Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author

Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author
Bab 8. Semalam Berdua


__ADS_3

Setelah mencari di laci meja, Rein berhasil menemukan satu botol cairan pelumas. Sambil memandang dan membaca komposisi "Hehe, ini kan cairan pelumas untuk Batangan!, apa bisa aku gunakan untuk mengurut?, lebih baik cari yang lain" berkata Rein yang kemudian memasukkan cairan pelumas Batanganke ranselnya. "Lumayan, lumayan, aku juga menemukan beberapa Balon Tipis, hem.."


Teck!


"Apa yang aku pikir kan?, tidak tidak, aku akan kembalikan ini. Astaga!, hampir aku jadi pencuri" ucap Rein dalam hati, kembali meletakkan beberapa Balon dan botol pelumas Batangan. Sambil memandang dan melihat Bu nina yang masih terbaring. Rein mengambil smartphone nya kembali, "Apa author masih bergadang?, jika aku meminta bantuannya lagi, aku akan jadi orang yang mengingkari janji " sambil berpikir keras, Terlihat Rein mengambil cairan pelumas Batangan dan membawanya.


"Sudah lah, pakai ini saja.."


Membuka tutup botol cairan pelumas Batangan, Rein menggosok tangannya dan perlahan memegang kaki Bu nina yang terkilir. "Rein, sudah.. tak apa, lebih baik kamu tidur.. biar aku cari dokter untuk membantuku" berkata Bu nina yang mencoba menghentikan Rein.


"Tidak, aku bisa. Bu nina tidur saja, dan percaya pada ku" ucap Rein yang perlahan menekan kaki Bu nina dan mengurut bagian kaki Bu nina yang terkilir.


"Aw!!, aw!!" rintihan Bu nina merasakan kakinya, "Aw.. Rein.. aw.. sakit!." Sambil perlahan merasakan sakit, Bu nina merasakan kakinya mulai sedikit membaik.


Sambil mencium aroma pelumas Batangan, Rein merasakan harum kaki Bu nina. "Tdak, tidak.. apa yang aku pikir kan!, ini cuma kaki.." ucap Rein dalam hati sambil menggeleng kepala karena memikirkan hal lain. Menyelesaikan urutan di kaki Bu nina, Kemudian Rein berdiri dan melihat mata Bu nina yang sudah terpejam.


"Bu nina memang manis dan cantik, seandainya aku lahir sepuluh tahun lebih awal, mungkin aku akan menikah dengannya."


Dengan wajah memerah, Rein kemudian mengambil selimut dan menutup Tubuh Bu nina. "Beristirahat lah" ucap Rein yang mengambil kursi dan kemudian tertidur karena mengantuk. Pukul 03:30 Rein sudah tertidur pulas.


Hingga pagi hari, masih di bulan Januari 2023 tanggal 11. Rein yang masih tertidur, merasakan tubuhnya sudah mengenakan selimut. "Hoam, sudah pagi ternyata" berkata Rein sedikit menggosok matanya dan melihat selimut sudah berada di tubuh nya.


Mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi kamar hotel. Rein mencium aroma sabun mandi yang harum.


Masih dalam posisi duduk di kursi, Rein kembali memejamkan matanya. Melihat sedikit dari celah mata, saat ini Rein memandang tubuh Bu nina yang keluar dari kamar mandi dengan hanya tertutup kain handuk berwarna pink. Yang jelas memperlihatkan bentuk tubuhnya, sekilas Jantung Rein berdetak kencang.

__ADS_1


"Hihi dia masih tertidur, mungkin karena bergadang semalam" ucap Bu nina yang membuka lemari pakaian di kamar hotel. "Untung lah hotel ini menyediakan pakaian, lebih baik aku bergegas memakainya."


Membuka handuk yang menyelimuti tubuh, terlihat Bu nina memakai pakaian kemeja putih yang sudah disediakan di tiap-tiap lemari kamar hotel. " Lebih baik aku ambil cuti hari ini, aku harus segera mencari uang untuk membayar hutang ku, atau mereka akan kembali melakukan sesuatu dengan ku," berkata Bu nina yang sudah berpakaian dan tanpa di sadari, Rein melihat semua nya.


"Gluk.." ucap Rein menelan liurnya. Melihat Tubuh Bu nina yang jelas memperlihatkan bentuk tubuh yang putih bersih. Masih berpura-pura tertidur, Rein menutup mata dengan erat.


Berjalan perlahan ke arah Rein, saat ini Bu nina duduk di pangkuan Paha Rein. Memegang pipinya, Bu nina mendekatkan wajahnya. "Rein, apa kamu tidak ingin bangun?" ucap Bu nina menghembuskan nafas di wajah Rein.


"Urh.. urh.." ucap Rein merasakan berat tubuh Bu nina yang berada di pangkuan nya. Perlahan membuka mata, Rein yang jelas tahu Bu nina sudah berada dipangkuan hanya berpura-pura terbangun. "Hoaam.. Bu nina , apa yang kamu lakukan?."


Kiss!


Mencium bibir Rein dengan cepat, Terlihat Bu nina tersenyum. "Terimakasih Rein, kamu sudah menyelamatkan ku" ucap Bu nina yang kemudian melepaskan ciuman nya.


Terkejut dengan apa yang dilakukan Bu nina, Rein hanya terdiam membisu. "Apa yang anda lakukan..?"


Bangkit dari pangkuan paha Rein, kemudian Bu nina duduk di kasurnya. "Lebih baik kamu mandi, bukankah kamu masih harus kuliah?" ucap Bu nina lanjut. "Akan aku antar kamu, lebih baik bergegas."


Berdiri sambil menahan sesuatu yang timbul dari celana nya, Rein kemudian berlari ke arah kamar mandi dengan jantung berdetak. "Apa yang aku lakukan, seharusnya aku tak membiarkan Bu Nina mencium ku, ini sangat berharga.. Oh.. apakah aku sudah tidak lagi perjaka??" berkata Rein menutup kamar mandi.


Bergegas mandi, Rein memegang bibinya. Sambil mengingat apa yang baru saja terjadi. "Kenapa bu Nina melakukan ini, apa dia tidak sadar bahwa aku ini mahasiswa nya?" ucap Lirih Rein yang mempercepat mandinya.


***


Pukul 08:00

__ADS_1


"Naiklah Rein, akan ibu antar kamu" berkata Bu Nina yang sudah berada di parkiran mobil bersama Rein.


"Bu, ciuman tadi..." berkata Rein yang terhenti karena telunjuk Bu Nina menghentikan perkataan Rein.


"Sudah, lupakan saja. Itu hanya ucapan terimakasih ku" berkata Bu Nina yang kemudian menyalakan Mobil.


Hanya diam dan tak melakukan apapun, suasana canggung diantara mereka berdua terlihat. Rein terus melirik matanya ke arah Bu Nina yang sedang berkonsentrasi mengemudi mobil. "Haah, ya sudah lah.. anggap saja bonus, bukankah ini juga merupakan keberuntungan ku" gumam Rein dalam hati. Kembali melihat jalan, dan melihat Universitas Sans Diego sudah terlihat. Rein kemudian turun di dekat pintu Gerbang.



Fara Wulan


"Anda tidak Masuk?" tanya Rein.


"Hari ini aku sudah ambil cuti, lebih baik kamu bergegas" ucap Bu Nina yang tersenyum. Namun, di hatinya penuh dengan banyak masalah yang harus diselesaikan.


Menutup pintu mobil tanpa menanyakan apapun lagi, Rein berpikir keras. "Apa Bu Nina memang memiliki banyak masalah, tapi keseharian nya. Dia tampak tak memiliki beban, hem.." berkata Rein yang kemudian masuk ke aula utama Universitas dan kembali memulai mata kuliahnya. Terus berpikir keras, dengan kejadian yang dialami Bu Nina. Lamunan Rein terhenti ketika Fara menepuk bahunya.


Puk!


"Rein?" ucap Fara yang sedari tadi memperhatikan Rein yang terus melamun.


Tersentak kaget, Rein memandang Fara. "Ups.. maaf apa tadi kamu berbicara dengan ku?" tanya Rein.


"Apa, kamu punya masalah, Rein. Karena aku perhatikan kamu sedari pagi tadi terus melamun dan terlebih mata kuliah Bu Nina kosong, aku melihat mu tadi pagi diantar Bu Nina" ucap Fara panjang lebar tanpa jeda. "Apa kamu berhubungan dengan Bu Nina?."

__ADS_1


Kaget dengan pernyataan Fara, sontak membuat Rein sedikit panik. "Apa.. yang kamu katakan. Hanya kebetulan kami bertemu dan dia menawarkan tumpangan padaku" berkata Rein sedikit gugup.


"Hihi , aku hanya bercanda" ucap Fara tertawa kecil melihat wajah Rein yang memerah. Tapi Fara sendiri tentunya Heran saat ini.


__ADS_2