
Beberapa menit kemudian, Tiga Orang saling menatap dan terdiam beberapa saat. Terlihat sepi bagi Rein dan Nina,yang ketahuan tinggal bersama.
Sidang mediasi Di kamar Rein.
Duduk bersama di lantai, saat ini Wajah Rein dan Bu Nina menunduk. Tak ada yang berani melihat Bu Griss, bahkan menatap kakinya. Mereka berdua terlihat seperti tawanan yang tidak bisa lepas dari tuannya yang akan memberikan hukuman. Dan setelah menanyakan beberapa hal,terlihat Griss memiliki sebuah rencana.
"Hem.. lebih baik aku katakan sekarang! " ucap Bu Griss yang sedang memainkan Smartphone dan kemudian menutup panggilannya. "Mulai hari ini aku akan tinggal di sini, mengawasi kalian berdua. Huuh!, sungguh aku tak habis pikir. Kenapa Dosen dan mahasiswa bisa tinggal bersama?!."
"Itu.. itu.. bisa aku jelaskan Griss!" berkata Bu Nina yang panik dengan kesalahpahaman Griss.
"Jelaskan?, tidak perlu. Aku sudah memanggil pelayan rumah ku untuk membawa semua barangku dan mulai hari ini, aku akan tinggal. Atau kalian akan aku laporkan pada Pemilik Universitas Sans Diego?." Berkata Bu Griss mempunyai rencana khusus, Bagaimana pun dia memang sedikit penasaran dengan Rein. Terlebih ketika dia memperhatikan Layar HPnya yang berhasil merekam detik-detik kedatangan Rein. Baik Rein dan bu Nina seperti tampak pasrah dan menghela nafas.
"Dia memang bisa melompat dan terbang" berkata Bu Griss dalam hati. Melihat dan menatap wajah Rein yang lebih tampan dari awal pertama kali masuk Universitas Sans Diego. " Baiklah,untuk sekarang aku tidak akan bertanya apapun lagi " ucap lanjut Griss yang masih mengenakan handuk yang melilit di tubuhnya. Tanpa sengaja Bu Griss yang ingin segera berpakaian, berjalan pelan ke arah kamar mandi dan tanpa sengaja handuknya terkait di knock pintu kamar mandi milik Rein.
"Iyaw!" teriak kecil Griss sambil mengambil handuk yang terlepas dan segera menutup tubuh nya.
Dengan sedikit mata terbelalak, Rein di tutup matanya oleh Nina. "Jangan lihat Rein..!" ucap Bu Nina yang langsung menyuruh Griss untuk bangkit dan pergi. "Cepat pergi, aku tutup mata Rein!."
"Um.. baik.." berkata Griss yang langsung meraih pakaian ganti dan masuk ke kamar mandi.
"Ya, padahal pemandangan bagus.. aku lewat kan" ucap Rein yang langsung di jitak kepalanya oleh Nina.
Pletak!
"Ouh.. ouh.. sakit, Bu!" ucap Rein mengaduh.
Memeluk tubuh Rein dan mendekapnya. Saat ini Nina berbisik di telinga Rein. "Apa kamu benar mau melihat tubuh wanita dewasa Rein?."
__ADS_1
Sedikit merinding karena hembusan angin di telinganya, Rein merasakan bentuk dada Bu Nina yang berada di punggungnya, menempel erat dan lekat. "Um, Bu.. apa yang kamu lakukan?" tanya Rein yang terus di peluk Nina.
"Sudahlah, bagaimana jika kita berenang, akan aku tunjukkan pakaian renang baruku, dengan begitu kamu bisa puas melihat tubuh ku" berkata Nina yang langsung menarik tangan Rein.
Tanpa melawan, Rein yang memang penasaran dengan Bu Nina. Akhirnya dia tetap pergi dan langsung menceburkan diri ke kolam renang di halaman belakang rumah Bu Nina. Sembari menunggu kedatangan Bu Nina, mata Rein melihat ke arah kamarnya. Saling tatap dan pandang, mata Rein dan mata Bu Griss saling berhadapan. "Bu Griss?!,Kenapa dia menatap ku terus?."
Datang perlahan dengan bikini magenta polos dengan tali,terbuka, saat ini Bu Nina memperlihatkan lekuk tubuh indahnya. Dengan rambut di kepang ke belakang, di ikat dengan jepit rambut. Bu Nina sedikit berpose, "Bagaimana Rein?."
Melihat dan memandang Bu Nina, mata Rein seakan ingin keluar. "Sungguh tubuh yang indah dan Ranum.. Gluk.." ucap Rein pelan. Berenang ke tepi kolam, Rein melihat Bu Nina datang ke arah nya.
"Duduk lah.." ucap Bu Nina menepuk lantai pinggir kolam renang.
"Baik.." ucap Rein mengikuti, sambil matanya mencoba untuk menghindari pandang ke tubuh Bu Nina.
Dengan wajah merah, saat ini Bu Nina terlihat malu malu. "Sebenarnya aku malu.. tapi karena hanya ada kamu saja, aku ingin sedikit pamer dengan tubuh ku" berkata Bu Nina yang kemudian menceburkan diri ke kolam dan langsung merih tangan Rein.
"Rein.. apa aku cantik?" tanya Bu Nina.
"Um.. kamu sangat cantik" ucap Rein yang saling menatap, bahkan mata Rein sedikit melirik ke bagian dada Bu Nina yang terlihat mengkal dan ranum.
"Kamu lihat apa Rein?" tanya Bu Nina.
"Tidak, tidak lihat apa apa.." memalingkan wajahnya, Rein kembali melihat jendela kamarnya. "Apa Bu Griss akan tinggal disini?, lebih baik aku pergi."
"Tidak, tidak.. Biar aku nanti yang urus dia. Kamu tetap di sini menemani ku" berkata Bu Nina yang langsung memeluk tubuh Rein.
"Uh.. Bu.. jangan seperti ini. Kita dilihat oleh Bu Griss" berkata Rein yang kemudian melepaskan diri dan berenang ke tepian.
__ADS_1
"Hey, Rein. aku kira bagian tubuh bawahmu selalu berkata jujur " ucap Bu Nina melihat celana renang Rein yang menunjukkan sesuatu yang berdiri tegak.
"Ups... " menutup bagian bawah celana dengan kedua tangannya, Rein kemudian berjalan ke arah kursi Di pinggir Kolam renang. Merebahkan diri dan kemudian tertidur.
Menggeleng kepala, Bu Nina tersenyum. "Bagaimana?" tanya Bu Nina dengan isyarat untuk Griss yang melihat mereka.
"Baiklah, sudah aku putuskan. Aku juga tidak akan kalah" ucap Bu Griss yang membuat acungan jempol ke bawah, membuat sesuatu tantangan pada Bu Nina. Dan ternyata itu adalah permainan mereka berdua.
***
Malam hari..
"Rein, seperti nya kamu akan tinggal di kamar Tamu. Maaf ya.. Bu Griss membuat mu seperti ini" berkata Bu Nina yang membantu Rein berkemas.
"Tak apa Bu, maaf merepotkan" ucap Rein yang kemudian memasuki kamar kecil di lantai bawah.
Sambil membersihkan seluruh ruangan kamar, Rein melihat album foto yang terjatuh. "Eh, apa ini?" Tanya Rein yang duduk dan melihat album foto. Membolak-balikan beberapa kali halaman album foto, Rein Melihat Bu Nina dan Griss di masa muda. "Wow.. mereka tampak cantik, jadi mereka memang sahabat."
Membalikkan halaman album foto kembali, Rein melihat satu orang yang bersama Griss. "Hem, apa ini adik perempuannya yang di bicarakan Bu Nina. Dia tampak berbeda dengan Rambut merahnya. Cantik," gumam Rein yang kemudian menyimpan album foto dan ingin mengembalikan pada Bu Nina.
Berjalan pelan menemui Bu Nina dan Griss yang sedang memasak. Rein melihat keduanya yang akur dan tidak ada lagi pembicaraan tentang kejadian tadi siang. Hanya mengintip dan melihat beberapa saat, Rein tersenyum. "Lebih baik aku kembalikan nanti saja, aku lihat mereka memang sahabat. Aku tak boleh mengganggu mereka," ucap Rein yang duduk di meja makan dan melihat televisi. Menonton berita kebakaran, saat ini Rein melihat kolom live siaran langsung di bagian pojok atas televisi. "Apa.. ini dekat ruko yang biasa aku lewati tadi siang?."
Gugup dengan berita langsung, perlahan Rein berdiri. "Kalau tidak salah, Ruko yang terbakar milik paman evelyn, aku harus pergi untuk mengeceknya "berkata Rein yang langsung pergi dan meninggalkan meja makan. Bergerak cepat, Rein membuka pintu.
Dan disaat yang bersamaan, Bu Nina dan Griss sudah menyelesaikan masakan mereka. "Ayo.. kita makan malam. Kamu pangggil Rein untuk makan" berkata Griss yang melihat album foto di meja makan. "Eh, ini kan album foto renang ku di pantai."
__ADS_1
"Griss, Rein tidak ada dikamar" berkata Bu Nina kembali dan melihat siaran langsung berita.