Sisi, Jodoh Yang Tertunda

Sisi, Jodoh Yang Tertunda
Melepas rindu


__ADS_3

Sama hal nya dengan Satria, Sisi pun ingin tau apakah kini Satria sudah mempunyai seseorang yang menggantikan Sisi di hati nya. Tapi Sisi tidak siap dengan kenyataan jika ternyata Satria sudah punya wanita pengisi hati nya.


"Kapan kamu ke rumah, Ayah dan Ibu pasti sangat senang bertemu kamu lagi", ucap Satria.


"Aku usahakan secepatnya..Aku juga sangat rindu Ibu dan Ayah", Sisi tersenyum.


"Hmm..kamu ada keperluan apa ke kantor kita ?", tanya Satria..


Sisi merasa bingung dengan Satria menyebut kantor kita, tapi untuk bertanya pun dia enggan.


"Aku memenangkan tender desain interior yang perusahaan mu adakan dan hari ini jadwal meeting nya, aku tidak menyangka ternyata SS Propertindo adalah milik mu", jelas Sisi.


"Terima kasih Tuhan telah engkau kembalikan cinta ku lewat jalan mu yang indah", batin Satria.


"SS Propertindo Aku dirikan untuk mewujudkan impianmu, perusahaan itu aku persembahkan untuk mu meskipun saat mendirikan nya Aku belum tau dimana keberadaan mu", jelas Satria.


Sisi tidak pernah menduga atas apa yang Satria sampaikan. Tanpa terasa air mata menetes di pipinya. Sisi takut untuk berharap lebih atas cinta nya.


"Apa maksud dari semua ini ?", akhirnya Sisi bertanya.


"Sampai detik ini Aku masih mencintaimu dengan rasa cinta yang sama, tidak berkurang sedikitpun bahkan semakin bertambah. Aku sangat berharap kita bisa bersama selamanya tanpa ada yang memisahkan lagi", Satria mengutarakan semua isi hatinya.


"Apa kamu benar benar masih sendiri ? belum ada wanita lain penggantiku ?", Sisi ingin memastikan.


"Aku tidak akan pernah bisa mencintai wanita lain selain kamu, semua ruang di hatiku dan semua cintaku sudah habis ku berikan untuk mu", jawab Satria tegas.


Sisi menatap Satria lama, menelisik ke dalam manik mata Satria, mencari kebenaran. Dan Sisi tidak mendapati Satria berbohong.


"Aku hancur dan frustasi kamu sejak pergi. Aku tidak menyangka kamu menyerah begitu saja terhadap Eyang, padahal Aku bertahun tahun melindungi mu dari Eyang dan bersedia kehilangan segala nya asalkan tetap bisa bersamamu", Satria meneteskan air mata.


Sisi merasa sakit mengetahui orang yang dia cinta serapuh itu ketika dia tinggalkan bertahun tahun.


"Maafkan aku sudah egois selama lima tahun ini pergi darimu tanpa memberikan kabar sehingga membuat mu susah", Sisi menyesali kebodohan nya yang sudah menyerah begitu saja dari Eyang.


Satria sudah tidak sanggup membendung rasa rindu nya pada Sisi. Segera dia memeluk Sisi erat , sama hal nya dengan Satria maka Sisi pun membalas pelukan Satria. Sisi menumpahkan semua rasa sakit yang selama lima tahun dia pendam. Dia menangis dalam pelukan Satria.


Satria memeluk Sisi erat, seakan mengatakan bahwa Sisi tidak boleh pergi lagi. Dia tidak akan sanggup lagi jika harus kehilangan Sisi untuk kedua kalinya.


"Jangan pergi lagi, ku mohon berjanjilah apapun yang terjadi jangan pergi lagi dari hidupku", pinta Satria terisak.


"Aku janji..maafkan Aku", jawab Sisi terbata bata karena dia juga masih menangis.


Satria dan Sisi kembali ke kantor setelah masing masing merasa lega karena apa yang selama lima tahun terpendam sudah di keluarkan.

__ADS_1


Satria mengenalkan Sisi pada Farizz. Rama pun segera mengabari Renata tentang kembali nya Sisi. Dengan sangat cepat sahabat nya itu sudah sampai di kantor Satria. Rena memeluk Sisi sangat erat dan kembali Sisi menangis dalam pelukan Renata.


"Tante cantik, boleh ga Farizz minta satu hal ?", tanya Farizz polos.


"Tentu aja boleh sayang, apapun yang Farizz minta pasti tante kabulkan", jawab Sisi berjongkokg di depan Farizz.


"Farizz mau panggil nya Mama, boleh kah ?, tanya Farizz dengan ekspresi menggemaskan.


Semua yang mendengar merasa senang tanpa terkecuali Sisi. Dengan lekas Sisi mengangguk, mengabulkan permintaan Farizz.


"Makasih Mama, Farizz sayang Mama", ucap Farizz sambil memeluk Sisi erat.


Pelukan seorang anak yang merindukan sosok seorang Ibu. Sisi dapat merasakan hal itu karena dia tau bagaimana rasanya tanpa Ibu sejak kecil.


Sisi membalas pelukan Farizz dan menghujani pipi anak itu dengan ciuman ciuman lembut nya.


"Ayah nya juga ingin di cium seperti itu" bisik Satria pada Sisi di telinga nya.


Sontak saja Sisi langsung melotot dan menginjak kaki Satria dengan keras. Sisi khawatir Rama dan Rena mendengar ucapan Satria.


"Segera halalin lah Kak kalau mau dapat ciuman dari Sisi seperti Farizz", ucap Renata menggoda Satria.


Pipi Sisi langsung memerah ketika mengetahui kalau Renata mendengar yang Satria ucapkan pada nya.


"Horee ketemu Uti sama Akung", Farizz bersorak senang karena sudah beberapa hari Farizz tidak bertemu Kakek dan Nenek nya.


Sudah hampir dua tahun Satria tinggal berdua saja di apartemen dengan Farizz. Pagi nya Satria akan antar Farizz ke sekolah dan akan di jemput siang hari lalu dibawa ke kantor. Di hari libur Satria membawa Farizz menginap di rumah orang tua nya.


"Kamu kembali di waktu yang tepat sayang, karena bulan depan aku menikah dengan Rama", ucap Renata.


"Wah selamat sayang, Aku bahagia banget dengernya", Sisi memeluk Rena.


"Lalu bagaimana dengan Kak Adit ?", tanya Sisi.


"Dia sudah ikhlas aku memilih Rama dan sekarang dia ada di Jerman, mengejar impian nya", jelas Renata tersenyum.


"Syukurlah jika tidak ada yang tersakiti", Sisi tersenyum.


"Kamu kapan melanjutkan pernikahan mu yang tertunda dengan Satria ?", tanya Rena.


"Tidak bisa terburu buru", jawab Sisi tersenyum.


Satria terdiam mendengar kata kata Sisi. Dalam hati nya dia bertanya, apa lagi hal yang membuat Sisi masih menunda pernikahan mereka.

__ADS_1


"Akan aku bicarakan nanti dengan nya", batin Satria.


Satria dan Sisi melanjutkan meeting tentang proyek mereka yang sempat tertunda tadi pagi.


Renata mengajak Farizz bermain di ruangan Rama, memberikan waktu untuk Satria dan Sisi berdua saja.


"Sayang, aku ingin kamu segera ikut mengurus perusahaan ini", Satria menggengam kedua tangan Sisi dan mereka sedang berdiri berhadapan.


"Aku percaya kamu mampu membesarkan perusahaan ini sendiri tanpa aku, izinkan aku untuk membesarkan perusahaan ku yang baru aku mulai, aku sangat menyukai dunia desain interior", Sisi tersenyum lembut pada Satria.


Senyum yang sudah lima tahun tidak Satria lihat dan kini dia kembali bisa melihatnya. Jantung nya berdetak tidak karuan. Satria meleleh hanya dengan melihat Sisi tersenyum seperti itu.


Satria mempersempit jarak mereka. Salah satu tangan nya mulai meraba tengkuk Sisi. Bibir mereke pun semakin mendekat dan kini Satria mulai menyentuh bibir Sisi. Memberikan kecupan dengan sangat lembut. Sisi merasakan detak jantung nya yang sudah tidak terkendali.


Ingatan mereka sama sama kembali pada kejadian lima tahun lalu. Malam dimana sebelum Sisi pergi ke London.


Semakin lama ciuman itu semakin menuntut. Saling menyentuh dengan lembut satu sama lain. tangan Satria mulai menyentuh pada bagian tubuh Sisi yang lain. Sisi mendesah dengan sentuhan sentuhan Satria. Badan nya terasa mulai panas. Tangan nya pun meremas rambut Satria dengan bergairah.


Ciuman Satria mulai pindah ke leher karena kedua nya sudah mulai kehabisan nafas. Sisi semakin mendesah ketika bibir lembut Satria menyentuh bagian leher jenjangnya dan salah satu tangan Satria mulai masuk lewat kancing kemeja Sisi yang terbuka dan mulai meremas bukit kembarnya.


Satria membawa Sisi ke sofa dan merebahkan nya disana. Bibirnya masih menciumi leher Sisi lembut dan kini mulai turun ke bagian puncak bukit kembar Sisi. Suara ******* Sisi semakin membuat Satria ingin memakan Sisi detik itu juga. Bagian bawah Satria sudah mulai menegang.


Tangan Satria mulai menyentuh titik sensitif Sisi pada bagian bawah. Kedua nya sudah merasa sangat panas.


Tiba tiba saja pintu di ketuk dan Farizz memanggil manggil Ayahnya. Sisi dan Satria segera menghentikan kegiatan mereka. Segera Sisi mendorong tubuh Satria yang ada diatasnya lalu duduk dan merapikan kembali baju nya yang sudah terbuka semua kancing nya. Sisi juga tidak lupa merapikan rambutnya.


Satria segera membuka pintu dan menemui anaknya ketika dirinya dan Sisi sudah kembali rapi.







duh Farizz ganggu Ayah sama Mama nya aja ya 😆😆😆


^^jangan lupa like vote dan komen ya..^^


^^author udh berapa hari ga update ya, karena baru pulang dari Bandung anter anak ikut turnamen pencak silat di bandung..tetep dukung author selalu yaa..makasih^^

__ADS_1


__ADS_2