Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author

Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author
Bab 56. Gadis Plagiator


__ADS_3

Hari-hari yang cukup tenang untuk Rein.


Dimana dia saat ini tengah beradu sesuatu dengan Griss di dalam sebuah kamar. Mereka saling pandang dan terus melakukan gerakan bergaya hanya berdua di Moon House.


Suasana sepi di seluruh bagian moon House, dan ramai di bagian lainnya. Membelakangi tubuh Griss, Rein yang saat ini sedang mencoba sesuatu gerakan terus menatap buritan Griss yang beberapa kali membuat ayunan. "Bagaimana, apa permainan ku lebih baik dari Nina?" tanya Griss bersiap.


Terus menatap, terlihat Rein membuat anggukan pelan. "Gluk..Aku langsung saja" berkata Rein menampar beberapa kali buritan Griss. Hal tersebut langsung membuat Griss menjerit beberapa kali.


"iyaw!" teriak Griss memejamkan mata.


Sampai beberapa menit Kemudian, Rein sendiri merasakan sesuatu sensasi siap menyalurkan pengeluaran cairan tubuh. Menekan sesuatu benda tak bertulang nya ke dalam keindahan berupa gua alam milik Griss.


"Griss... aku meledak!" teriak Rein terus membuat suara gaduh di dalam kamarnya.


"Uwaa.., Selesaikan Rein...Di dalam!" Rintih Griss.


***


Menyeka keringat di pagi hari.


Rein dan Griss yang hanya berdua saja di Moon House. Kembali saling pandang untuk beberapa saat. Memuji permainan yang Griss lakukan, Rein sendiri sudah menyalurkan semua beban di hati.


Menyeka selimut, Rein berdiri dan berjalan ke arah kamar mandi sambil memperhatikan Wajah Griss yang sudah cukup kelelahan dalam permainan mereka. "Bagaimana pun, sekarang Griss sudah jadi bahan latihan ku. Kakek, terimakasih" Gumam Rein dalam hati.


Walaupun saat ini dia belum bisa membuatkan seorang cucu untuk Orgami Basura. Rein sendiri sudah sepakat untuk tidak mau membuat gangguan sampai Arumi siap menerimanya. Menyelesaikan mandinya, Rein bersiap pergi menuju ke kediaman Basura. Meninggalkan Griss seorang diri di Moon House. Dengan memakai Motor Nobcar nya, Rein terus melaju.

__ADS_1


"Kakek Orgami mau apa lagi dariku, sampai membuat panggilan pagi tadi." Ucap Rein melesatkan motornya sampai ke sebuah tempat. Dimana dia memandang peta lokasi markas besar Basura.


Datang sendiri, Rein berhenti di sebuah bukit menjulang di pesisir pantai bagian utara Provinsi East Blue. Melihat kembali peta lokasi, Rein membuat sebuah panggilan. "Kakek dimana?" tanya Rein yang melihat dan memperhatikan tidak ada rumah atapun gedung di bangun. Mendengar suara seorang Wanita berbicara dengannya. Rein kembali mencoba untuk melajukan motornya ke kaki Sebuah bukit di pinggir pantai. Melihat hutan lebat diatasnya, Rein mencoba untuk melihat menembus tanah perbukitan.


"Jadi ini markasnya?" tanya Rein yang dalam sekejap melihat sebuah gerbang masuk terbuka. Dimana saat ini Rein tanpa ragu langsung masuk ke dalam sebuah Gua buatan.


Melewati terowongan panjang, Rein hanya melihat jalan sedikit remang sebesar truk bok pengantar Barang. "Sebenarnya kakek mau membicarakan apa sih?" tanya Rein dalam hati sedikit merasakan aneh.


Sampai di sebuah pemberhentian di ujung Gua terowongan. Rein melihat seorang ilmuwan wanita dari keluarga Basura. Dimana saat ini wanita tersebut menyambut kedatangan Rein. "Selamat datang Rein, di Markas Basura." ucap ilmuwan wanita tersebut membuat sebutan.


Berjalan pelan setelah memarkirkan motornya, Rein menatap tajam ilmuwan wanita di depannya. Sambil memperkenalkan diri, sosok ilmuwan wanita keluarga Basura berbicara. "Namaku Reish Lilith. Aku seorang ilmuwan keluarga Basura yang membuat bahan pakaian tempur dan meneliti Gen Basura. Panggil saja aku Lilith, tuan Rein" ucap Lilith tersenyum sambil membenarkan kacamatanya.


Sosok Lilith sendiri, merupakan ilmuwan wanita yang bertubuh ramping dan terlihat masih cukup muda hanya berbeda 10 tahun dari Rein. Dimana Lilith sendiri berusia 35 tahun dan masih belum memiliki pasangan.


"Ikuti aku, Kau akan bertemu dengan Bos Basura" ucap Lilith tersenyum sambil berjalan terlebih dahulu.


Tak tahu apa yang sebenarnya terjadi, Rein yang juga sudah memberitahu kemampuan dan bakat miliknya pada Kakek Orgami. Saat ini terlihat mencoba untuk bersikap. "Walaupun aku tahu, Keluarga Basura merupakan keluarga mafia. Aku cukup terkejut Melihat ada wanita cantik seperti Lilith di tempat seperti ini" Gumam Rein yang melihat beberapa ruangan dengan mata tembus tulangnya.


Memperhatikan setiap sisi, Rein melihat beberapa orang anak buah Basura sedang berlatih sesuatu. Sambil memperhatikan beberapa hal, mata Rein terdiam sejenak melihat sebuah ruangan dimana mama dan papa mertuanya sedang melakukan sesuatu berdua. Melihat Rein yang berhenti di depan sebuah ruangan tertutup, saat ini Lilith langsung mencoba untuk menekan tombol pembuka dinding.


"Mau lihat?" tanya Lilith yang masih penasaran dengan Rein.


"Em.." ucap Rein melihat sebuah pemandangan aneh dari dinding yang perlahan berubah menjadi transparan. Seperti cermin satu arah, Rein melihat papa dan mama mertuanya seperti sedang melakukan latihan tempur.


"Ini adalah ruangan latihan keluarga Basura, dimana Anastasya adalah keturunan yang memiliki gent pembunuh Keluarga Basura. Tapi sayangnya, Dia seorang wanita jadi gent pembunuh Basura tidak terlalu bisa melampaui harapan." Jelas Lilith menatap Rein.

__ADS_1


"Ayo, kita temui Bos" ajak Lilith.


Berjalan kembali mengikuti Lilith. Tampaknya Rein sudah paham dengan apa yang terjadi. Dimana saat ini dirinya sudah bergabung dengan keluarga mafia pembunuh. "Setidaknya Kakek punya cucu yang cantik, walaupun belum bisa menggenjotnya." Pikir Rein yang berdiri dan menunggu Lilith membuka sebuah pintu ruangan.


"Ayo Rein" ucap Lilith masuk dan berjalan ke arah seseorang yang sedang memakai sebuah balutan pakaian tempur. Dimana ada lima orang pria bawahan Lilith sedang mencoba sesuatu yang baru dari penemuannya.


"Kek.." teriak Rein melihat Orgami Basura berdiri.


Sambil tersenyum ke arah Rein, saat ini Orgami Basura berjalan ke arahnya sambil mencoba untuk membuat Gerakan. "Menantu, Selamat datang" ucap Orgami Basura melompat dan membuat gerakan tinju ke arah Rein.


Tidak butuh bantuan apapun, Rein tentunya dapat menghindari lesatan tinju Orgami Basura. "Lumayan kek" ucap Rein merasakan sesuatu melesat dari kaki Orgami Basura.


Hampir saja terkena sebuah tebasan pisau kaki, Rein mundur kebelakang. " Sial, apa kamu mau mencoba untuk mencelakai ku?" Bentak Rein.


"Hahaha, Bagaimana kamu lihat kan Lilith?" tanya Orgami Basura hanya ingin menguji.


Membuat anggukan pelan, sosok Lilith terbelalak melihat apa yang terjadi. "Ya, seperti yang Anda katakan." ucap Lilith tertegun.


Sampai beberapa jam kemudian.


Rein tahu kenapa dirinya di panggil ke markas Basura yang dibangun di dalam bawah tanah. Sambil melihat seseorang gadis kecil yang di kurung, Rein yang sudah mendengarkan penjelasan dari Lilith sedikit tertegun.


"Kalian tahu dia itu Plagiator?" tanya Rein menatap tajam ke arah Lilith yang sedang membuat sebuah percobaan. Dimana dirinya Berhasil menangkap hidup-hidup seorang Plagiator Gadis kecil.


"Benar, Mama mertua mu yang membantu ku menangkap dia, ini sungguh temuan yang hebat. Ada mahluk hidup yang bisa meniru mimik manusia" Jelas Lilith yang pada saat kejadian Hujan meteor dia melihat dengan mata kepalanya sendiri sebuah Kepompong yang mengeluarkan mahluk hidup seperti manusia dengan ekor kucing. "Dia bilang padaku bahwa dia adalah plagiator."

__ADS_1


__ADS_2