
Sejak resmi bercerai dengan Satria, sejak itu pula Mila semakin membenci anak dalam kandungan nya. Mila sama sekali tidak menjaga kandungan nya dengan baik. Mila pun tidak mencukupi nutrisi dan gizi anak dalam kandungan nya dengan baik.
Mila benar benar membenci anak nya dan tidak menginginkan anak itu hidup. Setiap malam Mila selalu pergi ke diskotik untuk mabuk. Dia juga selalu merokok. Sudah tiga kali dia berusaha menggugurkan kandungan nya namun semua gagal. Janin di dalam perut Mila terlalu kuat untuk di bunuh.
Hari ini seperti biasanya, selepas magrib Mila keluar rumah. Dia menuju sebuah diskotik memenuhi undangan teman nya yang sedang merayakan ulang tahun nya.
Usia kandungan Mila yang sudah memasuki sembilan bulan mestinya Mila sudah istirahat di rumah, tidak keluar malam malam seperti ini.
Tapi Mila terlihat sama sekali tidak peduli pada kehamilan nya.
Sampai di diskotik, Mila segera bergabung dengan teman teman nya yang lain. Teman nya sudah memperingatkan Mila untuk jangan banyak minum alkohol dan merokok lagi karena usia kandungan nya sudah semakin mendekati proses melahirkan.
Bukan nya mendegarkan Mila justru semakin banyak mengkonsumsi alkohol dan rokok karena dia memang tidak ingin anak nya terlahir. Ketika DJ mulai memainkan musik dan pesta semakin panas, Mila tidak bisa menahan diri untuk turun ke lantai ikut berjoget dengan teman teman yang lain.
Tanpa di sengaja seseorang menumpahkan segelas minuman di lantai pada jalan menuju toilet dan kemudian berlalu begitu saja karena tidak melihat petugas kebersihan yang bisa di mintai tolong.
Mila sudah terlalu banyak minum tapi dia masih sadarkan diri meskipun kepala nya mulai sedikit pusing. Tiba tiba Mila merasa ingin buang air kecil yang tidak bisa di tahan. Dia berjalan tergesa menuju toilet. Tanpa melihat ke bawah, Mila yang berjalan setengah berlari terpeleset ketika sepatu dengan hak tinggi nya menginjak lantai yang basah.
Mila hilang keseimbangan dan tidak bisa menahan tubuh nya. Mila jatuh tersungkur di lantai yang basah. Perut dan kepala nya membentur keras pada lantai. Darah segar mengalir deras dari kepala dan bagian ************ Mila.
Teman teman Mila yang melihat langsung panik dan berteriak histeris. Segera mereka melarikan Mila ke rumah sakit terdekat. Mila langsung ditangani dokter begitu sampai di rumah sakit.
Hampir satu jam kemudian dokter baru keluar dari ruangan. Orang tua Mila sudah hadir di rumah sakit. Dengan sangat menyesal dokter menyampaikan perihal kondisi Mila.
"Kami sudah berusaha menolong nyonya Mila dan bayi nya tapi kami minta maaf karena nyonya Mila mengalami pendarahan hebat sehingga tidak bisa tertolong, begitu pun dengan bayi nya yang sudah lebih dulu tidak bisa tertolong", dokter menjelaskan dengan wajah penuh penyesalan.
Mama Mila menangis histeris ketika mendengar anak dan cucu nya meninggal bersamaan. Mama nya langsung tidak sadarkan diri setelah menangis histeris. Segera dua orang perawat dan seorang dokter membawa Mama nya menuju ruang perawatan.
__ADS_1
Nenek Mila berinisiatif menelpon Eyang untuk memberitahu kabar kematian Mila dan anaknya.
Meskipun Nenek Mila tau Eyang pasti masih marah tapi dia merasa perlu meminta maaf atas nama Mila.
Lima kali panggilan dilakukan tapi Eyang tidak menjawab. Akhirnya Nenek Mila mengirimkan pesan pada Eyang.
"Cucu ku Mila dan anak dalam kandungan nya baru saja meninggal. Mila terjatuh di diskotik dan mengalami pendarahan hebat sehingga nyawa Mila dan anaknya tidak bisa tertolong. Tolong maafkan kesalahan cucuku selama ini" , Isi pesan Nenek Mila pada Eyang.
Di rumah Satria..
Eyang baru saja selesai menyiram bunga bunga nya di taman belakang. Sejak merasa bersalah pada Satria, Eyang lebih sering tinggal di Jakarta dibanding kan di Jogja. Dia ingin selalu dekat dengan cucu nya supaya mendapatkan maaf dari Satria meskipun sampai saat ini Satria masih tetap dingin pada nya.
Hanya sesekali Eyang ke Jogja jika diperlukan untuk urusan perusahaan. Kini Ibu Satria dan Rama sering menemani Eyang jika ke Jogja untuk urusan perusahaan. Eyang merasa sudah waktu nya anak menantu dan cucu nya membantu nya mengurus perusahaan karena nanti nya semua itu akan menjadi milik mereka.
Eyang kembali ke kamar setelah selesai menyiram tanaman. Dia teringat kalau ponsel nya tertinggal di kamar. Segera Eyang mengambil ponsel nya diatas meja rias. Dia melihat lima panggilan terlewat dari Nenek Mila dan ada sebuah pesan.
Namun Eyang sangat terkejut ketika membaca pesan yang mengatakan bahwa Mila meninggal.
Segera Eyang menelpon Ayah Satria dan memberitahukan kabar yang baru saja dia dapat. Ayah Satria menyarankan bahwa Eyang sebaik nya melayat jenazah Mila karena tidak baik masih menyimpan amarah pada orang yang sudah meninggal.
Eyang mendengarkan saran Ayah Satria dan menyetujui nya. Dia meminta kedua orang tua Satria ikut menemani melayat ke tempat Mila.
Ibu Satria menghubungi Satria dan memberitahukan kabar kematian Mila dan juga Ibu meminta supaya Satria dengan berbesar hati juga agar mau melayat.
Awalnya Satria enggan namun Ibu berhasil membujuk dan akhirnya Satria mau. Dia mengajak Rama turur serta kebetulan Rama sedang berada di tempat yang tidak jauh dari kantornya.
"Kita ketemu di lokasi aja Bu", ucap Satria pada Ibu nya di telepon.
__ADS_1
Rumah duka..
Jenazah Mila dibawa ke rumah duka sebelum besok di makam kan. Eyang datang bersama kedua orang tua Satria. Tidak lama Satria dan Rama juga sampai.
Kakek Nenek Mila serta kedua orang tua nya memohon kan maaf atas semua kesalahan Mila pada Eyang dan keluarga nya.
"Aku kesini atas rasa kemanusiaan dan karena saran dari anak menantu ku, dan sebagai sesama manusia Aku dan keluargaku memaafkan kesalahan anak kalian", Eyang berkata tegas pada keluarga Mila.
"Terima kasih banyak", hanya itu kata yang mampu keluar dari mulut Nenek Mila untuk Eyang.
Eyang dan Nenek Mila sudah bersahabat sejak SMA. Ketika sama sama menjadi pengusaha sukses mereka menjalin kerja sama sampai akhirnya tercetus niat untuk saling menjodohkan cucu mereka jika sudah besar nanti.
Namun kini hubungan dua sahabat itu ternoda karena Mila yang sudah hamil dengan laki laki lain tanpa ikatan pernikahan. Bahkan Eyang memutus semua kerjasama bisnis yang selama ini terjalin dengan perusahaan milik Nenek Mila.
Keluarga Mila hanya bisa pasrah atas semua keputusan Eyang karena memang semua kesalahan ada pada putri mereka yang kini sudah tiada.
Eyang segera mengajak anak menantu dan cucu nya meninggalkan rumah duka. Dia tidak ingin berlama lama ada disana.
☆
☆
☆
☆
☆
__ADS_1
^^jangan lupa like komen dan vote , makasih sebelumnya.^^