
"Cepat susul Eyang ke Jakarta hari ini juga", perintah Eyang pada Mila lewat telepon.
Mila dengan senang hati melakukan nya karena dia yakin pasti Eyang akan membawa nya bertemu Satria. Dia juga ingin melihat kondisi Sisi secara langsung.
Waktu menunjukkan pukul satu siang, pesawat yang di tumpangi Mila tinggal landas di Bandara Adi Soecipto menuju Bandara Soekarno Hatta.
Eyang menunggu Mila di hotel. Dia sudah menyiapkan sebuah rencana untuk membalas sakit hati nya pada anak nya.
"Mereka tidak boleh ada yang membantah keinginan ku", batin Eyang kesal.
Tiba di Bandara Soekarno Hatta, Mila langsung menuju hotel tempat Eyang menginap. Malam ini Eyang berencana mengajak Mila ke rumah Satria.
"Aku akan buat gadis miskin itu menyingkir dari kehidupan cucuku", batin Eyang.
Sore hari di rumah Satria, semua berkumpul di taman belakang seperti biasa. Ayah dan Ibu baru kembali dari panti asuhan. Renata juga baru sampai, sepulang dari kampus tadi Renata pulang dulu ke rumah nya dan sore baru kembali ke rumah Satria menemani Sisi.
Bel pintu berbunyi, dan Renata berinisiatif membukakan pintu. Ternyata Eyang datang lagi tapi kali ini tidak sendiri, melainkan bersama Mila.
"Dimana anak dan cucuku ? " tanya Eyang pada Renata.
"Ada di taman belakang Eyang", jawab Renata sambil mencium tangan.
Eyang dan Mila langsung menuju taman belakang, di susul Renata di belakang nya. "Perasaan ku ga enak", batin Renata. Dia berusaha menepis fikiran fikiran buruk yang melintas dalam benak nya.
Sisi yang sedang makan buah seketika terdiam melihat Eyang muncul lagi, dan sekilas Sisi melirik Mila yang menatap dengan tatapan kurang suka pada nya.
"Kenapa dia menatapku seperti itu", batin Sisi.
Sementara itu, Mila cukup terkejut ketika melihat Sisi ada di tengah tengah keluarga Satria dalam keadaan baik baik saja.
"Dasar orang bodoh, kata nya Sisi sudah koma tapi ternyata gadis sialan ini baik baik saja", ucap Renata dalam hati nya kesal.
"Eh ada Mila, mari duduk, kapan datang ? " tanya Ibu.
"Belum lama sampai tante" jawab Mila dengan dibuat selembut dan sesopan mungkin.
Mila memilih kursi tepat di depan Sisi, bersebelahan dengan Eyang.
"Saya permisi dulu Bu, mau menyiapkan makan malam", pamit Ibu pada Eyang.
"Sisi bantuin Bu", ucap Sisi yang ingin menghindar dari Eyang dan Mila yang selalu menatap nya tajam sejak tadi.
"Aku juga permisi dulu mau buatkan minum untuk Eyang dan Mila", Renata ikut beranjak dari kursinya menyusul Ibu dan Sisi.
__ADS_1
Ayah hanya diam sibuk dengan HP nya, begitupun Satria dan Rama yang asik menikmati beberapa buah yang tadi sudah di kupas Ibu.
"Tadi malam Eyang ga menginap di sini ? " tanya Rama.
"Eyang menginap di hotel karena di sini ramai, ada tamu", jawab Eyang menyindir.
Ayah memilih diam dan tidak merespon ucapan Eyang, takut terjadi pertengkaran di depan kedua anak nya dan Mila. Sementara Satria memahami arah pembicaraan Eyang. Dia tau kalau Eyang tidak suka dengan keberadaan Sisi.
Renata kembali dengan nampan berisi dua gelas orange jus serta sepiring brownies untuk Eyang dan Mila. "Silahkan Eyang, Mila", ucap Rena sambil meletakkan jus dan brownies di meja. Kemudian dia kembali ke dapur.
"Malam ini kami menginap di sini", ucap Eyang pada Ayah.
"Akan ku beritahu Dewi supaya menyiapkan kamar untuk Ibu dan Mila", jawab Ayah lalu beranjak meninggalkan taman.
Sementara di dapur, Ibu menyiapkan makan malam di bantu Sisi dan Renata. Ayah meminta Ibu menyiapkan kamar untuk Eyang dan Mila.
"Ibu tinggal sebentar ya", ucap Ibu pada Sisi dan Renata.
"Iya Bu biar kita yang lanjutin", jawab Sisi dan Renata serempak.
Ibu menuju kamar tamu yang terdapat di lantai dua. Ayah mengikuti Ibu ke lantai dua.
"Kenapa tiba tiba Ibu datang lagi dan membawa Mila ? " tanya nya pada Ayah.
Selesai menyiapkan kamar, Ibu kembali ke dapur dan Ayah kembali ke taman belakang memberitahu Eyang kalau kamar nya sudah siap.
"Ayo Mila kita ke kamar dulu", ajak Eyang.
Mila pun dengan patuh langsung mengikuti Eyang.
"Satria, tolong antar koper Eyang dan juga Mila ke kamar", perintah Eyang.
Dengan malas Satria berdiri dan mengambil koper Eyang dan Mila lalu membawa nya ke kamar tamu di lantai dua. Sekilas Sisi menatap Satria ketika dia berjalan melewati dapur menuju lantai dua.
Ada rasa tidak nyaman dalam hati Sisi ketika melihat Satria berjalan bersisian dengan Mila.
Merasa ada yang menatap nya, dengan reflek Satria menengok ke arah dapur, tatapan nya beradu dengan Sisi. Dapat Satria lihat dengan jelas kalau Sisi menatapnya dengan perasaan tidak nyaman.
Sisi segera mengalihakan pandangan ketika mata nya beradu dengan Satria. Sisi tidak ingin Satria mengetahui apa yang dia rasakan. Namun terlambat, Satria terlanjur mengetahui apa yang sedang Sisi rasakan.
"Aku tau yang sedang kamu rasakan, maafkan aku membuat mu ada dalam situasi tidak nyaman seperti ini", batin Satria.
Selesai shalat magrib, semua berkumpul di meja makan. Hidangan makan malam sudah tertata dengan rapi di meja. Ibu yang menyiapkan di bantu oleh kedua anak gadisnya, Sisi dan Renata.
__ADS_1
Mila mengenakan rok pendek diatas lutut dengan atasan kaos tanpa lengan dengan belahan yang cukup rendah dibagian dada. Hal itu dilakukan untuk menarik perhatian Satria.
"Lihat saja ya gadis miskin, kamu akan segera aku singkirkan", ucap Mila dalam hati dengan tatapan tidak suka nya pada Sisi.
Sis hanya menunduk untuk menghindari tatapan Eyang dan Mila. Semua makan dalam diam, tidak ada satu pun yang bersuara. Eyang tidak menyukai jika ada yang bicara saat makan.
Selesai makan, Sisi dan Renata merapikan meja makan dan membersihkan kembali alat alat makan. Sementara itu Mila meminta izin pada Eyang serta Ayah dan Ibu untuk berenang. Mila beralasan sudah lama tidak berenang malam hari dan cuaca malam ini membuat dia ingin berenang.
Eyang mengajak Ayah, Ibu dan kedua cucu nya berkumpul lagi di taman belakang, menemani Mila yang ingin berenang.
"Selesai minum obat susul aku ke taman belakang ya", ucap Satria pada Sisi yang masih sibuk di dapur.
"Iya", jawab Sisi tersenyum.
Satria melihat senyum yang berbeda dari biasanya. Rasa sakit di dalam hati Satria melihat Sisi nya dalam keadaan tidak nyaman seperti saat ini.
Selesai merapikan dapur dan minum obat, Sisi dan Renata ikut bergabung di taman dengan yang lain.
Melihat Sisi sudah hadir disana, Mila segera menjalankan rencana yang sudah dia buat dengan Eyang.
Mila membuat dirinya seolah akan tenggelam. Dia melambaikan tangan dan berteriak minta tolong. Semua langsung menoleh kearah teriakan Mila. Eyang langsung berteriak menyuruh Satria segera menolong Mila. Satria yang ragu, masih berdiri di tempat nya, dia menatap Sisi meminta persetujuan.Sisi pun mengangguk tanda setuju.
Satria menghampiri Mila yang sudah tidak terlihat badan nya di atas kolam, hanya tangan nya yang masih melambai diatas kolam. Segera Satria terjun dan mencari Mila di dasar kolam. Segera dia membaringkan Mila di pinggir kolam. Semua berlari ke arah Mila yang sudah hampir kehabisan nafas karena banyak minum air kolam.
"Tolong bantu dia bernafas", perintah Eyang pada Satria. Tiba tiba Rama menyuruh Satria untuk mundur.
"Aku aja yang ngelakuin, kaka ga ngerti", ucap Rama yang langsung menekan dada Mila berkali kali. Mila pun terbatuk dan memuntahkan banyak air.
Rama sengaja mengambil alih perintah Eyang, untuk menyelamatkan Satria karena tadi nya Rama pikir akan memberikan CPR pada Mila jika tidak berhasil hanya dengan menekan dada nya.
Sebenarnya Rama juga tidak ingin menolong Mila, tapi demi Kaka nya dan Sisi, dia melakukan nya.
"Bawa dia ke kamar segera, Satria aja yang bawa karena sudah sama sama basah dengan Mila", lagi lagi Eyang memerintah.
Merasa tidak punya pilihan, Satria segera mengendong Mila membawa nya ke kamar. Sekilas Satria menatap ke arah Sisi, meminta izin.
Sisi hanya mendunduk karena tidak sanggup melihat Satria yang membawa Mila dalam pangkuan nya. Ada rasa sakit yang tidak berdarah di dalam hati Sisi ketika melihat Satria sedekat itu dengan Mila.
Renata yang menyadari perasaan Sisi langsung merangkul sahabat nya itu menguatkan. Segera Renata mengajak Sisi menuju kamarnya.
"Kita istirahat aja yuk", ajak Renata.
Sisi hanya mengangguk dan mengikuti Renata menuju kamarnya.
__ADS_1
^^kasian ya Sisi...readers jangan lupa bantu dukung author ya, makasih sebelumnya^^🥰🥰🥰🥰