
Bugh!
Sebuah tendang melesat ke arah kepala Rein. Namun, dengan cepat Rein menangkis kaki dawin yang hendak menendang nya. Berdiri dan melihat ke arah dawin, Terlihat mata Rein memandang tajam ke arah wajah dawin. "Tunggu, apa kamu punya aplikasi GO-PAY?" tanya Rein.
"Heeh?, punya memang kenapa?" tanya Dawin.
"Aku masih punya 7.000 di aplikasi GO-PAY, aku bayar sisanya" ucap Rein yakin.
"Oh.. baiklah, cepat lakukan pembayaran, dan Nina akan jadi milikmu beserta rumahnya" berkata dawin yang kemudian membuka satu persatu aplikasi.
Nooot! Nooot!
[BCA MOBILE: Anda menerima Tranfer Dari Rein Rumble sejumlah 100.000.000]
Nooot! Nooot!
[ GO-PAY : anda menerus sejumlah uang 5.000 dari Rein Ganteng]
Meraih Sisa uang di lantai sejumlah 45.000 ribu rupiah, kemudian Rein menaruh uang tersebut di telapak tangan Dawin. "Lunas ya.." berkata Rein tersenyum.
"Haha , senang berbisnis dengan mu. Baiklah, sekarang Nina jadi milik mu, Kamu memang pemuda dengan selera tinggi,huahahaha!" berkata Dawin yang menepuk-nepuk pundak Rein dan kemudian menyuruh anak buahnya pergi meninggalkan rumah Bu Nina.
Terlepas dari jeratan hutang, Bu Nina dan Rein bernafas lega. Memperhatikan dawin dan anak buahnya pergi meninggalkan rumah dari balik jendela, Rein tersenyum. "Haah, baru kali ini aku mengeluarkan banyak uang, mungkin aku harus berterimakasih pada author yang sudah membantu ku" ucap Rein yang melihat ke arah Bu Nina yang masih terikat. Berjalan perlahan melepaskan ikatan tali di tubuh bu nina. Rein terkejut dengan tangan Bu Nina yang meraih lehernya.
"Terimakasih Rein... aku pasti akan mengembalikan Semua nya."
"Hehehe, tidak perlu.. Ini semua bukan bantuan ku semata" ucap Rein tak ingin menyinggung Author nya.
"Tidak apa, aku sangat senang.. Aku dengar kamu sedang mencari tentang tinggal?" tanya Bu nina yang belum melepaskan tangannya dari leher Rein. Sambil terus merangkul leher Rein, saat ini Bu nina memerah wajahnya. "Maaf.. aku terlalu senang.."
Memerah wajahnya, Rein jelas melihat bentuk dada Bu nina yang hanya memakai setelan bikini. Sambil merasakan dorongan kuat, Rein terjatuh dari kasur Bu nina. "Yaah.. dia sadar.." berkata Rein dalam hati melihat Bu nina meraih selimutnya.
"Maaf maaf Rein..!" ucap Bu nina merasakan malu di lihat mata Rein.
"Lupakan apa yang terjadi, tapi Bu nina tidak perlu khawatir mereka kembali. Aku mau pergi" berkata Rein yang kemudian bangkit dan mencoba meninggal kamar Bu nina. Namun, sebuah tarikan tangan menghentikannya.
"Tunggu Rein, kamu tidak punya tempat tinggal kan.. Bagaimana... Bagaimana.. jika Malam ini kamu menginap di sini.. Bukan.. bukan maksud ku.. kamu bisa tidur di kamar tamu untuk sementara, bukan kah kamu tidak punya tempat tinggal sekarang?" ucap Bu nina panjang lebar.
"Tapi.." berkata Rein yang juga bingung, Karena bagaimana pun keluarga pamannya menolak Rein sesaat sesudah mencoba untuk menghubungi mereka. "Bagaimana ya?."
"Aku masih takut. Rein.." berkata Bu nina merona wajahnya.
__ADS_1
"Bisa pakai baju mu terlebih dahulu, ini membuat ku sedikit tertantang" ucap Rein melihat dada Bu nina.
Beberapa menit kemudian...
Saat ini Rein Sedang duduk di ruang tamu rumah Bu nina, sambil menyesap susu vanilla hangat. Rein melihat Bu nina yang tampak berbeda dari biasanya. Dengan balutan pakaian santai dengan rok pendek bunga bunga, Tampak Bu nina yang duduk di depan Rein. "Jadi, apa kamu mau tinggal di sini?. Anggap saja ucapan terimakasih, sementara kamu bisa kembali mencari tempat tinggal" ucap Bu nina yang terus menawarkan.
Setelah berkonsultasi dengan author, Rein hanya mengangguk paham. "Ya, untuk sementara mungkin aku bisa. Lagi pula, aku juga harus memastikan mereka tidak kembali" ucap Rein sedikit ragu ragu sambil menggaruk pelipisnya.
Leinera Heart Gadis Blonde
"Tenang saja, kita akan berangkat masing-masing. Lagi pula universitas sans Diego tidak terlalu jauh dari sini" berkata Bu nina yang sudah membuat kesepakatan dengan Rein.
Melihat paha Bu nina yang terlihat jelas, Rein sedikit tertegun. "Apa benar aku bisa tahan.." berkata Rein yang kemudian menerima notifikasi dari author nya.
Ping!
[Rein, bagaimana..?] tanya author melalui whatsapp.
Ping!
Ping!
[Bagus, karena beberapa hari kemudian, kamu akan menerima kejutan, selama kamu menurut. Aku akan buat kisahmu lebih panjang dan menantang dan tentunya bertele-tele] balas author mengirim emoji senyum dengan mata Cinta.
Ping!
[Thor, aku mau tanya?!] ketik Rein di whatsapp.
Ping!
[Apa?, katakan. Mumpung aku sedang semangat!] balas author dengan tanda tanya.
Ping!
[Mengenai uang yang kamu kirim, itu dapat dari mana?] tanya Rein penasaran dengan banyak Emoticon senyum.
Ping!
[Hanya menulis 100 juta di naskah, apa ada masalah?] tanya author.
__ADS_1
Ping!
[Tidak, aku hanya penasaran saja, oke untuk selanjutnya aku percaya padamu] balas Rein yang melihat author mengirim emoticon tanda jempol.
Mengakhiri chat nya, saat ini Rein berdiri. "Baiklah, mungkin aku Terima tawaran anda Bu nina. Tapi apa anda yakin??" tanya Rein menelan liurnya. Dan Bagaimana pun, Rein belum pernah mendapatkan sesuatu yang menggoda selama hidupnya. Sampai akhir nya dia bisa berhubungan baik dengan author penulis kisahnya.
"Em, Tidak masalah. Aku bebas, Rein.. Lagi pula tidak ada salah nya membantu mahasiswa ku" berkata Bu nina yang berdiri dan mengantarkan Rein ke arah kamarnya.
Berjalan pelan di belakang Bu nina, sambil merasakan aroma wangi sampho. Rein mendengus pelan. " Hem, dia mandi wajib kali ya.. hihihi " ucap Rein dalam hati sambil melihat lekukan tubuh Bu nina yang jelas menggoda.
Krek!
Membuka kamar Untuk Rein, saat ini Bu Nina mempersilahkan Rein untuk masuk. " Ini adalah kamar adikku yang sedang berada di luar Negeri. Sampai dia kembali kamu bisa memakai kamar ini. Karena aku lupa belum memperbaiki kamar tamu. " berkata Bu nina yang kemudian menyerahkan kunci duplikat rumah nya. " Aku akan belanja untuk makan malam, jadi silakan pakai apapun yang ada disini. "
" baik, Terimakasih Bu " berkata Rein yang kemudian membuka jendela kamar adik Bu nina. " Hem, ternyata Kamar perempuan. . aku baru tahu jika Bu nina punya adik.. Lalu dimana orang tuanya? . "
Merebahkan tubuh di kasur, Rein kembali mengutak atik smartphonenya. Mengirim pesan pada Fara, Rein kemudian memejamkan mata. " Hah, akhirnya aku bisa tidur.. baru kali ini aku merasakan kasur yang empuk... " Sambil menunggu balasan, Rein mendengar suara notif dari Line.
Ping!
" Rein, kamu ada acara malam ini? " tanya Fara yang membalas pesan Rein .
Ping!
" Tidak , kenapa kamu lama sekali balasnya? " tanya Rein
Ping!
" eh.. maaf.. aku tadi sedang mandi.. apa kamu mau menonton film? " Tanya Fara.
Ping!
" Tidak, aku tidak punya uang untuk sekarang " berkata Rein jujur, karena uang simpanannya sudah ludes untuk makan pagi.
Ping!
" aku traktir.. " balas Fara.
Ping!
" Jangan , aku kan lelaki, akan aku kabari lagi, sampai jumpa. . " balas Rein menutup pesan.
__ADS_1