
Waktu berlalu begitu cepat, empat bulan lagi Sisi dan Satria lulus dari Sekolah Menengah Atas dan melanjutkan ke perguruan tinggi negeri.
Sisi sudah mengirimkan berkas berkas pengajuan beasiswa ke beberapa perguruan tinggi negeri di Indonesia. Dia menyadari keterbatasan nya dalam keuangan sehingga Sisi berjuang keras untuk mendapatkan beasiswa.
Orang tua Satria menawarkan bantuan untuk membiayai pendidikan Sisi tetapi Sisi menolaknya dengan halus. Dia tidak ingin menjadi beban bagi Satria dan keluarganya.
"Semoga saja salah satu diantara nya ada yang mau menerimaku", Sisi berdoa dalam hati, berharap ada perguruan tinggi negeri yang nanti nya bisa memberikan nya beasiswa.
"Ke kantin yuk laper banget nih", ajak Renata mengagetkan Sisi yang sedang larut dalam lamunan nya.
"Bikin kaget aja", jawab Sisi sambil mengelus dada nya.
"Salah sendiri kenapa ngelamun", jawab Renata sambil tertawa.
Renata memang senang bersikap jail terhadap Sisi.
Mereka berdua menuju kantin, memilih tempat duduk di pojok belakang, tempat favorit mereka selama dua setengah tahun ini.
"Ga berasa banget ya Si sebentar lagi kita lulus dari sekolah ini", ucap Renata yang sedang mengingat awal mereka menjadi siswi baru di sekolah ini.
"Iya, waktu berlalu cepet banget", jawab Sisi sambil mengaduk mie ayam pesanan nya yang baru datang.
"Kalau nanti kamu dan Satria pisah kota untuk melanjutkan kuliah, gimana Si ?" tanya Renata setelah memasukkan suapan pertama bakso ke dalam mulut nya.
"Ya ga apa apa, mau ga mau kita harus terima karena demi masa depan kita juga kan:, jawab Sisi.
"Kenapa kamu ga ikut aja ambil di kota yang sama kayak Satria ?" Renata berusaha membujuk Sisi untuk memilih kuliah di tempat yang sama dengan Satria.
"Aku mau mengusahakan dengan cara ku sendiri Ren, kalau memang aku dan Satria berjodoh walau harus jalanin hubungan jarak jauh insyaAllah semua akan baik baik aja", Sisi meyakinkan Renata bahwa keputusan nya sudah bulat.
Satria memang meminta bantuan Renata untuk ikut membujuk Sisi supaya mau kuliah di tempat yang sama dengan Satria dan dengan biaya dari orang tua nya. Tapi seperti nya hasilnya akan sama. Karena Sisi sudah membulatkan tekadnya untuk tidak menjadi beban bagi orang lain.
*******
Untuk saat ini, Satria dan keluarganya memang belum jadi bagian hidup Sisi seutuhnya maka dari itu Sisi masih membatasi hal hal yang boleh diterima dan yang tidak boleh. Sisi tidak ingin berhutang budi pada siapa pun termasuk pada Satria dan keluarganya walaupun mereka semua menyayangi Sisi.
Sisi belajar dengan sangat giat melebihi waktu belajarnya sebelumnya. Dia tidak ingin gagal, beasiswa ini penting bagi Sisi, untuk masa depan nya.
Ajakan dari Satria atau Renata untuk main di hari libur pun selalu Sisi tolak sementara waktu. Dia benar benar ingin fokus pada ujian akhir nya nanti.
Satria sangat merindukan Sisi. Sudah hampir dua bulan ini Sisi selalu menolak untuk bertemu di hari libur, mereka hanya bertemu saat di sekolah.
Sisi ingin fokus pada tujuan nya dan meminta pengertian Satria untuk bisa menerima kondisi ini.
Satria memahami keinginan dan tekad Sisi yang kuat. Dia mengalah dan menuruti apa yang Sisi inginkan tetapi dia juga sangat merindukan Sisi , terlebih mereka sedang libur sekolah satu minggu dalam rangka persiapan rangkaian ujian sekolah sebelum nanti nya mereka melaksanakan ujian akhir nasional.
Terlintas sebuah ide dalam benak Satria, dia akan meminta bantuan Ibu nya untuk meminta Sisi datang ke rumah nya. Satria yakin jika Sisi tidak akan bisa menolak permintaan Ibunya.
"Bu, boleh aku minta tolong ?" tanya Satria pada Ibu nya yang sedang membuat kue di dapur.
"Minta tolong apa ?" tanya Ibu sambil tetap melanjutkan pekerjaan nya.
"Bantuin bujuk Sisi supaya main kesini, aku kangen banget sama dia tapi dia ga mau diajak main karena mau fokus belajar", jelas Satria panjang lebar pada Ibu nya.
"Harusnya kamu dukung Sisi bukan merepotkan dia dengan merajuk pengen ketemu terus", jawab Ibu nya menggoda Satria.
"Ah Ibu mah kayak ga pernah muda aja, aku kangen banget sama dia", Satria mulai merajuk dan kesal.
"Ya udah Ibu bantuin", jawab Ibu nya sambil tertawa melihat ekspresi Satria yang mulai kesal.
HP Sisi bergetar, chat masuk dari Ibu Satria
Ibu
Sisi sayang, main ke rumah ya nak, Ibu bikin kue kesukaan Sisi nih
Sisi
kapan Bu ?
__ADS_1
Ibu
sekarang ya sayang. kue nya sebentar lagi matang. Ada yang udah kangen berat juga sama Sisi 🤩
Sisi
iya bu, Sisi siap siap dulu
Ibu
oke sayang. di jemput ya sama anak Ibu yang manja 😆
Sisi
iya bu 😊
Sisi tidak enak hati jika menolak permintaan Ibu Satria karena Sisi juga sudah sayang seperti pada Ibu kandung nya. Dan sejujurnya Sisi juga merindukan Satria. Sisi merindukan Satria yang cerewet dan jail, Satria yang lembut dan sangat penyayang dan perhatian.
Dia merasa bersalah sudah mengabaikan Satria akhir akhir ini.
"Aku akan minta maaf nanti", batin Sisi.
Tiga puluh menit berlalu, Sisi sudah selesai bersiap dan Satria juga sudah ada di bawah menunggu Sisi turun.
Ada banyak rasa bercampur aduk dalam hati Sisi. Rindu, canggung, malu, dan rasa bersalah karena sudah lama mengabaikan Satria. Walaupun mereka selalu bertemu di sekolah tapi akhir akhir ini Sisi sangat sibuk dengan dirinya dan tujuan yang ingin dia capai.
Dia lupa kalau ada orang yang dia sayang membutuhkan perhatian nya. Sisi merasa sudah menjadi egois belakangan ini. Dia baru tersadar akan hal ini.
"Nanti kita mampir sebentar di toko bunga ya", ucap Sisi pada Satria ketika mobil sudah mulai melaju meninggalkan kostan Sisi.
"Iya sayang", ucap Satria lembut dengan tatapan penuh kerinduan.
"Aku kangen banget sama kamu", ucap Satria.
"Rasanya udah lama banget ga berdua kayak gini sama kamu", sambung Satria.
"Sekarang kan lagi berdua", ucap Sisi sambil tersenyum dan menatap ke dalam bola mata Satria.
Sisi memasuki toko bunga dengan Satria yang ikut berjalan di belakang nya. Dia memesan sebuket bunga Lili untuk Ibu Satria karena sudah lama juga Sisi tidak mengunjungi Ibu Satria.
"Sayang, tolong bawain ke mobil ya, aku ke kasir dulu", pinta Sisi pada Satria.
Sisi ingin membeli sesuatu untuk Satria dan dia tidak ingin Satria mengetahui nya lebih awal.
Sisi membeli sebuah coklat untuk Satria. Dia ingin meminta maaf pada Satria karena telah mengabaikan nya cukup lama.
"Semoga Satria suka", ucap Sisi dalam hati.
Setelah membayar bunga dan coklat, Sisi menyimpan coklat nya ke dalam tas nya lalu segera menyusul Satria ke mobil.
"Maaf ya lama", ucap Sisi sambil tersenyum pada Satria.
"Ga lama kok sayang", jawab Satria sambil mengelus lembut puncak kepala Sisi.
Sudah lama Satria tidak mengelus puncak kepala Sisi seperti ini. Sisi pun merindukan sikap sikap manis dan lembut Satria yang seperti ini.
Satu bulir air mata menetes ke pipi Sisi , dan dengen cepat dia mengusap karena tidak ingin di lihat oleh Satria.
Tetapi Satria sudah lebih dulu melihat sebelum Sisi mengusap nya karena sejak tadi Satria tidak melepaskan tatapan nya dari Sisi.
"Sayang ada apa, kok kamu nangis ?" tanya Satria panik. Dia khawatir ada yang menyakiti hati Sisi dari sikapnya atau kata kata nya yang tidak dia sadari.
"Ga apa apa sayang, aku cuma terlalu rindu sama kamu", jawab Sisi sambil tersenyum meyakinkan Satria.
"Maafin aku ya kalau akhir akhir ini aku sudah egois, aku mengabaikan kamu karena aku terlalu fokus pada hal yang ingin aku tuju, aku lupa kalau aku punya seseorang yang juga membutuhkan perhatian dari aku". Sisi mengungkapkan semua rasa bersalahnya pada Satria.
"Ini sebagai tanda permintaan maaf aku", Sisi menyodorkan coklat yang tadi dia beli pada Satria.
Satria langsung menarik Sisi ke dalam pelukan nya. Dia juga sudah tidak bisa menahan perasaan rindu nya terhadap Sisi. Perasaan yang akhir akhir ini sangat menyiksa dirinya. Bahkan untuk sekedar mendengar suara Sisi saja rasanya sulit karena Sisi jarang mau menerina telepon ataupun sekedar membalas chat Satria.
__ADS_1
Cukup lama mereka berpelukan. Menyalurkan kehangatan satu sama lain. Mengungkap semua rasa sesak yang akhir akhir ini mereka pendam dalam hati masing masing. Pelan pelan kehangatan kembali hadir diantara mereka. Setelah sebelumnya sempat tercipta dinding beku diantara mereka berdua.
"Makasih ya sayang udah kembali ada buat aku", ucap Satria sambil mencium punggung tangan Sisi setelah melepaskan pelukan hangat nya tadi.
Sisi melemparkan senyum manis nya pada Satria. Senyum yang sudah cukup lama tidak Satria dapatkan.
Di rumah Satria,
Ibu Satria sudah menunggu kedatangan Sisi di ruang keluarga. Sudah ada juga Ayah Satria yang baru saja pulang dari kantor, Rama dan Renata pun tidak ketinggalan.
Ibu Satria senang mendapat buket bunga Lili kesukaan nya dari Sisi. Ibu langsung mengambil vas bunga untuk bunga Lili nya.
Sore itu mereka berkumpul kembali setelah cukup lama mereka tidak seperti ini.
"Cheesecake buatan Ibu enak banget", puji Sisi.
"Terima kasih sayang", jawab Ibu
"Nanti Sisi sama Rena bawa kue nya pulang juga ya, Ibu sengaja bikin lebih untuk kalian bawa pulang", ucap Ibu pada Sisi dan Renata.
"Wah makasih banyak Bu", spontan Sisi memeluk Ibu.
Jam sembilan malam Sisi dan Renata pamit pada orang tua Satria.
Sisi pulang diantar Renata karena kebetulan tadi Renata datang membawa mobil, tidak dijemput oleh Rama.
"Kabarin ya kalau udah sampai", ucap Satria ketika mengantar Sisi ke depan rumah.
"Iya", jawab Sisi.
*********
"Ehem..kayak nya ada yang saling melepas rindu nih, muka nya berseri seri kayak orang baru jatuh cinta lagi", goda Renata sambil tertawa.
"Ah masa sih, biasa aja tu", jawab Sisi sambil mencubit tangan Renata.
"Ngaku aja ga usah sok jaim", Renata semakin tertawa karena Sisi sudah merona karena malu di goda Rena.
Sepanjang perjalanan pulang Renata menggoda Sisi dan habis lah tangan Renata kena cubit Sisi berkali kali.
Begitulah dua sahabat itu jika sedang bersama.Seperti tom and jerry. Renata sangat suka menggoda dan menjaili Sisi dan Sisi akan membalas dengan cubitan cubitan greget yang membuat Renata mengaduh kesakitan.
Sisi selesai bersih bersih dan segera merebahkan diri nya diatas kasur.
Dia lupa belum memberi kabar pada Satria, segera dia mengambil HP nya.
Sisi
aku udah di rumah ya. udah bersih bersih dan siap tidur. maaf lupa langsung kasih kabar
Satria
iya sayang, istirahat ya. makasih ya udah mau ketemu aku hari ini.
Sisi
aku juga makasih dan maaf sudah mengabaikan
Satria
jangan dibahas lagi sayang. kamu ga salah.
love u so much..😘😘😘
Sisi
too 😘😘😘
^^jangan lupa vote dan like nya ya readers^^
__ADS_1
^^ terima kasih banyak sebelumnya^^😚😚