Sisi, Jodoh Yang Tertunda

Sisi, Jodoh Yang Tertunda
Bertemu kembali


__ADS_3

Sisi mendapat email balasan dari perusahaan SS Propertindo yang mengabarkan bahwa desain nya memenangkan tender dan Sisi di minta untuk datang ke kantor SS Propertindo guna membahas kelanjutan kerja sama mereka.


Dengan semangat empat lima Sisi mempersiapkan diri untuk datang ke kantor SS Propertindo. Ini adalah proyek pertamanya. Sisi sangat berharap semua akan berjalan lancar dan klien nya puas dengan kinerja nya seperti selama ini Sisi tidak pernah gagal dalam melakukan tugas nya.


Pagi ini Farizz tiba tiba ingin ikut dengan Ayah nya ke kantor. Satria tidak bisa menolak permintaan anak nya. Farizz berjanji tidak akan mengganggu pekerjaan Ayah nya nanti ketika di kantor.


"Anak baik, nanti main di dalam ruangan Ayah aja ya seperti biasa", ucap Satria pada Farizz.


"Siap Bos", jawab Farizz bersemangat.


Di kantor SS Propertindo..


"Farizz diem diem di sini ya, Ayah mau rapat dulu", ucap Satria pada Farizz.


"Iya", jawab Farizz.


Satu jam berlalu Satria belum kembali dari rapat nya. Farizz mulai bosan. Dia melangkah keluar dari ruangan Ayah nya. Ketika akan berbelok di lorong, Farizz melihat seorang wanita, dia merasa seperti kenal dengan wanita itu.


Farizz berpikir sejenak dan dia ingat pernah bertemu dengan wanita itu ketika di London beberapa waktu lalu.


"Tante cantikkk..", teriak Farizz dan berlari ke arah Sisi.


Sisi yang mendengar teriakan seorang anak segera menengok ke arah datang nya suara. Sisi masih mengingat wajah Farizz dengan sangat baik, dan dia tidak menyangka akan bertemu lagi dengan Farizz.


"Hai..anak ganteng yang waktu itu di London kan ?", tanya Sisi.


"Iya, tante cantik masih inget ya sama Farizz ?", tanya Farizz senang.


"Tentu saja masih, anak ganteng ga mungkin dilupain begitu aja", jawab Sisi tersenyum.


"Farizz ngapain di sini ? ", tanya Sisi.


"Lagi ikut Ayah kerja", jawab Farizz polos dan menggemaskan.


"Ohh Ayah Farizz kerja di kantor ini", ucap Sisi.


"Bukan tante, tapi Ayah Farizz yang punya kantor ini", jawab Farizz menjelaskan.

__ADS_1


Sisi semakin penasaran siapa orang tua Farizz. Tiba tiba perasaan Sisi jadi tidak enak. Sisi merasa seperti akan ada sesuatu hal yang akan terjadi.


Satria dan Rama berjalan menuju ruangan nya setelah selesai rapat dengan para karyawan. Langkah Satria terhenti ketika melihat anaknya sedang bicara dengan seorang wanita. Meski hanya melihat dari belakang tapi Satria tau kalau wanita itu adalah Sisi. Jantung nya seakan berhenti berdetak ketika melihat wanita yang sudah lima tahun dia cari, kini hadir lagi di depan nya.


"Sisi..", Satria berucap.


Sisi reflek menoleh ke belakang ketika ada yang menyebut namanya. Sisi diam terpaku, tidak tau harus melakukan apa ketika melihat siapa yang kini ada di hadapan nya.


"Ayahh...", Farizz berlari menghampiri Satria.


Sisi tersadar dari diam nya ketika mendengar Farizz memanggil Satria dengan sebutan Ayah.


"Jadi benar Farizz anak Satria", batin Sisi.


Meskipun Sisi sudah mempersiapkan dirinya dengan kemungkinan ini tapi tetap saja rasanya sakit ketika mengetahui Satria sudah memiliki anak dengan Mila.


"Ayah..ini tante cantik yang waktu itu menolong Farizz di London, benar kan tante ini yang ada di wallpaper HP Ayah", celoteh Farizz senang karena merasa berhasil mempertemukan Satria dengan Sisi.


Sisi merasa heran dengan kata kata Farizz..Sisi merasa heran mengapa Satria masih menyimpan fotonya padahal dirinya sudah mempunyai istri dan anak.


"Bisa kita bicara", ucap Satria pada Sisi.


Satria mengajak Sisi bicara di luar kantornya. Dia mengajak Sisi menuju taman yang tidak jauh dari kantornya. Selama di perjalanan tidak ada yang bicara. Kedua nya sibuk dengan pikiran masing masing.


Sampai ditaman, Satria mengajak Sisi duduk disebuah bangku yang terletak menghadap ke air mancur buatan yang cantik. Taman nya tidak terlalu ramai sehingga cukup nyaman untuk mereka berdua bicara.


"Jadi selama ini kamu di London", Satria memulai bicara.


"Iya..", jawab Sisi.


"Andai saja waktu itu Eyang tidak sakit maka ada kemungkinan kita akan bertemu di London. Aku mencari mu malam itu ketika Farizz mengatakan bahawa dia di tolong oleh seorang wanita yang pernah dia lihat ada gambarnya di HP ku", jelas Satria.


"Aku ga tau kalau Farizz anak mu dan Mila, Aku ketemu dia di taman sedang menangis jadi aku anter dia kembali ke hotel karena sudah cukup malam untuk anak anak sendirian di taman", Sisi juga menjelaskan kondisi waktu itu.


Satria terkejut ketika mendengar Sisi mengatakan Farizz adalah anak nya dan Mila. Satria baru menyadari seperti nya Sisi salah paham tentang Farizz.


"Farizz hanya anak ku sendiri, bukan anak ku dengan Mila. Dan Aku sudah bercerai dengan Mila di hari pernikahan Aku dengan Mila", Satria mencoba menjelaskan.

__ADS_1


"Maksud kamu gimana, Aku ga paham", ucap Sisi merespon pernyataan Satria.


Satria menceritakan kejadian di hari pernikahan nya lalu tentang kematian Mila dan mengenai asal usul Farizz.


Sisi menatap Satria mencari kebenaran dari matanya dan ternyata semua yang dikatakan Satria benar, Sisi tidak melihat ada nya kebohongan.


Suasana kembali kaku. Mereka sama sama diam, tanpa tau harus berkata apa. Ada banyak hal yang ingin terucap tapi mereka sama sama membisu karena tidak tau harus mengatakan yang mana dulu.


"Kamu ngapaian aja selama lima tahun di London ?", Satria kembali memulai pembicaraan.


"Aku mendapatkan beasiswa dari perusahaan tempat aku bekerja dan tetap bekerja di cabang perusahaan yang di London", jelas Sisi.


"Jadi selama ini kamu tetap bekerja di perusahaan Pak Albert ?", tanya Satria.


"Iya..kamu kenal Pak Albert ?", Sisi balik bertanya.


"Aku pernah cari kamu ke kantor setelah kamu pergi tapi bagian HRD hanya bilang kamu mengundurkan diri dan waktu aku ke London itu, aku melakukan pertemuan dengan Pak Albert dan anak nya Jonathan karena perusahaan kita bekerja sama dengan perusahaan Pak Albert", jelas Satria.


"Tapi mengapa Pak Albert mengatakan tidak ada karyawan nya bernama Sisi ketika ku tanya saat malam itu aku mencarimu setelah kamu menolong Farizz", ucap Satria heran.


Sisi baru mengetahui bahwa Satria pernah bertemu Pak Albert dan Jonathan dan perusahaan mereka bekerja sama. Pantas saja Sisi merasa pernah membaca nama SS Propertindo tetapi dia lupa dimana. Ternyata perusahaan nya bekerja sama dengan Satria.


"Aku meminta Pak Albert merahasiakan keberadaan ku, mungkin karen hal itu Pak Albert menutupi nya dari kamu", jelas Sisi.


"Aku hancur dan berantakan setelah kamu pergi. Aku marah dan kecewa pada Eyang setelah tau Mila berniat menipuku. Aku mencari keberadaan mu setiap hari bahkan sampai pagi ini aku masih mencari keberadaanmu", Satria mulai meneteskan air mata karena rasa sakit yang dia rasa muncul kembali bersamaan dengan hadir nya Sisi.


Satria ingin tau apakah Sisi masih sendiri atau sudah ada laki laki pengganti dirinya tetapi Satria tidak siap dengan kemungkinan terburuk. Hal itu membuat hati nya sakit dan air mata tidak bisa lagi di bendung nya.






__ADS_1


^^mohon dibantu like vote dan komen nya untuk author..^^🥰🥰


__ADS_2