Sisi, Jodoh Yang Tertunda

Sisi, Jodoh Yang Tertunda
Liburan ke Malang


__ADS_3

Senin pagi pukul tujuh Sisi, Renata, Satria, Rama dan Kedua orang tua mereka sudah berkumpul di Stasiun kereta api Gambir. Kereta mereka menuju Malang berangkat pukul delapan.


Sisi sangat bersemangat seperti anak kecil yang mendapat hadiah mainan. Dia belum pernah mencoba naik kereta api jarak jauh. Teman teman nya di kampus banyak yang bercerita pengalaman menyenangkan naik kereta jarak jauh, Sisi jadi penasaran.


Satria merasa bahagia melihat ekspresi Sisi yang sangat bersemangat karena akan melakukan perjalanan dengan kereta api.


"Kamu seneng ga ?" tanya Satria.


"Seneng banget, makasih ya", jawab Sisi tersenyum tulus.


Sementara itu, Ayah yang berdiri agak berjarak dari mereka kelihatan sedang serius berbicara dengan seseorang di telepon. Ekspresi wajah Ayah menunjukkan jika dia sedang marah dan kecewa.


"Aku kan sudah pernah bilang sama Ibu, jangan usik kebahagiaan anak anak ku, setidaknya tunggu sampai Satria lulus kuliah", ucap Ayah pada seseorang di telelpon yang ternyata adalah Eyang.


Satria memperhatikan ekspresi Ayah yang terlihat sedang marah dan kecewa.


"Apa ada masalah Yah ?" tanya Satria ketika Ayahnya sudah kembali bergabung dengan mereka.


"Cuma soal kerjaan tapi udah beres", jawab Ayah menutupi yang sebenarnya.


Ayah tidak ingin suasana liburan mereka menjadi kacau jika Satria tau kebenaran nya. Liburan ini sudah mereka rencanakan sejak sebulan yang lalu, jadi Ayah tidak ingin merusak nya.


Kereta yang akan membawa mereka ke Malang sudah memasuki peron Stasiun Gambir. Bagian informasi memberitahukan bahwa semua penumpang Kereta bisa memduduki kursi masing masing sesuai yang tertera pada tiket.


Mereka segera masuk dan mencari tempat duduknya masing masing. Sisi bersebelahan dengan Satria pada baris ke tiga , di sebrang nya duduk Rama dan Renata. Ayah dan Ibu menempati kursi baris kedua, di depan Rama dan Renata.


Satria dan Rama menyusun koper koper bawaan mereka pada rak bagian atas yang sudah di sediakan. Sisi sangat takjub dengan desain interior kereta yang hampir sama dengan pesawat.


"Bagus banget", ucap Sisi memuji.


Tepat pukul delapan kereta bergerak meninggalkan Stasiun Gambir. Awalnya melaju dengan kecepatan sedang, kemudian makin lama semakin bertambah kecepatan laju nya. Sisi sangat menikmati.


"Perjalanan kita berapa lama ?" tanya Sisi.


"Kurang lebih sembilan jam", jawab Satria.


"Sore kita sampai di Malang", ucap Satria.


"Aku ga sabar", ucap Sisi tersenyum.


Satria merasa hati nya meleleh setiap melihat senyum manis dan tulus yang selalu diberikan Sisi pada nya.

__ADS_1


"Kalau senyum yang begini cukup untuk aku aja ya ke laki laki lain jangan", ujar Satria posesif.


Sisi hanya tertawa merespon ucapan Satria.


Ini perjalanan pertama Sisi dan Satria dalam waktu tempuh yang lama. Biasanya mereka pergi naik pesawat, sebentar sudah sampai. Atau pun jika pakai jalur darat hanya sampai Bandung, waktu tempuh di perjalanan pun tidak selama ini.


Tiba waktu nya makan siang, pramugari kereta mengantar kan makan siang mereka lengkap dengan minum dan pencuci mulut nya. Ibu sudah memesan tadi dari Restoran Kereta.


"Setelah ke Malang nanti liburan berikut nya Ayah ingin mengajak kalian naik kereta wisata ke Karimun Jawa", ucap Ayah pada Ibu.


"Wah anak anak pasti suka, apalagi Sisi, karena Ibu lihat Sisi yang paling bersemangat sekali ingin melakukan perjalanan dengan Kereta", jawab Ibu.


"Iya Bu, perjalanan berikut nya dengan Kereta wisata, Sisi pasti makin suka", Ayah melanjutkan.


"Mudah mudahan kita sehat sehat terus", ucap Ibu


"Aminnn..", jawab Ayah dan Ibu bersamaan.


Sisi sempat tertidur di perjalanan. Pemandangan kanan kiri yang indah serta udara di kereta yang sejuk, membuat Sisi tertidur.


Satria sempat mengabadikan pose Sisi saat tidur dan saat Sisi takjub melihat pemandangan di luar kereta dalam perjalanan mereka.


Sementara itu, Rama dan Renata menyibukkan diri dengan gadget mereka selama di perjalanan. Renata sempat melakukan live di instagram bersama Rama. Ketika Renata juga tertidur seperti Sisi, Rama menyibukkan diri dengan main game.


Ayah dan Ibu sesekali tetap memantau pekerjaan mereka selama perjalanan. Ibu menanyakan tentang hal yang membuat Ayah marah pada Eyang saat masih di stasiun tadi pagi. Ayah berjanji akan membahas nya nanti saat sudah sampai di hotel, supaya anak anak tidak mendengar.


Sore hari ketika jarum jam menunjukkan pukul lima, mereka tiba di Malang. Sisi dan Renata yang sudah bangun sejak satu jam yang lalu merasa senang akhirnya mereka sampai juga di Malang. Kota yang sudah lama Sisi impikan untuk dia datangi.


Mereka bergerak menuju pintu keluar, di ikuti oleh dua orang potter stasiun yang mendorong troli berisi koper koper mereka.


Di pintu keluar, seorang supir yang ditugaskan dari Hotel tempat mereka menginap sudah berdiri membawa selember kertas bertuliskan "Satria & Kel, Jakarta".


Mereka langsung menghampiri seorang pria berusia sekitar empat puluhan yang memegang tulisan tadi. Ayah bersalamam dengan pria tersebut yang merupakan supir yang sudah di tunjuk oleh pihak Hotel untuk mengantar dan menjemput mereka kemana pun selama lima hari di Malang nanti.


"Perkenalkan Pak, nama saya Bagus", ucap supir tersebut sambil menunduk sopan pada Ayah.


"Saya dengan Arya", jawab Ayah memperkenalkan diri.


"Dan ini istri saya, Ibu Dewi serta anak laki laki saya yaitu Satria dan Rama serta kedua putri saya yang bernama Sisi dan Renata", lanjut Ayah memperkenalkan semua nya pada supir hotel.


Mereka mengikuti pak Bagus menuju mobil, dua orang porter yang membawa barang barang juga mengikuti dari belakang.

__ADS_1


Barang barang selesai di susun pak Bagus di bagasi mobil dengan dibantu oleh dua orang porter yang tadi membawakan barang.


Segera Pak Bagus mengemudikan mobil menuju Hotel tempat mereka akan menginap selama lima hari di Malang.


Jambuluwuk hotel adalah tempat yang mereka pilih untuk menginap di Malang pada liburan kali ini.


Mobil memasuki kawasan hotel. Sisi terpesona dengan suasana hotel yang menyejukkan mata dan meneduhkan hati.


Sembilan jam perjalanan membuat Sisi sudah sangat tidak sabar ingin merebahkan tubuh nya diatas kasur. Renata dan yang lain pun merasakan hal yang sama dengan Sisi.


Mereka bersemangat menuju kamar masing masing. Ibu menyerahkan kunci kamar mereka setelah melakukan proses check in.


Ibu dan Ayah menempati satu kamar superior di lantai dua dengan satu ranjang ukuran double. Sementara Satria dan Rama serta Sisi dan Renata menempati masing masing kamar deluxe di lantai tiga dengan dua ranjang single untuk masing masing kamar.


"Alhamdulillah sampai dengan selamat di Malang", ucap Sisi ketika mendaratkan badan nya diatas kasur.


"Jangan tidur, udah mau magrib", Renata mengingatkan.


"Iya ga tidur kok cuma rebahan aja", jawab Sisi.


Di kamar yang berhadapan dengan kamar Sisi dan Renata adalah kamar Satria dan Rama. Kedua nya pun langsung merebahkan badan diatas kasur masing masing.


Sejenak mereka beristirahat sebelum nanti keluar untuk makan malam selepas magrib.


^^readers jangan lupa dukungan nya ya, like vote dan komen^^


Kereta Argo anggrek



Hotel Jambuluwuk Malang



Kamar Ibu dan Ayah



Kamar Sisi dan Renata juga Satria dan Rama


__ADS_1


__ADS_2