Sisi, Jodoh Yang Tertunda

Sisi, Jodoh Yang Tertunda
Persiapan Pernikahan


__ADS_3

Sisi menepati janji nya pada Satria. Dia mulai membagi waktu nya untuk mengurus persiapan pernikahan mereka di sela sela kesibukan nya menuntaskan beberapa proyek desain nya.


Segala keperluan Farizz pun tetap di urus dengan baik oleh Sisi. Satria juga membantu Sisi dalam mengurus segala kebutuhan pernikahan mereka.


Hari ini mereka meluangkan waktu untuk berbelanja keperluan seserahan yang akan di bawa Satria untuk Sisi. Satria ingin Sisi memilih sendiri barang barang yang dia inginkan.


Ibu Satria dan Renata pun ikut menemani Sisi dan Satria berbelanja semua keperluan seserahan. Setelah pernikahan mereka di gelar, rencana nya mereka akan pergi bulan madu ke Paris. Turut serta Rama dan Renata, Farizz dan kedua orang tua Satria serta Eyang.


Satria meminta Sisi memilih semua barang yang dia suka mulai dari sepatu, tas, jam tangan, perhiasan, baju baju, perlengkapan make up , perlengkapan mandi dan lain lain nya.


Ibu dan Renata ikut membantu Sisi memilih barang barang tersebut. Sementara para wanita sibuk memilih milih, Satria menemani Farizz bermain dan mengunjungi toko buku yang berada di Mall tempat mereka belanja.


Cukup lama mereka berbelanja, tidak terasa waktu sudah hampir sore. Satria mengajak Sisi dan yang lain untuk makan terlebih dahulu.


Mereka makan di restoran Jepang tempat favorit Sisi dan Satria. Sisi sudah sangat rindu dengan restoran tersebut. Banyak sekali kenangan bersama Satria di tempat itu.


"Kamu ga lupa kan dengan restoran ini ?", bisik Satria.


"Mana mungkin aku bisa lupa dengan tempat ini dam segala kenangan nya", jawab Sisi tersenyum.


Dalam hati nya Satria senang mendengar jawaban Sisi. Satria merasa senang karena ternyata Sisi tidak pernah melupakan nya meski Sisi sempat meninggalkan diri nya selama lima tahun.


Selesai makan, mereka melanjutkan berbelanja beberapa item barang yang tadi belum sempat di beli.


Waktu menunjukkan pukul delapan malam ketika mereka sampai di rumah orang tua Satria. Sisi menyimpan barang belanjaan nya di kamar, dibantu oleh Renata. Satria mengantar Farizz yang sudah tertidur ke kamar nya.


Malam ini Satria menginap di rumah orang tua nya. Dia sudah lelah seharian pergi membeli kebutuhan perlengkapan pernikahan. Besok hari pun ada janji untuk fitting baju pegantin nya.


Rama dan Renata pamit pulang. Sementara Ayah dan Ibu sudah masuk ke kamar nya. Sisi pun segera bersih bersih dan ingin istirahat karena besok akan menjadi hari yang sibuk juga.


Ponsel sisi bergetar ketika dia baru saja melaksanakan ibadah shalat. Pesan masuk dari Satria. Sisi segera membuka nya.


Satria,


udah tidur belum sayang ?


Sisi,

__ADS_1


akan segera, baru selesai shalat


Satria,


pengin minum jus jeruk


Sisi,


ya udah aku bikin, tunggu aja di kamar


Satria,


makasih sayang 😘


Sisi segera menuju dapur dan membuatkan segelas jus jeruk untuk Satria. Setelah selesai, dia segera membawa segelas jus jeruk dan dua potong cake ke kamar Satria.


Satria sedang duduk di sofa ketika Sisi masuk membawa nampan berisi jus jeruk dan brownies.


Dia meminta Sisi untuk menemani nya sebentar sampai rasa kantuk nya tiba.


"Aku masih seperti mimpi kalau sebentar lagi kita benar benar akan menikah", ucap Satria sambil menyedot jus jeruk nya.


Selama ini Sisi merasa bahwa dia sudah mengulur waktu cukup lama untuk melangsungkan pernikahan mereka. Selalu ada hal hal yang membuat pernikahan mereka tertunda cukup lama.


Sisi tersadar akan hal itu dan dia merasa bersalah. Kini saat nya Sisi mewujudkan segala yang sudah lama mereka impikan. Sisi tidak ingin membuat Satria berjuang sendiri lagi. Sisi sudah cukup merasa salah dengan menyerah pada Eyang lima tahun yang lalu. Sekarang dia tidak akan mengulang kesalahan lagi.


"Kamu ga salah dan berhenti untuk selalu merasa bersalah. Cukup buktikan jika kita memang saling mencintai dan kamu sudah siap untuk menua bersamaku", Satria mendekatkan wajah nya pada wajah Sisi.


Satria meletakkan gelas jus nya di meja. Tubuh nya semakin mendekat pada Sisi. Dengan lembut bibirnya menyentuh bibir Sisi. Rasa manis dari jus jeruk yang baru saja Satria minum dapat dirasakan oleh Sisi ketika bibir mereka bersentuhan.


Ciuman lembut nya semakin lama semakin dalam dan panas. Satria mulai menyentuhkan tangan nya pada bagian tubuh Sisi yang lain. Bibir nya berpindah ke leher jenjang Sisi. Di ciumi leher Sisi dengan lembut, rasa hangat menjalar ke tubuh Sisi.


Tangan nya mulai menyentuh lembut bagian punggung Sisi kemudian masuk ke dalam kaos tidur Sisi yang longgar. Dengan gerakan cepat, kancing pengait dua bukit kembar Sisi terlepas.


Satria mulai menyetuh lembut pada dua bukit kembar Sisi.


Sisi berusaha untuk menahan getaran getaran hebat yang dia rasa. Dia takut mereka hilang kendali dan melakukan hal yang terlalu jauh. Sisi ingin menjaga mahkota nya sampai hari pernikahan mereka tiba meskipun Sisi tau Satria sangat mencintai nya dan tidak akan meninggalkan nya tetap saja Sisi ingin menjaga mahkota nya sampai mereka halal.

__ADS_1


Satria mulai bermain di dua bukit kembar Sisi dengan bibirnya menyentuh lembut disana. Menyesap bukit kembar Sisi dengan nikmat.


Tangan nya mulai menyentuh pada bagian paha Sisi. Segera Sisi menyingkirkan tangan Satria di paha nya karena Sisi takut lepas kontrol.


Ciuman panas kembali pada bibir Sisi dengan tangan Satria tetap memainkan bukit kembar Sisi.


Perlahan Sisi menghentikan ciuman dan kembali merapikan kaos serta rambutnya. Sisi kembali memasang pengait pelindung bukit kembar nya.


"Aku kembali ke kamar dulu ya", Sisi mengecup singkat pipi Satria.


Satria mengantar Sisi sampai pintu. Segera Satria menutup pintu dan menuju kamar mandi untuk menuntaskan hal yang semestinya.


"Sabar..sebentar lagi tidak perlu menuntaskan di kamar mandi", batin Satria nakal.


********


Esok hari nya pagi pagi sekali Sisi sudah membantu Ibu menyiapkan Sarapan. Setelah makanan tertata rapi di meja makan, segera Sisi ke kamar Farizz dan membantu Farizz mandi dan memakai baju nya.


"Farizz bahagia punya Mama Sisi..Farizz sayang banget sama Mama sisi..", ucap Farizz ketika Sisi membantu nya berpakaian.


"Mama Sisi juga sayang banget sama anak ganteng ini", Sisi mencubit gemas hidung Farizz yang mancung.


Selesai sarapan, Sisi dan Satria menuju butik tempat baju pengantin mereka dibuat. Farizz di rumah bersama Ayah dan Ibu Satria karena hari ini Farizz libur sekolah.


Setelah dua jam berada di butik, Sisi dan Satria menuju tempat dimana mereka akan mencicipi menu catering nya. Ayah dan Ibu menyerahkan keputusan makanan pada Sisi dan Satria.


Selesai urusan dengan orang catering, Sisi dan Satria kembali ke rumah untuk menjemput Farizz.


Hari ini mereka ingin menghabiskan waktu bertiga saja. Satria ingin meluangkan waktu nya untuk Sisi dan Farizz menjelang hari pernikahan mereka yang sebentar lagi.


☆


☆


☆


☆

__ADS_1


☆


^^readers jangan lupa dukung bunda author selalu ya..maaf jika update nya cukup lama, bunda sedang banyak urusan..terima kasih untuk selalu like vote dan komen..^^😘😘😘


__ADS_2