Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author

Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author
Bab 48. Negara Natnam Rivers


__ADS_3

Moon House.


Sambil mematikan televisi di dalam kamarnya, terlihat Rein tengah bersiap pergi untuk mengecek kebenaran yang disampaikan author padanya. "Dari kemarin berita itu terus saja muncul setiap jam. Lebih baik aku cek kesana. Bagaimana pun, pak Kelly pasti sudah menjadi sempurna saat ini." Ucap Rein berkemas dengan berbagai persiapan.


Tentunya dalam waktu tiga hari, Rein tidak bersantai. Dian menemui kakek mertuanya dan mencoba untuk meminta sesuatu. Membuat sebuah setelan pakaian tempur dengan bantuan dari penjahit keluarga Basura, tampak terlihat Rein yang memakai setelan atribut jaket berwarna merah membara. Baik jaket dan celana ketat yang dia kenakan membuat tampilan Rein kini lebih berbeda.


Membeli secara online sebuah pedang kecil, dengan sarung pedang berwarna hitam. Rein telah bersiap pergi, "Tinggal pake kacamata ini" ucap Rein yang juga sudah memesan sebuah kacamata keren guna menutupi identitasnya. Tampil beda, sebuah kacamata berwarna merah menutupi mata Rein.


Tanpa memberitahu semua orang, Rein sendiri tidak ingin melibatkan siapa pun termasuk keluarga Basura. Dengan kemampuan yang baru diasah dan diberikan oleh sang author. Dengan tersenyum Rein langsung menyelinap. Sambil mengirim pesan pada Fara untuk berangkat kuliah sendiri, Rein melihat mobil Arumi yang juga sudah melesat pergi sekolah.


"Ternyata berkeluarga itu tidak bebas, Lagian sulit juga menghadapi gadis SMA seperti Arumi." Keluh Rein terus melompat sambil menghindari beberapa jalan yang ramai.


Ping!


[Rein, Kamu tak pergi pakai motor?] Chat Fara yang sudah menerima pesan Rein dan memeriksa kamarnya.


Ping!


[Hari ini aku ada keperluan di desa, Dimana orang tua angkat ku sedang sakit, Lagi pula aku juga harus memberitahu mereka Kalau aku sudah menikah " Balas Rein berbohong.


Sambil melihat beberapa pesan yang terus masuk di smartphonenya, Rein kembali mengingat apa yang Author katakan padanya. "Ada sekitar 303 Plagiator, Tapi aku baru menemui dua. Apakah 301 Plagiator sudah menetas dan bersembunyi?. Walaupun aku bisa membedakan mereka dengan merasakan detak jantung. Tapi, saat aku melihat Kelly, aku merasakan detak jantung lirih. Apa karena mereka sudah dalam Fase sempurna?, Kalau seperti ini akan sulit bagiku untuk membedakan mana plagiator dan manusia asli." Keluh Rein yang kemudian turun dan masih melihat keramaian di lereng bukit hutan pinus.


Sambil melihat jam digital di smartphonenya yang sudah menunjukkan pukul 09:05. Rein hanya diam dan terus mengawasi perkembangan yang terjadi. Melihat sosok Reporter yang pernah ditemuinya di rumah sakit, Rein memperhatikan sosok Reporter bella yang terus muncul di berbagai berita. "Ini sangat berbahaya jika mereka tahu kepompong itu akan memunculkan mahluk aneh yang sempurna." Gerutu Rein memakai sarung tangan khusus yang juga dibeli secara online.


"Beginilah nasib ku, tanpa ada organisasi yang mendukung. Semua aku beli, tapi untunglah Kakek Orgami menyetujui keinginan ku, untuk meminta penjahit keluarganya membuatkan ku atribut tempur keluarga Basura."


"Walaupun aku akhirnya jujur pada Kakek, dan memintanya untuk menyembunyikan kemampuan ku." Ucap Rein dalam hati tersenyum.

__ADS_1


Mengingat kembali betapa susahnya membujuk Kakek Orgami, yang dimana Rein meminta di buatkan pakaian tempur berkualitas seperti milik Kakek Orgami dan mama mertuanya. Rein sudah membuat beberapa kesepakatan kecil dengan kakek Orgami. Dimana Rein menunjukkan kemampuan di depan mata Kakek Orgami. Dan Rein sendiri Juga meminta sesuatu pada author nya untuk bisa membuat Kakek Orgami bisa hidup lebih lama, sampai Rein bisa membuatkan seorang cucu untuknya.


Yang dimana Rein mendapatkan sebuah kiriman paket dari author nya. Sebuah pil penambah umur, sambil melamun memikirkan hal tersebut. Rein berpikir kenapa Author nya tidak memberikan pakaian khusus untuknya. Terus mengawasi perkembangan yang terjadi, Rein kembali melihat pesan dari sang author.


Ping!


[Pokoknya jangan manja, Kau berusahalah sendiri] Chat Author via line.


Ping!


[Iya, tapi lain kali kalau bisa kamu juga harus menyediakan beberapa peralatan untuk ku!] balas Rein.


Ping!


[Itu Nanti saja, Lagian masih banyak plagiator yang lebih kuat yang akan muncul satu persatu. Anggap saja itu test untuk mu] Balas Author mengirimkan foto makanan.


Ping!


Ping!


[Ya, Itu hal lain. Sudah ya..] Balas author sambil mengirim emoji senyum cinta karena Rein sudah mengirimkan beberapa foto karakter wanita padanya. Tanpa diketahui author, bahwa Rein sudah bermain gelap dengan seorang dosen wanitanya.


Sambil mengeluh karena mendapatkan author amatiran, Rein terus menggeleng kepala. "Kenapa hidup ku jadi hancur seperti ini. Aku cuma mau hidup santai dan hidup berkecukupan." Keluh Rein yang terlibat dalam pernikahan dengan keluarga Kakek Mafia kejam.


"Aku ingin punya author berbakat!"


"Keperjakaan ku juga sudah hilang, setidaknya alur cerita ku sedikit dibuat bertele-tele atau setidaknya ada hal lain yang membuat sisi keren ku terlihat." Keluh Rein yang merasakan detak jantung seseorang yang lebih keras. "Akhirnya Kelly terbangun juga, Aku harus memperingatkan semua orang untuk menjauh."

__ADS_1


Tapi pada saat yang sama, Rein melihat seorang nenek-nenek jatuh di jalan.


***


Sekitar ada lebih dari 57 orang termasuk pihak kepolisian yang sedang mengamankan lokasi. Tampak beberapa orang melihat kepompong besar berdetak kencang. "Lihat, Kepompongnya akan menetas!" Teriak Beberapa orang terus membuat beberapa rekaman Video.


"Akhirnya, Terbangun juga. Pasti kupu-kupu besar atau setidaknya capung rakasa." Ucap seorang peneliti yang terus mengawasi.


"Ya, kita akan lihat bersama berita menggemparkan Negara Natnam Rivers." Ucap Pak Ragyl tersenyum sambil melihat apa yang akan terjadi.


Deg! Deg!


Suara detak keras mulai terlihat, dimana permukaan kulit kepompong terus membuat gerakan aneh di beberapa bagian. Sebuah kepompong berwarna hitam pekat yang menempel di tanah. Dimana Kepompong tersebut sulit untuk dipindahkan karena terdapat beberapa bagian seperti akar jalar mengikat keras ke dalam tanah. Bahkan pihak peneliti juga kerepotan untuk memindahkannya, dimana pada akhirnya mereka tetap melakukan pemeriksaan di tempat tersebut.


Deg! Deg!


Sekitar pukul 10:45.


Dua buah tangan dengan kuk tajam muncul seketika, perlahan mencoba untuk membuka kulit kepompong tersebut. "Lihat....ada tangan..." ucap seseorang berhenti seketika melihat dua buah tangan yang terus merobek permukaan kulit kepompong. "Manusia?."


Terus menyaksikan apa yang akan terjadi, tampak terlihat di hadapan semua orang. Sesosok tubuh yang perlahan berdiri, dimana kulit kepompong tersebut sudah terbuka lebar.



Keluar dengan beberapa asap uap, seseorang tanpa pakaian dan tak memiliki jenis kelamin memperlihatkan sebuah tubuh manusia. Tapi dengan kulit berwarna coklat tua. Ada empat sayap tipis menggantung di belakang punggung. Dengan rambut kepala berwarna putih panjang dan wajah menyerupai nyamuk. Dimana terdapat mulut panjang yang berdiri tegak lurus ke depan. Matanya tampak lebih besar dari pada mata manusia. Memiliki kaki tertekuk ke belakang dengan bagian kaki yang terbelah dua, dimana masing-masing dua jari tampak juga kuku besar tajam.


Tak bisa tersenyum karena tidak memiliki mulut, sosok Kelly melihat semua orang menatap dirinya. "Akhirnya, aku sudah sempurna. Jantung ku akhirnya terbentuk dengan baik" ucap Kelly yang melihat ke semua orang.

__ADS_1


"Waaa! Itu monster!" Teriak beberapa orang mundur kebelakang setelah melihat Sosok Kelly yang mencekik leher seorang peneliti dan dalam sekejap langsung menusukan mulut panjangnya.


"Gluk..Darahnya Rasanya seperti keong racun" Ucap Kelly yang kemudian melemparkan tubuh seorang peneliti ke arah semua orang.


__ADS_2