
Hari ini Sisi mulai kembali dengan aktifitas nya di kampus. Renata pagi pagi sudah menjemputnya di rumah Satria dan mengantarkan Sisi ke kampus, kebetulan hari ini jadwal nya kosong.
Disinilah mereka, duduk di kantin dengan segelas jus mangga untuk Renata dan segelas milkshake coklat untuk Sisi. Jadwal kuliah Sisi masih nanti jam sebelas tapi ada beberapa buku yang perlu dia pinjam dari perpustakaan sehingga Sisi datang lebih awal.
"Hai", tiba tiba saja Adit, sang ketua BEM di kampus sudah berdiri di depan mereka dan menyapa. Tatapan nya melekat pada Renata.
Renata yang di tatap menjadi salah tingkah. Sisi menyadari hal yang terjadi antara dua orang di depan nya ini.
"Hai juga Kak Adit", jawab Sisi tersenyum.
"Sisi, apa aku boleh minta nomor HP teman mu ini ? " ucap Adit masih menetap Renata.
"Tanya aja langsung sama orang nya kan bisa", jawab Sisi menahan senyum.
"Sudah pernah aku tanya waktu di rumah sakit tapi jawab nya adalah aku di suruh minta sama kamu", jawab Adit polos
Pipi Renata memerah menahan malu pada Sisi ketika Adit yang dengan polos nya menceritakan kejadian di rumah sakit tempo hari sewaktu mereka bertemu.
"Ya udah mana sini HP Kak Adit ? " Sisi mengulurkan tangan, meminta Adit menyerahkan HP nya.
Dengan cepat Adit mengambil HP nya dari saku celana jeans nya dan langsung menyerahkan pada Sisi. Di simpan nya nomor HP Renata pada HP Adit, dengan nama kontak "Si Cantik Rena", lalu menyerahkan kembali HP tersebut pada pemiliknya. Adit melihat layar HP nya dan tersenyum melihat nama yang Sisi simpan untuk kontak Renata.
"Makasih Sisi, aku permisi dulu", ucap Adit dengan senyum mengembang di bibirnya.
"Ganteng tu Ren", ucap Sisi menggoda Renata.
"Terus kenapa kalau ganteng , hah.."Renata mendengus kesal.
"Kayaknya dia suka sama kamu, cieee.." kembali Sisi menggoda Renata.
"Iya sih lumayan ya daripada Rama yang ga ada kepastian ya kan", ucap Renata sambil tertawa.
"Sabar ya sayang", jawab Sisi ikut tertawa.
*******
Waktunya kelas Sisi akan dimulai. Renata tetap duduk di kantin, hari ini dia tidak ada kegiatan apa apa. Sisi hanya kuliah sampai jam satu siang jadi Renata menungu saja di kampus Sisi karena setelah dari kampus, mereka berencana ke Mall.
Siang ini Rena mengajak Sisi menemani nya belanja beberapa barang yang dia butuhkan. Sisi sudah izin pada Satria dan kedua orang tua nya dan mereka mengizinkan.
"Baru jadi calon aja kamu udah shaleha banget, pantes mereka sayang banget sama kamu", goda Renata ketika Sisi meminta izin untuk ke Mall pada Satria dan kedua orang tua nya.
Sisi hanya tertawa menanggapi ocehan Renata itu. "Kamu kan juga akan jadi calon menantu di keluarga itu", gantian Sisi yang menggoda Renata.
"Huh anak nya aja belum kasih aku kepastian", jawab Renata..
__ADS_1
Dan mereka berdua tertawa bersama..
**********
Renata melirik jam tangan nya, "masih satu jam lagi", ucap nya dalam hati.
Tiba tiba ada yang duduk di depan nya.
"Sendirian aja cantik, Sisi nya kemana ? " tanya Adit yang sudah duduk di hadapan Renata.
"Sisi masih ada kelas, satu jam lagi", jawab Renata tersenyum. Dia merasa gugup berhadapan dengan Adit berdua saja seperti ini. "Duh kenapa jadi gugup gini sih", batin Renata.
Selama ini Renata tidak pernah canggung berhadapan dengan lelaki manapun, termasuk Rama sekalipun. Tapi kali ini dengan Adit, berbeda. Saat Adit menyebut nya dengan kata "cantik" hati Rena merasa ada perasaan lain yang tidak bisa dia jelaskan.
"Ping", tiba tiba HP Rena berbunyi, ada pesan masuk dari nomor tidak di kenal.
"Itu nomorku, save ya", ucap Adit tersenyum.
"Ehh..iya Kak", jawab Rena semakin gugup saat melihat senyum Adit yang membuat hati nya semakin tak terjelaskan.
"Duh senyum nya bikin meleleh", batin Rena.
"Aku pengen kenal kamu lebih dekat, apa boleh ? " tanya Adit sambil menatap lekat pada Renata.
"Hmmm..aku selalu terbuka untuk berteman dengan siapa saja selama tujuan orang itu baik", jawab Renata tersenyum.
"Kalau untuk hal itu tergantung gimana hati Kak", jawab Renata dengan gugup.
Adit tersenyum mendengar jawaban Renata.
"Aku akan buka pintu hati kamu dan masuk ke dalam nya", batin Adit tersenyum.
Cukup lama mereka duduk berdua di kantin, Adit memesan segelas ice coffe latte. Dia menemani Renata yang menunggu Sisi selesai kelas nya.
Adit banyak bertanya tentang Renata. Suasana yang awal nya kaku perlahan mencair. Renata sudah tidak terlalu gugup menghadapi Adit. Namun Adit selalu berhasil membuat hati nya merasakan desiran desiran yang tidak lazim.
"Ya Tuhan..hati aku kenapa", batin Renata.
Perasaan yang belum pernah dia rasakan ketika bersama Rama. Tapi setiap dia merasa ada getaran aneh dalam hati nya karena Adit, bayangan Rama selalu melintas dalam benak nya.
Hal ini membuat hati Renata semakin tidak menentu. Kegalauan mulai melanda. Dia senang bersama Adit tapi bayang bayang Rama selalu melintas.
Dia berusaha menjaga hati nya untuk Rama tapi sampai detik ini Rama belum memberi kepastian apapun tentang hubungan mereka sementara itu kini ada seorang laki laki yang terang terangan meminta izin untuk mendekati nya. Laki laki yang baru dia kenal secara kebetulan di rumah sakit, yang bisa membuat nya merasa gugup dan merasakan getaran getaran aneh yang sulit dia jelaskan, yang belum pernah dia rasakan pada lelaki lain termasuk pada Rama.
Tanpa Adit dan Renata sadari, Sisi sudah selesai kelas nya dan sudah berdiri tidak jauh jaraknya dari mereka duduk. Sudah hampir lima belas menit Sisi berdiri memperhatikan mereka dari jarak yang tidak terlalu jauh. Baik Adit atau pun Renata tidak ada yang menyadari karena asik mengobrol.
__ADS_1
Merasa pegal berdiri, akhirnya Sisi menghampiri mereka. "Ehemm.." , Sisi berdehem.
Kompak Renata dan Adit menengok ke arah datang nya suara.
"Ehhh Sisi..udah selesai kelas nya ?", tanya Renata salah tingkah karena di tatap penuh tanda tanya oleh Sisi.
Adit yang memperhatikan kedua sahabat tersebut, ikut merasa salah tingkah. Segera Adit pamit untuk menghindari Sisi. Dia belum siap jika Sisi meneror nya dengan berbagai pertanyaan.
"Kenapa Kak Adit jadi kayak liat hantu ? ", tanya Sisi menahan tawa nya.
"Ga tau yaa..", jawab Rena yang sudah bisa tertawa, tidak salah tingkah lagi.
"Udah berapa lama kalian duduk berdua disini ?" selidik Sisi.
"Hmm..sekitar satu jam..hehe", jawab Renata..
"Pantes ga ada yang chat suruh buruan, bilang bosan", goda Sisi dengan tawa nya yang renyah.
"Biasa aja tau", Renata menanggapi dengan pipi yang sudah memerah.
"Yuk lah jalan", ucap Rena sambil menarik tangan Sisi menuju parkiran.
Mereka berdua menuju Mall di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Tempat favorite mereka jika makan dan nonton bersama Satria dan Rama.
HP Renata bergetar, panggilan masuk dari Satria..
"Iya Kak, ada apa ? " jawab Renata.
"Jadi pergi sama Sisi ? " Satria balik bertanya.
"Iya jadi, ini baru sampe Kak", jawab Renata.
"Jangan lama lama nanti Sisi kecapean kan dia baru sembuh, terus makan nya dia tolong diperhatiin", oceh Satria di sebrang sana.
"Iya Kak, tenang aja semua aman", jawab Renata tertawa.
Sambungan telepon di akhiri Satria.
"Dasar cowo posesif", ucap Renata menggoda Sisi.
Kembali mereka berdua tertawa dengan tingkah Satria yang teramat mengkhawatirkan Sisi.
^^readers yang baik hati jangan lupa dukungan nya, terima kasih banyak^^🥰🥰🥰
Lippo Mall Kemang Village, Mall favorite Sisi dan genks😁
__ADS_1