Sisi, Jodoh Yang Tertunda

Sisi, Jodoh Yang Tertunda
Calon istri Satria


__ADS_3

Dua minggu waktu yang dibutuhkan Ibu untuk mempersiapkan acara lamaran Satria dan Sisi.


Sejak kejadian tempo hari di taman dekat apartemen nya , Sisi agak menjaga jarak dengan Satria. Mereka hanya melakukan komunikaso lewat telepon dan chat.


Selain itu , mereka berdua juga sedang sibuk dengan pekerjaan masing masing. Satria dan Sisi sama sama mendapatkan sebuah project dari perusahaan masing masing yang harus mereka tangani.


Hari ini adalah hari lamaran mereka. Hampir dua minggu mereka tidak bertemu secara langsung. Sisi merasa gugup karena sebentar lagi dia akan kembali bertemu dengan Satria. Bayang bayang kejadian dua minggu lalu membuat Sisi semakin gugup dan merasa malu jika harus bertatapan lagi dengan Satria secara langsung.


Sama hal nya dengan Sisi , Satria pun merasa gugup. Hubungan nya dengan Sisi akan mengalami kemajuan satu langkah. Sebentar lagi Sisi akan menjadi calon istrinya dan setelah itu resmi menjadi istrinya.


Satria tidak menyangka ternyata cinta mereka benar benar bisa membawa mereka menuju kehidupan yang selama ini sudah lama dia impikan.


Semua keluarga dan sahabat sahabat Satria dan Sisi sudah hadir di tempat acara. Orang tua mereka juga mengundang beberapa rekan bisnis nya. Ibu memlih tempat terbuka untuk acara lamaran dengan konsep garden party.


Sang pembawa acara mengumumkan bahwa sebentar lagi acara akan di mulai dan Sisi akan memasuki area tempat acara akan berlangsung.


Orang tua Renata dipercaya oleh Sisi sebagai pendamping nya karena Sisi memang tidak memiliki kerabat yang bisa mendampingi.


Tampak Sisi berjalan menuju pelaminan dimana Satria berserta kedua orang tua nya sudah duduk dan juga kedua orang tua Renata. Hanya tersisa satu kursi yaitu untuk Sisi.


Renata mendampingi Sisi menuju tempat duduknya. Sisi hanya menunduk tidak berani menatap pada Satria. Jantung nya mulai berpacu tidak normal. Lebih cepat berkali lipat dari biasanya. Sisi semakin gugup, tangan nya sudah berkeringat. Renata membisikkan sesuatu untuk menenangkan Sisi.


Acara pun dimulai ketika Sisi sudah hadir di tengah tengah mereka. Seorang juru bicara dari keluarga Satria menyampaikan maksud dan tujuan mereka kepada orang tua Renata yang menjadi wali Sisi.


Juru bicara dari pihak Sisi pun menyambut dengan baik apa yang disampaikan dari pihak Satria. Setelah itu giliran Satria yang menyampaikan apa yang dia inginkan.


"Bismillahhirahmanirrahim..dengan ini saya Satria Rangga Ananda Putra menyampaikan maksud dan tujuan saya adalah untuk melamar wanita yang saya cintai yaitu Sisi Karenina Humaira Putri agar mau menjadi istri saya", ucap Satria tegas


Meskipun sebenarnya Satria merasa sangat gugup tetapi dia berhasil menutupi perasaan nya dengan mengucapkan semua kata katanya secara tegas dan tepat.


Pembawa acara meminta Sisi untuk memberi jawaban terhadap apa yang baru saja Satria sampaikan.


"Bismillahirahmanirrahim..dengan ini saya menyatakan bahwa saya merima lamaran laki laki yang saya cintai yaitu Satria Rangga Ananda Putra untuk menjadi istrinya", jawab Sisi cepat.


Semua yang hadir disana merasa lega dan mengucap syukur atas berjalan nya proses lamaran dengan hikmat dan lancar.


Ibu Satria memakaikan cincin di jari Sisi dan sebaliknya Ibu Renata memakaikan di jari Satria.


"Selamat untuk anak anak ku Satria dan Sisi. Semoga segala nya berjalan lancar sampai ke hari pernikahan nanti", Ayah memberikan selamat kepada Satria dan Sisi.

__ADS_1


Saat ini Satria dan Sisi duduk berdampingan. Para tamu yang hadir dipersilahkan menikmati berbagai macam hidangan lezat yang sudah di siapkan. Mereka masih merasa canggup untuk saling menatap satu sama lain.


"Ehhh tumben diem dieman aja kayak baru kenal", Rama tertawa bersama Renata menggoda Kaka nya dan juga Sisi.


Satria yang di goda memberikan tatapan yang tajam pada adik nya sementara Sisi hanya tersipu dengan pipi yang sudah memerah.


Yang di tatap tajam bukan nya takut malah tertawa semakin lepas.


"Sayang lebih baik kita cari makan aja yuk", Satria menggandeng Sisi menuju meja prasmanan yang berisi aneka makanan lezat.


Rama dan Renata juga mengikuti dari belakang masih sambil tertawa melihat tingkah Kakak mereka.


Hari ini semua bersuka cita dan merasa bahagia terkecuali Eyang dan juga Mila yang tidak menyukai jika hubungan Satria dan Sisi melangkah ke depan.


Eyang telah memiliki rencana untuk menggagalkan pernikahan Satria dan Sisi. Tidak lama lagi Eyang akan melakukan apa yang sudah dia rencanakan.


Acara lamaran selesai. Satu per satu para tamu meninggalkan tempat acara berlangsung. Kedua orang tua Renata juga sudah pamit pulang. Ayah dan Ibu Satria juga sudah bersiap akan pulang.


Satria menawarkan untuk mengantar Sisi pulang.


"Aku janji kejadian seperti tempo hari tidak akan terulang lagi", ucap Satria meyakinkan Sisi ketika melihat Sisi agak ragu untuk pulang bersamanya.


"Kecuali jika kamu menginginkan lagi", Satria menggoda Sisi.


Satu cubitan gemas dari Sisi berhasil mendarat di lengan Satria membuat Satria mengaduh kesakitan.


Sisi sudah berjalan lebih dulu bersama Renata menuju mobil Satria, meninggalkan Satria yang masih mengusap lengan bekas cubitan Sisi.


"Tidak akan kuberi ampun nanti di ranjang jika sudah sah menjadi istriku", gumam Satria nakal.


Satria senyum senyum sendiri memikirkan Sisi sambil berjalan menuju mobilnya.


"Habis melamar berubah mulai agak gila , jalan sambil senyum senyum sendiri", Renata mengejek Satria yang sudah sampai di depan mobil nya masih dengan tersenyum.


"Aku gila karena bahagia", jawab Satria tertawa lalu mengajak Sisi untuk segera masuk ke dalam mobil.


Renata pun segera pulang bersama dengan Rama.


Di perjalanan mengantar Renata..

__ADS_1


"Kapan hubungan kita bisa melangkah maju seperti Kaka dan Sisi", ucap Rama menatapa dalam pada Renata.


Renata yang ditatap seperti itu mendadak menjadi gugup dan dia tidak menyangka bahwa Rama akan mengucapkan hal itu.


Saat Renata mulai menghapus harapan nya pada Rama dan mencoba membuka hati untuk Adit yang masih mengejar Renata sampai saat ini, tiba tiba Rama mengucapkan kata kata yang membuat Renata menjadi bimbang.


"Apa yang sebenarnya kamu inginkan ? " , tanya Renata tegas.


"Aku ingin hubungan kita juga akan seperti Kaka dan Sisi", kembali Rama mengulang ucapan nya.


"Selama ini kamu kemana saja, selalu bersikap cuek sampai aku merasa lelah berharap dan lelah menunggu kepastian dan saat ini aku sedang mencoba membuka hati untuk seseorang yang jelas jelas sedang berjuang untuk mendapatkan hatiku", Renata mulai kesal karena merasa Rama mempermainkan perasaan nya.


Rama kaget dengan apa yang diucapkan Renata. Segera dia menepi dan menghentikan mobilnya.


Dia menatap dalam pada manik mata Renata.


"Aku tidak bermaksud mempermainkan perasaan mu dan aku pikir kamu mengerti dan tau bahwa aku cinta sama kamu. Maaf kalau selama ini aku salah dan terlalu cuek".


Renata hanya diam menatap Rama. Dia tidak tau harus berkata apa. Dia juga tidak tau sekarang hati nya untuk siapa. Apakah masih untuk Rama atau sudah mulai berhasil di rebut oleh Adit.


"Buktikan saja kalau kamu memang benar menginginkan aku menjadi masa depan mu", hanya itu yang diucapkan Renata.


Rama kembali melajukan mobilnya ke arah rumah Renata. Pikiran nya mulai kacau, dia mulai tersadar bahwa dirinya bisa saja kehilangan Renata dan Rama takut kehilangan Renata.


Kemana kah hati Renata akan berlabuh ? Rama atau Adit ya ?







^^jangan lupa untuk selalu dukung author ya. vote like dan komen supaya author bisa menulis lebih baik lagi..terima kasih banyak readers sayang^^🥰🥰🥰


Lokasi lamaran Sisi dan Satria,

__ADS_1



__ADS_2