Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author

Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author
Bab 17. Menyelamatkan


__ADS_3

Rein memutuskan untuk pergi,karena tak mendapatkan balasan Mii chat dari Fara,dan karena khawatir terjadi sesuatu. Saat ini Rein langsung pergi,karena bagaimana pun Fara merupakan perempuan pertama yang deket dengannya. Hanya saja,walaupun Rein ingin sekali memiliki hubungan dengan Fara. Jadi ada hal yang tidak bisa dikatakan Rein secara terbuka.


Pukul 10:45


Tiba di kediaman Fara,Rein mencoba untuk bersikap sopan mencoba datang dengan cara normal. Menekan bel di depan gerbang Rumah Fara,Terlihat Rein menunggu. Tapi,Rein langsung tercengang melihat sosok Ayahnya Fara yang datang dengan penuh amarah yang meluap. Sambil berjalan ke arah Gerbang,sosok Dany melihat Rein dengan tatapan tajam. "Mau apa kamu!" Galak Dany membentak.


"Om,Fara ada?" tanya Rein menatap tajam ke arah dany.


"Oh,apakah kamu yang temannya?" tanya Dany mencoba untuk melihat,apakah Rein tahu tentang Fara yang sekarang tidak ada di rumah.


"Ya,kami teman kuliah. Apakah aku bisa bertemu dengan Fara? ada mata kuliah yang ingin aku tanyakan." Ucap Rein spontan ketika melihat ekspresi Dany yang terlihat seperti orang khawatir.


Dan Dany berpikir mungkin Rein tahu kemana Fara pergi,hanya mencoba untuk bersikap baik. Dany kemudian menyuruh Rein untuk masuk ke dalam rumah. Sambil berbicara,baru Rein tahu ternyata Fara pergi dari Rumah. Bahkan saat ini,Rein mendengar suara tangisan ibunya yang sedang memegang surat Dari Fara.


"Hah,anak ini sungguh tidak bisa diajak kerja sama. Nak,Rein kalau kamu bertemu Fara tolong katakan dan suruh dia pulang" ucap Istri Dany yang bernama Nuriya. Sambil menerima kembali surat dari Fara yang di baca Rein,terlihat Nuriya meminta Rein membantunya.


"Sudah Bu,perjodohan tidak dapat dibatalkan. Aku sudah berjanji pada Supri bahwa akan menikahkan Fara dengan agus." Ucap Dany yang tidak bisa berbuat apapun saat ini.

__ADS_1


"Kalau sampai pernikahan ini batal,mungkin beberapa aset perusahaan kita akan lenyap.Terlebih supri sudah memberikan beberapa aset pada kita."


"Kamu memang ayah yang tidak berperasaan,biarkan Fara memilih masa depannya. Bagaimana pun dia anak satu-satunya." Keluh Nuriya yang kembali menangis.


Setelah penjelasan panjang lebar,Rein memutuskan untuk pergi. Dan melihat kedua orang tua Fara,saat ini Rein berpikir kembali. "Mungkin tadi ayah Fara sedang bingung,jadi dia membentak ku. Tapi,kenapa Fara harus pergi?." Tanya Rein yang kemudian mencoba untuk mencari Fara,dimana kemungkinan dirinya berada.


Melompat ke berbagai tempat,saat ini Rein melihat jalan yang sepi dan tersentak beberapa saat. Dimana matanya melihat sebuah mobil melaju kencang dan menabrak mobil didepannya. Sebuah kecelakaan lalu-lintas terjadi di daerah dekat pinggir pantai,di jalur mengarah ke kota. Rein yang melihat segera bergegas menuju ke tempat kejadian. Dimana mobil hitam yang menabrak mobil putih langsung melarikan diri. "Sial,Kenapa dia melarikan diri." Ucap Rein merasakan sesuatu seperti akan terjadi. Hanya mendengar suara pip pip di bawah mobil,Rein mencoba untuk berlari ke arah mobil putih yang berhenti sesaat setelah kecelakaan.


Melihat seorang gadis yang mencoba untuk membangunkan seseorang yang sudah tua penuh uban,dan seseorang supir pribadi yang terlihat menerima sebuah luka tusuk di dalam mobil,dengan banyak saos merah yang mengalir. "Tolong,Tolong selamatkan kakekku" Ucap Lirih Gadis berambut hitam dengan Sanggul kecil dan pakaian magenta dengan bunganya seperti habis menghadiri pesta.


Rein yang memang merasakan sesuatu keganjilan dari kecelakaan tersebut,mencoba untuk membantu dua orang yang berada di kursi belakang. " Apa kamu bisa keluar sendiri?, Aku akan bawa kakekmu." Ucap Rein yang berusaha keras mencoba untuk menolong seorang Kakek yang pingsan karena terkejut.


Meletakkan tubuh kakek tersebut di dekat pohon yang jauh dari mobil,saat ini Rein mencoba untuk kembali menjemput seorang supir yang mungkin masih bisa diselamatkan. " Kamu tetap lah disini,aku akan Selamatkan pak supir." Ucap Rein yang hendak bergerak tapi saat dirinya hampir sampai ke arah mobil putih, sebuah ledakan besar terdengar dan membuat mobil putih tersebut langsung terbakar.


"Apa!, Bom!" Teriak Rein yang menengadah tangannya melihat dengan mata kepala sendiri sebuah kejadian aneh yang menimpa supir pribadi. Mencoba untuk menelepon polisi,saat ini Rein tak berani mendekat.


Hanya memiliki sosok gadis muda dengan pakaian anggun pesta,saat ini Rein mencoba untuk membantu kakek tua yang masih belum sadarkan diri. " Kamu minggir lah,Aku akan coba sesuatu." Ucap Rein yang langsung di cegah Oleh Gadis muda tersebut.

__ADS_1


"Mau apa kamu,panggil ambulan" ucap Gadis muda yang juga kehilangan hpnya karena ledakan mobil.


Melihat kakek tersebut seperti tak bisa sadar dalam waktu cepat,dan memungkinkan dirinya bisa saja tewas di tempat. Rein langsung menarik tangan Gadis muda tersebut. "Minggir!, Kakekmu sedang kena serangan jantung. Lihat,jika menunggu Ambulan datang,mungkinkah nyawanya tidak tergolong. Jika kamu sayang dengan kakekmu,lebih baik bantu aku memegang kakinya,Lurus kan." Bentak Rein tahu apa yang harus dilakukan.



Arumi Natasya


"Tapi,hiks..Kakek. Tolong bantu kakekku,dia satu-satunya kakek ku yang masih tersisa." Pinta Gadis muda tersebut melihat Rein seperti sedang memukul dada kakeknya dengan telapak tangan.


Dan hanya dengan tiga kali hentakan,sebuah suara lirih terdengar pelan keluar dari mulut kakek tua tersebut. "Dimana ini?" Tanya Kakek tua yang kemudian dibantu Rein untuk duduk. Sembari memberikan sebotol air mineral yang ada di tas ranselnya. Rein tersenyum.


"Hey,apa kamu tahu siapa yang menabrak mobil kalian?, Aku hanya kebetulan lewat dan melihat mobil hitam tersebut pergi dan tak tahu jika ada bom di bawah mobil kalian. Apakah kalian punya musuh?" Tanya Rein pada gadis muda yang mencoba untuk membantu kakeknya.


Sambil terus menuangkan air ke mulut kakeknya,Gadis muda tersebut melihat ke arah mobil putih yang terbakar. "Keluarga yakel,pasti ini ulah mereka. Mereka adalah keluarga dari paman tiriku. Aku akan membuat perhitungan dengan mereka." ucap Gadis muda tersebut yang bersama Rein mendengar suara mobil polisi dan ambulan.


Sambil ditanya beberapa hal,Rein diminta untuk menjadi saksi kecelakaan. Dan setelah melihat Kakek dan gadis muda tersebut pergi,Rein juga bersiap pergi untuk dimintai keterangan. "Padahal aku cuma saksi kenapa harus ikut ke kantor polisi." Keluh Rein yang masih ingin mencari Fara.

__ADS_1


Hingga beberapa jam kemudian,setelah memberikan keterangan secara menyeluruh. Rein kembali melihat jam di smartphonenya. " Sudah jam 3 sore,aku juga belum menemukan Fara. Apakah pihak keluarga Fara juga sudah meminta pihak polisi untuk mencarinya?, Fara apa yang sebenarnya kamu pikirkan?." Tanya Bara yang saat ini kembali melompat ke atas beberapa bangunan tanpa diketahui semua orang.


Hanya ingin mencari kembali,Terlihat Rein berhenti di perempat menuju ke arah Rumah Bu Nina. Hanya sekilas memandang sebuah mobil taksi yang membawa seseorang sedang di hadang dua orang preman. Saat ini Rein mencoba untuk melihat apa yang akan terjadi. "Akhirnya ada kejahatan,baiklah. Aku akan bantu taksi tersebut." Gumam Rein cukup senang karena akhirnya dia bisa melakukan sesuatu yang lain.Mc pengin iseng doang. Hehehe...


__ADS_2