Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author

Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author
Bab 29. Half Boiled Don't read..


__ADS_3

Sambil meraih smartphone di meja,Terlihat Rein yang sedang merasakan dua permainan tangan di bagian celananya yang sudah terbuka. Dimana Rein terus memperhatikan dua mulut yang bergantian melumuri pisang Rajanya. "Mau bagaimana lagi,sudah terlanjur tapi aku masih ingin Arumi yang mencicipi pisang ku terlebih dahulu. Walaupun sekarang aku bisa melakukannya,ah.." Rintihan Rein mencoba mengirim pesan ke Author.


"Buruan Balas Thor!, Kalau tidak jiwa priaku akan meronta!" Ucap Rein yang terus mencoba mengetik beberapa hal sambil terus merasakan dua lidah yang bermain.


"Nyum!"


"Fara,karena kamu memang menyukai Rein.Kamu dapat giliran pertama" ucap Griss yang saat ini mengambil sebungkus balon tipis yang disimpan di celah Bra miliknya. "Rasa apel,ada juga rasa kesemek."


Sambil melihat Griss yang menunjukkan dua bungkus balon tipis yang belum di buka,Fara heran dengan persiapan Griss." Kau sudah merencanakan ini semua?" tanya Fara Melihat Griss membuka bungkus balon tipis rasa apel.


"Yap,aku cuma ingin memberikan pelajaran berharga untuk Rein. Karena kamu sudah tahu,lebih baik kita lakukan bersama." ucap Griss yang saat ini memasang balon tipis rasa apel ke arah pisang Rein.


"Kalau begitu aku dulu" Pinta Fara.


Sambil kembali merasakan jilatan lidah Fara dan Griss,terlihat Rein mencoba untuk menelepon Seseorang."Mana mata tembus tulangku tidak bekerja lagi!, Kalau seperti ini lebih baik aku Terima saja. Lagian aku bukan Lagi Rein yang dulu,aku bukan seorang pria pemilih." Gumam Rein dalam hati dan meletakkan smartphone di meja dengan begitu banyak pesan meminta tolong.


"Tunggu,aku ingin melakukan sesuatu" ucap Rein yang kemudian meraih Tangan Fara dan Griss. Dimana saat ini,mereka berdua langsung bersandar di bagian dada kanan dan kiri Rein.


"Fara,Griss..Aku ingin mengatakan sesuatu pada kalian,Aku ingin menjadi seorang pria yang mendominasi" ucap Rein yang saat ini langsung menyuruh Fara membuat kecupan bibir dan bergantian dengan Griss. Sambil memainkan lidah dengan liur yang terus menetes di mulut mereka bertiga,Rein yang sudah membuka semua pakaiannya. Kembali tertegun melihat dua wanita yang saat ini sudah memperlihatkan dengan jelas bentuk kemewahannya.


"Uh, Arumi aku minta maaf. Tapi,aku ingin tahu rasanya" ucap Rein membuat keputusan. Dimana saat ini Dia langsung tidur sambil melihat sebuah celah merekah milik Fara. Sambil menjulurkan lidahnya,Rein merasakan aroma wangi.


"Uwa..." Teriak Fara menjerit pelan di susul Griss yang saat ini tidur sambil menelan pisang Rein. Posisi ini terlihat seperti tiga gerbong kereta yang saling terkait satu sama lain.


"Kalau Nina tahu,pasti dia juga mau" ucap Griss memegang dua buah telur terbungkus Rein sambil terus mengurut perlahan pisang Rein dengan mulutnya. "Wah.."


Dan bergantian sampai beberapa jam,Perpindahan posisi dimana Rein saat ini siap melancarkan serangan kepala tombak bagian bawahnya ke arah Sarang lembut Fara. "Fara,kau siap?" tanya Rein.

__ADS_1


Sambil melihat Rein dengan wajah kesamping,Fara mengangguk pelan. "Lakukan Rein.." Pinta Fara melihat Griss yang tersenyum sambil membantu Rein mendorong tubuhnya.


"Lakukan Rein,setelah ini Giliran ku" ucap Griss yang memeluk Tubuh bagian belakang Rein.


Hingga beberapa detik kemudian,Teriakan tiga Orang menggema di dalam kamar Rein.


***


Pagi hari,minggu pagi..


Pukul 08:00 Rein yang sudah mandi kemudian berjalan ke arah ruang makan. Dimana Arumi sudah menunggunya. Sambil melihat Griss dan Fara, Rein duduk dan memperhatikan mereka berdua yang lumayan cukup trampil.


"Griss, ku pikir kamu tak pandai memasak?" Ucap Rein yang melihat Griss menghidangkan beberapa makanan.


" Tuan Rein, Usaha papa dan mamaku,adalah Restoran..Jadi aku sudah terbiasa,melakukan ini." Ucap Griss yang kemudian pamit pergi dan menggandeng Fara keluar.


"Ehem,kalian berdua ikut saja makan" Pinta Arumi yang hanya ingin tahu hubungan mereka berdua dengan Rein.


"Duduk lah,lagian kalau makan bersama lebih baik" Pinta Arumi.


"Ya,kalian berdua duduklah" Ucap Rein.


Sambil terpaksa mengikuti apa yang diinginkan Arumi,baik Griss dan Fara akhirnya duduk bersama mereka berdua. "Jadi,kamu dosen Bahasa,pantas wajahmu seperti seorang dari luar negeri." ucap Arumi melihat ke arah Fara.


"Kau teman sekampus dengan Rein kan? tanya Arumi.


Sambil menundukkan kepala,Terlihat Fara mengangguk pelan. " Benar."

__ADS_1


Sampai beberapa perbincangan,Rein kemudian bangkit dan berjalan pergi." Baiklah, Aku mau pergi " ucap Rein yang langsung dihentikan Arumi.


Berdiri sambil meraih tangan Rein,saat ini Arumi berbisik beberapa hal "Karena besok aku sudah mulai masuk,dan kakek meminta kita bertemu dengannya. Kamu tidak boleh kemana-mana. Hari ini Kakek datang secara khusus,dan ingin membicarakan tentang hubungan kita. Kau tahu apa yang harus kamu katakan?" Cegah Arumi seperti membuat kesepakatan dengan Rein.


"Baiklah,aku mengerti. Aku hanya ingin santai di kolam renang" Ucap Rein meminta sesuatu pada Fara." Buatkan aku kopi dan antar ke halaman belakang."


Sambil berdiri bersama Griss,saat ini Fara tahu akan posisinya. " Baik,aku akan buatkan." ucap Fara yang pernah mencoba untuk membuat kopi.


"Aku bantu kamu" ucap Griss pergi bersama Fara ke arah dapur sambil berkedip ke arah Rein."Bukankah kamu ingin lebih dekat dengan Rein?."


***


Di dapur!


Sambil terus menggoda Fara,terlihat Griss memainkan beberapa kali dada Fara.


"Bagaimana permainan kemarin?, Kalian berdua sungguh menikmatinya bukan?" tanya Griss melihat wajah Fara memerah.


"Em,cuma aku ingin melakukan sendiri dengannya" ucap Fara yang terus di goda Griss." Lalu apa kamu punya tujuan?."


"Rahasia" ucap Griss yang kembali membuat Rutinitas dan merencanakan beberapa hal " Lebih baik aku hubungi Nina,hihi."


Fara yang juga memiliki tujuan,terlihat langsung pergi menemui Rein di halaman belakang. Tapi kembali wajah cemburu Fara yang melihat Arumi sedang berbicara beberapa hal dengan Rein. "Dia lebih cantik dariku,tapi aku lebih unggul darinya. Walaupun hanya pakai balon tipis,Rein pasti menyukai permainan ku." Gerutu Fara yang kemudian meletakkan dua cangkir kopi dan teh ke meja di dekat kursi santai pinggir kolam renang. Dimana saat Rein dan Arumi tersenyum ke arahnya.


Rein yang melihat Fara seperti merasa kesal,hanya diam mengingat posisi Fara saat ini. Sambil berbicara beberapa hal dengan Arumi,Mereka berdua membuat kesepakatan. "Kau paham kan?, Pokoknya Walaupun sekarang kita sudah menikah. Pasti kakek akan terus meminta lebih dari sekedar cicit, Aku masih ingin menikmati masa muda ku." Ucap Arumi sambil menyesap teh.


"Iya,aku paham. Tapi bolehkan,kalau sekedar tidur berdua?" tanya Rein melihat Arumi menyemburkan tehnya.

__ADS_1


"Kau!" ucap Arumi kesal.


Sambil memegang dagu Arumi,terlihat Rein tersenyum." Bagaimana pun,kau sudah jadi milikku." ucap Rein Seraya mendekatkan bibirnya ke arah Arumi.


__ADS_2