
Setelah mempersiapkan segala nya untuk pernikahan dan meyakinkan hati nya, hari ini Sisi akan sah menjadi seorang istri dari seorang laki laki bernama Satria Rangga Ananda Putra. Laki laki yang membuat nya berani untuk membuka hati sejak Sisi masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas.
Sisi kembali mengingat perkenalan nya dengan Satria ketika mereka di SMA. Satria yang terlihat dingin ternyata bisa bersikap sangat lembut dan perhatian ketika bersama Sisi.
"Ya Tuhan..hari ini Aku dan Satria akan benar benar menjadi sepasang suami istri..tolong ridhai dan berkahi", doa Sisi.
"Semoga ini keputusan yang tepat dan benar", batin Sisi.
Sebuah hotel bintang lima di kawasan pusat Ibu Kota di pilih oleh orang tua Satria untuk melangsungkan pesta pernikahan anak mereka.
Awalnya Sisi dan Satria berencana untuk memilih tempat outdoor untuk pesta pernikahan mereka. Tetapi karena curah hujan di Ibu Kota sedang tinggi maka mereka memutuskan mengganti menjadi di indoor.
Sisi baru saja selesai di rias oleh seorang yang ahli. Ibu Satria masuk ke kamar tempat Sisi di rias.
"MasyaAllah..calon menantu Ibu cantik sekali", puji Ibu Satria takjub.
Sisi hanya tersenyum merespon perkataan calon mertua nya yang sudah seperti Ibu kandung nya.
Mereka berdua berbincang bincang sebentar. Ibu menenangkan hati Sisi supaya tidak gugup.
Selang beberapa menit, Renata dan Mama nya juga masuk ke kamar. Mereka memberitahu Sisi bahwa penghulu sudah hadir dan acara prosesi ijab qabul akan segera di mulai. Sisi di minta untuk hadir di tempat prosesi ijab qabul akan berlangsung.
Renata dan Mama nya mendampingi Sisi menuju tempat prosesi ijab qabulnya. Sudah menunggu disana penghulu, Satria beserta kedua orang tua nya dan Papa Renata. Mama Renata mengantar Sisi duduk di samping Satria kemudian dia sendiri menempati kursi di sebelah suami nya.
Pembawa acara mulai membacakan rangkain acara pernikahan Sisi dan Satria. Bapak Penghulu mulai menyampaikan sedikit khutbah pernikahan setelah pembacaan ayat suci Al Qur'an yang dibacakan oleh seorang tilawah.
Selesai dengan khutbah pernikahan dan permintaan izin pada orang tua, proses ijaq qabul di mulai. Satria menjawab pernyataan penghulu dengan cepat, tegas dan lantang. Semua yang hadir merasa terharu tanpa terkecuali Farizz yang juga terlihat sangat terharu.
Meskipun Farizz masih kecil tapi dia sudah diberitahu oleh Satria bahwa ketika nanti Satria dan Sisi menikah makan mereka bertiga akan bisa tinggal bersama setiap hari.
Sisi dan Satria meminta restu dan doa pada kedua orang tua serta anggota keluarga lain dan para sahabat dan kolega yang menghadiri acara akad nikah mereka.
__ADS_1
Selesai menjalani rangkaian acara akad nikah dengan adat Jawa, Sisi dan Satria beserta keluarga istirahat di kamar yang sudah di siapkan oleh pihak Hotel tempat acara mereka berlangsung.
Malam hari nanti acara syukuran pernikahan mereka akan di selenggarakan mulai pukul 19.00 sampai pukul 21.00 .
Lusa, Sisi dan Satria beserta romobongan keluarga mereka akan bertolak ke Paris. Ayah dan Ibu Satria sudah menyiapkan segala akomodasi liburan keluarga mereka sekaligus sebagai honeymoon bagi Sisi dan Satria serta Rama dan Renata juga.
"Farizz mau ikut ke kamar Mama dan Ayah", ucap Farizz polos dengan wajah yang menggemaskan.
"Hari ini ikut sama Eyang dulu ya", bujuk Satria pada anak nya.
"Ga mau", Farizz menggeleng sambil bergelayut pada lengan Sisi.
"Ya udah ayo sini Farizz ikut sama Mama dan Ayah", Sisi segera membawa Farizz menuju kamar pengantin mereka.
Satria mengikuti langkah istri dan anak nya dari belakang dengan wajah yang cemberut. Rama dan Renata yang menyaksikan tingkah Kaka nya tertawa terbahak bahak.
"Sudah jadi orang tua tetap saja kelakuan nya ga berubah", ucap Renata yang masih tertawa.
Sisi segera menggantikan pakaian Farizz dan membuatkan susu. Farizz segera naik keranjang dan meminum susu yang sudah di siapkan Sisi.
Tidak butuh waktu lama, Farizz sudah tertidur. Kini giliran Sisi berganti pakaian dan membersihkan riasan nya. Mereka masih punya waktu sekitar empat jam untuk istirahat sebelum nanti akan di rias kembali untuk acara syukuran nanti malam.
Satria yang sudah selesai bersih bersih, mulai mengganggu Sisi ketika melihat Sisi sedang membersihkan riasan nya di meja rias. Dengan jail nya, Satria membuka kancing kebaya Sisi yang terdapat di bagian belakang.
Sisi berusaha untuk tidak memperdulikan ulah Satria dengan tetap melanjutkan kegiatan nya membersihkan sisa riasan. Segera Sisi berlalu ke kamar mandi sebelum Satria melakukan hal yang lebih jauh.
"Kan udah halal sayang, jangan menghindar", Satria merengek seperti anak kecil didepan pintu kamar mandi.
"Bisa kan di tunda ketika nanti ga ada Farizz disini", teriak Sisi dari dalam kamar mandi.
Satria hanya bisa pasrah jika Sisi sudah memutuskan sesuatu. Dalam dunia pekerjaan Satria disegani semua orang dan juga di takuti. Tapi jika berhadapan dengan Sisi, Satria bukan lah siapa siapa.
__ADS_1
Sambil menunggu Sisi selesai bersih bersih, Satria duduk di sofa dan menonton TV. Tanpa terasa kantuk menyerang dan Satria tertidur di sofa dengan TV yang masih menyala. Sisi yang baru saja keluar dari kamar mandi tersenyum lembut melihat Satria terlelap di depan TV.
Sisi membawakan bantal dan memperbaiki posisi tidur Satria. Kemudian dia naik atas ranjang, tidur bersama Farizz. Sisi mengistirahatkan badan nya untuk persiapan acara nanti malam.
Sore hari Sisi terbangun karena suara ketukan di pintu kamar mereka. Ibu Satria sudah berdiri di depan pintu bersama perias yang tadi pagi juga merias Sisi. Segera Sisi mempersilahkan kedua nya masuk dan duduk di sofa. Sisi membangunkan Satria dan Farizz.
"Sebentar Sisi bersih bersih dulu Bu", pamit Sisi pada Ibu dan segera menuju kamar mandi.
"Nanti malam tolong lah Ibu bawa Farizz bersama Ibu dan Ayah pulang ke rumah", bisik Satria pada Ibu nya.
Ibu nya yang mengerti bahwa siang ini Farizz menghambat kegiatan Satria dan Sisi langsung tertawa dan memukul anaknya dengan bantal sofa.
Acara syukuran pernikahan Satria dan Sisi berlangsung megah. Acara yang dilaksanakan selama dua jam itu mengusung tema pengantin Keraton Jawa. Hal ini dilakukan karena memenuhi kewajiban Eyang sebagai seorang yang merupakan keturunan ningrat dalam Keraton Jawa.
Semua tamu tamu yang hadir bersuka cita menikmati rangkaian acara syukuran pernikahan Satria dan Sisi. Beraneka hidangan lezat juga tersedia disana guna memanjakan lidah dan menyenangkan perut para tamu yang hadir.
Tepat pukul 21.00 acara selesai. Para tamu sudah pulang satu per satu. Panitia penyelenggara mulai merapikan kembali segala perlengkapan acara. Keluarga Sisi dan Satria juga bersiap untuk pulang.
Ayah dan Ibu membawa serta Farizz pulang ke rumah malam ini. Hanya Satria dan Sisi yang menginap di hotel malam ini. Kamar pengantin mereka sudah di siapkan dengan dekorasi terbaik oleh pihak hotel.
☆
☆
☆
☆
☆
^^hai readers sayang..bunda author kembali untuk melanjutkan kisah Satria dan Sisi..semoga suka dan jangan lupa selalu dukungan nya dengan like vote dan komen. mohon doa nya juga karena karya ini sedang ikut dalam lomba menulis..makasih readers sayang..^^😘😘😘😘
__ADS_1