Sisi, Jodoh Yang Tertunda

Sisi, Jodoh Yang Tertunda
Memenuhi permintaan Satria


__ADS_3

Karena Renata terus membujuk nya sambil merengek rengek seperti anak kecil yang meminta mainan, akhirnya Sisi menyetujui untuk datang ke tempat Satria mengikuti pertandingan sepak bola.


"Sepertinya kita sudah terlambat", ucap Sisi ketika mereka sedang berhenti di lampu merah.


"Lebih baik telat daripada tidak sama sekali", jawab Renata sambil tersenyum lebar menampilkan seluruh deretan gigi nya yang putih.


Benar dugaan Sisi, saat mereka tiba pertandingan sudah berlangsung. Sisi tidak memberitahu Satria jika dia akhirnya bisa datang.


Renata yang melarang Sisi memberi tahu, kata nya supaya jadi kejutan bagi Satria. Renata ingin memastikan sendiri dengan mata kepalanya bagaimana reaksi Satria saat dia melihat Sisi datang.


Renata sangat penasaran dengan perasaan Satria pada sahabatnya, dia tindak ingin sahabatnya nanti tersakiti oleh laki laki manapun.


Renata sudah mengenal Satria sejak SD, kebetulan orang tua mereka berteman dan mereka selalu masuk di sekolah yang sama sejak SD. Usia mereka hanya terpaut 1 tahun tapi Satria sudah seperti kakak bagi Renata.


Satria terkenal sangat dingin terhadap perempuan sejak di bangku SD. Teman perempuan nya tidak banyak, dan Renata tau bahwa Satria belum pernah tertarik sama sekali pada perempuan selama ini. Ibu Satria selalu menceritakan pada Renata ketika mereka bertemu .


"Kok Satria ga nanya sama aku ya tentang kamu, aku yakin dia pasti tau kalau kita dekat, kita kan satu kelas sama dia", ucap Rena dengan nada gemas karena Satria ga cerita ke dia kalau Satria sedang menyukai perempuan karena selama ini Renata selalu cerita pada Satria jika ada laki laki yang Renata suka.


Sisi hanya tersenyum melihat tingkah Renata yang sedang kesal pada Satria.


Sisi dan Renata mengambil tempat duduk di tengah pada tribun. Supaya bisa menyaksikan pertandingan dari jarak yang tidak terlalu jauh.


Satria belum melihat kedatangan Sisi. Dia bermain dengan terus memikirkan Sisi. Permainan Satria cukup jelek sore ini, hal ini dikarenakan dia tidak fokus. Pelatihnya menegur Satria saat ada waktu sebentar mereka istirahat untuk minum di pinggir lapangan.


Tanpa Satria sadari, Sisi terus memperhatikan dirinya berlaga di lapangan hijau sejak tadi. Renata berteriak menyebut nama Satria, karena merasa ada yg meneriaki namanya Satria mencari asal suara. Jantung nya berdetak dengan sangat cepat ketika tidak sengaja melihat Sisi duduk di kursi penonton, di sebelah Renata.


"Ternyata dia datang", gumam Satria dalam hati. Tidak bisa di pungkiri bahwa hati nya tak menentu saat ini. Semangat nya dalam bermain muncul kembali ketika tadi sempat hilang karena Sisi menolak datang.


Satria menampilkan permainan terbaik nya. Dia ingin membuat Sisi kagum pada nya. Sesekali dia menengok ke arah Sisi tapi yang di tatap ternyata sedang melamun entah apa yang sedang di pikirkan Sisi.


Ada sedikit rasa kecewa di hati Satria karena merasa diabaikan oleh Sisi.


Satria tidak mengetahui bahwa sebenarnya Sisi sejak tadi memperhatikan dirinya. Saat Satria ingin menoleh kearahnya, Sisi membaca gerakan itu, dengan cepat Sisi mengalihkan pandangan ke segala arah, dia tidak ingin Satria tau bahwa dirinya sedang memperhatikan Satria.


Sepandainya Sisi mengelabui Satria tetapi Renata lebih pandai. Renata diam diam mengabadikan momen dimana Sisi selalu menatap fokus ke arah Satria. Renata tau bahwa Sisi juga sebenarnya menyukai Satria tetapi Sisi tidak mau mengakui nya entah apa alasan nya Renata belum tau, dia bermaksud menanyakan nanti pada Sisi.


Peluit panjang di tiup oleh wasit, tanda permainan selesai. Satria dan tim nya akhirnya memenangkan pertandingan dengan 2 gol di sumbangkan oleh Satria untuk kemenangan tim nya.


Setelah berbincang bincang dengan teman teman nya dan berfoto bersama, Satria menghampiri Sisi yang masih duduk di kursi penonton. Sementara Renata susah asik mengobrol dengan Rama dan teman teman tim Satria yang lain.

__ADS_1


Renata sengaja meninggalkan Sisi supaya Satria ada waktu untuk ngobrol berdua dengan Sisi.


"Hai, boleh aku duduk ?" sapa Satria dengan gugup. Ini kali kedua nya mereka bertegur sapa secara langsung setelah yang pertama sewaktu Satria minta nomor HP Sisi.


"Silahkan", jawab Sisi sambil menegok ke arah Satria dan melemparkan senyum manisnya yang membuat jantung Satria serasa ingin melompat keluar.


"Jangan tersenyum seperti itu padaku nanti aku bisa mati karena jatuh cinta padamu", seru Satria.


Sisi tidak menanggapi perkataan Satria, hanya saja pipi nya sudah merah merona karena malu.


"Katanya sedang lelah kok tiba tiba ada di sini ?" tanya Satria.


"Rena minta ditemenin kesini", jawab Sisi.


Satria yang tadinya sudah berharap Sisi menjawab karena ingin datang untuk Satria agak kecewa karena ternyata Sisi datang untuk menemani Renata.


"Selamat ya kamu dan tim berhasil menang, permainan kalian sangat bagus", Sisi mengucapkan selamat atas kemenangan Satria.


"Terima kasih", ucap Satria dengan senyum dan tatapan yang penuh arti pada Sisi.


Di tatap sedalam itu, membuat Sisi merasa sulit bernafas, jantung nya berpacu sangat cepat dari biasanya dan telapak tangan nya terasa dingin, Sisi sangat gugup tapi dia berusaha untuk terlihat biasa saja.


"Kalau besok kita pergi nonton mau ga ?"


"Aku bisanya sore diatas jam 4", jawab Sisi.


"Ga masalah kok kalau sore", kata Satria.


"Tapi ajak Renata ya" , ucap Sisi dengan penuh harap.


Sebenarnya Satria hanya ingin pergi berdua dengan Sisi supaya bisa mengenal Sisi lebih dekat tapi Satria mengerti bahwa Sisi belum nyaman kalau hanya berdua dengan dirinya. Satria pun mengangguk tanda setuju kalau mengajak Renata dan dia juga akan mengajak Rama, adiknya.


"Aku kenalkan pada adik ku dan teman teman yang lain mau ?" tanya Satria.


"Iya dengan senang hati", jawab Sisi lagi lagi dengan senyum nya yang sanggup menghentikan detak jantung Satria saat itu juga.


Mereka berjalan beriringan menuju tempat teman teman yang lain sedang bercengkrama. Sisi berjalan di depan dan Satria di belakangnya.


Ketika ingin menuruni tangga tribun tiba tiba kaki Sisi tergelincir, dengan sigap Satria menangkap tangan Sisi dari belakang sehingga Sisi tidak jadi jatuh. Jarak berdiri mereka sekarang sangat dekat. Mata mereka saling menatap satu sama lain dengan sangat dalam. Tangan Sisi bergetar karena gugup dan Satria merasakan ada aliran kehangatan saat dia memegang tangan Sisi.

__ADS_1


Cukup lama mereka terdiam dengan posisinya. Masing masing merasa canggung dan gugup sehingga tidak tau harus melakukan apa.


Sisi tersadar, kemudian mengucapkan terima kasih lalu melepaskan tangan nya dari genggaman Satria. Mereka melanjutkan berjalan menuju teman teman yang lain.


"Kenalkan ini Sisi, teman satu kelasku di sekolah. Sisi sahabat Renata", ucap Satria pada Rama dan teman teman nya memperkenalkan Sisi.


"Salam kenal", Sisi tersenyum ke arah Rama dan teman teman Satria yang lain.


"Senyum yang seperti itu tolong berikan hanya untuk aku aja ke yang lain jangan", bisik Satria di telinga Sisi.


Satria mulai posesif, dia takut ada laki laki lain yang akan menyukai Sisi juga dan bersaing dengan nya.


Sisi hanya tertawa pelan mendengar bisikan Satria itu.


Setelah cukup lama bercengkrama dengan teman teman yang lain, Satria mengajak Sisi pulang. Teman teman yang lain juga pamit satu per satu.


"Aku anter pulang ya tapi kita makan dulu", ajak Satria.


"Aku pulang sama Renata aja", jawab Sisi.


Satria menatap kearah Renata dan dengan cepat Renata mengerti arti tatapan Satria.


"Sisi maaf ya aku harus anter Rama ke toko buku, dia ada tugas sekolah dan bahan bahan nya belum dibeli, kamu pulang sama Satria aja ya, bujuk Renata".


Rama yang mengerti dengan situasi pun segera mengiyakan perkataan Renata.


Mau tidak mau Sisi menyetujui pulang diantar Satria. Sebenarnya dia sangat canggung jika harus berdua saja dengan Satria. Sisi takut jantung nya akan tidak normal kembali jika harus berdua dengan Satria dalam waktu lama.


Dia tidak mengerti apa yang terjadi pada nya, yang Sisi tau bahwa dirinya selalu gugup jika di tatap Satria dan jantung nya selalu berdetak sangat cepat. Perasaan yang belum pernah dirasakan Sisi sebelumnya.






__ADS_1


^^readers yang baik hati nya mohon bantuan nya untuk like dan vote karya pertama author ini ya, maaf kalau masih banyak kekurangan tapi akan berusaha lebih baik lagi.^^


^^makasih banyak ya readers^^😚😚


__ADS_2