Sisi, Jodoh Yang Tertunda

Sisi, Jodoh Yang Tertunda
Dunia baru


__ADS_3

Sebulan kemudian....


Satria sudah mendapat pekerjaan di sebuah perusahaan Jepang yang bergerak di bidang konstruksi. Sama hal nya dengan Satria, Sisi pun kemarin mendapat kabar bahwa dirinya di terima di sebuah perusahaan konstruksi yang berkantor pusat di Australia.


Dan ini hari pertamanya bekerja. Sisi merasa agak gugup karena di perusahaan ini hanya Sisi yang masih muda, staff perusahaan yang lain semua sudah berusia diatas tiga puluh tahun. Karena nilai Sisi yang sangat bagus sehingga dia berhasil mendapatkan posisi yang baik di perusahaan tempat nya bekerja.


Sudah dua minggu Sisi menetap di apartemen yang baru dibelikan oleh kedua orang tua Satria sebagai hadiah untuk dirinya dan Satria tempati setelah menikah nanti.


Sisi memilih menempati lebih dulu karena saat ini Satria sudah kembali tinggal di rumah nya sehingga untuk menghindari pandangan buruk orang orang terhadap dirinya dan Satria maka Sisi pindah ke apartemen yang baru dibeli tersebut.


Ibu sedang mempersiapkan acara lamaran Satria dan Sisi. Ayah sudah dengan tegas menolak rencana perjodohan Satria dengan Mila. Eyang marah besar dan mengancam akan menghapus hak Ayah sebagai pewaris tunggal semua harta kekayaan Eyang. Demi kebahagiaan Satria, Ayah nya rela kehilangan semua itu.


Tapi Eyang tidak akan tinggal diam. Dia memikirkan cara untuk nanti nya menggagalkan semua rencana Satria dan Sisi.


Sore ini Satria menjemput Sisi di kantor nya.


Mereka berdua ada janji fitting baju untuk acara lamaran di butik langganan Ibu nya. Renata dan Ibu juga akan ke butik menemani Sisi fitting baju.


Di perjalanan..


"Gimana hari pertamanya di kantor sayang ? " tanya Satria.


"Alhamdulillah lancar, semua nya baik..awalnya aku sempat gugup tapi semua nya berjalan dengan baik", jawab Sisi tersenyum.


"Ada yang coba coba ngerayu ga ? " tanya Satria posesif.


"Hmm..mulai kumat yaa", Sisi mencubit tangan Satria.


Satria mengaduh karena tangan nya di cubit Sisi.


"Aku hanya takut kamu tergoda dengan pria pria mapan di luar sana", ucap Satria cemberut.


"Kalau mau tergoda bisa dari kemarin kemarin kenapa baru sekarang", Sisi mulai gemas dengan kecemburuan Satria.


"Sayang, kalau aku mengajukan beasiswa di luar negeri lagi apa boleh ? " tanya Sisi ragu ragu.


"Boleh asalkan berangkat nya kalau kita udah nikah , aku akan tepatin janji aku untuk nemenin kamu ambil pendidikan di luar negeri", Satria tersenyum.


"Makasih sayang", Sisi membalas senyum manis Satria.


Dengan melihat Sisi nya bahagia itu sudah sangat berarti bagi Satria melebihi apapun. Satria sudah berjanji akan melakukan apapun demi membahagiakan Sisi. Demi mewujudkan impian impian Sisi termasuk salah satu nya kuliah di luar negeri.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga puluh menit, mereka sampai di Mall tempat butik langganan Ibu berada. Sebuah Mall yang terletak di kawasan elite Jakarta Selatan. Mereka langsung menuju lantai dua, tempat butik berada.


Ibu dan Rena sudah menunggu mereka. Salah satu karyawan di butik itu membantu Sisi untuk mencoba baju nya. Semua Ibu yang menyiapkan, Sisi dan Satria menyetujui semua yang di pilihkan oleh Ibu untuk mereka.


"Cantik sempurna", batin Satria ketika melihat Sisi keluar dari kamar ganti memakai kebaya berwarna lilac untuk acara lamaran nya nanti.


"Hush kedip hush..", goda Ibu karena Satria menatap Sisi tanpa berkedip.


Sisi yang di tatap hanya bisa menunduk karena pipi nya sudah merah merona mendengar ucapan Ibu.


"Ini baru untuk lamaran tapi anak Ibu sudah sangat terpana bagaimana nanti yang untuk pernikahan ya bisa bisa anak Ibu pingsan melihat Sisi", kembali Ibu menggoda Satria dan membuat semua yang ada disana tertawa mendengar ucapan Ibu kecuali Sisi yang hanya tersenyum dengan pipi yang semakin memerah karena malu.


Selesai fitting baju mereka menuju restoran favorit Ibu dengan teman teman arisan nya. Ibu memesan beberapa menu untuk makan malam mereka.


"Ayah dan Rama sedang dalam perjalanan kemari", jelas Ibu.


"Pantas saja Ibu memesan begitu banyak makanan", sahut Satria.


Beberapa menit kemudian Ayah dan Rama tiba di restoran. Mereka mulai menyantap menu menu yang sudah dihidangkan.


"Gimana hari pertama nya Nak ? " tanya Ayah pada Sisi.


"Alhamdulillah baik dan lancar Ayah", jawab Sisi.


Perjalanan menuju apartemen..


"Kamu cantik banget sayang pakai baju tadi, aku benar benar terpesona", puji Satria.


"Terima kasih pujian nya", Sisi tersenyum manis. Senyum yang selalu berhasil meluluhkan hati Satria.


Satria menepikan mobilnya di taman yang tidak jauh dari apartemen nya. Sisi yang tidak mengetahui maksud Satria langsung menanyakan mengapa Satria berhenti di taman.


Tanpa menjawab pertanyaan dari Sisi, Satria mengeluarkan sebuah kotak berwarna silver dari dalam saku celana nya. Dia menyerahkan kotak tersebut pada Sisi.


"Apa ini ? " tanya Sisi.


"Buka aja ", ucap Satria tersenyum.


Sisi membuka kotak silver tersebut dan terdapat sebuah cincin cantik berwarna silver dengan mata mata berlian disekelilingnya yang berkilau cantik.


"Bagus banget, makasih sayang", Sisi terharu.

__ADS_1


"Untuk hadiah kelulusan kamu yang baru sempat aku berikan dan aku rasa sekarang waktu yang tepat karena ini hari pertama kamu kerja juga", jelas Satria.


Satria meraih tangan Sisi dan memasangkan cincin tersebut ke jari Sisi. Kemudian di cium nya tangan Sisi yang sudah terpasang cincin tadi.


Satria semakin mendekatkan tubuhnya pada Sisi. kedua tangan nya memegang pundak Sisi lalu dia mencium kening Sisi. Mereka begitu dekat sehingga bisa saling mendengar detak jantung masing masing yang sama sama berpacu dengan cepat seperti sedang berkejaran.


Satu jari Satria menyentuh bibir Sisi dengan lembut. Tanpa disadari Sisi pun menikmati sentuhan lembut tersebut dan membuat Satria ingin menyentuh lebih intim lagi. Pelan pelan bibir Satria kini mendekat, Sisi tak bergeming dan Satria mulai menyentuh bibir Sisi dengan bibirnya.


Aroma tubuh Sisi yang sangat disukai Satria bercampur dengan rasa manis di bibir Sisi membuat Satria mengunci bibir Sisi, mereka saling menikmati sentuhan satu sama lain, pelan pelan mulut Sisi terbuka dan Satria segera menyentuh ke bagain yang lebih dalam. Ciuman yang awalnya lembut semakin lama menjadi semakin menuntut dan panas. Tangan Satria mulai menyentuh bagian lain pada tubuh Sisi dan Sisi merespon dengan baik semua sentuhan sentuhan Satria tersebut.


Cukup lama mereka berciuman. Saling memberikan sentuhan lembut dan menuntut lebih satu sama lain sampai akhirnya mereka berhenti saat sudah hampir kehabisan nafas.


Mereka sama sama menyadari sudah melakukan hal yang melampaui batas yang selama ini mereka buat. Pipi Sisi sudah sangat merah karena malu. Dia merasa malu karena sudah melakukan apa yang selama ini tidak ingin dia lakukan.


Dengan cepat dia merapikan baju nya yang agak berantakan karena Satria menyentuhnya di beberapa area sensitif nya tadi ketika mereka berciuman. Dua kancing kemeja nya yang terbuka segera Sisi pasang dan dia juga merapikan rambutnya dengan cepat.


Satria pun merasa tidak enak pada Sisi karena dia tidak bisa menahan diri nya untuk tidak melakukan yang selama ini sudah mereka sepakati.


"Aku minta maaf sayang, aku ga bermaksud melanggar apa yang sudah kita sepakati. Aku terbawa perasaan karena aku sangat mencintaimu dengan tulus..maafin aku", Satria takut Sisi kecewa padanya.


"Ga apa apa sayang, aku juga salah..aku juga merespon semua sentuhan kamu karena terbawa perasaan juga. Aku juga minta maaf", Sisi sangat malu pada Satria karena dia juga menikmati dan merespon setiap sentuhan Satria tadi.


"Kita pulang sekarang", ucap mereka bersamaan..


Mereka saling melempar senyum terbaik satu sama lain. Satria melajukan mobilnya dengan cepat menuju apartemen. Bayang bayang kejadian tadi masih terekam jelas dalam benaknya dan dia ingin segera mengantar Sisi pulang karena takut mereka kembali sama sama khilaf.


Sampai di depan lobi apartemen Sisi langsung pamit dan turun. Satria pun segera melajukan mobilnya ke arah pulang. Sengaja dia tidak ikut mengantar Sisi naik ke lantai apartemen nya karena takut akan terjadi hal yang lebih jauh lagi.







^^readers jangan lupa dukungan nya untuk author ya supaya author tetap semangat nulisnya..makasih sebelumnya readers^^🥰🥰🥰


Apartemen Sisi dan Satria,

__ADS_1



__ADS_2