Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author

Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author
Bab 19. Sah!


__ADS_3

Minggu pagi,bahkan Rein juga belum mendapatkan pesan dari Fara. Walaupun sudah berusaha mencari,Rein yang juga sebelumnya sudah pergi ke rumah Fara di pagi-pagi buta. Tak menemukan Fara di rumahnya. Hanya mengintip dari jendela kamar Fara,saat ini Rein mencoba untuk mengingat kebiasaan Fara. Sampai pagi menjelang,Rein belum tahu kemana biasanya Fara pergi.


Menunggu seseorang yang akan menjemputnya,Rein kembali melihat jam digital yang sudah menunjukkan pukul 08:10. Sambil menghela nafas,terlihat Bara memperhatikan seseorang wanita muncul dengan pakaian yang berbeda. Sosok Anita,dengan pakaian Dress biru dan heels sewarna dengan pakaiannya. Memakai riasan yang begitu mempesona. Dan rambutnya yang berwarna merah,membuat Rein tertegun beberapa saat.


"Rein masuklah" pinta Anita yang mengemudi sebuah mobil Ycrem merah datang untuk menjemput Rein.


Dalam perjalanan ke sebuah tempat diadakan pesta,Rein terus menatap ke arah Anita. Hanya diam dalam perjalanan,Saat ini Anita menyuruh Rein untuk bersiap. "Ada banyak teman ku yang sudah punya calon,kali ini aku akan balas ejekan mereka." ucap Anita yang kemudian berbelok.


Sampai di tempat tujuan,Rein dan Anita melihat begitu banyak orang yang sudah datang. Dan saat ini,Anita langsung meraih tangan Rein. "Usahakan kamu bersikap dewasa." pinta Anita.


"Tenang saja" berkata Rein sedikit mengintip sesuatu di balik pakaian Anita. Sambil terus melihat ke arah bibir Anita yang tajam berwarna merah. Rein kembali tertegun.


"Tak kusangka,dia lebih feminim dalam mode seperti ini" ujar Rein dalam hati.


Hanya mengikuti apa yang diinginkan Anita,Rein mencoba untuk bersikap. Dia dengan santainya bermain peran dan menerima ajakan beberapa orang untuk minum.


"Ya,kami baru saja jadian" ucap Rein tertawa lirih.


Sampai datang beberapa orang wanita yang merupakan teman Anita, Sekitar tiga orang datang menghampiri Rein yang sedang berbicara dengan seseorang. "Anita jadi ini pacar mu" ucap sekawanan wanita.


"Ya,bagaimana?" tanya Anita mencoba untuk memamerkan Rein.


"Tidak terlalu buruk,hem Boleh aku bicara dengannya?" tanya seseorang wanita teman Anita.


"Tidak,mau apa kamu Deby?" Tanya Anita mencegah.


"Baik-baik,aku hanya bercanda" Ucap Deby yang terkekeh dan pergi meninggalkan Anita.

__ADS_1


Hingga saat acara dansa, terlihat Rein sedikit enggan melakukannya. Dan Bagaimana pun dia tidak bisa melakukan hal tersebut di depan umum. Sambil melihat pesan Author yang belum di.bacanya. Saat ini Rein mencoba langsung meminta bantuan Author tanpa membaca pesan sebelumnya.


Ping!


[Akhirnya kamu balas, Kamu mau bisa berdansa?] tanya Author.


Ping!


[Tolong ya] balas Rein memohon.


Dan tak perlu waktu lama,saat ini Seperti ada hal yang masuk dalam pikiran Rein. Terlihat dia yang membuat sebuah posisi mengajak Anita berdansa.


"Kau yakin Rein?, aku tidak maksa kok." Ucap Anita yang langsung diraih tangannya oleh Rein.


Hanya diam dan melakukan beberapa gerakan,saat ini Rein menjadi pusat perhatian semua orang yang melihat bagaimana caranya dia berdansa bersama Anita. Gerakan profesional yang dilakukan Rein menarik seseorang wanita. "Anita boleh?" tanya seseorang wanita yang datang dari Aula utama pesta.


Hingga sebuah ayunan tepuk tangan membuat sorakan Ramai, Sambil berjalan bersama miss delida ke arah panggung dan mengembalikannya ke arah suaminya. Rein memberikan hormat dansa."Kalau begitu aku pamit." ucap Rein kembali berjalan ke arah Anita dan semua orang bertepuk tangan melihat penampilan Rein.


***


Hingga acara selesai,Rein kembali diantar ke sebuah jalan oleh Anita.


"Kamu yakin,turun disini?" ucap Anita sembari memberikan kecupan di pipi Rein sebagai ucapan terimakasih.


Memerah wajah Rein,saat ini dia tersenyum.


"Ya,aku turun saja disini" ucap Rein tak Mungkin memberitahu dimana dia tinggal.

__ADS_1


Dan setelah melihat Anita pergi,saat ini Rein kembali di kejutkan oleh seseorang yang menancapkan alat kejut di pinggangnya. Dan hal tersebut membuat Rein langsung pingsan dan tanpa sadar diri,dia merasakan beberapa orang membawanya masuk kedalam mobil.


Di sebuah ruangan gelap,hanya sendiri dan ditemani lampu terang yang menyala. Dengan posisi tertidur,Rein kembali tersadar dan merasakan pening di kepalanya. Duduk di atas kasur,Rein melihat sebuah ruangan aneh yang merupakan kamar seseorang.


"ueh,dimana aku?" tanya Rein yang mendengar suara pintu kamar dibuka seseorang.


Masuk dan terlihat ada sekitar enam pria berjas yang menyuruh Rein untuk bersiap. "Tuan besar menunggu anda. Ikutlah" ucap seorang pria kekar berkumis.


"Kalian siapa? Kenapa kalian menculik ku?" Tanya Rein yang langsung dikepung oleh beberapa orang.


Tak ingin mendapatkan masalah atau mencari keributan,Rein kemudian mengiyakan apa yang di katakan seseorang. Mengikuti beberapa orang melewati sebuah lorong super mansion,Mata Rein tak henti-hentinya melihat sekeliling. Hingga sampai di sebuah aula besar dengan beberapa orang yang duduk dan seseorang pria tua terduduk sambil merangkul dua wanita muda,yang merupakan pelayannya. Hanya sekilas melihat gadis muda yang ditemuinya di sebuah kecelakaan mobil,Rein merasa heran kenapa dirinya di bawa ke tempat tersebut.


"Kakek!" panggil Rein yang langsung di turunkan tubuhnya untuk memberi hormat. Hanya ingin melawan,Rein mendengar suara kakek tua yang menyuruh beberapa orang berhenti melakukan sesuatu pada Rein.


"Kalian kembali lah,Dia tamuku" ucap Kakek tua tersenyum. Dan kemudian menyuruh Rein untuk duduk di tengah aula,dimana cucunya berada. Tak tahu apa yang akan terjadi,Rein hanya menurut. Terlebih dia memang tak memiliki masalah dengan Kakek tua yang pernah di tolongnya. Sambil melihat ke arah Gadis muda di kursi lain,terlihat Rein tersenyum.



Memalingkan wajahnya, Gadis muda tersebut seperti tidak senang dengan pertemuan yang terjadi di aula super mansion. Dimana saat ini kakeknya yang berhasil selamat ingin menyampaikan sesuatu pada semua orang termasuk Rein.


"Rein Rumble" Ucap Kakek tua tersenyum dan menyuruh semua pelayan super mansion datang dengan membawa banyak kotak perlengkapan. "Hari ini tepat setelah aku hampir mati, Dimana Rein Rumble yang telah membuat ku kembali hidup. Aku nyatakan hari ini adalah hari pernikahan Cucu ku Arumi Natasya dan Rein Rumble. " Dan Rein yang ternyata Baru tersadar jika dirinya sudah memakai pakaian pengantin Pria langsung terbelalak matanya melihat ke arah Arumi Natasya yang sudah mengenakan perlengkapan pernikahan yang diberikan pelayan wanita dalam waktu singkat. Dan seperti merasakan beberapa pegangan pelayan wanita,saat ini dirinya langsung dibawa ke sebuah kotak untuk di dandani seperti halnya Arumi Natasya.


Hingga beberapa menit kemudian,Kakek tua langsung menyuruh semua orang berdiri dan melihat dirinya akan menikahkan cucunya Arumi Natasya dengan Rein Rumble di depan semua orang. Sambil berpidato,terlihat Kakek tua memberikan beberapa wejangan pada Cucunya dan Rein,dan sambil tersenyum kakek tua kembali mengangkat sebuah katana yang di letakan di pundak Rein beberapa kali dan pundak Arumi Natasya beberapa kali. " Dengan ini aku Orgami Basura Menikahkan Kalian berdua menjadi sepasang suami-istri yang sah. Dan setelah Arumi Natasya dan Rein rumble memberikan ku seorang cicit, Semua Hak waris Keluarga Basura akan diberikan pada Arumi dan Rein."


"Sah?" tanya Kakek tua


" Sah!" Jawab semua orang.

__ADS_1


__ADS_2