Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author

Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author
Bab 54. Kesepakatan Yang Di Rencanakan


__ADS_3

"Nak Rein, terimakasih. Kami berdua percaya dengan mu. Waina, sediakan makan malam untuk Nak Rein dan layani dia." Perintah Pak Roxy yang langsung bergegas masuk ke dalam kamar adam bersama istrinya.


"Baik tuan besar" ucap Waina seorang pelayan muda yang langsung mempersilahkan Rein untuk mengikuti dirinya. "Silakan Pak Rein."


"Panggil abang saja" pinta Rein yang tersenyum sambil berjalan sejajar dengan Waina. Tidak bermaksud ingin menggoda, Rein tahu bagaimana sekarang harus bersikap. Melewati beberapa koridor mansion Roxy, Rein memperhatikan Waina yang terus diam.


"Hey namamu Waina, Kau Naksir Mas Adam ya?" Tebak Rein yang merasakan detak jantung Waina, berdetak kencang sambil terus tersenyum ketika mendengar Rein berbicara dengan Pak Roxy.


Menggeleng kepala, Tampak Waina tak ingin mengakuinya. "Kalau mas Adam mati gimana?" tanya Rein tidak bermaksud mendoakan.


Dan seketika detak jantung Waina berdetak pelan tidak karuan. Dimana Rein merasakan sesuatu. Melihat Waina yang berhenti berjalan sambil mengeluarkan air mata, Rein merasa bersalah. "Bukan, maaf bukan maksud ku." ucap Rein melihat Waina mengusap air matanya.


"Hiks, Bagaimana bang Rein tahu? Kalau aku suka dengan tuan Adam?" tanya Waina menatap Rein.


Sambil mendengar suara detak jantung Waina, Rein mencoba untuk membuat kesepakatan. "Jika Adam sembuh, Ada hal yang harus kamu lakukan untuknya." Bisik Rein pelan.


Mendengar apa yang dikatakan Rein, Waina langsung berjalan mundur. "Tidak mungkin, Bagaimana aku bisa mengatakan hal itu pada tuanku sendiri?." Ucap Waina menggeleng kepala merasakan hal tersebut tidak mungkin.


"Mau coba?, Jam 03:00 Kita akan ke kamar Adam tanpa sepengetahuan orang tuanya. Bagaimana?" Jelas Rein.


Sambil menundukkan kepala, Terlihat Waina mencoba untuk percaya dengan apa yang dikatakan Rein. "Tapi aku hanya seorang pelayan, Bagaimana mungkin Dia akan mendengarkan ku?" Tanya Waina yang langsung di Tepuk pundaknya oleh Rein.


"Tenang saja, Aku hanya ingin menguji reaksinya. Aku akan bantu berbicara nanti, Lagian Orang tua Adam juga sudah berjanji padaku jika aku membutuhkan bantuan mereka." Jelas Rein menepuk perutnya.


"Aku lapar sekali"


"Baik, Aku akan sediakan dengan cepat" Jawab Waina tersenyum dan kembali Rein mendengar suara detak jantung Waina kembali kencang beraturan.


***

__ADS_1


Dengan persiapan, dan berbicara beberapa hal pada orang tua Adam. Sekitar pukul 02:45 Rein menyuruh Pak Roxy dan bu Mega untuk bersembunyi di dalam lemari pakaian besar.


"Aku akan percepatan kesembuhannya. Kalau kalian percaya, lakukan apa yang aku katakan" ucap Rein yang kemudian pergi dan tetap tinggal di mansion Roxy bersama Jonathan dan Rina.


Berjalan ke arah depan pintu, Rein menunggu sosok Waina dan menyuruhnya untuk memakai pakaian anggun, dengan solekan cantik di wajahnya. "Adam hanya membuat sakit dirinya sendiri, Seandainya dia jujur. Mungkin dia tak akan mengalami penderitaan cinta yang tiada akhir. Tapi semua tergantung orang tuanya, apakah mereka akan menerima Waina sebagai menantu mereka. Bagaimana pun, aku sangat berpengalaman dalam masalah percintaan di masa lalu." Ujar Rein melihat sosok Waina telah datang.


Melihat Waina dengan wajah yang sudah dirias, dengan gaun putih dan rok panjang biru. Tampak pakaian yang dipakai tidak terlalu mewah. "Bang, aku juga sudah mandi kembang seperti yang kamu katakan. Apa benar, tuan Adam bisa sembuh?" ucap Waina malu. Dan tidak tahu jika Rein sudah membuat sebuah rencana khusus.


"Yap, sebenarnya cuma iseng dan ingin mengujimu. Ternyata kamu memang rela berkorban untuknya. Aku tadi sempat berpikir untuk menyuruh mu mandi lumpur, hahaha" Rein terkekeh.


"Bang, Aku takut" ucap Waina yang kemudian ikut masuk ke dalam kamar Adam.


Masih ragu, Waina mencoba untuk mendekati Adam yang masih tertidur pulas dengan tanda-tanda belum bangun. "Cepatlah, Katakan saja" pinta Rein duduk sambil melihat orang tua Adam yang bersembunyi.


Ingin mencoba, Waina saat ini memegang tangan Adam dan berbisik pelan di telinganya. "Mas, aku Waina. Dulu, jika bukan karena mas Adam. Mungkin aku akan jadi gelandangan. Dimana saat itu, mas Adam menolong ku saat pingsan di dekat mansion Roxy. Mas Adam diam-diam merawat ku di dalam kamar ini. Jawab aku mas.." bisik Waina merasakan gerakan tangan Adam.


"Lakukan.." pinta Rein pelan.


"Waina...Akhirnya, aku tahu perasaan mu." ucap Adam belum membuka matanya.


"Lakukan saja" ucap Rein.


"Mas, Nikahi aku. Aku akan menjadi istri yang baik, Bangun mas" Ucap Waina keras dan langsung mendengar suara seseorang.


"Apa-apaan kamu Waina!" Bentak Bu Mega keras.


Terkejut melihat orang tua Adam berada di dalam kamar, Sontak Waina langsung berjalan mundur. "Tuan, Nyonya..Bukan, bukan maksud ku.." ucap wanita mendengar suara Adam.


"Waina, Aku akan menikah dengan mu." Ucap Adam sembari mencoba untuk membuka matanya. Dan saat ini Rein langsung berjalan ke arah Adam dan membantunya untuk bangun.

__ADS_1


"Bu Mega dan Pak Roxy, Kalian berdua jangan menghalangi cinta mereka berdua. Bagaimana pun, Adam selalu takut untuk menyatakan hal tersebut pada kalian berdua. Saat ini, dia hanya ingin meminta Restu.." Jelas Rein yang mengusap punggung Adam beberapa kali.


"Hoek!" muntah darah, Adam seketika sadar dan melihat semua orang dengan tatapan jelas.


***


Beberapa menit kemudian.


Duduk sambil melihat Waina yang memeluk Adam, Pak Roxy dan Bu Mega seketika menangis pilu.


"Kami berdua yang salah. Memang waktu itu kami tidak setuju Waina bekerja disini, dan tak tahu jika Adam mendengar apa yang kami katakan." Ungkap Bu Mega.


"Baiklah, Aku juga memang ingin membatalkan pertunangan Adam dengan Erena. Nak, Jika memang kamu tidak setuju, kenapa kamu diam saja dan membuat dirimu sakit. Kami berdua akan merestui mu, tapi kedepannya papa dan mama akan mendapatkan masalah. Dimana sesuai kesepakatan, kita akan memberikan Mansion Roxy ini pada Keluarga Lois." Jelas Pak Roxy menghela nafas.


"Itu adalah perjanjian pembatalan pernikahan yang kami sepakati, Kami sudah terlalu tua untuk menjalankan kepemilikan perusahaan. Baiklah, untuk saat ini kita tunggu saja apa yang akan terjadi." Sambil memeluk Rein, terlihat Pak Roxy mengucapkan terimakasih karena Rein sudah membantu keluarganya.


Hingga pagi menjelang..


Setelah mengucapkan selamat tinggal, Rein dan Jonathan langsung bergegas kembali dan meninggalkan Rina untuk kembali melanjutkan pemeriksaan sampai Adam sembuh total.


Sambil menerima pesan dari Arumi untuk pertama kalinya, Rein terkejut. "Tumben dia menanyakan aku kemana?" tanya Rein dalam hati sambil melihat depan jalan.


"Rein, Kamu harus menjadi menantuku?." Ucap Jonathan tersenyum.


"Papa mertua, Aku pikirkan lagi. Kalau boleh, aku ingin bisa berpacaran dulu dengan leinera" Pinta Rein memiliki rencana.


"Engga, Langsung nikah saja" ucap Jonathan tak ingin berlama-lama.


"Kalau begitu aku tak mau, Aku ingin menikmati masa muda ku. Dan jangan harap aku membantu mu lain waktu." Ucap Rein merasakan mobil berhenti.

__ADS_1


"Ah.. Dasar Anak muda zaman sekarang. Baiklah, tapi aku ingin kamu berjanji padaku." Ucap Jonathan terkekeh dan juga memiliki Rencana.


Sama-sama terkekeh, mereka berdua sepakat. "Hehehe!."


__ADS_2