
Nina yang saat ini terus memperhatikan televisi,terlihat dia langsung terkejut melihat seseorang yang menggunakan topeng hitam yang hanya menutup bagian mata. Sambil mencoba untuk melihat,Nina langsung meraih tangan Griss yang sedang sibuk melihat album foto. "Griss,lihat" ucap Nina terus memperhatikan ruko yang terbakar perlahan padam karena seseorang membantu evakuasi Ruko. Seperti tak peduli dengan keselamatan dirinya sendiri,Bu Nina dan Bu Griss kagum. "Siapa pria bertopeng itu?" tanya Mereka saling pandang dan yakin jika pemuda bertopeng tersebut adalah. "Rein!."
"Sudah ku duga,Itu pasti Rein. Bagaimana pun dia menghilang kan." Ucap Griss yang kemudian bersama Nina bersembunyi di dalam kamar Rein dan siap membuat kejutan. "Kita akan buat Rein mengaku,apapun caranya."
"Setuju" balas Nina tersenyum dan mereka berdua terlihat kompak saat ini.
Dan sisi lain,ruko tak lagi terbakar.
Beberapa orang langsung melihat dengan jelas pemuda bertopeng melompat ke beberapa atap ruko yang lainnya. Bahkan beberapa orang yang diselamatkan langsung berterimakasih pada sosok tersebut.
"Untunglah ada dia" ucap seseorang pria yang diselamatkan.
Sampai beberapa menit berjalan pulang,Rein kembali mencoba melihat kedalam rumah Bu Nina. "Apa mereka berdua sudah tidur?" tanya Rein melihat seluruh rumah sudah dimatikan lampunya.
"Padahal aku belum makan" ucap Rein yang mencium aroma wangi makanan di dalam kamarnya. Berpikir mungkin Bu Nina menyisakan makan malam untuknya,Rein bergegas pergi ke dalam kamarnya tanpa memastikan apakah keduanya sudah tertidur. Sambil melihat sekitar ruangan kamarnya yang tidak dimatikan lampunya,Rein melihat sebuah meja dengan seporsi makanan dan minuman yang sudah disediakan.
"Lebih baik aku makan,dan Kem mandi. Bau seperti ikan panggang. Tapi untunglah Paman evelyn selamat,jika tidak bergegas kesana mungkin aku tidak lagi bisa bertemu dengan orang baik seperti paman evelyn." Gumam Rein tersenyum dan menyelesaikan makan malamnya. "Kenyang."
Bersiap untuk mandi,perlahan Rein membuka semua pakaiannya dan tak merasakan curiga apapun. Sambil berjalan ke arah kamar mandi,Rein terus melihat ke bawah bagian tubuhnya. "Suatu saat pasti berguna,kamu sabar ya." Ucap Rein pada dirinya sendiri.
Menutup kamar mandi dan menguncinya,Rein menyalakan shower dan ketika dirinya hendak meraih tirai shower. Dia langsung terkejut merasakan empat tangan memegang dirinya. "Kalian,kenapa ada di sini!" Teriak Rein yang pada akhirnya kehilangan sesuatu yang berharga.
Sambil merasakan dekapan Tangan Bu Nina,Rein melihat Griss yang sedang memeriksa bagian tubuhnya. "Dia bukan Alien Nin, apa aku perlu mencoba?." Tanya Griss yang sudah sepakat untuk mencari tahu kebenarannya.
"Aku bukan Alien, Sebenarnya kalian berdua mau apa?" tanya Rein melihat Griss membuka piyama.
"Tunggu,Jangan..."
Dan teriak Lemas Rein berakhir.
Sambil melihat dua orang yang sedang membilas diri,Rein keluar dari kamar mandi sambil merasakan kekosongan. "Bagaimana ini,cairan berharga ku sudah hilang dan habis." Tutur Rein yang kemudian duduk di ranjang dan melihat Nina dan Griss keluar.
__ADS_1
"Rein,kamu hebat" ucap keduanya tersenyum dan kembali menuju kamarnya masing-masing.
"Uh,Tenaga mereka berdua cukup kuat,Bahkan aku tak bisa melawan keduanya." Keluh Rein melihat sesuatu yang masih bergerak naik turun. "Hah,ini pengalaman pertama ku."
Mencoba untuk tidur,Rein yang sudah mengenakan piyama mendengarkan suara pintu kamarnya kembali di ketuk seseorang. Sekitar pukul 01:00, Rein berjalan dan membuka pintu kamarnya. Melihat sosok Nina dengan pakaian lenjere ungu. Rein terbelalak melihat sosok Bu Nina. "Rein,aku masih berhutang banyak padamu. Kali ini aku sudah menyakinkan diriku. Walaupun aku akan kehilangan kegadisanku." Berkata Bu Nina yang langsung menarik tangan Rein menuju ke kamarnya.
"Tidak Bu,ini tidak benar. Aku tak menganggap Bu Nina berhutang padaku,aku lakukan tanpa Pamrih." Tutur Rein yang langsung merasakan telunjuk Bu Nina berada di bibirnya.
"Yang tadi cuma pake tangan,bahkan kami berdua belum menunjukkan semua padamu."
"Griss sudah tidur,dan Hanya ada aku dan kamu sekarang" Ajak Bu Nina kembali menarik Rein ke lantai atas rumahnya.
"Tapi,aku tidak ingin punya hubungan apapun. Aku tidak ingin terikat sekarang." Ucap Rein yang mendorong Bu Nina."Maaf..Aku mengantuk."
"Rein..hisk" Tangis sedu Bu Nina sambil menundukkan kepala.
"Bagaimana pun,aku akan berusaha mengembalikan uang yang aku pinjam dari mu,walaupun harus menggunakan tubuh ini untuk orang lain. Karena kamu tidak mau,aku akan mencobanya."
"Rein" ucap lirih Bu Nina yang hanya memberikan kecupan bibir. "Maafkan aku."
***
Pagi hari,sabtu pagi.
Dengan adanya Bu Griss yang sekarang tinggal di Rumah Bu Nina. Rein seperti tak kuasa menahan diri. Bahkan matanya terus dialihkan beberapa kali ketika Mel keduanya yang sedang ikut berenang. Duduk di kursi jemur,Rein merasakan sesuatu yang tidak bisa dikendalikan. " Apa sebaiknya aku meminta tolong lagi pada Author?." Tanya Rein dalam hati sambil mencoba untuk mengirim pesan.
Ping!
[Kamu sedang kesulitan ya?, Kasihan.] Balas Author dengan emoji senyum.
Ping!
__ADS_1
[Tolong bantu aku, Kenapa mereka berdua sekarang terlihat berbeda.] Balas Rein cemberut.
Ping!
[Bukankah kamu ingin merasakan hal seperti itu?] Balas Author mengacungkan jempol.
Ping!
[Tidak,ini bukan rencana ku. Aku ingin kamu bantu aku,misalnya aku mendapat warisan dari seseorang dan mendapatkan rumah sendiri] balas Rein meminta.
Sambil menunggu lama,Rein tersentak kembali melihat Bu Nina dan Bu Griss datang ke arahnya. Sambil duduk dan menghimpit Rein,keduanya mencoba memainkan sesuatu.
Adik Perempuan Nina : Rina Rurina
Rein terus merasakan beberapa bola lembut yang menempel di pinggir lengannya. "Rein,menurut mu dari kami berdua,siapa yang lebih cantik?" tanya Griss mencoba untuk menggoda.
"Iya Rein,katakanlah" imbuh Bu Nina tersenyum.
Tak lagi melihat Notifikasi dari author,terlihat Rein berdiri dan langsung berlari ke arah kolam renang. Dan Bagaimana pun,dia merasakan sesuatu yang keras memaksa dirinya kembali bersiaga. " Kalian berdua cantik." Ucap Rein menenggelamkan diri.
Sambil tersenyum kembali,keduanya saling Angguk dan langsung ikut turun ke dalam kolam renang. Menghampiri Rein kembali dan melakukan sesuatu,dimana Rein semakin merasakan ketegangan yang tidak tertahankan. "Ah,leganya." Ucap Rein mendengar suara Tawa Nina dan Griss yang ada di dekatnya.
"Tak perlu bohong Rein,sekarang kami berdua sudah jadi milik mu." Tutur Griss senang.
"Tapi Griss,bukankah kamu sudah punya pacar?" tanya Nina.
"Itu cuma bohong kok, Aku cuma meminta kenalan ku untuk berpura-pura menjadi pacarku, Karena keluarga Bolsom ku terus memaksa ku untuk menikah. Dan kamu sendiri?." Tanya Griss balik sambil pergi meninggalkan Rein yang lemas.
"Aku juga belum memutuskan,mungkin Rein yang akan aku jadikan suamiku nanti." Ucap Bu Nina melihat Rein keluar dari kolam renang dan meraih handuknya.
__ADS_1
"Aku ada janji dengan seseorang,mungkin pulang malam." Ucap Rein yang kemudian beranjak pergi.