Sisi, Jodoh Yang Tertunda

Sisi, Jodoh Yang Tertunda
Tempat tinggal baru


__ADS_3

"Nanti aku temenin ya cari kost an nya", Renata membuka percakapan saat dia dan Sisi sedang makan siang di kantin.


"Memang nya kamu ga ada jadwal les hari ini ?" tanya Sisi, karena tidak ingin mengganggu jadwal Renata.


"Ga ada kok, hari ini aku kosong karena guru privat aku hari ini lagi ada urusan", jawab Renata.


Sisi tersenyum mengangguk tanda setuju. Sisi senang bisa ditemani Rena jadi dia tidak akan kebingungan nanti menentukan pilihan tempat tinggal nya.


"Maaf mba ini ada titipan sop buah untuk mba", tiba tiba seorang petugas kantin meletakkan sop buah di atas meja di hadapan Sisi.


"Dari siapa ya mas ?" tanya Sisi


"Waduh saya ga tau namanya mba" ,


"yang jelas seorang cowo yang keren mba", goda mas mas petugas kantin.


Sisi mengucapkan terima kasih sambil tersenyum menerima pemberian itu walaupun dia belum tau itu dari siapa.


"Cieee punya pengagum rahasia nih", goda Renata.


"Apa siiihhhh, ga ahh biasa aja, lagipula ga ada nama pengirimnya", jawab Sisi sambil memperhatikan kotak sop buah di tangan nya.


Tiba tiba hp di saku baju Sisi bergetar tanda sebuah pesan masuk, Sisi langsung mengambil hp nya dari saku baju.


Satria


di makan ya sop buah nya, aku yang bawa untuk kamu.


Sisi


makasih banyak. lain kali ga perlu repot repot begini.


Satria


itu sop buah buatan ibu ku


Sisi


sampaikan ucapan makasih ke ibu mu


Satria


sampaikan sendiri secara langsung ke ibu


Sisi


cara nya ?


Satria


nanti jika bertemu dengan ibu


Sisi


😁


Satria


manis


Sisi


apa nya ?


Satria


senyum kamu 😊

__ADS_1


Sisi


terima kasih


"Ehem..ehem..serius banget", Renata berdehem karena Sisi sangat asik dengan hp nya dan seperti nya lupa jika ada Renata di samping nya.


"Ah maaf, bales chat", jawab sisi gelagapan.


"Muka nya kok merah gitu kayak lagi ketangkap basah", goda Renata.


"Cie cie sepertinya ada sesuatu yang mencurigakan nih", Renata semakin menggoda Sisi.


Renata tertawa senang melihat wajah Sisi yang memerah karena malu.


Dari sudut kantin di seberang Sisi duduk, ada sepasang mata yang terus memperhatikan. Pemilik mata itu adalah Satria. Suasana hati nya sedang tidak bisa dijelaskan dengan kata kata. Dia melihat jelas Sisi tersipu malu saat di goda oleh teman nya dan entah mengapa melihat hal itu menimbulkan rasa bahagia dalam diri Satria.


"Apa ini yang dinamakan jatuh cinta, hanya dengan melihat nya saja aku sudah sangat bahagia", gumam Satria dalam hati.


Sepulang sekolah, Sisi dan Renata berjalan keluar masuk gang mencari kost an untuk Sisi. Mereka mencari yang dekat dengan sekolah sesuai permintaan Sisi.


"Harusnya kamu mau aja Si tinggal di rumah aku, orang tua ku kan lebih sering di luar kota mengurus perusahaan mereka, Mas Rendra juga lebih sering di apartment nya". Renata masih berusaha membujuk Sisi.


"Aku ga mau merepotkan kamu, Kita kan bisa ketemu tiap hari di sekolah, sesekali aku akan menginap di rumah mu jika kamu butuh teman", Sisi meyakinkan Renata kalau dia tetap ingin tinggal di kost an saja.


"Bener ya, janji kan ?" Renata meminta kepastian Sisi.


"Iya janji", jawab Sisi sambil tersenyum.


Kedua sabahat itu berpelukan sejenak lalu melanjutkan perjalanan mencari kost an.


Sudah tiga rumah yang mereka datangi tapi belum ada yang cocok bagi Sisi. Tiba tiba langkah Sisi berhenti di depan sebuah gerbang rumah dua lantai bercat ungu. Terdapat tulisan, terima kost khusus putri. Sisi tertarik ingin melihat.


"Semoga kali ini cocok", ucap Sisi pada Renata.


Mereka menekan bel dan tidak lama gerbang dibuka. Penjaga rumah mempersilahkan mereka masuk, lalu mereka diantar ke kamar yang disewakan.


Ruangan yang cukup besar dengan kamar mandi di dalam, sudah ada tempat tidur, lemari, tv, meja, kipas angin dan ada kompor juga serta beberapa alat masak dan alat makan. Ternyata uang sewanya tidak terlalu mahal dan Sisi menyukai tempat itu.


"Pindah nya besok aja ya, malam ini nginep di rumah aku lagi aja dlu", ucap Renata.


Sisi mengangguk tanda setuju. Mereka berdua meninggalkan rumah kost itu setelah menerima kunci dari sang penjaga kost.


Keesokan hari nya setelah makan siang, Sisi membawa koper dan tas baju nya ke rumah kost nya. Renata mengantarkan Sisi dan membantu Sisi merapikan kamar kost nya.


"Kamu ga apa apa pakai kipas angin ?" tanya Renata pada Sisi.


"Ga apa apa kok", jawab Sisi sambil tersenyum. Sisi tidak ingin Renata merasa khawatir jika Sisi tidak nyaman karena tidak ada AC.


"Kalau ada apa apa dan butuh sesuatu, kamu cerita ya jangan simpan sendiri", ucap Renata pada Sisi.


Dia sangat tidak tega melihat Sisi harus tinggal sendiri sekarang, terusir dari rumah orang tua nya.


"Rena tenang aja ya, aku bisa jaga diri dengan baik kok, aku juga masih punya tabungan dari sisa beasiswa dan dari gaji les privat. Ada juga perhiasan yang selama ini di belikan orang tua ku semasa mereka hidup, aku menyimpan nya dengan baik, tidak diketahui oleh bibi dan anak anak nya jadi mereka tidak mengambilnya kemarin".


Sisi meyakinkan sahabat nya itu bahwa dia akan baik baik saja menjalani semua nya.


Mereka berpelukan. Ada bulir air mata menetes di pipi masing masing. Tiba tiba hp Sisi bergetar dan dia melihat pesan masuk dari Satria.


Satria


jangan lupa sore ini jadwal aku tanding


Sisi


apa boleh kalau lain waktu aja aku nonton nya ?


Satria

__ADS_1


ini pertandingan penting buat aku, ku mohon dengan sangat


Sisi


hmm..sebenarnya aku sangat lelah hari ini


Satria


😐


Sisi


maaf ya , lain kali aku usahakan


Satria


ya , maaf aku sudah ganggu. istirahatlah


Sisi


makasih untuk pengertian nya


"Chat sama siapa Si, serius banget kayaknya", Renata mengagetkan Sisi.


"Hmmm..ini sama temen, dia minta aku untuk nonton pertadingan nya sore ini", jawab Sisi dengan malu malu.


"Apa aku kenal orang nya ? " selidik Renata.


Sisi tersenyum malu, "kenal mungkin"..jawab Sisi


"Siapa Si, jadi penasaran ?", Renata semakin menyelidik.


Sisi memberikan hp nya pada Renata dan menyuruh Renata membaca sendiri chat nya dengan Satria.


"Wowwwww astaga"...Renata berteriak girang saat membaca pesan pesan dari Satria.


"Jangan berisik, ga enak sama sebelah", ucap Sisi sambil menutup mulut Renata supaya tidak berteriak lagi.


"Satria suka sama kamu, aku yakin banget dia pasti suka sama kamu". Renata menari nari di dalam kamar Sisi menggoda teman nya itu.


"Aku ga nyangka ternyata cowok cool seperti Satria diam diam suka sama kamu", ucap Renata pada Sisi masih sambil menari nari.


"Jangan asal ngomong ah Ren, itu chat biasa biasa aja, ga ada kata kata kalau dia suka sama aku di chat itu", sanggah Sisi.


"Aduh Sisi payah banget sih, masa ga paham sama sinyal sinyal yang Satria kirim", jawab Renata sambil berteriak gemas pada Sisi.


"Kalau Satria ga punya rasa suka sama kamu, ngapain coba dia sampe memohon minta kamu dateng ke pertandingan dia", Renata masih kekeh dengan pendapat nya.


"Mungkin karena dia belum terlalu kenal sama temen temen yang lain", sanggah Sisi.


"Ga mau tau pokoknya kamu harus dateng ke tempat itu, aku temenin yuk sekalian pengen cuci mata sama cowok cowok cakep disana", Renata mencoba merayu Sisi supaya mau dateng.


Sisi hanya bisa geleng geleng melihat aksi Rena yang membujuknya sambil mengedip ngedipkan mata dan tangan di depan dada sambil memohon pada Sisi.







^^readers yang baik hati jangan lupa ya untuk kasih vote dan like nya buat karya pertama author pemula ini. maaf masih banyak kekurangan tapi akan selalu berusaha memperbaiki.


^^terima kasih banyak sebelumnya pada readers^^😚

__ADS_1


Kost Sisi



__ADS_2