
Pagi nya Sisi terbangun dengan suasana hati yang sangat baik. Jam di meja kamar Sisi menunjukkan pukul lima pagi. Sisi segera beranjak ke kamar mandi, membersihkan diri dan bersiap shalat subuh.
Selesai shalat, Sisi mengecek HP nya yang tadi bergetar saat dia sedang shalat.
Pesan masuk dari Satria.
Satria
pagi sayang, udah bangun ?
Sisi
udah, baru selesai shalat
Satria
nanti siang bisa temenin futsal di Kelapa Gading ?
Sisi
bisa, tapi aku ada kelas privat dulu sampai jam setengah dua belas, sore nya setengah empat ada lagi sampai setengah enam.
Satria
iya ga apa apa, nanti aku jemput di tempat ngajar
Sisi
oke..see u
Satria
see u love 😘
Sisi meletakkan HP nya dan kelur kamar ingin membeli nasi uduk untuk sarapan.
Hari ini jadwal Sisi cukup padat. Ada tiga kelas privat hari ini.
Jam 07.30 sampai 09.30 kelas privat untuk dua murid nya usia SD, Kaka berAdik yang satu kelas 4 dan satu nya kelas 6.
Lalu di jam 10.00 sampai 11.30 Sisi mengajar seorang siswi kelas 2 SMP.
Dan sore hari pun Sisi ada kelas privat di Jam 15.30 sampai jam 17.30 untuk dua orang Kaka berAdik siswa SMP kelas 1 dan kelas 3.
Dan besok pun di jam yang sama, Sisi juga ada kelas privat dengan siswa dan siswi yang sama pula.
Sisi tidak mengetahui kalau Satria akan ke Jakarta jadi dia tidak mengosongkan jadwal nya di akhir pekan.
Biasanya jika Satria memberi kabar akan pulang, maka Sisi mengosongkan jadwal nya di akhir pekan supaya bisa menemani Satria.
__ADS_1
"Maaf ya jadwal aku weekend ini padat, karena aku ga tau kalau kamu mau pulang weekend ini", ucap Sisi ketika Satria menjemput nya selesai mengajar di kelas ke dua hari ini.
"Iya ga apa apa kan aku sengaja ga kasih tau, karena tujuan utama aku kan ngerayain ulang tahun kamu dan minta kepastian tentang masa depan kita", jawab Satria sambil tersenyum.
"Nanti selesai futsal aku anter ke tempat ngajar yang sore ya terus aku jemput lagi kalau udah selesai", ucap Satria.
"Makasih ya sayang", jawab Sisi sambil tersenyum lembut pada Satria. Senyum yang selalu berhasil membuat detak jantung Satria tidak beraturan.
"Oh iya sayang, denger denger kata nya Bara satu kampus ya sama kamu ?" Satria tiba tiba teringat informasi soal Bara yang Renata sampaikan beberapa waktu lalu di sela sela perjalanan nya menuju tempat futsal.
Sisi tidak perlu bertanya lagi dari mana satria dapat informasi, sudah pasti Renata lah yang memberitahukan.
"Renata bilang sih iya, tapi aku belum pernah ketemu mungkin karena kita beda fakultas", jawab Sisi.
"Kalau nanti nya ketemu jangan mau kalau di deketin lagi", ucap Satria dengan nada dan ekspresi cemburu.
"Iya tenang aja, aku tau harus bersikap bagaimana sama Kak Bara", jawab Sisi meyakinkan Satria.
"Apalagi sekarang sudah ada ini diantara kita", lanjut Sisi sambil menunjukkan cincin pemberian Satria tadi malam yang terpasang di jari manis nya.
"Makasih sayang udah mau menjaga hati kamu buat aku," ucap Satria sambil mengusap lembut puncak kepala Sisi.
"Sama sama", jawab Sisi kembali tersenyum. Senyum yang selau Satria rindukan dan mampu meluluhkan hati Satria.
Tidak bisa Sisi pungkiri kalau saat ini dia merasa sangat bahagia. "Seandainya kedua orang tua ku masih ada pasti rasa bahagia ini semakin lengkap", batin Sisi.
"Besok siang kita mampir ke makam orang tua kamu ya sayang", tiba tiba Satria mengajak Sisi mengunjungi makam orang tua nya.
Karena itu Satria mengajak Sisi berkunjung ke makam orang tua nya besok siang.
"Makasih ya sayang, kamu memang paling mengerti aku tanpa aku harus mengatakan keinginan ku", ucap Sisi sambil tersenyum hangat pada Satria.
"Kamu bahagia ga sama aku ?" tanya Satria
'Tentu aja sayang, aku sangat bahagia ada kamu dan keluargamu yang sayang sama aku", jawab Sisi.
"Aku pasti akan memperjuangkan kamu sayang, apapun hambatan nya pasti akan aku lewati", batin Satria sambil menatap Sisi cukup lama dalam diam.
Yang di tatap kembali merasa kesulitan dalam mengatur debaran jantung nya.
"Ehem..kita udah sampai yuk turun", Sisi berusaha melepaskan diri dari tatapan maut Satria yang selalu membuat nya sulit bernafas.
"Ah iya, maaf lupa, hehe"..jawab Satria salah tingkah karena ketauan menatap Sisi tanpa berkedip.
Sisi dan Satria menghampiri Rama dan Renata yang sudah tiba di tempat futsal lebih dulu.
"Habis futsal nonton yuk di MKG", ajak Renata.
"Nonton nya ambil yang jam 7 aja atau jam 8, Sisi ada kelas privat lagi setengah 4 sampai setengah 6:, jelas Satria.
__ADS_1
"Okelah sip", jawab Renata dan Rama serempak.
Lima belas menit berlalu, teman teman yang lain sudah berdatangan, Satria dan Rama serta teman teman nya memulai permainan. Mereka sudah menyewa lapangan futsal selama dua jam.
Sisi duduk di kursi penonton dengan Renata. Dia memperhatikan Satria , menatap dengan lekat tanpa berkedip.
"Aku sangat beruntung mendapatkan cinta laki laki sebaik Satria", batin Sisi.
"Aku bahagia dan semoga bahagia ini selamanya sampai akhir hayat ku", doa Sisi di dalam hati nya.
"Semoga Satria adalah jodoh ku yang telah engkau tetapkan Tuhan%, kembali Sisi berdoa dalam hati nya.
"Hey natap nya begitu banget, Satria nya ga akan lari dan ga akan ada yang ambil", goda Renata mengagetkan Sisi.
"Apa si, biasa aja tau", jawab Sisi tersipu malu karena ketauan oleh Renata sedang menatap Satria sudah cukup lama tanpa berpaling sedikitpun.
"Tu pipi nya merah merah gitu, ketauan kan, haha", Renata semakin menggoda Sisi.
"Aku bahagia dan merasa beruntung banget karena Tuhan menghadirkan Satria dalam hidupku", ucap Sisi pada Renata.
"Aku ikut bahagia kalau kamu bahagia", jawab Renata sambil memeluk Sisi.
"Makasih Rena sayang", ucap Sisi tulus.
"Bahas apa si kayaknya serius banget", tiba tiba suara Satria mengagetkan Sisi dan Renata.
"Bahas kamu sayang, kata Rena kamu gemukan" , jawab Sisi mengerjai Satria.
"Emang iya Ren ?" tanya Satria pada Renata
"Iya banget, hahahha"..jawab Renata mendukung Sisi mengerjai Satria.
"Harus ngurangin makan ini mah", jawab Satria dengan mimik wajah cemberut.
Sisi dan Renata serempak tertawa senang karena berhasil mengerjai Satria.
"Kalian ngerjain aku", ucap Satria setelah menyadari Sisi dan Renata hanya ingin mengerjai dirinya.
"Mulai yaa iseng sama aku", Satria mencubit kedua pipi Sisi dengan gemas.
Sisi mengaduh kesakitan dan meminta maaf pada Satria.
Satria akan memaafkan dengan syarat besok Sisi membuatkan nasi goreng untuk dirinya. Dia kangen nasi goreng buatan Sisi.
"Iya iya besok aku buatin nasi goreng spesial khusus buat kamu ya", jawab Sisi dengan ekspresi menggemaskan.
"Jangan pasang wajah kayak gitu kalau ga mau aku cubit lagi pipi nya", jawab Satria.
Sisi langsung cemberut ketika Satria mengatakan akan mencubit lagi pipi nya.
__ADS_1
Dan mereka tertawa bersama melihat ekspresi Sisi.
^^minta like dan vote ya ya readers supaya author tambah semangat nulisnya, makasih banyak^^😚😚😚