Sisi, Jodoh Yang Tertunda

Sisi, Jodoh Yang Tertunda
Bertemu Jonathan


__ADS_3

Sisi dan Satria kembali dari makan malam dan membelikan beberapa buah buku cerita untuk Farizz. Sisi berencana menjenguk Pak Albert besok pagi sebelum Satria berangkat ke kantor.


Farizz sedang tidur ketika Sisi sampai di rumah sakit. Sisi merasa bersalah pada Farizz karena merasa dia dan Satria pergi terlalu lama sehingga Farizz kelelahan menunggu mereka dan akhirnya tidur.


Sisi juga minta maaf pada orang tua Satria dan yang lain karena merasa meninggalkan Farizz cukup lama.


"Ga apa apa sayang, jangan merasa bersalah begitu..Kita sengaja kesini memang untuk bantu kamu jagain Farizz, kamu juga kan butuh istirahat sejenak sayang", jawab Ibu sambil merangkul Sisi.


"Iya Sisi..apa yang Ibu bilang benar, kamu juga butuh istirahat sejenak", Ayah setuju dengan Ibu.


Begitupun dengan Eyang, Rama dan Renata yang juga selalu memberikan semangat dan dukungan serta bantuan pada Sisi.


Mereka berpamitan, kecuali Satria yang tetap tinggal di rumah sakit menemani Sisi menjaga Farizz. Ada dua buah sofa bed dengan ukuran cukup besar di ruangan Farizz yang bisa digunakan oleh Satria dan Sisi untuk tidur.


Selesai shalat, Sisi duduk di sofa. Tiba tiba terlintas dalam pikiran nya mengenai Jonathan.


"Apakah Kak Jo akan marah dan kecewa padaku karena aku belum bisa menemui Pak Albert", batin Sisi dalam hati.


Satria memperhatikan raut wajah Sisi yang terdiam dan terlihat sedang memikirkan sesuatu.


"Lagi mikirin apa sayang ?", Satria duduk di sebelah Sisi.


"Hmm..ga ada sayang, cuma lagi kepikiran Pak Albert aja kasian lagi sakit tapi anak nya dua dua nya jauh", Sisi mencoba tersenyum.


"Kamu udah deket banget ya sama Pak Albert dan keluarga nya ?", selidik Satria.


"Bisa di bilang seperti itu..Aku sudah anggap Pak Albert dan istri nya seperti orang tua sendiri juga, sama hal nya seperti pada Ayah dan Ibu", jelas Sisi.


Ada rasa cemburu dalam diri Satria ketika mendengar Sisi sudah sedekat itu dengan keluarga Pak Albert. Sebagai seorang laki laki Satria yakin bahwa Jonathan juga menyukai Sisi, meskipun Satria belum melihat langsung sikap Jonathan pada Sisi tapi dari tatapan istri Pak Albert tadi itu sudah cukup membuat Satria mengetahui sedekat apa Sisi dengan keluarga Pak Albert.


Farizz sudah tertidur pulas dan belum bangun lagi. Sisi dan Satria juga memutuskan untuk istirahat. Sisi mulai terpejam sementara Satria masih terjaga. Dia masih memikirkan hubungan Sisi dan Jonathan selama di London sedekat apa.


Pagi hari nya sebelum Satria berangkat ke kantor, Sisi mengajak Satria untuk menjenguk Pak Albert. Ibu dan Renata menjaga Farizz sementara. Sisi mencari ruangan yang kemarin di informasikan oleh istri Pak Albert.


Satria dan Sisi mengetuk pintu kamar Pak Albert. Terdengar jawaban sang istri yang mempersilahkan mereka masuk. Sisi dan Satria memasuki kamar rawat Pak Albert dan langkah Sisi terhenti ketika melihat seseorang keluar dari kamar mandi di ruangan Pak Albert.


"Kak Joo..", ucap Sisi terkejut.


"Hai Sisi..", Jonathan tersenyum dan menatap Sisi lembut.

__ADS_1


Satria merasa tidak nyaman dengan tatapan dan senyuman yang Jonathan berikan pada Sisi. Dia menatap dengan tajam pada Jonathan.


"Papa maaf ya Sisi baru sempat jenguk Papa", Sisi menghampiri ranjang Pak Albert di ikuti oleh Satria.


"Iya ga apa apa Nak, kemarin mama cerita bertemu Sisi di lorong", ucap Pak Albert.


"Gimana kondisi anak nya Nak Satria ?", tanya istri Pak Albert pada Satria.


"Sudah membaik Bu tapi masih harus dalam pantauan dokter selama satu minggu ini", jelas Satria.


"Ehemm..Kamu ga mau tau kapan Kaka sampai ?", Jonathan mencari perhatian Sisi.


"Ahh iya, kapan Kaka sampai ?", tanya Sisi gugup.


Sisi mengetahui bahwa Satria tidak nyaman dengan keberadaan Jonathan. Sisi melihat tatapan tajam Satria pada Jonathan. Dan Jonathan pun tau bahwa laki laki yang bersama Sisi sedang cemburu terhadapnya.


Jonathan akui jika Sisi dan Satria memang terlihat sangat saling mencintai. Terlihat jelas dari cara kedua nya saling menatap. Dan hal itu menorehkan luka di hati Jonathan. Mengetahui Satria cemburu padanya, Jonathan merasa perlu untuk menggoda Sisi.


"Sayang..Aku harus ke kantor", Satria berbisik pada Sisi.


"Papa..Mama..dan Kak Jo..maaf ya Sisi pamit dulu karena Satria harus ke kantor dan waktu nya Farizz minum obat juga", Sisi melirik jam tangan nya.


"Semoga Papa cepat sembuh", Sisi mencium tangan Pak Albert dan istrinya.


Jonathan mengantar Sisi dan Satria ke depan. Satria sengaja menggengam tangan Sisi dengan erat. Dan lagi lagi Jonathan merasa dadanya tertusuk sebuah benda tajam.


"Kamu ga akan bisa mengambil Sisi dariku", batin Satria sambil menatap tajam pada Jonathan.


"Nanti siang Kaka telepon ya", ucap Jonathan pada Sisi dan kembali dengan tatapan dan senyuman yang Satria tidak suka.


"Iya Kak siap..Sisi permisi dulu ya", pamit Sisi.


Segera Satria membawa Sisi menjauh dari Jonathan.


"Aku ga suka liat cara Jonathan senyum sama kamu dan natap kamu", Satria langsung bicara apa ada nya pada Sisi.


"Biasa aja sayang, ga ada yang spesial, Kak Jo memang seperti itu ke wanita manapun", Sisi mencoba meredam Satria.


"Aku tau kamu ga sebodoh itu sayang, kamu pasti tau Jonathan punya perasaan lebih buat kamu", Satria mulai kesal.

__ADS_1


"Masih pagi sayang, aku ga mau bahas hal yang bikin mood kamu rusak, kamu harus ke kantor dan banyak kerjaan kan dan Aku juga harus merawat Farizz dengan baik", Sisi mengalihkan pembicaraan dan tersenyum pada Satria.


Begitulah Sisi, hanya dengan senyum nya mampu membuat Satria yang sudah terbakar cemburu menjadi diam dan kembali hangat. Sebesar itu pengaruh Sisi bagi diri Satria.


"Maafkan aku sayang..Aku ga mau menyakiti kamu dengan menceritakan bahwa Jonathan pernah menyatakan cinta nya padaku", ucap Sisi dalam hati.


Sisi sudah menentukan pilihan bahkan ketika masih di London pun Sisi sudah yakin dengan perasaan nya yang tidak bisa menerima cinta Jonathan. Sisi merasa tidak perlu menceritakan hal itu pada Satria karena Sisi tidak ingin Satria mengkhawatirkan keberadaan Jonathan.


Siang harinya..


Sisi baru selesai membacakan buku cerita untuk Farizz ketika ponsel nya berdering. Sisi melihat nama Jonathan tertera di layar ponsel nya, segera Sisi menekan tombol jawab.


"Dimana kamar rawat anak Satria ?", tanya Jonathan di sambungan telepon.


Sisi menjelaskan detail letak kamar rawat Farizz untuk memudahkan Jonathan mencari nya.


Setengah jam berlalu, Jonathan sampai di kamar Farizz dengan membawa beberapa mainan untuk Farizz dan makanan untuk Sisi.


"Ya ampun Kaka..ini banyak banget, seharusnya Kaka ga usah repot repot begini", ucap Sisi ketika Jonathan menyerahkan semua yang dia bawa.


"Sama sekali ga repot kalau untuk orang yang aku sayang", jawab Jonathan dengan senyum jailnya.


"Eheemm..", tiba tiba Satria sudah ada di dalam kamar Farizz.


"Ayahh...", Farizz berteriak girang ketika melihat Ayah nya.


Sisi menjadi salah tingkah karena khawatir Satria mendengar ucapan Jonathan tadi. Berbeda dengab Sisi, Jonathan justru merasa senang karena dia yakin bahwa Satria mendengar kata kata nya pada Sisi tadi. Hal itu dapat dilihat dengan tatapan mematikan yang Satria berikan pada Jonathan.







^^maaf ya readers bunda author baru bisa update lagi karena anaknya masih sakit..tetap dukung bunda ya dengan vote like dan komen..makasih readers sayang..^^😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2