Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author

Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author
Bab 14. Berkunjung!


__ADS_3

Pukul 13:30


Bergegas pulang, Rein berganti pakaian kemeja putih dan celana coklat.


"Fara belum juga membalas pesanku. Apa telah terjadi sesuatu?" berkata Rein melompat ke udara, menginjakan kaki di atas gedung bertingkat. Melihat sekitar di siang hari, "Hem.. seperti nya tidak ada kejahatan. Aku tenang sekarang!."


Hup!


Melompat dan pergi ke rumah Fara, Rein dengan cepat sudah sampai di depan halaman rumah Fara. Memperhatikan beberapa saat di balik Pohon. "Sepi, apa dia sedang ada acara?" berkata Rein yang tak melihat seseorang di rumah Fara. "Bahkan pelayan rumah juga tidak kelihatan, ya sudah lah.. mungkin dia sedang sibuk.. aku tak mau mengganggunya."


Hendak pergi untuk kembali, Rein mendengar suara deru mobil berjalan beriringan. Masih berada di atap rumah Fara, Saat ini Rein melihat pintu gerbang di buka pelayan yang turun dari mobil hitam. Memperhatikan satu mobil di belakang mobil hitam. Rein melihat sosok Fara dari balik jendela mobil yang sedikit terbuka. "Dia sudah pulang." ucap Rein yang menunggu beberapa saat diatas Atap Rumah Fara.


Dari balik mobil hitam dua pasangan suami istri kemudian turun. Setelah supir pribadi mereka membuka pintu mobil. "Pri, aku harap kerja sama kita berjalan baik dengan membuat anak kita bertunang di hotel." ucap ayah Fara yang merangkul seorang bernama Supri.


"Hahaha, tentu Saja. Kamu kawan lamaku Dany. Dengan perjodohan Fara dan Agus, kerja sama dua perusahaan kita akan lebih berkembang pesat" ucap Supri yang kemudian masuk dan menunggu Fara dan Agus. "Tunggu, mereka pasti senang dengan acara tunangan ini. Mereka kawan masa kecil, sungguh sudah aku tunggu waktu ini."


"Ya, mereka jelas akur. Hahaha" berkata Dany ayah Fara yang menunggu di temani istri masing-masing.


Keluar dari mobil, seseorang pria tampan kemudian membuka pintu mobil. "Fara, ayo kita temui ayah dan ibu kita" ucap Agus membuka pintu.


"Baik.." ucap Fara yang sedikit menampakkan ekspresi wajah sedih.


Menggandeng tangan Fara, sosok Agus tersenyum. "Sudah aku tunggu saat ini, akhirnya kita bisa bersatu. Walaupun kamu menolak ku.. pada akhirnya kita sudah berada di jenjang pernikahan.. aku bahagia." ucap Agus yang selalu di tolak Fara.


"Kita bicarakan ini lain kali, aku lelah" berkata Fara yang melepaskan tangan dari pegangan Agus. Berlari ke arah rumah, dan membuka pintu dan tak mengatakan apapun pada semua orang.


"Eh? kenapa dengan Fara?" tanya Dany.


"Tidak apa apa.. namanya juga senang. Biarkan dia istirahat dulu" berkata Supri tersenyum. " Gus, kesini! cepat.."


"Baik ayah..!" ucap Agus yang berjalan cepat ke arah Ayahandanya. Sambil membuat senyum kecut Agus mengumpat Fara. "Jika aku tidak bisa memiliki mu, aku masih bisa memiliki tubuh mu, lihat saja nanti!."


***

__ADS_1


Setelah memperhatikan beberapa kali, Rein mengerti dengan apa yang sedang terjadi. Mengetuk jendela kamar Fara. "Ssh.. Fara.." panggil Rein dari balik jendela yang tertutup Tirai.


Membuka pelan jendela, Fara mendengar suara Rein. "Rein, kaukah itu?" tanya Fara yang kemudian melihat Rein sudah berada di dekat jendela kamarnya.


"Rein!."


Membuat gerakan tangan Di mulutnya,Rein menyuruh Fara untuk tidak terlalu keras berbicara. Dan saat ini Rein menunggu Fara membuka jendela kamarnya. Dan ketika jendela terbuka,Rein segera bersiap masuk.


"Sssh. " ucap Rein menaruh telunjuk di bibir Fara. "Aku kesini cuma ingin melihat mu baik baik saja, aku tak ingin mengganggu mu.."


"Rein , masuklah.. ada hal yang ingin aku katakan padamu" berkata Fara yang mencoba menarik lengan Rein. Namun, langsung di tepis oleh Rein.


"Tidak Fara, kamu sudah punya hubungan. Aku jelas tidak bisa mengganggu mu" berkata Rein yang hendak pergi. Tetapi tangan Fara belum melepaskan pegangannya.


"Tunggu Rein, aku ingin berkata sesuatu. Tapi tidak di disini. Bisa bawa aku ke suatu tempat?" berkata Fara yang kemudian berjalan ke luar dari jendela kamarnya.


Dengan suara pelan, Rein mencoba mencegah Fara. "Hey , apa yang kamu lakukan" ucap Rein.


"Bawa aku.. cepat!" ucap Fara.


"Ke atap gedung yang tinggi!" ucap Fara meminta.


Bersiap melompat, saat ini Rein mendengar pintu kamar di buka seseorang. "Fara.. aku masuk!" berkata Agus yang membuka pintu kamar Fara.


"Sayang.."


Membuka paksa pintu kamar Fara, kemudian Agus melihat ke dalam kamar Fara dan mencoba untuk melihat ke seluruh ruangan, Agus mencoba mencari Fara tapi ruangan kamarnya tampak sepi.


Memperhatikan jendela yang terbuka, Agus kemudian berlari ke arah semua orang dan memberitahu Fara pergi dengan melompat dari jendela. "Apa.. Fara pergi!? , Dany... apa maksud semua ini!" ucap Supri memeriksa kamar Fara.


"Aku juga tidak tahu, lebih baik kita cari saja" berkata Dany yang kemudian menyuruh beberapa orang bawahannya mencari Fara. "Maaf, mungkin Fara masih dalam tahap penerimaan. Aku pastikan ini tidak akan terjadi lagi."


"Aku juga mau mencarinya" ucap Agus yang bergegas mencari petunjuk di dalam kamar Fara.

__ADS_1


***


Di atap gedung tinggi, Fara dan Rein saling berpelukan. Sambil meneteskan air mata, saat ini fara berkata. "Aku.. aku tolong aku.. Rein.. aku tidak suka dengan Agus, apa yang harus aku lakukan??."


Tak bisa memberikan Respon, Saat ini Rein hanya menerima pelukan Fara. Hanya diam membeku dan tidak dapat berpikir. "Apa.. aku juga tidak tahu apa yang harus aku lakukan.."


"Rein" memandang Wajah, Terlihat Fara menaruh tangan di wajah Rein. "Cium aku.."


"Tunggu.. ini tidak benar.." berkata Rein mendapatkan ciuman bibir Fara.


"Aku ingin kamu memiliki tubuh ku, hanya kamu yang ada di hatiku" berkata Fara yang mencoba melepaskan pakaian tanpa berpikir panjang.


"Fara!, apa yang terjadi! ini bukan dirimu! Hentikan!" berkata Rein menggoyang tubuh Fara.


"Tolong aku.." ucap Fara yang kemudian terduduk dan menyesali apa yang baru saja terjadi. "Aku.. Tak tahu apa yang aku lakukan.. maafkan aku Rein. Tolong antar aku kembali.."


Rein sendiri memang tidak pernah mengalami kesulitan yang seperti Fara alami, Tidak bisa berbuat banyak. Rein sendiri bingung dengan apa yang harus dilakukan. Mengantarkan Fara kembali ke rumahnya, Saat ini Rein melihat Wajah suram Fara yang masuk dari jendela kamarnya. "Fara,aku balik" Tutur Rein tak mendengar Respon Fara.


Perjalanan Pulang!.


"Bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan.. Dia meminta tolong padaku.. Tapi.. aku?!." Sambil melamun dalam perjalanan pulang setelah mengantarkan Fara, Rein kemudian membuka jendela pintu kamarnya. Mendengar suara air mengalir dari kamar mandi . "Eh.. apa bu nina sudah pulang. Dan kenapa memakai kamar mandi ku?" berkata Rein kembali menutup jendela dan membuka pakaiannya.



Griss Bolsom


Merebahkan tubuh dan tak mempedulikan apapun. "Mungkin Kamar mandi bu nina sedang rusak, lebih baik aku tidur saja. Dan anggap aku tidak melihat apapun saat di kembali."


Kreek!


Membuka kamar mandi, seseorang melihat ke arah kasur. "Rein!!! Kau kah itu!!" teriak Bu Griss yang melihat Rein hanya mengenakan boxer sambil tiduran.


"Hah! apa!" berkata Rein terbangun setelah mendengar teriakan. Saling melihat dan menatap, "Bu Griss... apa yang anda lakukan di kamarku?."

__ADS_1


Saling pandang beberapa saat,seperti sedang bingung. Mereka berdua memerah wajahnya.


"Nina!!!" teriak Griss keras!, memanggil Bu nina yang berada di tempat lain rumahnya.


__ADS_2