Sisi, Jodoh Yang Tertunda

Sisi, Jodoh Yang Tertunda
Menerima cinta Satria


__ADS_3

Satu jam sudah Satria berdiri menunggu Sisi di depan gerbang kost nya. Dia semakin tidak percaya diri, rasa gelisah serta takut mulai menghampiri.


Satria akhirnya memutuskan untuk meninggalkan kost an Sisi. Dengan langkah yang sangat pelan Satria masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya tanpa tau akan kemana.


Tiba tiba Satria dikejutkan oleh suara yang berteriak memanggil namanya dan berusaha mengejar mobilnya. Ternyata Sisi yang meneriaki namanya dan mencoba mengejar mobilnya. Langsung saja Satria memhentikan mobilnya lalu keluar menghampiri Sisi.


"Astaga Sisi, apa yang kamu lakukan ?"


tanya Satria dengan tatapan khawatir karena Sisi terlihat sangat lelah mengejar mobil Satria yang sudah melaju cukup jauh.


"Waktu aku turun kamu udah ga ada dan aku lihat mobilmu baru berbelok jadi aku mengejar karena kamu ga dengar saat aku panggil", jelas Sisi dengan nafas yang naik turun.


"Kamu kan bisa telfon aku dan minta aku untuk kembali", ucap Satria.


"HP aku mati, batre nya lowbet", jelas Sisi.


"Tunggu di sini", perintah Satria.


Kemudian dia mengambil sesuatu di dalam mobilnya lalu kembali pada Sisi membawa sebotol air mineral dan beberapa lembar tisu.


"Minum dulu", ucap Satria sambil menyodorkan botol minum pada Sisi.


Dengan cepat Sisi meminum nya karena tenggorokan nya memang sudah sangat kering berteriak sambil berlari cukup jauh.


Satria mendekati Sisi dan mengelap keringat Sisi dengan tisu yang tadi dia ambil dari mobil.


"Terima kasih", ucap Sisi dengan senyum nya yang selalu membuat Satria terpaku.


"Jadi kenapa kamu kejar aku ?" tanya Satria


"Terima kasih untuk sebuket bunga mawar yang sangat cantik tadi. Terima kasih juga untuk cake dan ice coklat nya", jawab Sisi.


"Hanya itu ? " Satria kembali bertanya.


Dia sangat mengharapkan jawaban lebih dari Sisi.


"Aku menerima hati dan perasaanmu, karena aku juga menyimpan rasa yang sama untuk mu, semoga keputusan ku benar dan aku tidak akan tersakiti dikemudian hari", Sisi berkata sambil menatap Satria dengan tatapan yang sangat mendalam.


"Benarkah ? " Satria masih belum percaya dengan apa yang barusan dia dengar.


"Iya benar", jawab Sisi sambil tersenyum meyakinkan Satria.


"Boleh aku peluk ?" izin Satria karen dia sangat ingin memeluk Sisi sebagai ungkapan rasa bahagianya.


Sisi mengangguk dan Satria segera memeluk Sisi dengan erat nya. Ungkapan rasa sayang yang amat sangat dari Satria terhadap Sisi.


"Aku janji ga akan pernah nyakitin kamu. Aku akan menjaga kamu dengan baik", janji Satria pada Sisi.


"Terima kasih", ucap Sisi.


Tiba tiba hujan turun cukup lebat. Mereka berlari cepat dan segera masuk ke dalam mobil. Satria melajukan mobilnya menuju sebuah cofee shop.


Mereka memesan satu gelas ice cofee untuk Satria dan satu gelas ice mocca untuk Sisi serta satu porsi kentang goreng untuk mereka berdua.


Cukup lama mereka berada di cofee shop itu karena hujan belum reda.


"Si, apa aku boleh meminta satu hal darimu ?" tanya Satria.


"Mau minta apa ? " Sisi balik bertanya


"Jangan terlalu dekat dengan Bara", jawab Satria


"Memang nya kenapa ?" tanya Sisi lagi


"Sepertinya dia suka sama kamu, dan aku cemburu melihat dia mendekatimu", jawab Satria dengan jujur.


"Aku akan jaga jarak dengan Kak Bara, kamu tenang aja, aku kan sudah menentukan pilihan", jawab Sisi sambil melemparkan senyum terbaiknya supaya Satria tidak perlu mengkhawatirkan tentang Bara.


"Makasih ya Si susah bersedia menjaga perasaanku", ucap Satria sambil menatap dalam ke manik mata Sisi.


"Oh iya Si, makasih juga untuk kado ulang tahun nya, aku suka banget", Satria ingat bahwa dia belum sempat berterima kasih untuk kado ulang tahun yang Sisi berikan.


"Sama - sama, terima kasih juga karena kamu menyukainya", jawab Sisi.

__ADS_1


"Apapun itu, jika dari kamu pasti aku akan suka", ucap Satria.


"Sepertinya hujan sudah reda, kita pulang yuk", ajak Sisi pada Satria.


"Iya", Satria mengangguk.


Dia menuju meja kasir membayar pesanan mereka.


Sebenarnya Satria masih ingin lebih lama lagi berdua dengan Sisi tapi dia tidak tega saat melihat Sisi sepertinya sudah ingin istirahat.


Satria mengantar Sisi kembali ke kostan.


"Sekali lagi terimakasih untuk semua nya hari ini", ucap Sisi saat mereka sudah ada di depan gerbang kostan Sisi.


"Masuklah, besok pagi pagi aku jemput ya", ucap Satria.


Sisi mengangguk, lalu segera masuk ke dalam gerbang kostan.


Ketika Sisi sudah menghilang di balik gerbang, Satria segera melajukan mobilnya kembali ke rumah nya.


Sisi sudah menarik selimut bersiap untuk tidur ketika HP nya bergetar. Di lihat nya ternyata pesan masuk dari Satria.


Satria


aku sudah di rumah ya sayang


Sisi


iya


Satria


kamu ga keberatan kan kalau aku panggil sayang ?


Sisi


ga kok 😊


Satria


Sisi


sudah mau tidur


Satria


good night..have a nice dream


Sisi


you're welcome


Satria


love you 😘


Sisi


too..🥰


Satria


😘😘😘


Sisi sudah tidak membalas pesan terakhir Satria karena mata nya sudah terpejam.


Sejak Sisi menerima pernyataan cinta Satria, sejak itu pula mereka berangkat dan pulang bersama saat sekolah. Pagi pagi Satria sudah setia menunggu di depan gerbang kost Sisi. Pulang nya , jika Sisi ada kegiatan OSIS maka Satria akan menunggu di kantin atau musholla sampai Sisi selesai dengan kegiatan nya.


Sementara itu, Bara tetap dengan usaha nya untuk mendekati Sisi tetapi Sisi selalu mencari alasan untuk menjauh dari Bara. Semakin Sisi menjaga jarak, semakin membuat Bara penasaran pada Sisi.


Bara menemui Sisi ketika dia sedang makan siang sendirian di dalam kelas. Renata hari ini tidak masuk sekolah karena sedang demam. Satria sedang bermain sepakbola di lapangan.


"Si, nanti pulang sekolah bantu aku merevisi anggaran dan kegiatan yang sudah diperiksa Kepala Sekolah ya", Bara memulai percakapan.

__ADS_1


"Baik Kak", jawab Sisi sambil mengangguk tanpa menatap Bara.


Sisi menyimpan bekal makan siang nya yang belum habis, lalu merapikan meja nya dan hendak meninggalkan kelas.


"Aku permisi ke musholla dulu kak", ucap nya kepada Bara.


"Si, apa kamu menghindar dari aku ?" selidik Bara, karena sudah seminggu ini dia merasa bahwa Sisi selalu menghindar setiap dia dekati.


"Ga kak, itu cuma perasaan Kak Bara aja", jawab Sisi berusaha meyakinkan Bara.


Sisi berlalu keluar kelas, meninggalkan Bara yang masih dengan pikiran nya bahwa Sisi menghindar dari nya.


Sebenarnya Sisi sedang ada tamu bulanan. Pergi ke musholla hanyalah salah satu alasan Sisi supaya menjauh dari Bara. Bukan Sisi tidak suka berteman dengan Bara, tetapi Satria tidak menyukai jika Sisi terlihat akrab dengan Bara. Demi menjaga perasaan Satria maka dia berusaha menjaga jarak dengan Bara.


HP di dalam kantong kemeja Sisi bergetar, dilihat nya layar HP nya. Panggilan masuk dari Ibu Satria.


"Assalamualaikum Bu", Sisi menjawab panggilan Ibu Satria di HP.


"Waalaikumsalam Sisi sayang, apa Satria ada sama Sisi ? " tanya Ibu Satria di sebrang.


'Satria nya main bola Bu dan belum selesai, apa ada pesan ? " tanya Sisi.


"Ohh dia main bola, pantas saja Ibu telpon ga di jawab sejak tadi. Sampaikan ke Satria nanti dia suruh jemput Ibu di rumah Renata ya", pesan Ibu pada Sisi.


'Baik Bu nanti Sisi sampaikan", jawab Sisi.


"Terima kasih sayang", Ibu tutup dulu ya ucap Ibu Satria mengakhiri panggilan.


"Baik Bu, sama sama", jawab Sisi.


Sambungan telepon di putus oleh Ibu Satria.


Pulang sekolah, Satria sudah menunggu Sisi di kantin, tempat biasa Satria menunggu. Walaupun mereka satu kelas tapi mereka sudah sepakat untuk bersikap biasa saja kalau di kelas.


Hanya teman dekat masing masing yang tau hubungan mereka sebenarnya, Renata dan Arya yang merupakan teman dekat Satria di kelas.


Tidak lama Sisi sudah menghampiri Satria yang sedang duduk dengan segelas Jus Mangga kesukaan nya.


"Tadi Ibu telpon katanya minta dijemput di rumah Rena", Sisi menyampaikan pesan Ibu nya pada Satria.


"Kamu ikut ya" , ajak Satria.


"Aku ga bisa, siang ini harus bantu merevisi anggaran", jawab Sisi.


"Berduaan sama Bara ?" tanya Satria dengan nada cemburu.


"Ga berdua aja, kan ada anggota yang lain juga", jawab Sisi sambil tersenyum manis supaya Satria tidak cemburu lagi.


"Tetap saja aku khawatir kalau kamu berada dalam satu ruangan sama si Bara itu", ucap Satria dengan memasang wajah cemberut nya yang terlihat mengemaskan dimata Sisi.


Sisi tertawa melihat wajah Satria yang seperti itu, "Kamu lucu banget kalau lagi kesel kayak gini", ucap Sisi.


"Kalau kamu cemburu begini berarti kamu ga percaya sama aku", ucap Sisi.


"Aku bukan ga percaya sama kamu tapi aku ga percaya sama si Bara itu, aku yakin dia masih kekeh pengen deket sama kamu", ucap Satria menggebu gebu.


"Ya sudah, aku mengundurkan diri aja dari OSIS supaya kamu ga seperti ini", ucap Sisi dengan lembut.


"Ehh jangan sayang, aku ga mau kamu mengundurkan diri, aku tau kamu sangat menginginkan posisi ini. Aku minta maaf ya, aku akan sepenuhnya percaya sama kamu, aku percaya kamu bisa mengatasi Bara".


Satria meminta maaf karena sudah menyulitkan Sisi akibat rasa cemburu nya yang besar.


"Makasih ya kamu sudah mau ngerti aku", jawab Sisi sambil menatap lekat Satria.


"Makasih juga sayang , kamu selalu berusaha untuk jaga perasaan aku".


Satria berkata sambil mengacak acak rambut Sisi dengan gemas.


Tanpa mereka sadari, dari kejauhan ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dengan tatapan tidak suka nya.


Bara cemburu melihat Sisi dan Satria.


^^readers jangan lupa bantu like dan vote ya^^

__ADS_1


^^makasih readers yang baik hati^^


__ADS_2