Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author

Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author
Bab 23. Moons House


__ADS_3

Meninggalkan Rein sendirian,Anatasya memperlihatkan wajah merona merah. Yang membuat dirinya lebih tampak mempesona dengan balutan kostumnya. Sambil meraih sebuah jubah di tangan suaminya,Anatasya terus membuat gelengan wajah dengan dua buah tangan di bawah dagunya. "Mantuku memang benar-benar hebat" Gumam Anatasya lirih sambil memikirkan sesuatu di dalam kepalanya. "Hem,kekar sekali. Arumi pasti suka."


Sambil terus diperhatikan oleh Randall,seketika Anatasya langsung meraih tangan Randall dan mengajaknya duduk untuk kembali menyaksikan pesta pernikahan Anak mereka. "Sayang kamu kenapa sih?." tanya Randall heran dengan tingkah istrinya.


"Pak su,nanti malam aku diatas ya" ucap Anatasya merangkai kata.


Sambil menggaruk pipinya tidak mengerti,Randall melihat Rein yang sudah duduk bersama Arumi. Sambil mengambil gelas wine hitam,Rein terlihat wajahnya yang juga memerah. "Hah,ku kira aku menyeleweng saat baru punya istri. Hampir saja.." ucap Rein yang kemudian di minta berdiri oleh Orgami.


Sambil membuat ayunan tangan membuat selebrasi,Rein sedikit tahu tata cara pernikahan. Sambil terus melihat wajah semua orang,Rein kembali berbicara. "Panjang Umur Untuk Kakek Orgami!" Ucap Rein meneguk segelas wine hitam.


"Panjang Umur Bos besar Basura!" ucap semua orang yang hadir.


Tiga hari kemudian..


Rein yang sudah meminta izin pada Bu nina untuk pindah,saat ini sudah berada di sebuah Rumah besar yang diberikan oleh Orgami Basura sebagai hadiah pernikahan mereka. Tentunya Rein sendiri tak menyangka bahwa akhirnya dia bisa tinggal di rumah yang lebih luas dan bebas melakukan apapun sesukanya. Dan tanpa memberitahu siapapun bahwa diri sendiri sudah menikah. Baik itu Bu nina dan Bu Griss,Rein tentunya memiliki sesuatu yang tidak boleh diketahui oleh semua orang di Universitas san Diego.


Belum masuk kembali ke Universitas,Dimana Rein juga belum merasakan malam pertamanya karena Arumi sedang masuk siklus bulanan. Dan Rein tahu hal tersebut,dan tidak mungkin menyentuh Arumi. Hanya meminta izin untuk tidak kuliah dalam satu minggu dengan alasan pulang kampung,Rein tentunya tidak ingin menyia-nyiakan kebebasan hidupnya. "Padahal aku belum mau terikat,Ya sudahlah mungkin ini sudah takdir ku." Gumam Rein yang tengah berenang di sebuah kolam besar di belakang rumah.

__ADS_1


"Rumah ini terlalu besar,bisa repot kalau Arumi mengurusnya sendiri. Tapi biarkan saja,Nanti aku sendiri yang mengurus."


Bahkan setelah bergumam beberapa hal, Rein yang saat ini sedang bersantai mendengar suara Arumi memanggilnya." Hey,Mama ingin bertemu dengan mu" Teriak Arumi.


Bukan hanya hari pertama pernikahan,Rein memang tahu beberapa sikap Arumi. Yang sebenarnya tidak menerima pernikahan mereka tapi tetap di sembunyikan di dalam hati. "Ku pikir memang kita belum saling kenal,Apakah lambat laun dia akan memanggilku Beby,Atau Huby?" Tanya Rein naik ke permukaan air dan dengan cepat meraih handuk dan berjalan ke arah kamarnya untuk berganti pakaian setelah selesai membilas tubuhnya.


"Oh ya,benar juga ya. Papa dan Mama mertua belum pernah kesini setelah tiga hari bahkan tak mengantarkan kami. Apa dia mau memberikan kami hadiah?" Gumam Rein yang kemudian berjalan menuju ke ruang Tengah untuk menemui Mertuanya.


Datang seorang diri Sosok Anastasya kembali memerah wajahnya melihat Rein dengan pakaian kaos merah bergambar Manga toon dan celana kasual bermotif senyum di bagian pahanya. Dengan rambut sedikit acak karena lupa belum disisir,dan tidak ingin membuat mama mertuanya menunggu. Rein kemudian berjongkok sambil membuat kecupan di tangan Anastasya sambil mengusap beberapa kali bagian belakang telapak tangannya. "Mama datang sendiri?, Kemana Papa?." Tanya Rein sopan.


"Bangunlah,Papa mertua sedang dinas. Aku kesini untuk memberikan hadiah pernikahan kalian. Bagaimana kalau kita langsung keluar dan melihat hadiah mama." Ucap Anastasya yang menarik tangan Arumi dan Rein.


"Rein,ada titipan juga dari Ayah. Karena kalian pasti akan kerepotan,jadi mama juga membawa titipan Kakek Orgami." Ucap Anastasya memberitahu sebuah hadiah dan titipan dari Orgami.


Sekitar lima Truk box berjajar di halaman luas rumah Besar yang Bernama Moon House. Ada lebih dari 30 Hadiah yang sedang diangkut ke dalam rumah oleh beberapa orang pegawai Toko. Sambil menunjuk ke arah Ranjang Baru,Rein bertanya. "Mama,kami kan sudah punya Ranjang untuk apa Ranjang ini?" tanya Rein tak mengerti.


"Duh,dasar kamu amatir. Mama tunjukkan fungsi Ranjang ini" ucap Anastasya yang kemudian menekan tombol Remote dan memperlihatkan sesuatu. "Ada sekitar lebih dari tiga puluh mode,ada tali yang bisa kamu gunakan untuk mengikat Arumi. Jika dia bandel menolak ajakan genjotan." Sambil mencoba untuk memperagakan terlihat Anastasya tersenyum kecil melihat ke arah Rein.

__ADS_1


"Gluk,bisa gini juga ternyata" ucap Rein melihat Ranjang tersebut bisa naik turun dan membuat beberapa gerakan gelombang.


"Nah,Agar kalian Langgeng,mama dan papa juga sudah membelikan kalian berdua mobil,tapi kayaknya besok diantar karena pengiriman luar negeri." Ucap Anastasya terus menjelaskan beberapa hadiah yang diberikannya untuk Rein dan Arumi.


Sambil melihat jam tangan,Anastasya seperti sedang menunggu seseorang."Lama sekali titipan Ayah,apa macet ya?" Gerutu Anastasya sedikit cemas.


"Ada apa ma?, Bukankah ini juga hadiah dari kakek?" tanya Arumi.


"Iya,sebagian tapi ini lebih dari sekedar titipan. Kalian lihat saja sendiri" Ucap Anastasya yang kemudian melihat sebuah mobil mewah milik Kakek Orgami datang setelah semua Truk Box pergi. " Akhirnya datang juga."


Penasaran dengan apa yang akan diberikan kakeknya,terlihat Arumi dan Rein tercengang melihat dua orang perempuan berbeda umur keluar dari mobil dengan pakaian pelayan. Tapi bukan heran karena ada dua pelayan yang akan membantu mereka,melainkan dua pelayan wanita yang sangat mereka kenal. "Bu Griss??, Fara??." Ucap Rein tertegun melihat keduanya berada di Halaman rumah mereka.


"Mama,tunggu. Bukankah kakek sudah berjanji akan melepaskan Fara sampai dua tahun kelulusannya?, Ini melanggar kesepakatan kami." Ucap Rein tak Terima.


"Aku juga tidak tahu,lebih baik kamu tanyakan saja langsung pada kakek Orgami." Ucap Anastasya yang Kemudian memberikan telepon ke arah Rein.


Sambil membawa beberapa barang bawaan,Baik Griss dan Fara kemudian melambaikan tangan ke arah Mobil mewah yang membawa mereka. Berjalan ke arah Anastasya,mereka berdua memberikan hormat padanya. "Nyonya Muda,kami datang sesuai dengan perintah Tuan Besar." Ucap Griss dan Fara.

__ADS_1


Sambil terus berbicara dengan Sosok Orgami di balik telepon,Rein terus melihat ke arah Fara yang ternyata,dia datang atas kemauan sendiri dan Griss yang ternyata keluarga juga memiliki hutang pada Grup Basura. "Sial, Kenapa harus di Kirim kesini. Kau kan tahu Bu Griss itu dosenku! Kakek tua!." Bentak Rein berani. "Kalau Fara memang berkata seperti itu,baiklah karena dia teman baik ku,Aku akan coba menyuruhnya untuk kembali dan tidak memaksakan diri. Ya,aku paham..Terimakasih Kek."


Sambil menutup telepon,Rein menatap Fara dengan tatapan tajam dan melihat Bu Griss dengan tatapan tak percaya,dimana dan Bagaimana keluarganya bisa memiliki hutang dengan keluarga Basura."Haaah."


__ADS_2