Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author

Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author
Bab 12. Simbiosis Mutualisme


__ADS_3

Di lain sisi, di kediaman author dalam dunia yang berbeda. Menerima sejumlah uang dari transfer aplikasi Dana , author tersenyum lebar. "Sudah aku duga ini berhasil.. hahaha.. hahaha.. aku kaya.. haha.. hahaha.." teriak author yang jatuh dari kasurnya saat melompat kegirangan.


Mencoba membeli token listrik seharga Dua juta dari aplikasi Dana. Author tersenyum, "Mungkin aku akan coba lagi nanti, harus pelan pelan.. Bukankah ini disebut untung..tapi aku tak boleh lupa diri, bagaimana pun aku harus melanjutkan tulisan ku" berkata author yang sudah membeli Token listrik dan berjalan ke luar. Melihat Motor lama yang di parkir di teras rumah. "Hem, motor bututku sudah harus di ganti.. mungkin aku akan membuat beberapa akun aplikasi."


Sambil mendownload beberapa aplikasi dari Play Store, saat ini senyum author terlihat. "Hem, aku lapar.." ucap author yang langsung pergi ke Starbucks.


Dengan beberapa uang sisa, saat ini author membeli beberapa barang dari aplikasi Shopee. "Hem, hem.. sebenarnya aneh untuk di ungkapan, apakah uang ini halal atau tidak.. lebih baik main pelan. aku butuh beberapa Rekening, jadi aku harus bekerja sama dengan Rein.." ucap Author yang melihat beberapa motor yang dipajang. "Hem, hem, setelah ini.. aku harus membuat kisah Rein bermanfaat untuk ku.."


***


Dalam dunia Novel Rein.


Melompat tinggi dari atap rumah satu ke atap rumah lainnya,dan beberapa kali melompat ke atas pohon. Dua orang sedang bersenang-senang.


"Aw...!! Rein.. ini tinggi sekali, kita akan jatuh!" teriak ketakutan Fara melihat dengan mata menyipit ke bawah.


"Tidak apa, bukankah ini keren?" berkata Rein yang melompat ke beberapa atap rumah dan pertokoan. Sambil melihat sebuah tempat makan yang ingin di kunjungi, Rein kembali membuat lompatan besar.


Hupp!


"Aduh.. apa ini sebenarnya.. kamu bisa melakukan hal itu.. ini sungguh tidak bisa di percaya, aku harus memberitahu semua. orang.." berkata Fara yang langsung ditutup mulut nya.


"Lebih baik jangan, aku hanya memberi tahu mu seorang yang bisa aku percaya. Ayo.. kita makan" ucap Rein yang memesan beberapa makanan di Restoran.


"Apa kamu yakin.. kita tidak salah tempat.. bukankah ini Restoran mahal.. Tapi jika kamu tidak bisa membayar aku yang akan membayarnya" berkata Fara yang tidak ingin Rein mengalami kesulitan. Dan Bagaimana pun mereka berdua sedang makan di Restoran mewah.


Setelah makan kenyang, Rein yang sudah mendapatkan kiriman uang dari author dengan mudah membayar makanan mereka. "Lihat, kamu tidak perlu khawatir" ucap Rein yang kemudian keluar Restoran dengan perut kenyang.

__ADS_1


Dari dalam lubuk hati Fara saat ini, dia sedikit penasaran dengan Rein. "Aku memang belum kenal Rein terlalu lama , apa dia benar benar memiliki rahasia.." ucap Fara dalam hati.


"Aku akan antar kamu pulang" ucap Rein.


"Tunggu, bagaimana jika kita ke sana? Kali ini aku ingin mentraktir mu sebuah pakaian " berkata Fara menunjuk ke sebuah toko pakaian yang terletak di dekat restoran.


"Hem!, kenapa? apa aku terlalu lusuh?" berkata Rein melihat tampilan lusuh nya.


"Tidak, tidak.. aku tidak bermaksud menyinggung mu.. hanya saja.. Mau kah kamu berkencan dengan ku, lagi pula kamu sudah berjanji ingin nonton bareng kan" berkata Fara sedikit memerah wajahnya.


"Bukankah minggu depan, tapi jika kamu mau.. baiklah" ucap Rein yang kemudian berjalan ke toko pakaian bersama Fara.


Setelah beberapa saat berbelanja, Rein dengan penampilan baru melihat dirinya sendiri. "Benar benar tampan, siapa dia?" gumam Rein menatap cermin.


"Hihi " tawa kecil Fara melihat tingkah laku Rein.


" Eh! apa yang akan kamu lakukan, aku sudah merawat rambut ku" Teriak paksa Rein yang langsung duduk setelah Fara membuat kesepakatan dengan Tukang cukur.


Beberapa menit kemudian, model Rambut Rein berganti sedikit lebih pendek dari sebelumnya, Tampak wajah Rein lebih berkharisma. "Hem, siapa lagi pria ini?" Tanya Rein melihat cermin.


"Hihihi" tawa kecil Fara melihat Rein.


Setelah beberapa saat berjalan, mereka tiba di taman dekat Kampus Sans Diego. "Rein.. sebenarnya.. aku suka kamu" ucap Fara mencoba memberanikan diri mengatakan isi hatinya.


"Hahaha.. Hahaha.. apa kamu sedang berkelakar?, Bagaimana aku yang miskin dan tak memiliki tempat tinggal ini bisa berpacaran dengan mu?" Ujar Rein yang masih memiliki beberapa hal yang harus dilakukan dan tetap ingin menutup diri dalam urusan percintaan.


"Maaf Fara, untuk ini aku tak bisa."

__ADS_1


"Tapi Rein.. Maafkan aku! Tidak seharusnya aku mengatakan hal ini" sambil sedikit menahan dan membendung air mata kecewa, Fara merasakan tangan Rein memegang kepala dan mengusap rambutnya.


"Tidak apa, aku hanya belum bisa membuka diri. Selama kamu masih berteman dengan ku, aku pasti akan selalu ada untuk mu, Maaf aku tak bisa menjaga perasaan mu untuk kali ini" sambil tersenyum kecil, Rein memang sengaja mengatakan hal tersebut pada Fara. Baginya, sekarang dia ingin lebih fokus pada tujuan awalnya. "Aku ingin memperbaiki masa lalu kuku."


Seketika dalam hati Rein mengingat kembali masa mudanya yang begitu suram, hanya saja kali ini akan berbeda.


"Baik Rein, aku mengerti.. mungkin suatu saat kamu akan menerima ku" ucap Fara menggandeng tangan Rein. Melihat banyak pasangan yang berlalu lalang di sekitar taman bunga di dekat Kampus Sans Diego. "Rein, untuk kali ini aku hanya minta satu hal.. aku ingin ciuman pertama ku hanya untuk mu."


Dengan bergegas tak ingin menyianyiakan kesempatan, Fara langsung mencium Bibir Rein. "Uhm!" Terkejut Rein dengan ciuman Fara. Sambil merasakan lidah bermain di dalam mulut mereka, Rein bergumam dalam hati. "Sebenarnya ini sungguh kenikmatan, tapi.."


Melepaskan ciuman pertama, Fara tersenyum ke arah Rein. Berjalan perlahan ke depan, Dengan wajah senang dan tersenyum. "Terima kasih untuk semua yang telah kamu lakukan pada ku, itu hanya hadiah spesial yang ingin aku berikan padamu Rein."


"Fara..." gumam Rein yang tersenyum.


Berjongkok dan menyuruh Fara untuk naik ke punggung, Rein bersiap. "Ayo lebih baik kita pulang" Ajak Rein.


***


Seperti Yang Rein lakukan sebelum nya, Mereka berdua melompat ke beberapa atap rumah dan beberapa ruko. "Fara buka matamu.. Ini akan jadi hal biasa nanti!" ujar Rein yang melewati beberapa mobil di jalan dengan cara terbang melompat.


Hup!


Menginjakan kaki di atap Rumah Fara, Saat ini Rein membuka pintu jendela kamar Fara. "Sampai jumpa lagi.." ucap Rein menghilang dari hadapan Fara.


Sambil masuk ke dalam kamarnya melalui jendela, Fara tersenyum. "Bibir ini sudah menjadi milik Rein, aku pasti akan tetap menunggu Rein membuka hatinya" berkata Fara yang kemudian merebahkan dirinya di kasur. Dengan wajah memerah Fara tersenyum bahagia.


Tidak pergi untuk pulang, Rein melihat Fara melalui Pohon di dekat tempat tinggal Fara. "Maafkan aku Fara, sekali lagi.. Aku tak akan menyesalinya." berkata Rein kembali terbang ke arah lain.

__ADS_1


__ADS_2