
"Ada tamu rupa nya", ucap Satria dingin.
"Ahh iya sayang, ini Kak Jo baru sampai", jelas Sisi.
"Aku berencana makan siang bersama Sisi tapi karena Sisi tidak bisa keluar jadi aku bawa kesini makanan nya", Jonathan meletakkan semua yang dia bawa diatas meja.
"Sisi memang calon Mama yang sangat baik untuk Farizz, Aku merasa sangat beruntung karena Sisi menerima lamaran ku menjadi istri", Satria berusaha membuat Jonathan panas.
"Wah benarkah..Sisi jahat ya Kaka ga dikasih tau kalau kamu akan menikah", Jonathan mencoba bersikap biasa saja.
Sangat jelas terlihat jika sedang terjadi perang dingin antara dua laki laki yang sedang bersama Sisi di dalam kamar perawatan Farizz.
Sisi tidak terlalu menanggapi kedua nya, dia mengalihkan perhatian nya pada Farizz.
"Hmm..laki laki terkadang suka membuat pusing", keluh Sisi dalam hati.
"Pernikahan kami dua minggu lagi, nanti undangan nya di kirim semoga kamu belum kembali ke London", jawab Satria.
"Sepertinya Aku akan lama di sini", ucap Jonathan melirik ke arah Sisi.
Satria kembali terbakar cemburu ketika melihat Jonathan berusaha mencari perhatian Sisi.
Satria mulai khawatir jika Jonathan datang untuk memperjuangkan Sisi.
Satria tau bahwa keluarga Pak Albert sangat kaya raya, perusahaan nya memiliki banyak cabang di luar negeri. Dia khawatir akan kalah dari Jonathan dalam mendapatkan hati Sisi.
Melihat ekspresi Satria membuat Jonathan sangat mudah tau bahwa kembali Satria cemburu pada dirinya. Baik Satria maupun Jonathan sibuk dengan pikiran masing masing.
"Ga jadi makan , mau diem diem aja nih ?", Sisi memcoba mencairkan suasana.
"Aku udah pesen makanan juga sayang untuk kita , sebentar lagi makanan nya sampai", jawab Satria.
"Tapi Kak Jo juga udah bawa makanan banyak sayang", Sisi memperhatikan banyak sekali makanan diatas meja.
"Aku ga tau kalau Jonathan akan kemari dan bawa makanan, tadi aku pesan makan diperjalanan menuju kesini", jelas Satria masih dengan tatapan dingin nya pada Jonathan.
"Makan dulu aja yang ini, Kak Jo beli makanan kesukaan kamu semua", Jonathan menarik tangan Sisi menuju meja.
Sisi ragu untuk mencoba makanan yang Jonathan bawa. Sisi tau Satria tidak menyukai Jonathan karena cemburu. Tapi jika Sisi tidak mencicipi yang Jonathan bawa, Sisi merasa tidak enak hati pada Jonathan. Sisi tidak ingin Jonathan merasa tidak di hargai.
"Aku benar benar ga tau harus bagaimana Tuhan", batin Sisi.
Tiba tiba ponsel Jonathan berdering, dia keluar kamar untuk menjawab telepon. Tidak lama Jonathan kembali ke kamar Farizz dan segera berpamitan pada Sisi dan Satria. Ada hal penting mengenai pekerjaan yang harus segera dia urus.
"Akhirnya tidak ada pengganggu", ucap Satria dingin.
"Sayang..ga baik seperti itu, Kak Jo kan niat nya baik jangan bersikap seperti itu", Sisi mencoba meredakan emosi dalam diri Satria.
"Berikan semua ini pada suster yang bertugas hari ini, termasuk mainan mainan nya juga", perintah Satria.
__ADS_1
"Farizz mau mainan mainan itu Ayah", ucap Farizz antusias.
"Nanti Ayah akan belikan semua yang Farizz mau kalau Farizz sudah sembuh ya", Satria menghampiri ranjang anaknya dan membelai lembut Farizz.
"Hmm..baiklah Ayah", jawab Farizz menurut.
Sisi tidak menyangka ternyata Farizz sedewasa itu. Dia sangat memahami perasaan Ayahnya. Sisi merasa terharu melihat interaksi Satria dan Farizz.
Segera Sisi membawa semua yang Jonathan bawa menuju meja tempat para perawat bertugas. Sisi tidak ingin menyakiti hati Satria.
"Maafkan Aku ya Kak Jo..bukan Aku tidak menghargai pemberian Kakak tapi Aku sudah berjanji akan selalu menjaga perasaan Satria", ucap Sisi dalam hati.
Ada perasaan bersalah pada Jonathan tetapi Sisi akan lebih merasa bersalah jika menyakiti hati Satria. Sisi tau Satria merasa tidak nyaman dengan kehadiran Jonathan. Sisi akan berusaha untuk menghindari Jonathan, demi Satria.
Selama ini Satria selalu berusaha menjaga perasaan Sisi dengan tidak pernah punya teman seorang wanita, lebih tepat nya Satria memang menghindari untuk dekat dengan wanita kecuali Sisi wanita yang dia cinta dan Renata yang sudah dia anggap seperti adik nya.
Sisi berjanji dalam hati nya untuk melakukan hal yang sama dengan Satria. Dia tidak akan dekat dengan laki laki lain kecuali Satria dan keluarganya.
"Aku akan bicarakan hal ini nanti pada Kak Jo dan semoga Kak Jo mengerti", batin Sisi.
Makanan yang di pesan Satria telah datang. Sisi dan Satria makan bersama di kamar rawat Farizz. Sisi dan Satria bergantian menyuapi Farizz.
"Aku bahagia ada Mama dan Ayah di sini menjaga Aku", celoteh Farizz riang.
Secara bersamaan Sisi dan Satria memeluk Farizz.
"Mama dan Ayah segeralah menikah supaya Farizz cepat punya adik", ucap Farizz polos.
"Farizz sayang..tau darimana tentang adik ?", tanya Sisi.
"Teman teman sekolah Farizz banyak yang punya adik Mah", jawab Farizz.
"Sekarang Farizz cepat sembuh dulu ya, nanti baru boleh pikirkan hal lain", Sisi membawa Farizz ke dalam pelukan nya.
"Ayah ga keberatan kalau Farizz ingin segera punya adik, karena Ayah juga ingin", Satria mengiyakan permintaan Farizz.
Sisi segera mencubit lengan Satria dan memberikan tatapan tajam pada laki laki yang mencintai nya itu.
"Bisa ga kata kata nya di saring kalau ada anak kecil", ucap Sisi kesal.
"Iya sayang, maaf ga sengaja", Satria mencium pipi Sisi.
Kembali Sisi mencubit lengan Satria sampai Satria mengaduh kesakitan.
"Aduhh ampun sayang ampun..merah nih", Satria mengelus lengan nya yang di cubit Sisi.
"Salah sendiri sikap sama ucapan nya ga dijaga di depan anak nya", Sisi menertawakan Satria yang kesakitan akibat cubitan nya.
"Awas aja nanti malam aku balas", Satria mencoba meraih Sisi ke dalam pelukan nya tetapi Sisi berhasil menghindar.
__ADS_1
Farizz selesai minum obat dan kembali tertidur. Kesehatan Farizz semakin membaik dan menurut dokter Farizz bisa pulang lebih cepat dari yang di jadwalkan jika tidak ada keluhan lain.
"Makasih banyak ya sayang, kamu sudah merawat Farizz dengan sangat baik", Satria menghampiri Sisi di sofa.
"Aku tulus menyayangi Farizz", Sisi tersenyum.
Satria tidak kembali lagi ke kantor. Dia ingin menjaga Farizz bersama dengan Sisi. Semua pekerjaan di kantor bisa dia serahkan kepada Rama.
Sisi sibuk dengan laptopnya. Ada beberapa desain yang terlintas dalam benak nya dan Sisi ingin segera menuntaskan nya sebelum ide ide itu hilang begitu saja.
"Sayang..udah Aku temenin masa Aku dicuekin gini", Satria merajuk manja.
"Sebentar lagi selesai, kalau di tunda tunda nanti aku lupa lagi", jawab Sisi.
Satria tidak menyerah. Dia terus mencari perhatian Sisi. Satria memeluk Sisi dari samping. Dia menyingkirkan rambut Sisi yang menutupi leher jenjang Sisi dan mulai menciumi leher Sisi.
"Sayang..geli..", Sisi berusaha menghindar.
Satria semakin memeluk Sisi erat. Dengan gerakan cepat Satria menggeser posisi laptop Sisi, dengan cepat Sisi berusaha meraih kembali laptop nya namun tangan Satria lebih cepat menarik Sisi ke dalam pelukan nya.
Sisi terjatuh diatas badan Satria. Kini posisi mereka sangat dekat. Sisi bisa mendengar jelas detak jantung Satria yang berdetak tidak karuan.
Satria mendekatkan bibirnya pada bibir Sisi. Satu ciuman lembut dan hangat mendarat pada bibir Sisi. Satria menunggu Sisi merespon. Sisi ragu merespon karena mereka sedang ada di rumah sakit.
Tangan Satria mulai menyentuh bagian tubuh Sisi yang lain. Menyalurkan rasa hangat bagi Sisi. Tanpa Sisi sadari akhirnya dia merespon ciuman Satria. Ciuman yang awalnya lembut kelamaan menjadi panas dan saling menuntut.
Mereka segera menghentikan aktivitasnya ketika tiba tiba saja suara Eyang terdengar dari luar ruangan. Sisi segera bangun dan merapikan rambut serta pakaian nya. Kembali Sisi meraih laptopnya. Satria pun merapikan pakaian dan rambutnya.
"Kamu ga ke kantor ?", tanya Eyang pada Satria.
"Ke kantor tadi jam dua belas aku baru kesini lagi Eyang", jelas Satria.
"Ga balik lagi ? ", kembali Eyang bertanya.
"Aku mau temani Sisi jaga Farizz hari ini", jawab Satria.
"Harusnya begitu sejak awal, kasian kan kalau Sisi sendirian yang jaga Farizz", celoteh Eyang yang terlihat senang dengan kebersamaan Satria dan Sisi.
"Iya Eyang", jawab Satria yang sebenarnya merasa terganggu dengan kehadiran Eyang yang tiba tiba.
☆
☆
☆
☆
☆
__ADS_1
^^jangan lupa untuk tetap dukung ya readers dengan like vote dan komen..makasih readers^^🥰🥰🥰