
Dan tak terjadi apapun di saat makan siang.
Baik Rein dan Arumi mereka berdua kemudian menarik nafas lega. Saling pandang satu sama lain,keduanya kembali mengacuhkan wajah mereka.
Setelah mengantarkan Kakek Orgami ke halaman depan,baik Rein dan Arumi berjalan masing-masing. Dimana Arumi yang tak terlalu peduli dengan beberapa orang yang akan tinggal di Moon house.
"Aku mau ke kamar,Kau urus saja mereka" Ucap Arumi yang memang tak mengenal semua wanita yang dibawa Kakaknya.
"Kau yakin tak ingin lebih mengenal Mereka?, Ku pikir kamu butuh teman" ucap Rein yang memang melihat diantara beberapa wanita yang sedang memberikan hormat pada Kakek Orgami, mereka semua tak ada yang seumuran dengan Arumi.
Hanya melihat dari jauh,pandangan mata Rein kembali tertuju ke arah Dimana Leinera yang sedang berbicara dengan Rurina Rina di dekat mobil mereka. Hanya ingin menyapa kembali teman lama di masa SMA, Rein mencoba untuk menghampiri Leinera.
"Leinera,apa kabar mu?" tanya Rein yang terlihat sangat mengenal dekat dengan Leinera.
Sekilas memandang ke arah Rina,Rein hanya tersenyum.
"Baik,aku sangat Baik Tuan Rein,sudah lama ya" ucap Leinera terlihat sungkan dan Nada bicaranya sedikit kaku.
"Tidak perlu memanggil ku seperti itu,Ketua PMI." Ucap Rein yang memiliki kenangan tersendiri bersama Leinera.
Hanya diam mematung,Rina Rurina mencoba untuk pamit karena harus mengurus beberapa dokumen yang ingin di serahkan ke Ayahnya Leinera. "Kalau begitu aku pamit, aku akan datang lagi besok pagi." Ucap Rurina Rina,yang juga terlihat Sungkan.
"Baiklah, Karena aku sudah membawa semua perlengkapan untuk tinggal di sini,aku juga akan beres-beres sebentar" Ucap Leinera sedikit canggung melihat Rein yang terus menatapnya.
__ADS_1
"Rein, Boleh?"
Tersadar dengan apa yang terjadi dan sempat melamun,Rein hanya mengangguk. "Kalau begitu,apa ada hal yang perlu aku bantu bawakan?" Tanya Rein yang sedari tadi menatap ke arah Rina.
"Tidak,semua sudah di bawa oleh pesuruh Kakek Orgami." ucap Leinera yang ingin segera pergi setelah melambaikan tangan ke arah Rina.
"Baiklah kalau seperti itu, Aku juga mau keluar sebentar beli Rokok" ucap Rein yang jelas ingin tahu,sesuatu tentang Rina. Dimana Rein sendiri ingin tahu kemampuan bertahan diri Rina,yang sempat di lihatnya beberapa hari yang lalu.
Berpisah di halaman depan,Rein hanya berjalan kaki. Dan tidak menggunakan mobil hadiah dari Ibu mertuanya. Walaupun Rein bisa mengemudi,dia ingin tahu Rina dengan beberapa kemampuan yang dimiliki. Sebuah Berkah yang diberikan Author padanya. Walaupun belum tahu kenapa akhir-akhir ini Rein sulit menghubungi author nya,Rein tetap berpikir positif mungkin author nya sedang sakit ataupun memiliki masalah keluarga dan lebih baik tidak mengganggunya dalam beberapa hari kedepan.
Sambil melihat ke beberapa arah,Rein terlihat waspada. Ingin mengikuti kemana Rina pergi,Rein beberapa kali melompat melewati pepohonan. Sambil terus memperhatikan Moon house yang sudah tampak jauh dan hanya ada beberapa rumah lain disekitar Moon house. Rein yang belum mengenal Lingkungan,juga ingin mencoba untuk menelusuri daerah tersebut. Dimana Keesokan harinya,dia juga harus berangkat kuliah. "Sepertinya dia memang mau kembali ke rumah sakit." Ucap Rein yang terus mengikuti Rina.
"Kalau tidak salah,Leinera magang di rumah sakit milik ayahnya."
Mencoba lebih dekat,Rein kemudian turun dan berjalan pelan ke arah Mobil Rina dan bersembunyi di balik Pohon jalan sekitar.
"Haaah, Lebih baik aku bicara lagi dengan Pak Jonatan, Kalau aku tidak mau membantu Leinera." Keluh Rina yang terlihat seperti merasa bersalah.
"Ya,lebih baik jujur saja. Bagaimana pun,aku sudah menyinggung Tuan Rein. Walaupun dia tak memperlihatkan kebencian karena aku sudah membentak dirinya. Tapi,aku juga masih kesal,karena dia memanfaatkan kakakku." Ucap Pelan Rina yang menganggap Rein hanya menumpang Gratis di rumah kakaknya.
"Atau memang benar,mereka punya hubungan aneh? Dimana Dosen mencintai Mahasiswanya?." Berpikir macam-macam tentang beberapa hal yang bisa terjadi,Terlihat Rina sedikit ragu. "Tapi,masa iya. Kakak sudah melakukan hubungan dengan Rein? Selera kakak itu Mentimun ih."
"Aku tak bisa bayangan kan. Kalau Papa dan mama tahu, Iya sih. Kakak memang jomblo,tapi kalau memang mereka punya hubungan. Kenapa kakak mencegah ku saat itu?."
__ADS_1
Terus bergumam dengan dirinya sendiri,Tampak Rina mencoba untuk menghubungi kakaknya. "Ya,kak. Aku cuma mau bertanya. Apa kakak sudah dengar kalau Rein,mahasiswa kakak sudah menikah?." Tanya Rina.
"Eh?, Kakak tidak tahu?"
"Aku juga bertemu dengan teman kakak,siapa namanya aku lupa. Kalau tidak salah dia wanita blonde. Rambut pirang" Jelas Rina yang kembali mendengar beberapa hal.
Sambil menutup telepon,Rina kembali berpikir." Uh,aku tahu pasti bukan kakak yang meminta Rein untuk tinggal,pasti dia sedang mencari mangsa. Bagaimana pun, Mungkin Nona Arumi juga termasuk mangsa besarnya." Tukas Rina yang tak menyangka.
"Kalau tidak,mana mungkin kakak tidak diundang? Ini jelas aneh."
"Baiklah,sudah kuputuskan.Aku akan menyelidiki Rein. Mungkin saja,selain kakak dan Nona Arumi,masih banyak korban yang terpikat rayuannya."
Dan Rein sendiri yang mendengar Rina berbicara sendiri terlihat tercengang dengan pemikiran aneh Rina. "Haish, Otaknya terbuat dari apa sih?." Gumam Rein heran.
Sesaat melihat Rina masuk kembali ke dalam mobil,Rein melihat notifikasi panggilan dari Bu Nina. Sambil terus mengikuti Rina,Rein menjawab beberapa pertanyaan yang terus dilontarkan Bu Nina padanya. "Aku bisa jelaskan, Baik. Aku temui Bu Nina.." Ucap Rein menepuk kepalanya.
Membuat janji bertemu di sebuah cafe dekat dengan Universitas San Diego. Rein yang saat ini melihat Rina sudah masuk ke halaman rumah sakit yang bernama OL Hospitals, terus mencoba untuk mengetahui beberapa hal yang akan dilakukan Rina. "Lebih baik aku bilang pada Leinera untuk tidak memperkerjakan Rina. Wanita ini, pasti akan membuat masalah." Ucap Rein dalam hati.
Masuk ke dalam rumah sakit sambil memakai masker corona berwarna hijau,Rein berjalan pelan dan berhenti sesaat sambil melihat beberapa gerakan yang dilakukan Rina. Dimana dirinya sedang berbicara dengan beberapa perawat yang membicarakan sosok pahlawan yang viral di dalam Snake video.
"Rina, Lihat. Pemuda ini bisa melompat sambil membawa ibu hamil yang mau melahirkan" Ucap seorang perawat yang memperlihatkan Video singkat seseorang.
"Ya,ku dengar Wanita hamil tersebut melahirkan di rumah sakit ini. Bahkan beberapa hari yang lalu,beberapa wartawan datang bersama beberapa polisi. Yang dimana beberapa orang juga membuat Video amatir pemuda tersebut yang menghentikan laju mobil di perempat jalan dekat Toko Roti." Ucap Perawat wanita lain menimpali.
__ADS_1
Tertarik dengan hal tersebut,Rina mencoba untuk memperhatikan beberapa video amatir yang menunjukkan seorang pemuda yang menghentikan laju mobil dengan kakinya dan membawa ibu hamil dengan cara yang tidak wajar. "Mungkin dia alien." Ucap Rina terkekeh tapi penasaran.