya kembali ke hotel.
__ADS_1
"Mengapa hati kecil ku mengatakan bahwa benar Sisi yang tadi menolong Farizz", batin Satria.
Meskipun Farizz belum pernah bertanya pada Ayah nya siapa wanita cantik di dalam ponsel Ayah nya tapi Farizz tau bahwa wanita itu sangat berarti bagi Ayah nya. Farizz sering mendapati Ayah nya menatap foto wanita itu lama dalam diam nya lalu air mata akan keluar dari pipi Ayah nya saat menatap foto wanita itu.
Satria berniat besok akan coba mencari lagi keberadaan Sisi di London. Karena tiba tiba saja dia merasa Sisi berada dekat dengan nya saat ini.
Di apartemen Sisi..
Sejak bertemu Farizz di taman Sisi merasa hati nya gundah tak menentu. Bayang bayang wajah Farizz yang sangat mirip dengan Satria selalu saja terlintas dalam pikiran Sisi.
"Kenapa aku merasa menatap Satria saat menatap anak tadi", batin Sisi.
Sisi semakin gelisah dan mata nya sulit terpejam. Dia segera berwudhu dan melaksanakan shalat malam. Sisi berdoa supaya diberi petunjuk atas kegundahan nya sejak bertemu Farizz.
Terlintas dalam pikiran Sisi untuk menemui Farizz di hotel nya besok. Sisi penasaran dengan sosok orang tua Farizz.
Sementara itu di kamar hotel nya Satria pun sulit memejamkan matanya. Pikiran nya selalu pada Sisi. Dia memutuskan melaksanakan shalat malam untuk menenangkan hati dan pikiran nya serta meminta petunjuk tentang keberadaan Sisi.
Pagi pagi sekali Satria mendapat telepon dari Ayah nya yang mengabarkan bahwa Eyang nya masuk rumah sakit karena serangan jantung tiba tiba. Meskipun Eyang sudah berhasil melewati masa kritis nya tapi Eyang masih harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Segera Satria, Rama dan Farizz kembali ke Indonesia setelah mendapat kabar dari Ayah nya. Dia tunda terlebih dahulu niatnya untuk kembali mencari Sisi.
"Setelah nanti Eyang sembuh, aku akan kembali lagi ke kota ini", ucap Satria dalam hati nya.
Siang nya Sisi berencana mengunjungi Farizz di hotel yang berada tepat di sebrang kantor nya. Sisi membeli sekotak coklat untuk diberikan pada Farizz. Sampai di meja resepsionis Sisi menanyakan keberadaan Farizz.
"Yah Nona terlambat, tadi pagi Farizz dan orang tua nya sudah check out dari sini", jelas resepsionis.
Entah mengapa Sisi merasa kecewa karena tidak bertemu Farizz dan orang tua nya. Dalam hati nya Sisi merasa bahwa ketika bertemu Farizz dia akan bertemu kembali dengan Satria.
Sisi kembali ke kantor nya dengan lesu. Tiba tiba saja Sisi tidak bersemangat.
☆
☆
☆
☆
__ADS_1
☆
^^readers mohon dukungan ya, mari beri like vote dan komen untuk bunda author..makasih sebelumnya^^🥰🥰🥰🥰