Sisi, Jodoh Yang Tertunda

Sisi, Jodoh Yang Tertunda
Gadis pilihan Eyang


__ADS_3

Pagi pagi sekali sekitar pukul 05.00 telepon di rumah Satria berdering. Ibu Satria menjawab panggilan tersebut. Ternyata dari Eyang Putri atau Nenek Satria yang menetap di Solo.


Eyang Putri memberitahukan bahwa hari ini akan ada Cucu dari sahabatnya yang akan bertamu ke rumah Satria dan akan menginap selama satu minggu.


"Nama gadis itu Mila", ucap Eyang pada Ibu Satria.


"Baik Bu, nanti akan ku suruh Satria dan Rama menjemput ke Bandara", jawab Ibu Satria.


Ayah, Satria dan Rama sudah berkumpul di meja makan. Ibu menyusul setelah semua menu sarapan yang di siapkan oleh Bibi tertata di meja makan.


"Tadi Eyang telepon , dia meminta kalian menjemput cucu dari sahabatnya di Bandara nanti siang", ucap Ibu pada Satria dan Rama saat menyendokkan nasi goreng untuk Ayah.


"Emang dari mana orang nya dan mau kemana ?" Rama bertanya.


"Dari Surakarta dan ingin menginap di sini selama satu minggu katanya ada keperluan di Jakarta", jawab Ibu menjelaskan sesuai dengan informasi yang di dapat dari Eyang.


"Perempuan atau laki laki yang mau di jemput Bu ?" Satria bertanya.


"Perempuan, namanya Mila", jelas Ibu lebih lanjut.


Sejak pulang liburan dari Bandung, Satria dan Sisi lebih terbuka dengan hubungan mereka ketika di sekolah.


Mereka mulai tampak bersama saat tiba di sekolah, jam istirahat serta jam pulang sekolah selalu sama sama.


Ada banyak pasang mata yang iri melihat Sisi, gadis yang sederhana dan biasa biasa saja bisa dekat dengan laki laki tampan dan dari keluarga berada seperti Satria. Banyak gadis gadis di sekolah Sisi yang penasaran dengan sosok Satria.


Sama hal nya dengan Satria, bagi para kaum adam Sisi juga menjadi sosok gadis yang membuat mereka penasaran.


Tidak cantik seperti super model atau selebriti papan atas tetapi Sisi memiliki wajah Indonesia asli yang menarik dan sangat manis. Mata dan senyum yang indah membuat Sisi banyak di idolakan kaum adam.


Tidak sedikit kaum adam yang juga ingin mengenal Sisi lebih dekat, salah satu nya Bara sang Ketua OSIS yang masih menanti saat tiba waktu nya Sisi dan Satria tidak pacaran lagi.


"Nanti aku mau ke bandara, Eyang minta untuk jemput tamu dari Solo, kamu mau ikut ga ?" tanya Satria pada Sisi.


"Ga usah ya, aku lagi kurang enak badan mau istirahat aja", jawab Sisi.


"Ya udah nanti aku anter pulang dulu ya", ucap Satria sambil mengusap lembut kepala Sisi.


"Besok kita belajar bareng ya buat persiapan ujian", Satria mengajak Sisi belajar bersama.


"Iya", jawab Sisi hanya mengangguk pelan.


Sisi sedang kedatangan tamu bulanan sehingga membuat kondisi nya kurang fit dan tidak bersemangat beraktifitas, dia hanya ingin cepat cepat ada diatas kasurnya untuk istirahat.


Bel berbunyi panjang sebanyak dua kali, tanda jam sekolah sudah usai. Siswa siswi berlomba lomba ingin segera keluar dari kelas.


Ada yang langsung menuju gerbang keluar karena sudah ingin cepat sampai di rumah, ada juga yang langsung menuju kantin untuk makan atau hanya sekedar minum dan berkumpul dengan teman teman nya.


"Ke bandara nya sendiri ?" tanya Sisi pada Satria ketika mereka sudah sampai di depan gerbang kostan Sisi.


"Berdua sama Rama", jawab Satria.


"Ya udah hati hati ya bawa mobil nya", Sisi mengingatkan Satria.


"Istirahat ya sayang", ucap Satria sambil kembali mengusap lembut puncak kepala Sisi.


"Iya", Sisi pun mengangguk pelan sambil tersenyum.


Satria segera melajukan mobilnya ke sekolah Rama terlebih dahulu baru setelah itu dia dan adiknya itu akan ke Bandara sesuai perintah Eyang nya.


Sisi hendak meraih bantal ketika tiba tiba HP nya bergetar. Panggilan masuk dari Ibu Satria.


"Assalamualaikum Sisi sayang", ucap Ibu Satria di telepon.


"Waalaikumsalam Ibu", jawab Sisi.


"Sisi lagi bareng Satria ga sayang ?" tanya Ibu


"Sisi sudah di kost Bu, Satria tadi katanya mau ke bandara", jelas Sisi.


"Oh ya sudah sayang kalau dia udah ke Bandara, HP nya di hubungin ga di jawab, Ibu takutnya dia lupa", jelas Ibu Satria.


"Mungkin karena sedang nyetir Bu", jawab Sisi


"Iya sayang, ya udah Ibu tutup dulu ya, bye Sisi sayang", Ibu Satria mengakhiri sambungan telepon.


Sisi mulai merebahkan badan nya di kasur, berharap mata nya bisa segera terpejam karena dia sedang merasa sangat lelah. Tidak butuh waktu lama untuk Sisi tertidur.

__ADS_1


Dibandara,


Rama memegang selembar kertas ukuran A4 bertuliskan nama Mila. Dia dan Satria berdiri di depan tempat penjemputan penumpang penerbangan domestik.


Mereka belum pernah bertemu dengan Mila sebelumnya sehingga mereka membuat kertas itu untuk memudahkan menemukan Mila diantara banyak nya penumpang yang menuju titik penjemputan.


Tiba tiba Satria merasakan HP di dalam saku celana nya bergetar, ada panggilan dari nomor yang tidak di kenal.


"Halo, ini aku Mila, aku sudah menunggu di depan cafetaria", ucap suara di sebrang sana yang ternyata adalah Mila.


Eyang sengaja memberikan nomor HP Satria pada Mila supaya mereka mulai berkomunikasi.


"Ohh begitu, baiklah saya akan kesana", jawab Satria sambil memutuskan sambungan telepon dan mengajak Rama segera menemui Mila di depan cafetaria.


Eyang sengaja mengatur semua nya. Dia dan sahabat nya punya rencana khusus terhadap cucu cucu mereka. Mila sebenarnya tidak ada keperluan penting di Jakarta, tetapi Eyang sengaja mengatur supaya Mila ke Jakarta dan bisa berkenalan dengan Satria.


Tanpa diketahui oleh Satria dan orang tua nya, Eyang ingin menjodohkan Mila dengan Satria.


Eyang pernah menunjukkan foto kedua cucunya kepada keluarga Mila dan saat itu Mila menjatuhkan pilihan pada Satria.


Dan tanpa Eyang tau, Satria pun telah menjatuhkan hati nya pada Sisi.


Akankah Satria mampu memperjuangkan cintanya atau kah harus menuruti permintaan Eyang nya ?


Waktu terasa bergerak begitu lama bagi Satria. Jalan tol pun seperti nya sedang tidak berpihak pada Satria, karena pada jalur menuju rumah mereka kali ini jalanan cukup padat.


Satria sudah ingin segera menemui Sisi. Dia mengkhawatirkan Sisi karena sudah 10 kali dia mengirim pesan tapi tidak satu pun yang di jawab oleh Sisi. Hal ini membuat Satria semakin khawatir terlebih karena Sisi sedang kurang sehat.


Mila memperhatikan Satria yang sedang gelisah di tengah tengah kemacetan jalan. Terlihat sekali dari wajah Satria bahwa pikiran nya saat ini sedang berada jauh dari tempat mereka berada.


Mila sangat ingin tau apa yang mengganggu pikiran Satria tapi dia tidak enak jika harus bertanya langsung pada Satria. Mila mengawasi Satria melalui kaca spion, berharap Satria mengucapkan sesuatu untuk menjawab rasa ingin tahu nya tetapi Satria hanya diam saja, Mila semakin penasaran.


Setelah hampir tiga jam, akhirnya mereka sampai di rumah. Satria tidak ikut turun, dia langsung pergi lagi dengan mobilnya, hanya Rama dan Mila yang turun. Mila semakin penasaran.


Satria mengirim pesan pada Ibu nya supaya Ibu tidak mencarinya.


Satria


Bu, aku izin ke rumah Sisi dulu. Tadi pulang sekolah dia ga enak badan , dan 10 chat aku belum di jawab, aku mau cek kondisi nya dulu


Ibu


Satria


Iya pasti Bu


Di kost Sisi,


Pintu kamar Sisi di ketuk lima kali oleh penjaga kost. Dengan kepala yang sedikit pusing Sisi berjalan menuju pintu.


"Ada yang cari mba Sisi di bawah", ucap penjaga kost.


"Siapa mang ?" tanya Sisi


"Biasa lah si ganteng", jawab penjaga kost sambil menggoda Sisi.


"Bilangin tunggu dulu ya mang, saya bersih bersih dulu sebentar", ucap Sisi.


Sepuluh menit berlalu dan Sisi segera menemui Satria di depan gerbang kost.


"Kamu baik baik aja ? " tanya Satria begitu Sisi menghampirinya.


'Iya, aku ga apa apa kok tadi ketiduran lama banget", jelas Sisi


"Sepuluh pesan aku ga ada yang di jawab sama sekali jadi aku khawatir", ucap Satria masih dengan ekspresi yang sangat mengkhawatirkan Sisi.


"Maaf ya karena ketiduran pules banget jadi aku ga tau ada chat dari kamu", Sisi menjelaskan kenapa dia belum menjawab pesan pesan dari Satria.


"Aku ga marah, yang penting kamu baik baik aja sekarang aku udah tenang", jawab Satria sambil tersenyum.


"Ini buat kamu, tadi aku mampir di supermarket dulu", jelas Satria sambil menyerahkan paper bag berisi buah , roti, susu dan vitamin kepada Sisi.


"Mestinya kamu ga perlu repot repot begini", ucap Sisi.


"Makasih ya buat semua perhatian kamu ke aku", Sisi melanjutkan ucapan nya sambil tersenyum manis.


"Sudah menjadi kewajiban aku untuk memperhatikan orang yang aku sayang", Satria menanggapi ucapan terima kasih Sisi sambil mengacak rambut Sisi gemas.

__ADS_1


Mereka mengobrol sebentar di depan gerbang kost Sisi. Waktu hampir magrib ketika Satria pamit pulang. Sisi segera masuk setelah mobil Satria berbelok dan tidak terlihat lagi.


Selesai mandi dan shalat magrib, Sisi memakan buah dan roti yang tadi dbelikan oleh Satria.


Setengah jam kemudian, tiba tiba pintu kamar Sisi di ketuk. Sisi membuka pintu dan ternyata penjaga kost yang datang membawakan sebuah paper bag berwarna merah.


"Apa ini mang ?" tanya Sisi pada penjaga kost nya itu.


"Kata nya makanan mba Sisi, yang anter driver ojek online", jelas si mamang penjaga kost.


"Saya permisi dulu mba", pamit nya pada Sisi setelah menyerahkan paper bag tadi


"Terima kasih ya mang", ucap Sisi.


HP nya bergetar ketika Sisi akan melihat isi paper bag merah nya. Satria mengirim pesan.


Satria


selamat menikmati makan malam nya sayang, makan yang banyak ya supaya cepat sehat, itu masakan Ibu khusus untuk kamu sayang.


Sisi


aku udah sehat karena obat yang paling ampuh nya tadi udah ada 😊


Satria


hmm..mulai bisa merayu ya sekarang


Sisi


ga 😋


Satria


setelah lulus SMA kita nikah ya, aku ga bisa jauh jauh dari kamu


Sisi


mulai ngaco😂


udah ya aku mau makan dulu


Satria


aku serius.


selamat makan sayang. love u😘


Sisi mengakhiri percakapan nya dengan Satria dan segera menyantap makan malam yang di kirim Satria lewat ojek online tadi.


"Kalau bicara suka asal", gerutu Sisi dalam hati.


" Lulus sekolah mau menikah, memang nya nanti anak istrinya mau di kasih makan pakai ijazah", Sisi tertawa dan gemas sendiri mengingat kata kata Satria lewat chat tadi.


Sementara itu di rumah Satria tidak seperti biasanya yang saat jam makan malam hanya ada empat orang kini bertambah satu karena kehadiran Mila yang akan menetap disana selama satu minggu ke depan.


Satria tidak banyak bicara pada Mila, hanya menjawab seperlunya jika Mila bertanya. Sikap nya sangat dingin, sama seperti ketika berhadapan dengan gadis lain.


Satria hanya bisa hangat pada tiga orang wanita, Ibu nya, Sisi dan Renata yang sudah dia anggap seperti adik sendiri sejak kecil. Tiga wanita yang dia anggap penting dan menjadi bagian hidupnya.


Usia Satria dengan Renata dan Rama hanya terpaut satu tahun, tetapi dia yang memiliki sifat paling dewasa, karena itu baginya Rama dan Renata akan selalu menjadi adik kecilnya sampai kapan pun.


Sementara Sisi lebih muda 2 tahun dari Satria, karena dia anak yang cerdas Sisi mendapat kesempatan menyelesaikan pendidikan sekolah dasarnya hanya 5 tahun dan sekolah menengah pertamanya hanya 2 tahun saja.


Hal ini membuat Sisi akhirnya masuk di sekolah menengah atas pada tahun yang sama dengan Satria dan Renata serta Rama.


Selesai makan malam Mila segera pamit ke kamar nya. Dia segera menelepon Eyang Satria dan menceritakan sikap Satria yang sangat dingin pada Mila.


"Tenang saja, Eyang sangat mengenal cucu Eyang dan akan Eyang buktikan bahwa Satria nanti tidak akan bisa menolakmu", ucap Eyang di sebrang sana meyakinkan Mila yang ragu apakah Satria nanti nya mau menerima perjodohan mereka.


Mila yang sudah menyukai Satria sejak awal melihat dari foto, dia tidak mau jika mereka batal berjodoh. Dia sudah sangat terobsesi pada Satria.


Gadis yang manja dan selalu mendapatkan apa yang dia mau, sehingga Mila sangat ingin mendapatkan Satria dan tidak ingin menerima penolakan.


Mila tersenyum penuh kemenangan saat mengetahui bahwa Eyang berpihak pada nya dan Eyang akan membuat Satria tidak bisa menolak perjodohan ini.


^^jangan lupa like dan vote nya para readers yang baik hati^^

__ADS_1


^^terima kasih banyak^^😘😘


__ADS_2