Sisi, Jodoh Yang Tertunda

Sisi, Jodoh Yang Tertunda
Liburan Malang (part 2)


__ADS_3

"Malam ini kita makan malam di restoran hotel aja ya, Ayah ada beberapa pekerjaan yang harus di periksa malam ini jadi ga bisa keluar dulu", ucap Ayah pada anak anak di telepon.


Satria dan Rama sedang berkumpul di kamar Sisi dan Renata ketika Ayah menelpon Satria.


"Iya Ayah ga apa apa, yang lain juga setuju", jawab Satria.


"Ayah dan Ibu tunggu kalian di resto di bawah", ucap Ayah sebelum memutus sambungan telepon.


Selesai menutup telepon dari Ayah, mereka ber empat menuju restoran yang ada di hotel, terletak di lantai satu. Ayah dab Ibu sudah memesan makanan untuk semua nya.


"Sisi, Rena, ga apa apa ya kalau malam ini kita dinner nya di hotel dulu, besok malam baru kita dinner di luar", Ayah mengulang kembali pada Sisi dan Rena.


"Iya Ayah, ga apa apa kok", jawab Sisi dan Renata serempak.


Satu per satu makanan datang, setelah semua pesanan lengkap mereka mulai menyantap dengan lahap. Tidak ada yang bersuara, semua fokus pada makanan masing masing. Sepertinya efek perjalanan sembilan jam masih menyisakan lelah.


Selesai makan, Ayah dan Ibu langsung kembali ke kamar. Satria mengajak yang lain untuk keliling sebentar di sekitaran taman hotel.


"Kak, gimana kalau kita renang", ajak Rama saat mereka melintasi kolam renang hotel.


"Boleh juga", sahut Satria.


"Ya udah kaka tunggu disini dulu, aku ke kamar dulu ambil handuk sama baju ganti kita" Rama kembali ke kamar mengambil handuk dan pakaian ganti.


Sisi dan Rena duduk di kursi di pinggir kolam renang. Empat kursi tertata dengan sebuah meja bulat di tengahnya. Satria mengambil posisi duduk di sebelah Sisi sambil menunggu Rama kembali dari kamar.


"Boleh ya aku renang sebentar ?" izin Satria pada Sisi.


"Jangan lama lama ya, besok jam tiga pagi kita kan sudah harus berangkat ke Bromo", Sisi mengingatkan.


"Iya sayang, satu jam aja kok", jawab Satria sambil tersenyum menggoda Sisi.


"Pesen minum sama cemilan dek dari resto buat kita disini", instruksi Satria pada Renata.


"Okey Kak", Renata segera menuju restoran.


"Kamu seneng ga sayang ?" tanya Satria pada Sisi.


"Senengggg bangettt..", jawab Sisi tulus.


Di bawah langit Malang yang teduh dan suasana taman hotel yang romantis, Satria menatap Sisi lekat dalam beberapa menit tanpa berkedip.


Mendapat tatapan seperti itu, Sisi merasa kesulitan mengatur detak jantung nya. Lagi lagi Sisi merasa seperti ini jika Satria sudah menatap nya lekat tanpa berkedip.

__ADS_1


Rama datang mengagetkan Satria dan Sisi yang sedang terpaku dengan tatapan masing masing. Hufftt Sisi menarik nafas lega, beruntung Rama datang jadi dia kembali bisa menormalkan detak jantung nya.


Tidak lama, Renata juga sudah kembali dari restoran. Sepuluh menit kemudian, pelayan restoran datang mengantarkan minuman dan makanan yang di pesan Renata.


Sisi dan Rena hanya duduk menunggu Satria dan Rama berenang. Sesekali mereka berdua berfoto selfie dengan HP Renata karena HP Sisi tertinggal di kamar.


Sementara itu di kamar nya Ayah sedang sibuk memeriksa beberapa berkas pekerjaan yang mendesak. Ibu membuatkan secangkir kopi yang tersedia di dalam kamar.


"Jadi tadi pagi Eyang bicara apa pada Ayah ? " Ibu teringat kejadian tadi pagi ketika di Stasiun.


"Eyang marah karena kita liburan ke Malang mendadak, terlebih Sisi ikut dengan kita, Eyang mengancam akan mempercepat perjodohan Satria dengan Mila", Ayah bercerita sambil tetap memeriksa file file yang di kirim asisten nya via email.


"Ibu ga tega sama Satria kalau dia tahu semua nya, sama Sisi juga Ibu ga tega", ucap Ibu lirih.


"Ayah yakin Satria dan Sisi akan bisa melewati semua ini, kita berdoa aja Bu supaya mereka berjodoh dan ga terpisahkan", hibur Ayah.


Ayah sebenarnya tau pasti Eyang akan melakukan segala cara untuk memisahkan Satria dan Sisi. Ayah sangat mengenal perempuan yang sudah melahirkan nya kedunia ini, seorang yang tidak mau dibantah dan keras kepala dan tidak mudah menyerah.


Tapi Satria juga sama hal nya dengan Eyang, dia tumbuh menjadi anak laki laki yang tidak akan mudah menyerah jika hati nya sudah menginginkan sesuatu.


"Kita lihat saja nanti, siapa yang akan mengalah", batin Ayah.


Sementara itu di taman hotel,


"Sayang udahan renang nya, udah satu jam", Sisi mengingatkan Satria dengan berteriak dari pinggir kolam. Satria segera menyudahi dan menghampiri Sisi.


Satria hanya mendelik tajam ke arah Rama tanpa menjawab dengan kata kata karena Sisi sudah menunggu nya dengan handuk di tangan.


Sisi menungu Satria keluar dari kolam, lalu menyerahkan handuk pada Satria. Satria meraih handuk dan juga pakaian ganti nya lalu menuju ke tempat bilas.


Rama menyusul Kaka nya yang sudah selesai berganti pakaian. Setelah selesai, dia bergabung di meja bersama Sisi dan Renata juga.


"Berenang malam bikin laper", celoteh Rama.


"Pesen makan lagi aja nanti di kamar", saran Satria.


"Yah kok udah mau balik aja ke kamar, di sini enak suasanya romantis", ucap Rama yang masih ingin lebih lama lagi di taman.


"Sisi sama Rena udah mau istirahat, kita juga harus istirahat nanti jam tiga udah harus jalan ke Bromo", Satria mengingatkan adik nya.


"Apa Ayah sama Ibu ikut juga ke Bromo ? " tanya Rama.


"Tentu aja, justri Ibu dan Ayah sangat bersemangat pengen ke Bromo", jawab Satria.

__ADS_1


Mereka kembali ke kamar masing masing. Rama yang kembali merasa lapar sehabis berenang, memesan steak dan minta diantar ke kamar.


Sisi dan Renata sudah mengambil posisi siap tidur pada ranjang masing masing. HP Sisi bergetar dibawah bantal nya. Pesan masuk dari Satria.


Satria,


met istirahat sayang..sampai ketemu besok jam tiga pagi..😘😘😘


Sisi,


iya, kamu juga istirahat ya..aku tidur dulu..


Sisi meletakkan kembali HP nya dibawah bantal. Renata sudah masuk ke alam mimpi nya. Lima menit kemudian Sisi pun menyusul.


Di kamar Satria dan Rama,


Bel pintu kamar berbunyi, Rama segera membuka. Steak yang dia pesan datang, setelah membayar makanan nya segera pintu dia tutup kembali. Dia mulai menyantap hidangan di depan nya.


"Kaka ga mau makan lagi ? " Rama menawari Satria.


"Ga laper lagi", jawab Satria.


"Ya udah aku habisin ya", ucap Rama.


"Hmmm..", Satria menjawab.


"Kak, gimana kalau Sisi nanti tau kalau Eyang sudah menjodohkan Kaka dengan Mila ? " tiba tiba Rama bertanya di sela sela makan nya.


"Aku ga akan pernah menerima perjodohan itu, sampai kapan pun aku akan memperjuangkan Sisi", jawab Satria sambil menatap foto Sisi yang terpasang di wallpaper HP nya.


"Aku berdoa untuk kebahagiaan Kaka dan Sisi", ucap Rama.


"Makasih kamu selalu dukung Kaka", jawab Satria.


"Kaka tidur duluan, kalau udah selesai makan nya jangan lupa matiin lampu", lanjut Satria.


"Hmmm..", jawab Rama.


Satria kemudian memejamkan matanya. Dalam keadaan terpejam pun hati dan pikiran nya tetap di penuhi oleh Sisi.


Sekilas Rama memandang Kaka nya yang mulai masuk ke alam mimpi.


"Semoga Kaka selalu bahagia", batin Rama.

__ADS_1


Segera Rama menghabiskan makanan nya dan segera ingin menyusul Kaka nya yang sudah tertidur pulas.


^^jangan lupa dukungan nya ya readers^^


__ADS_2