
"Maaf ya nunggu nya lama , aku mampir beli makan dulu tadi", ucap Sisi.
"Ga apa apa, aku juga baru sampai", Renata mengikuti masuk ke dalam apartemen nya.
Sisi mengajak Renata untuk segera makan malam. Renata terlihat tidak menikmati makan malam nya padahal Sisi membelikan menu kesukaan nya, nasi bebek sambal matah.
"Ada masalah apa sampai kamu kehilangan selera makan begini", Sisi mulai ingin tahu.
"Rama tiba tiba mengajak ku untuk menikah juga setelah kamu dan Satria".
"Wah selamat sayang, itukan yang selama ini kamu tunggu", jawab Sisi bersemangat.
"Tapi aku ga tau apakah ajakan Rama datang di waktu yang tepat atau sudah terlambat", jawab Rena.
"Maksudnya ? ", tanya Sisi yang tidak mengerti arah pembicaraan Renata.
"Rama mengajak ku menikah ketika aku sudah mulai membuka hati ku untuk Adit", Renata merasa bimbang.
Renata mulai menceritakan semua pada Sisi secara detail hubungan nya dengan Adit selama ini. Rena menjelaskan bagaimana usaha Adit selama ini untuk mendapat kan hati nya dan pelan pelan Rena mulai membuka hati nya untuk Adit.
Bukan karena lelah berharap pada Rama dan menjadikan Adit pelarian tapi karena sikap dan usaha Adit yang gigih akhirnya membuat Rena mulai pelan pelan membuka hati untuk Adit dan mulai mengubur rasa cinta nya untuk Rama.
Sisi mendengarkan semua penjelasan Renata. Dia memberikan Renata kesempatan untuk mengeluarkan apa yang belakangan ini di simpan sendiri. Dalam hati nya Sisi merasa bersalah karena kurang peka terhadap sahabat nya ini. Sejak Sisi mulai bekerja , dia sangat fokus pada pekerjaan nya dan hanya punya waktu sedikit untuk Renata. Semua waktu Sisi hanya terbagi pada Satria dan pekerjaan.
"Maaf aku belakangan sibuk dengan kerjaan sampai lupa kalau ada kamu yang juga butuh aku untuk sekedar mengeluarkan keluh kesah", ucap Sisi tulus pada Renata.
"Aku ngerti Sisi sayang, sekarang kamu mesti fokus sama kerjaan dan pernikahan dengan Kak Satria", jawab Rena.
"Siapa yang akan kamu terima cinta nya ? " , tanya Sisi.
"Aku belum memikirkan sekarang , aku mau fokus dulu sama tugas akhir kan aku juga mau cepet cepet lulus dan kerja kayak kamu ", Renata sudah mulai tersenyum kembali.
"Shalat istikharah nya jangan lupa ya ", Sisi mengingatkan.
"Iya makasih selalu di ingatkan. Kalau pun nantinya aku tetap tidak bisa memutuskan pilihan maka aku akan minta mama dan papa yang memilih kan untuk ku", ucap Renata sambil tertawa.
"Hmmm..kemungkinan besar mama dan papa akan berpihak pada Rama kan", Sisi menerka.
"Belum tentu juga karena Adit juga sudah berhasil mengambil hati mama dan papa".
"Wah benarkah, ternyata Kak Adit bergerak sudah sejauh itu, tadi nya aku pikir dia hanya tertarik biasa pada mu ternyata benar benar jatuh cinta", goda Sisi.
"Issshhh bisa diem ga", Renata mencubit lengan Sisi
__ADS_1
Dan mereka pun tertawa bersama. Begitulah mereka jika sudah berdua. Saling menyayangi dan mendukung satu sama lain layaknya saudara kandung.
Selesai makan mereka lanjut bersih bersih dan kini sudah merebahkan diri diatas kasur tetapi mereka masih saling bercerita satu sama lain.
Kebetulan besok hari libur jadi mereka memutuskan untuk tidur agak larut malam ini.
Renata teringat sesuatu yang sudah lama ingin dia tanyakan pada Sisi.
"By the way , aku perhatiin kamu dan Satria agak jaga jarak sejak selesai fitting baju waktu untuk acara lamaran, apa ada sesuatu atau hanya perasaan ku saja ?", tanya Renata menelisik.
Sisi yang tiba tiba ditanya tentang hal itu cukup terkejut. Dia tidak menyangka Renata memperhatikan hal itu.
"Ahh biasa aja, mungkin karena Satria dan Aku sama sama punya kesibukan pekerjaan masing masing sekarang", jawab Sisi mencoba mengelak.
"Yakin ga ada hal lain ? ", tanya Rena lagi.
"Aku kenal kamu banget Sisi sayang", Renata masih penasaran.
Sisi tau bahwa Rena memang sudah sangat paham dirinya. Akhirnya dia menyerah dan memutuskan untuk menceritakan yang sebenarnya.
Sisi menjelaskan tentang kejadian di malam setelah mereka pulang dari fitting baju acara lamaran. Dan dia menjelaskan juga kalau akhirnya dia dan Satria memutuskan untuk mengurangi intensitas kebersamaan mereka sampai nanti nya mereka menikah untuk menjaga hal hal yang mereka takutkan terulang lagi.
"Ya ampun aku pikir kalian kenapa ternyata hanya karena hal itu", Renata tertawa mendengar penjelasan Sisi.
"Ihhhh rese banget tau gitu aku ga ceritain", jawab Sisi dengan pipi yang sudah merah karena malu.
"Tapi nikmat kan sentuhan sentuhan Kak Satria", Rena semakin menggoda Sisi.
"Akan lebih nikmat kalau sudah jadi pasangan halal jadi ga perlu mikirin dosa", jawab Sisi tertawa.
Tanpa Sisi ketahui, Renata dengan iseng nya merekam percakapan mereka dibagian Rena menanyakan apakah Sisi menyukai disentuh Satria seperti itu dan jawaban Sisi.
Lalu Rena mengirim potongan rekaman percakapan mereka tadi pada Satria. Rena tau bahwa sahabat nya ini tidak akan mengakui hal itu pada Satria. Maka Rena yang memberitahu pada Satria yang sudah dia anggap sebagai Kaka supaya Kaka nya tau isi hati Sisi sebenarnya.
Sementara itu Satria yang sedang menginap di hotel di luar kota, sudah ingin memejamkan mata ketika tiba tiba ponsel nya bergetar.
Satria melihat ada pesan suara dari Renata. Dia segera membuka dan tersenyum senang ketika mendengarkan apa yang Rena kirim.
"Aku akan berikan yang lebih nikmat dari yang kemarin itu ketika kamu sudah sah menjadi milikku seutuhnya", batin Satria sambil tersenyum membayangkan wanita yang dia cintai dengan sepenuh hati nya.
Tiba tiba Satria sangat merindukan Sisi setelah mendengar rekaman yang tadi Rena kirim.
Satria mengetikkan sebuah pesan cinta pada Sisi sebelum dia hendak memejamkan mata.
__ADS_1
Satria,
aku mencintaimu lebih dari apapun di dunia ini, selamanya.
Sisi mengambil ponsel nya yang bergetar diatas meja di samping tempat tidur. Dia melihat ada pesan dari Satria dan segera membacanya.
Sisi tersenyum membaca pesan itu.
"Tumben tau tau ngirim pesan isi nya begini", ucap Sisi tertawa heran karena tidak biasanya Satria begitu.
Renata langsung melihat ponsel Sisi dan membaca pesan dari Satria.
Sama hal nya dengan Sisi, Renata pun tertawa bahkan lebih keras karena Renata mengerti alasan Satria mengirim pesan itu.
"Telepon deh, dia lagi kangen banget pasti sama kamu", saran Rena.
"Udah mau tidur palingan, ga usah lah", Sisi ragu.
Rena langsung meraih ponsel Sisi dan menekal tombol panggil pada nomor Satria. Hanya 2 detik panggilan langsung di jawab oleh Satria. Rena menyerahkan ponsel pada Sisi.
Sisi menerima ponsel nya sambil mencubit lengan Renata gemas.
Cukup lama mereka berdua bicara di telepon saling melepas rindu yang sudah menggunung.
Intesitas pertemuan yang berkurang membuat Sisi dan Satria di siksa rindu. Tapi mereka berdua sudah sepakat untuk mengurangi pertemuan sampai nanti menikah.
Satria menyanyikan sebuah lagu kesukaan Sisi untuk mengantar Sisi tidur. Sisi mulai terlelap ketika lagu sudah hampir berakhir. Dia sudah tidak merespon lagi ucapan Satria.
"Hmmm..pasti udah tidur", batin Satria.
Satria mengakhiri panggilan Sisi. Dia meletakkan kembali ponsel nya dan menyusul Sisi untuk tidur juga.
Sementara Renata sudah tidur sejak awal Sisi dan Satria bicara lewat telepon.
☆
☆
☆
☆
☆
__ADS_1
^^readers yang baik hati tidak lupa author mengingatkan untuk dukungan nya berupa like vote dan komen nya ya..makasih banyak readers sayang^^😘😘😘😘