
Sebelumnya..
Di perempat jalan yang sepi,sebuah mobil taksi sedang dihadang oleh dua orang pria berambut kribo. Mereka berdua menghadang mobil taksi dengan sebuah motor Cb modifikasi,dimana satu orang bersiap melajukan motor setelah temannya mendapatkan sesuatu dari mobil taksi tersebut.
"Nona keluar dan serahkan harta mu" Paksa pria kribo yang merupakan seorang perompak jalanan. Sambil menerima sejumlah uang dari supir taksi,terlihat dia yang sedang membawa belati menyuruh seseorang yang baru pulang dari luar negeri,segera menyerahkan tas nya.
"Pak perompak,jangan. Kasihani aku, Itu uang untuk membayar tagihan listrik." Keluh Supir taksi yang saat ini keluar bersama gadis muda dengan rambut hitam panjang dengan pakaian jaket hitam.
"Buruan" Bentak Pria kribo yang melihat Gadis muda tersebut keluar dari mobil taksi.
"Kalian cuma perampok jalanan,kau kira aku takut" ucap Gadis muda tersebut yang kemudian melemparkan tas ke arah pria kribo dan dengan gerakan cepat dia langsung melompat ke atas taksi dan memberikan sebuah tendang karate ke arah Pria kribo.
Bugh!
Sebuah tendangan langsung,membuat Pria kribo langsung mundur kebelakang. Dan melihat Hal tersebut,pria kribo lainnya langsung turun dari motor dan melihat Gadis muda tersebut langsung meraih tas miliknya. "Kurang asem!" Teriaknya yang mencoba menyerang gadis muda dengan sebuah tongkat baseball.
Tapi naas,bukannya menang mereka seperti langsung dihajar habis-habisan oleh Gadis muda tersebut. Dan saat Rein siap beraksi,dia yang turun juga terkejut melihat apa yang terjadi. "Panggung ku.." Keluh Rein yang saling pandang dengan gadis muda yang sedang melemparkan tongkat baseball dan belati ke sisi lain jalan. Sambil menepuk beberapa kali telapak tangan,Gadis muda tersebut kembali masuk ke dalam taksi dan hanya sekilas melihat Rein dan tak terlalu peduli.
"Hah,lebih baik aku panggil polisi" ucap Rein yang melihat dua pria kribo terkapar tak berdaya. Sampai polisi datang dan menggeleng kepala.
Sampai pihak polisi tiba...
"Kamu lagi Rein,sepertinya kamu tertarik untuk memberantas kejahatan" ucap seorang polwan yang menginterogasi Rein saat di kantor polisi.
"Kali ini bukan aku yang melakukannya. Oh ya, Anita. Tak kusangka kamu sekarang bisa menjadi polisi di kota" Ucap Rein yang sangat kenal dengan polwan cantik di depannya.
Anita,seorang polwan yang sering di jumpai Rein ketika sedang bertugas di daerah pinggir kota dan mereka saling kenal karena Rein beberapa kali membantu Anita menangkap pencuri motor dan membantunya mengatur Lalu lintas di pagi hari saat hendak pergi ke Sekolah SMA nya. "Ya,aku dimutasi dari Pinggir Kota. Tapi yang jelas,aku terus merasa kita semakin dekat saja."
"Hahaha,kamu lebih tua dari ku 4 tahun. Mungkin kamu mau jadi pacar ku?, Aku Terima wanita yang lebih tua kok." Tutur Rein tersenyum.
"Benar?" tanya Anita mencoba membuat Rein termakan omongannya sendiri.
"Itu,ya. Bisa saja" ucap Rein seperti tersudut.
"Besok aku diundang ke acara pesta kepolisian,Mumpung kita bertemu lagi di sini. Kali ini,aku meminta tolong untuk jadi pacarku,ingat ini hanya pura-pura. Karena aku malu" Jujur Anita langsung di panggil teman polisinya.
__ADS_1
"Rein,sudah ya.Aku akan hubungi kamu lagi besok."
Rein segera tersentak!
"Tapi,aku belum setuju!" Teriak Rein yang melihat Anita pergi dan melihat temannya membawa motor pria kribo. "Hah,Bagaimana ini?, Aku harus mencari Fara."
***
Di rumah bu Nina.
Kembali saling pandang dan terkejut. Rein duduk sambil menatap seseorang Gadis muda yang baru datang dari luar negeri, Gadis yang di temui saat berada di perempatan Jalan.
"Jadi dia Adik anda Bu?" Tanya Rein.
"Ya,Namanya Rina Rurina." Jelas Bu Nina mencoba untuk memperkenalkan adiknya.
Sambil menaruh cangkir teh ke atas meja,Sosok Gadis bernama Rina Rurina terlihat tidak senang dengan kehadiran Rein. "Jadi kapan kamu pergi dari rumah ini?" tanya Rina Rurina memandang sekilas Rein.
Sambil mencoba untuk menutup mulut Rina Rurina,terlihat Senyum terpaksa dibuat oleh bu Nina. "Hihi,maaf Rein. Kamu mandilah" pinta Bu Nina tidak biasa,dimana sekarang ini membuat Rein menggaruk kepalanya dan seolah terpikir hal tersebut.Saat ini Rein memang lebih baik pindah.
Sambil kembali terngiang kejadian di perempatan jalan,Rein tersenyum. Dia melihat bagaimana Rina Rurina mengajar dua preman dengan mudahnya. "Hah,aku sendiri mungkin tak bisa melakukan hal tersebut,jika bukan karena bantuan author.Oh ya,sedang apa ya si author?, Dia lama sekali membalas permintaan ku?." Ujar Rein kembali diam dan menyelesaikan mandinya.
Anita Polwan
Hingga tiga hari kemudian.
Bu Griss terpaksa keluar dari rumah Bu Nina,karena permintaan mendesak. Dan Bu Griss memaklumi hal tersebut,terlebih permintaan untuk merahasiakan Bu Nina yang tinggal bersama Rein sudah di tepati.
"Baiklah,aku paham kok. Tenang saja,toh kita berdua juga sudah bersenang-senang" Ujar Bu Griss menjentikkan mata ke Arah Rein. Yang langsung membuat Rein memerah wajahnya. Mendekati Rein terlihat Griss berbisik. "Sayang sekali pakai tangan,Kalau ada kesempatan kamu bisa pakai donatku."
Sontak perkataan Bu Griss membuat Rein berdebar jantungnya. Dan kembali melihat ke arah senyuman Bu Nina yang juga melakukan hal yang sama. Sambil mengantar Bu Griss sampai depan rumah,saat ini Rein kembali masuk dan saling Pandang dengan Rina Rurina. "Kakak bilang kamu asisten rumah tangga,aku lapar tolong buatkan aku makanan." Pinta Rina Rurina yang kemudian melangkah ke arah dapur.
Dan sejenak,Rein melihat Bu Nina tersenyum ke arahnya."Maaf Rein.." ucap Bu Nina yang salah menjelaskan.
__ADS_1
"Hah,baiklah" ucap Rein tentunya memiliki pengalaman Dalam memasak. Terlebih dia yang sering hidup sendiri,hal tersebut juga sudah menjadi kebiasaannya tiap hari.
Berjalan ke arah dapur,Rein melihat Rina Rurina sedang membaca buku Sambil bersantai di atas sofa. Hanya sekilas melihat,tampaknya Rein melihat Rina Rurina memang mirip dengan Bu Nina. "Lebih baik aku masak Rendang." ucap Rein yang dengan terampil mencoba membuat beberapa masakan untuk Rina Rurina dan dirinya.
Sampai beberapa menit kemudian..
Di sebuah meja makan,telah tersaji beberapa makanan di atas piring. Dimana Rein langsung pergi dan tak menemani Nina dan Rina makan. "Aku lelah,aku mau tidur" ucap Rein memberi isyarat pada Bu Nina.
"Baiklah" ucap Bu Nina tak ingin mencegah.
Memejamkan mata,sambil memikirkan Fara yang belum juga membalas pesannya. Saat ini Rein juga menerima pesan dari Anita.
Membaca pesan untuk kedatangannya besok di acara ulang tahun kantor polisi. Terlihat Rein tersenyum "Walaupun hanya kenalan,tapi aku lihat Anita juga belum punya pacar. Jadi itulah kenapa dia meminta ku datang bersamanya."
Ping!
[Maaf Rein,kemarin aku ada masalah keluarga] balas author tiba-tiba.
Tapi,sayangnya Rein sudah terlelap tidur dan belum membaca pesannya.
Ping!
[Kau nanti akan terkejut,tunggu saja] Balas Author yang tetap belum menerima balasan chat dari Rein.
Ping!
[Kamu sudah tidur Rein?]
Ping!
[Tumben]
Ping!
[Ya,sudah. Selamat malam]
__ADS_1