Sisi, Jodoh Yang Tertunda

Sisi, Jodoh Yang Tertunda
Akhirnya lulus


__ADS_3

Setelah menunggu hampir dua jam akhirnya Satria berhasil. Dia dinyatakan lulus dengan nilai yang memuaskan. Semua ini berkat semangat dari Sisi dan doa kedua orang tua dan keluarga.


Satria menghampiri kedua orang tua nya serta Eyang. Dia mengucapkan banyak terima kasih atas doa yang selalu diberikan untuk dirinya. Kemudian bergantian memeluk Rama dan juga Renata yang sudah seperti adik bagi nya.


Setelah nya Satria menuju pada Sisi yang sudah dengan setia selalu mendukung dan memberikan semangat saat Satria hampir menyerah dengan semuanya. Lama Satria memeluk Sisi.


"Setelah kamu wisuda, kita segera menikah", ucap Satria pada Sisi saat mereka masih berpelukan.


"Terima kasih sudah berjuang untuk mewujudkan masa depan kita", jawab Sisi terharu.


Pemandangan yang kurang disukai oleh Eyang ketika Satria dan Sisi berbahagia. Terlebih Mila yang tak kunjung datang dan tidak bisa di hubungi. "Dasar anak bodoh, tidak bisa diandalkan", gerutu Eyang dalam hati kesal terhadap Mila.


Ayah mengajak semua menuju restoran yang sudah disiapkan. Sisi sudah memesan satu ruangan khusus untuk merayakan kelulusan Satria. Dekorasi cantik sudah dipersiapkan lengkap dengan menu makanan yang lezat.


Eyang menolak ikut dengan alasan ada keperluan mendadak dengan teman nya. Eyang merasa tidak sanggup jika harus lebih lama lagi melihat kebersamaan Satria dan Sisi. "Aku harus mempercepat semua nya sebelum terlambat", batin Eyang.


*********


Sampai di restoran yang di tuju, Sisi membawa semua menuju ruangan yang sudah dipersiapkan. Satria terharu dan bahagia ketika melihat apa yang sudah disiapkan Sisi dan keluarga nya untuk dirinya. Untuk kesekian kalinya dia kembali memeluk Sisi erat.


"Makasih sayang sudah repot menyiapkan semua ini untuk aku", Satria mencium kening Sisi.


Sisi hanya menunduk malu karena disana ada orang tua Satria juga Rama dan Renata.


"Ehem..mesra mesra nya bisa nanti aja kan udah laper nih", Rama menggoda.


"Ganggu aja", jawab Satria sambil mendelik ke arah adiknya.


Semua duduk pada kursi yang sudah disiapkan melingkar mengelilingi meja makan bundar dengan ukuran cukup besar. Satu per satu menu yang lezat lezat tersaji diatas meja makan. Pelayan mempersilahkan setelah semua pesanan tertata rapi diatas meja.


"Setelah ini kalian bereskan semua barang barang di rumah Eyang dan kita kembali ke Jakarta besok pagi", ucap Ayah pada Satria dan Rama.


"Siap Ayah Bos", jawab kedua nya serempak.


Satria senang bisa segera kembali ke Jakarta. Saat waktu nya wisuda nanti baru dia kembali ke Jogja. Dia sudah mempersiapkan beberapa lamaran pekerjaan karena begitu sampai di Jakarta dia akan segera mencari pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan nya.


Selesai acara makan siang, Sisi dan Renata kembali ke hotel. Sementara itu, Satria serta Rama dan kedua orang tua mereka kembali ke rumah Eyang.


"Nanti kita menyusul ke hotel kalau semua sudah beres ya Nak", Ibu berkata pada Sisi.


"Iya Bu", jawab Sisi sambil mencium tangan Ibu dan pamit karena taksi yang dipesan sudah datang.


Di perjalanan menuju hotel..


"Ren"..ucap Sisi

__ADS_1


"Hmm..ada apa sayang..", jawab Renata.


"Aku selalu merasa Eyang sangat tidak menyukaiku, apa nanti nya Eyang akan merestui jika Aku dan Satria menikah"..Sisi mengingat tatapan tidak suka Eyang pada nya.


"Ga usah mikirin soal Eyang atau siapa pun karena yang terpenting adalah Satria dan kedua orang tua nya", Renata mencoba meyakinkan Sisi.


"Tapi aku akan lebih bahagia jika Eyang dan yang lain juga merestui", Sisi berharap.


"Mungkin karena Eyang belum kenal kamu lebih jauh, ga usah di pikirin ya sayang..", Renata memeluk Sisi.


Sampai di hotel , Sisi dan juga Rena langsung istirahat. Mereka memilih untuk tidur sambil menunggu Satria dan orang tua nya selesai dengan urusan nya di rumah Eyang.


Di rumah Eyang...


Ketika Ibu Satria melewati kamar Mila, tidak sengaja Ibu mendengar suara Mila seperti sedang merintih. Langsung saja Ibu masuk karena pintu nya tidak di kunci.


Mila sedang merintih seperti menahan sakit pada sekujur tubuhnya. Mata nya terpejam dan seluruh tubuhnya berkeringat. Ibu meraba kening nya untuk mengecek suhu tubuhnya. Demam tapi tidak terlalu tinggi. Segera Ibu mengambil kotak obat yang ada di kamar Mila.


Perlahan Ibu membangunkan Mila dan memberinya sebutir obat penurun demam dan segelas air. Mila langsung meminum nya.


"Terima kasih Bu", ucap Mila. Aroma alkohol tercium oleh Ibu ketika Mila bicara pada nya.


"Astagfirullah..dia sakit karena banyak konsumsi alkohol", batin Ibu.


"Apa Eyang tau tentang semua ini", ucap Ibu dalam hati.


Satria dan Rama membereskan barang barang mereka dengan cepat. Semua di susun ke dalam kardus kardus dan segera di masukan ke dalam mobil oleh supir mereka.


"Bawa mobil ke Jakarta sekarang juga, saya dan anak anak besok pulang naik pesawat", perintah Ayah pada supirnya.


"Baik Tuan", jawab pak supir sopan dan segera meninggalkan rumah Eyang.


Di hotel...


Ayah memesan dua kamar di hotel tempat Sisi dan Renata menginap. Malam ini mereka menginap di sini dan besok kembali ke Jakarta.


"Ayah dan Ibu istirahat dulu, nanti sore kita keluar lagi", Ayah memberikan kunci kamar bagian Satria.


"Iya Yah", Satria dan Rama menuju kamar mereka.


Satria mengirim pesan pada Sisi.


Satria,


Aku udah di hotel ya sayang, kamar 301.

__ADS_1


Lima belas menit menunggu tapi pesan nya belum dibaca oleh Sisi. Dan Satria memutuskan untuk menelpon. Dua kali sambungan tapi masih belum dijawab dan pada sambungan ketiga panggilan terjawab.


"Sayang kemana aja", ucap Satria tanpa mendengar terlebih dahulu suara di sebrang sana.


"Sisi nya tidur Kak, ini Rena", jawab Rena.


"Ahh kamu..Kaka pikir Sisi", Satria mencibir.


"Sisi tidur , maaf Rena angkat telepon nya karena berisik", jelas Rena.


"Ya udah biar aja ga usah dibangunin, Kaka sama Ayah Ibu dan Rama udah di hotel yang sama dengan kamu dan Sisi".


"Oke kak, nanti di kasih tau ke Sisi kalau dia udah bangun".


Sambungan telepon di putus Renata dan dia kembali meletakkan HP Sisi diatas meja dan melanjutkan tidurnya.


Satria pun mencoba memejamkan mata nya menyusul Rama yang sudah tertidur.


Malam hari di Malioboro..


Selesai shalat magrib, Satria dan Sisi serta Rama dan Renata juga Ayah dan Ibu menuju Malioboro yang hanya di tempuh dengan berjalan kaki dari hotel tempat mereka menginap. Mereka berburu kuliner malam kota Jogja yang terdapat di sepanjang jalan Malioboro.


Satria tidak pernah melepaskan tangan Sisi dalam genggaman nya. Seakan ingin memberitahu pada semua orang bahwa Sisi adalah miliknya.


"Aku bahagia banget bisa berdua sama kamu kayak gini", ucap Satria mengeratkan genggaman nya.


"Makasih sayang sudah membuat aku selalu merasa berharga", Sisi tersenyum.


Setelah puas berburu kuliner kini Ibu mengajak Sisi dan Renata berburu pakaian bernuansa batik. Ayah, Satria dan Rama hanya menjadi penonton ketiga wanita yang sibuk memilih barang barang yang di inginkan.


Sekitar pukul sebelas malam mereka kembali ke hotel dengan tas belanjaan yang cukup banyak. Sampai di hotel mereka langsung menuju kamar masing masing dan segera istirahat karena besok jam sembilan pagi mereka sudah harus berangkat ke Jakarta.







^^maaf ya author lama ga update karena sibuk pindahan rumah..hehehe..^^


^^jangan lupa dukungan nya ya readers..makasih sebelumnya..🥰🥰🥰^^

__ADS_1


malioboro malam hari,



__ADS_2