Sisi, Jodoh Yang Tertunda

Sisi, Jodoh Yang Tertunda
Menuju Sarjana


__ADS_3

Enam bulan sudah lamanya Sisi tinggal bersama kedua orang tua Satria. Ayah dan Ibu mencurahkan kasih sayang berlimpah pada Sisi. Mereka merasa anak perempuan mereka kembali. Begitupun Sisi yang merasa kembali memiliki orang tua lengkap.


Sisi dan Satria sama sama sibuk menyelesaikan tugas akhir mereka. Kedua nya sama sama lekas ingin lulus dan meraih gelar sarjana. Impian menikah di usia muda sudah tertanam dalam pikiran Satria sejak dia mengenal Sisi sewaktu masih di SMA.


Selama enam bulan terakhir ini Satria hanya beberapa kali saja pulang ke Jakarta. Karena Sisi sudah tinggal dengan orang tua nya, dia tidak perlu merasa khawatir tentang Sisi sehingga Satria benar benar fokus pada tugas akhirnya.


Sisi sudah lebih dulu dinyatakan lulus, hanya tinggal menunggu hari wisuda saja. Sisi lulus dengan nilai yang sangat memuaskan. Ayah, Ibu dan Renata datang memberi semangat pada Sisi ketika menjalankan sidang tugas akhirnya. Satria tidak bisa hadir karena ada jadwal penting bertemu dosen pembimbing nya pada hari itu.


Besok adalah giliran Satria yang akan mempertanggung jawabkan tugas akhirnya di hadapan para dosen nya. Sisi ingin memberi kejutan pada Satria, dia akan datang ke kampus Satria besok. Ayah dan Ibu Satria sudah berangkat tadi pagi ke Jogja. Sengaja Sisi tidak datang bersama Ayah dan Ibu supaya Satria mengira Sisi benar tidak bisa hadir.


Sore ini Sisi dan Renata menyusul ke Jogja. Mereka sengaja menginap di hotel. Sisi sudah menyiapkan surprise nya di sebuah restoran. Renata membantu Sisi mengatur segalanya.


Ayah dan Ibu Satria pun terlibat dalam hal kejutan ini.


Satria merasa ada yang kurang ketika Sisi benar benar tidak hadir bersama kedua orang tua nya. Padahal tadi nya dia berharap tiba tiba Sisi datang ke Jogja bersama kedua orang tua nya tapi ternyata dia salah. Dia menghabiskan makan malam nya dengan tidak bersemangat. Dia merindukan Sisi.


"Kamu sakit Nak ? " Ibu pura pura bertanya kesehatan Satria padahal Ibu nya paham mengapa Satria terlihat seperti itu.


"Ga bu, cuma kepikiran aja besok mau sidang", jawab Satria menutupi rasa gundah nya karena Sisi.


Satria pamit untuk ke kamar nya setelah makan malam selesai. Rama ikut menyusul Kaka nya. Sementara itu Mila sedang tidak ada di rumah. Sore tadi dia pamit pada Eyang karena ada acara ulang tahun teman nya. Kini tinggal Ayah, Ibi serta Eyang yang duduk di ruang keluarga.


"Jadi kapan kalian akan bersilaturahmi dengan keluarga Mila ? " tanya Eyang.


"Sudah aku katakan pada Ibu bahwa Satria tidak mencintai Mila, dia hanya mencintai Sisi", jawab Ayah tegas.


"Kalian benar benar berani menentangku, hah ? " Eyang mulai emosi.


"Maaf Bu, demi kebahagiaan anak anak ku, terpaksa kali ini aku tidak bisa mengikuti kemauan Ibu", Ayah minta maaf.


Eyang meninggalkan ruang keluarga dengan penuh emosi. Dalam hati nya semakin tidak menyukai Sisi. Sebenarnya bukan karena Sisi anak yatim piatu atau pun dari keluarga biasa saja, tetapi karena Eyang sudah berjanji pada orang tua Mila akan menjodohkan cucu nya dengan Mila.


Eyang merasa Sisi adalah penghalang sehingga dia tidak menyukai Sisi sejak tau bahwa gadis itu yang dicintai oleh cucu nya.


Ibu menenangkan Ayah supaya tidak menjadi akak durhaka pada Eyang. Walau bagaimanapun, Eyang adalah wanita yang sudah melahirkan Ayah jadi harus tetap di hormati meski ketika dalam kondisi yang tidak sepaham dengan Eyang.

__ADS_1


"Besok malam kita langsung pulang ke Jakarta, bawa anak anak sekalian" perintah Ayah.


"Tapi Rama kan masih dalam tahap menyusun tugas akhirnya", Ibu mengingatkan bahwa masih ada Rama yang belum bisa lulus bersamaan dengan Satria.


"Soal Rama bisa diatur, nanti carikan kost yang dekat kampus nya atau kalau dia ada perlu bertemu dosen nya dia bisa menginap di hotel saja"' jawab Ayah.


"Ya sudah terserah Ayah saja". Ibu menarik selimut dan mulai memejamkan matanya supaya besok bisa tampil segar di hari penentu masa depan anaknya.


*************


Sehabis shalat subuh Satria mendengar HP nya berbunyi, tanda pesan masuk yang ternyata adalah dari Sisi.


Sisi,


pagi sayang, semoga hari ini berjalan lancar dan nilai nya memuaskan. Aku doakan dari jauh🥰


Satria tersenyum membaca pesan dari Sisi. "Tapi aku akan lebih bahagia jika kamu ada di sini", batin nya.


Segera dia membalas pesan Sisi tersebut.


Satria,


aku gugup


Sisi,


berdoa sebelum masuk ruangan nanti, jangan lupa minta restu Ayah, Ibu, Eyang dan Rama juga


Satria,


iya sayang..🥰🥰🥰


Sisi menyimpan HP nya dan segera menuju kamar mandi. Selesai mandi, dia membangunkan Renata. Pagi ini mereka sarapan di kamar hotel karena sedang malas menuju restoran hotel. Pelayan mengantarkan sarapan yang mereka pesan. Sisi mengucapkan terima kasih dan memberikan selembar lima puluh ribu rupiah sebagai tips pada pelayan tersebut yang disambut dengan sangat bahagia oleh sang pelayan.


Sisi adalah gadis yang sangat menghargai orang lain dan selalu berterima kasih pada siapa pun tanpa memandang pekerjaan, jabatan, penampilan serta materi. Karena hal itu, Sisi banyak di kagumi dan di sayang orang orang yang mengenal nya.

__ADS_1


Pukul delapan Satria dan kedua orang tua nya serta Rama dan juga Eyang berangkat menuju kampusnya. Eyang berkali kali menelpon Mila sejak tadi malam tetapi HP nya tidak aktif. Eyang ingin menjagak Mila supaya mendapat simpatik dari anak' menantu dan cucunya tapi sepertinya rencananya kali ini gagal karena Mila tidak bisa di hubungi.


"Kalau Mila datang langsung suruh susul ke kampus", pesan Eyang pada asisten rumah tangga nya


"Baik Eyang", jawab sang asisten.


"Dasar gadis bodoh", rutuk Eyang dalam hati nya.


Sisi dan Renata juga sudah berangkat menuju kampus ketika Ibu mengirimkan pesan pada Sisi bahwa mereka sudah menuju kampus.


Tiga puluh menit kemudian, Satria dan keluarga nya sampai. Dia memarkir mobilnya di tempat biasa. Dia semakin gugup dan juga merasa kurang bersemangat karena tidak adanya Sisi diantara mereka.


"Satriaa"...sebuah suara yang sudah sangat Satria hafal terdengar memanggil namanya ketika dirinya hendak melangkah menuju ruang sidang.


Segera Satria berbalik badan untuk memastikan.


Ternyata benar yang dia dengar. Sisi berdiri dengan jarak sekitar 200 meter dari Satria.


Langsung saja Satria berlari menghampiri dan memeluk Sisi dengan hangat. Rasa gundah dan gugup yang dia rasakan sejak kemarin hilang berganti rasa bahagia yang tak bisa di lukiskan ketika melihat Sisi.


"Kata nya ga bisa kesini", Satria manyun karena merasa Sisi mengerjai nya.


"Kejutan", ucap Sisi sambil tertawa.


Sisi menghampiri orang tua Satria dan Eyang. Sisi menyalami dan mencium tangan mereka ber tiga.


Satria menggengam tangan Sisi erat berjalan menuju ruang sidang.


Pintu masih tertutup. Sidang tugas akhir tersebut akan dimulai setengah jam lagi. Mereka menunggu di ruang tunggu yang sudah disiapkan.


Kini Satria tampak bersemangat setelah ada nya Sisi di samping nya. Eyang memperhatikan cucu nya dan juga Sisi. Eyang sangat paham bahwa cucu nya memang terlihat sangat bahagia dengan Sisi tetapi ego nya berkata lain, dia tetap menginginkan Satria bersama Mila.


*************


^^kira kira Eyang akan merestui Satria dengan Sisi ga ya ?^^

__ADS_1


^^readers mohon dukungan nya ya, ditunggu vote like dan komentarnya..terima kasih banyak..^^😚😚😚


__ADS_2