Sisi, Jodoh Yang Tertunda

Sisi, Jodoh Yang Tertunda
Liburan ke Bandung


__ADS_3

Hari ini Satria tidak masuk sekolah, sesuai anjuran dokter pribadi keluarga nya, Satria istirahat di rumah selama tiga hari ke depan.


Saat di kantin Bara berpapasan dengan Sisi tetapi Sisi seolah tidak melihat keberadaan Bara dan segera berlalu menghindari Bara.


Sisi tidak ingin bertegur sapa dengan Bara. Dia tidak suka dengan orang yang tega menyakiti orang lain demi kepentingan diri sendiri, egois namanya.


Sisi tidak bermaksud menyimpan dendam pada Bara karena sudah melukai Satria, hanya saja dia menghindari berurusan dengan Bara, karena


dimata Sisi kini Bara adalah seorang yang egois.


"Lebih baik tidak berurusan dengan orang seperti itu", batin Sisi.


Dia hanya mencoba bersikap profesional jika yang berhubungan dengan kegiatan OSIS tetapi diluar itu Sisi akan menjaga jarak dengan Bara.


HP nya bergetar ketika Sisi sedang menghabiskan makan siang nya. Pesan masuk dari Satria


Satria


nanti jadi ke rumah kan sayang ?


Sisi


iya jadi, aku ga mungkin lupa sama janji aku.


mau di bawain apa ?


Satria


ga usah bawa apa apa sayang, kamu datang aja aku udah lebih dari apapun bagi aku


Sisi


sakit tapi tetep ya bisa gombal


Satria


yang sakit kan cuma kaki bukan hati 😆


Sisi


ya ya baiklah 😋


Satria


love you 😘😘


Sisi


too 🥰


Sisi menyimpan HP nya dan bersiap melanjutkan pelajaran karena bel tanda masuk pelajaran berikutnya sudah berbunyi, istirahat sudah selesai.


Tepat pukul dua siang, bel tanda waktu pulang sekolah berbunyi, para siswa dan siswi saling berlomba untuk meninggalkan kelas secepat mungkin. Sisi dan Renata yang masih duduk dimeja mereka.


"Gimana kondisi Satria ?" tiba tiba Arya sudah muncul di hadapan Sisi.


"Luka dan cedera di kaki nya sudah di tangani dokter, di suruh istirahat di rumah selama tiga hari", jawab Sisi menjelaskan kepada Arya.


"Salam ya untuk Satria, hari ini aku belum bisa jenguk dia mungkin besok baru bisa", ucap Arya.


"Iya ga apa apa, nanti aku sampein salam nha ke Satria", jawab Sisi.


Arya pamit lebih dulu meninggalkan kelas.


Sisi dan Renata tidak lama menyusul juga. Mereka menuju kost Sisi untuk mandi dan berganti pakaian baru setelah itu ke rumah Satria.


"Beli buah sama cake dulu ya Ren untuk Satria", ucap Sisi pada Renata yang sedang menyetir.


"Oke princess nya Satria", goda Renata.


"Terima kasih calon pacar Rama", balas Sisi.


Mereka pun tertawa bersama.


Tiba di rumah Satria, mereka langsung menuju taman belakang. Satria dan Rama sedang berada di taman belakang. Sisi meletakkan buah dan kue yang dia bawa diatas meja.


"Makasih sayang, malah repot repot tadi kan udah bilang ga usah bawa apa apa", ucap Satria pada Sisi.


"Kamu harus banyak makan buah supaya cepat pulih, aku kupasin ya", Sisi membujuk Satria supaya mau makan buah yang dia bawa.


Satria mengangguk sambil mengacak rambut Sisi gemas. Satria senang sekali mengacak rambut Sisi atau sekedar mengelus lembut puncak kepalanya, sebagai wujud ungkapan rasa sayang nya pada Sisi.


Sisi tidak pernah mempermasalahkan hal itu karena Satria masih melakukan hal yang wajar, dan Sisi menyukai sentuhan lembut Satria di kepala dan rambutnya.


Menjelang sore, Ayah dan Ibu Satria pulang. Hari ini Ibu ikut Ayah ke kantor, ada pertemuan dengan rekan kerja dari luar kota dan tamu itu membawa serta istrinya sehingga Ayah Satria pun mengajak istrinya juga.


"Ternyata kalian berkumpul di sini", seru Ayah ketika tiba di halaman belakang.

__ADS_1


"Eh Ayah dan Ibu udah pulang" , sahut Rama.


"Kebetulan kalian lagi kumpul, Ayah punya kabar gembira buat kalian",


Ayah Satria berkata sambil menarik kursi untuk duduk di sebelah Satria. Sementara Ibu nya sudah mengambil posisi di sebelah Sisi.


"Weekend ini kita ke Bandung, Ayah akan menghadiri pesta pernikahan anak darinsalah satu rekan bisnis kita di Bandung, sekalian kita liburan aja udah lama kita ga liburan", lanjut Ayah.


"Yeaayy asik liburan", Rama bersorak girang.


"Kita berangkat nya hari apa?" tanya Satria.


"Jumat sore kita berangkat", jawab Ayah.


"Apa Sisi dan Renata boleh ikut ?" tanya Satria.


"Tentu saja boleh, Ayah dan Ibu memang ingin mengajak Sisi dan Renata juga", jawab Ayah sambil mengambil sepotong buah pir yang terlihat sangat menggoda karena segar.


"Tadi Ibu sudah memesan Villa untuk nanti kita menginap di Bandung selama 3 hari dua malam", ucal Ibu menjelaskan.


"Kita liburan sayang", ucap Satria sambil tersenyum pada Sisi.


Senyum hangat yang hanya Satria tujukan pada Sisi, tidak pernah ke perempuan lain sebelum nya.


***********


Hari yang dinantikan tiba, Jumat sore ini mereka sedang bersiap untuk berangkat ke Bandung.


Sisi dan Renata sudah sampai di rumah Satria.


Satria dan Rama sedang memasukkan barang barang bawaan mereka ke bagasi mobil.


Barang barang bawaan orang tua Satria juga sudah masuk ke dalam mobilnya.


Mereka berangkat menggunakan dua mobil.


Sisi, Renata, Rama dan Satria menggunakan mobil Satria sementara Ayah dan Ibunya memakai mobil yang berbeda. Orang tua Satria membawa supir dan juga Bibi untuk bantu bantu selama di Villa nanti.


"Siap berangkat ya", ucap Ayah Satria.


"Baik yah, Satria mengikuti Ayah dibelakang", ucap Satria pada ayah nya.


Setelah tiga jam perjalanan yang mereka tempuh, mereka sampai di Villa yang sudah dipesan oleh Ibu Satria. Lokasi penginapan sengaja di pilih yang tidak terlalu jauh dari tempat acara yang akan mereka datangi esok hari.


Masing masing meletakkan barang barang mereka ke dalam kamar. Ibu dan Ayah Satria menempati kamar utama di lantai 1. Pak Supir dan Bibi pun menempati kamar masing masing di lantai 1.


Setelah meletakkan barang bawaan, Ayah Satria mengajak mereka semua makan malam terlebih dahulu di Restoran Kampung Daun. Tempat yang terkenal di daerah Bandung, karena suasana malam nya yang sangat romantis dan hidangan makanan yang lezat lezat.


Sisi sangat menikmati suasana di restoran Kampung Daun. Lampu lampu menyala dengan cahaya yang meneduhkan, terdengar suara air terjun kecil mengalir serta banyak pohon pohon yang menambah kenyaman tempat itu.


Selesai makan, mereka berkeliling melihat lihat dan berfoto. Ada workshop yang menjual aneka macam pernak pernik serta kebutuhan fashion juga disana.


Ibu Satria meminta Sisi dan Renata memilih apapun yang mereka suka.


"Liburan kali ini, Ibu traktir kalian belanja, jadi pilih aja apa pun yang kalian suka", ucap Ibu pada Sisi dan Renata.


"Makasih banyak Ibu, tante", jawab Sisi dan Renata serentak sambil memeluk Ibu Satria masing masing di sisi kanan dan kirinya.


Sisi meneteskan air mata haru, perasaan hangat yang sudah lama tidak dia rasakan kembali muncul.


Satria dan Rama pun kebagian di traktir belanja oleh Ayah mereka.


Setelah puas berbelanja dan berkeliling, mereka kembali ke Villa. Semua menikmati malam ini dengan suasana hati yang gembira.


Mereka kembali ke Villa dengan membawa beberapa tas belanja.


Selesai bersih bersih, Sisi menyusul Renata yang sudah lebih dulu naik keatas kasur. HP nya bergetar ketika dia baru saja menyalakan lampu tidur. Ternyata pesan masuk dari Satria.


Satria


udh tidur sayang ?


Sisi


baru akan


Satria


happy ga jalan jalan hari ini ?


Sisi


alhamdulillah happy , makasih ya


aku tidur ya, ngantug banget


Satria

__ADS_1


nite sayang. mimpi indah ya.


love you 😘


Esok hari nya,


Setelah selesai menghadiri acara pernikahan anak dari patner bisnis orang tua Satria, mereka kembali jalan jalan keliling bandung. Mereka mengunjungi Paris Van Java. Orang tua Satria dengan senang hati mentraktir anak anak nya belanja barang barang yang mereka sukai.


Satria dan Sisi membeli sweater yang serupa hanya beda warna sementara Rama dan Renata membeli sepatu yang sama namun warna pun berbeda.


Ayah Satria membelikan dua pasang jam tangan untuk Satria, Rama, Sisi dan Renata. Kedua orang tua Satria tidak membedakan Sisi dan Renata yang juga sudah dianggap seperti anak sendiri.


Selesai makan malam, mereka kembali ke villa. Semua lelah tapi juga merasa senang dengan liburan singkat mereka ini. Masing masing siap menuju kamar untuk beristirahat. Besok siang mereka sudah akan kembali ke Jakarta.


HP Sisi bergetar dan ternyata Satria mengirim pesan.


Satria


udah mau tidur belum ?


Sisi


akan, kenapa ?


Satria


aku ga bisa tidur


Sisi


nonton tv aja nanti juga ngantuk


Satria


udah , ini sambil nonton tv


Sisi


ya udah aku temenin sampai ngantug


Satria


ga usah, tidur aja ga apa apa kok sayang, kamu pasti capek


Sisi


beneran ga apa apa ?


Satria


iya sayang, ni Rama bangun lagi, aku ada temen


Sisi


ya udah aku tidur ya


Satria


iya sayang.love u 😘


Sisi sudah masuk ke alam mimpi nya, begitu pun Renata. Kedua nya merasa sangat lelah karena seharian keliling kota Bandung. Keluar masuk toko dan tempat makan. Sisi yang sudah lama sekali tidak pernah berlibur merasa sangat senang.


Kembali merasakan kehangatan dan kasih sayang keluarga. Sisi berterima kasih pada tuhan karena telah memberikan pengganti keluarga nya yang hilang sejak dia berusia 10 tahun.


Orang tua Satria memperlakukan Sisi dengan sangat baik. Satria pun terlihat sangat menyayangi Sisi, begitu pun Rama yang juga sudah menganggap Sisi seperti bagian keluarga mereka.


Liburan ke Bandung yang singkat tapi membuat mereka semakin akrab dan semakin menyayangi satu sama lain.


"Liburan selanjutnya kita ke Jogja ya", ucap Ayah Satria ketika mereka sudah sampai di rumah mereka di Jakarta.


"Wah, yang bener ni yah ?" seru Rama antusias.


"Tentu aja bener", jawab Ayah meyakinkan anak nya.


"Ibu dan Ayah akan menyiapkan liburan kita ke Jogja saat kalian liburan kenaikan kelas nanti", sambung Ibu.


"Asikk asikkk asiikkk", jawab Rama dan Satria serentak sambil joget dengan gaya khas mereka saat sedang gembira.


Sisi dan Rena menyaksikan tingkah dua kakak beradik itu dengan tawa bahagia.


^^readers jangan lupa vote dan like nya supaya author tambah semangat ya, makasih banyak sebelumnya untuk para readers yang baik hati^^😘😘


kampung daum



pesona bamboe resort

__ADS_1



__ADS_2