
Setelah kedua orang tua nya dan Farizz kembali ke rumah, Satria segera mengajak Sisi menuju kamar mereka yang sudah di siapkan oleh pihak hotel.
Satria menggengam tangan Sisi erat, seolah Sisi akan kabur jika tidak dia genggam. Aura bahagia tampak terpancar dari wajah kedua nya. Aura yang belum pernah terlihat selama ini dari mereka berdua.
"Akhirnya kita bisa melewati semua rintangan dalam hubungan kita selama ini, dan sekarang kamu sudah sah menjadi milikku seutuhnya", ucap Satria ketika sudah sampai di kamar pengantin mereka.
Sisi tersenyum merespon ucapan Satria. Sebutir air mata lolos begitu saja di pipi Sisi. Dia bahagia karena akhirnya menikah dengan Satria dan akan melewati hari hari nya serta menua bersama satu satu nya laki laki yang selama ini dia cintai dengan sepenuh hati dan segenap jiwa nya.
Satria yang melihat Sisi menangis segera menghapus air mata itu dengan ujung jari nya dan memeluk Sisi hangat. Satria berharap pelukan nya ini bisa membuat Sisi merasa tenang dan nyaman.
Kedua nya segera membersihkan diri dan sudah tidak sabar untuk segera istirahat. Satria dan Sisi sama sama merasa sudah sangat lelah. Mereka sepakat untuk melewati malam pertama mereka hanya dengan tidur berpelukan, menyalurkan kehangatan satu sama lain.
"Akan ada malam malam berikutnya yang akan selalu indah jika bersama kamu", ucap Sisi tersenyum menggoda.
"Mulai nakal ya, sudah belajar untuk menggoda suami nya", Satria mencubit gemas hidung Sisi.
__ADS_1
"Aku tidak pernah belajar untuk menggodamu", bantah Sisi tertawa.
Sisi mulai mencoba untuk memejamkan matanya karena dia merasa sudah sangat lelah. Satria masih menatap wanita di hadapan nya, dalam pelukan nya. Wanita yang kini sudah sah menjadi istrinya, menjadi milik nya.
Perlahan mata Sisi mulai terpejam dan tidak butuh waktu lama untuk Sisi bisa terlelap. Satria ikut menyusul Sisi, berusaha memejamkan mata dalam keadaan memeluk wanita yang kini adalah istrinya.
Esok hari..
Pagi pagi sekali Sisi sudah terbangun. Dia tersenyum ketika melihat ada Satria yang masih tertidur pulas di samping nya. Di kecup nya sekilas bibir suami nya itu dan dia segera menuju kamar mandi untuk membersihkan badan.
Dengan gerakan cepat Satria segera turun dari tempat tidur dan menuju kamar mandi. Pintu kamar mandi tidak terkunci, dengan mudah nya Satria masuk ke dalam.
Tampak dari belakang Sisi sedang menikmati kucuran air dari shower yang dia nyalakan. Satria mulai tidak bisa menahan hasratnya ketika melihat istrinya dalam keadaan polos seperti itu.
Tanpa permisi, segera Satria menghampiri istrinya. Satria memeluk Sisi dari belakang. Dan hal itu membuat Sisi diam terpaku di tempa nya.
__ADS_1
Satria mulai mengerilyakan tangan nya ke bagian tubuh Sisi. Bibirnya mencumbu leher jenjang istrinya dengan lembut. Tangan Satria mulai menjelajah bagian tubuh istrinya di mulai dari kedua bukit kembar Sisi yang kenyal dan padat.
Sisi hanya bisa diam merasakan setiap sentuhan Satria pada tubuhnya. Aliran aliran hangat seperti tersengat listrik, mulai di rasakan oleh Sisi.
Meski sudah pernah merasakan sentuhan sentuhan Satria, tetap saja yang kali ini dirasakan berbeda oleh Sisi.
Kedua nya saling menyentuh dan merespon dengan hangat dan lama lama menjadi saling menuntut. Segala yang seharusnya mereka lakukan tadi malam, pagi ini mereka tuntaskan di mulai dari kamar mandi.
Satria membawa istrinya menuju tempat tidur untuk melakukan penyatuan dan menikmati apa yang seharusnya sudah menjadi hak nya.
Sisi menyerahkan mahkota nya dengan ikhlas kepada laki laki yang dia cintai sudah sejak usia remaja. Kini mereka sudah sah saling memiliki satu sama lain.
Satria melakukan nya berkali kali dan Sisi pun menikmati hal itu. Cukup lama mereka tertidur kembali setelah melakukan pergulatan hebat selama sekitar dua jam.
Matahari sudah sangat naik, ketika Sisi dan Satria kembali terbangun. Dengan terseok seok Sisi berjalan menuju kamar mandi. Satria yang tidak tega melihat istrinya, dengan sigap segera menggendong Sisi menuju kamar mandi.
__ADS_1
Selesai mandi bersama, Satria memesan makanan dari hotel. Siang ini mereka memutuskan untuk makan di kamar saja karena Sisi belum terlalu bisa berjalan dengan baik baik saja.