Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author

Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author
Bab 85. Unjuk Gigi, Walaupun tidak Keren


__ADS_3

Masih sama seperti biasa, sebelum Rein berangkat ke Universitas san Diego. Rein yang sedang berbicara sembari mengemudikan motornya, terus membujuk Nina agar mau memikirkan ulang permintaannya.


"Tidak mau, aku belum siap punya anak sebelum kamu memperoleh gelar sarjana." Ucap Nina yang ingin merayakan keberhasilan Rein, sebelum memiliki seorang anak. Dimana Nina ingin terlebih dahulu melakukan beberapa perjalanan ke luar negeri dengan uang tabungannya. Dan Nina sendiri tahu cara bagaimana dia bisa mencegah dirinya hamil sebelum waktunya.


Meminta bantuan adiknya, Nina sendiri mendapatkan beberapa pil KB dan pemeriksaan rutin tanpa diketahui Rein. Dan Rina sendiri cukup setuju dengan apa yang dilakukan kakaknya. "Kamu marah?" tanya Nina yang tak mendengar Respon apapun dari Rein.


"Tidak" ucap Rein merasa kecewa, tapi Rein tak mau membuat Nina salah sangka padanya. Memacu pelan motornya, Rein terus mengawasi Nina yang berjalan ke arah gerbang Sekolah. Dimana Nina sendiri sedang menyambut beberapa murid yang baru datang ke sekolah. Tersenyum kecil melihat Nina yang terlihat senang menjalani profesinya sebagai seorang guru di SMA.


"Mau bagaimana lagi, kalau itu keinginannya. Aku belum mau menyerah, Aku akan pastikan Tahun ini Nina hamil" Ucap Rein dalam hati sembari memacu motornya menuju ke Universitas.


Jarak SMA katulistiwa 69 yang memang cukup jauh dari kota, tak membuat Rein lelah. Setiap hari mengantar jemput Nina. Walaupun sebenarnya Nina sendiri bisa ikut berangkat bersama Arumi. Tapi, Nina sendiri menolak hal tersebut, dengan alasan Ingin menyambut Arumi sebagai seorang murid dan bukan sebagai keluarga dekat yang serumah.


***


Din! Din!


Suara Klakson terus menggema di sebuah jalan, dimana terlihat segerombolan pawai geng motor membuat kemacetan. Ada sekitar 35 motor yang melaju menguasai jalan tersebut, membuat beberapa kendaraan dibelakangnya cukup kesulitan bergerak.


"Hoy!, Minggir!" teriak supir bus yang berada di belakang Geng motor yang sedang membuat kemacetan lalu lintas.


Din! Din!


"Hoy!, Minggir!" teriak Beberapa orang yang mengemudi mobil sambil terus berteriak.


Seperti tak mempedulikan apa yang terjadi, beberapa orang dari Geng motor tersebut terus membuat beberapa aksi di jalan. "Ketua, tumben kita bergerak pagi-pagi?" tanya seorang anak buah yang heran dengan tingkah Ketua geng motor mereka.

__ADS_1


"Cih, Khusus hari ini. Aku akan menghajar Si pengkhianatan Glen. Dia sudah membentuk Geng motor baru bernama Black Lion Revenge. Kita tunjukkan siapa yang berkuasa di kota ini" Ucap Ketua Geng motor sembari menghisap cerutu. Dengan wajah Garang berkepala botak, bertubuh kekar dengan banyak tatto di bagian lengannya. Sosok Ketua geng motor tersebut terlihat cukup kesal mengetahui salah satu anggotanya berkhianat dan membentuk Geng motor baru.


Terlihat jelas pakaian para anggota geng motor yang berjumlah 50 orang. Dimana sebagian mereka ada yang berkendara sendiri dan ada pula yang berboncengan. Dengan sebuah logo di atribut jaket mereka yang bergambar telapak kaki T-Rex berwarna merah, dan dengan sebuah kalimat yang tertulis RED FANG di bagian tengah logo tersebut.


Beberapa orang tentunya tahu tentang geng motor RED FANG. Dimana sebagian orang yang menyaksikan seperti tidak berani menyuruh mereka untuk memberikan jalan. Bahkan beberapa supir bus yang berteriak ke arah mereka, langsung menerima pukulan dari beberapa anggota RED FANG yang berhenti dan langsung memaksa masuk kedalam bus.


"Hey, Hoy!, Kamu berani!" ucap salah seorang anggota RED FANG yang menyeret supir bus keluar dan langsung menghajarnya.


Bahkan bukan hanya Supir bus yang menjadi korban mereka, dengan terang-terangan para Anggota RED FANG juga memaksa beberapa penumpang bus untuk bersedekah kepala mereka. "Ingat, Kalau berani mengusik Red Fang Ini yang akan kalian dapat." Ucap beberapa anggota tak takut apapun.


Di kenal sebagai geng motor terkejam di kota, Geng motor Red Fang yang sendiri sudah sering berurusan dengan pihak kepolisian. Walaupun beberapa diantaranya sudah berkali-kali di bui dan di hukum, mereka semua tampak tidak pernah jera sedikit pun. Hanya saja, pagi ini Ketua Geng motor Red Fang punya niatan lain. Mereka berniat untuk menunjukkan bahwa Geng motor red Fang adalah penguasa jalan. Sekaligus membuktikan bahwa mereka di takuti semua orang. Baik warga sipil dan pihak kepolisian.


Sampai beberapa mobil polisi datang untuk menghentikan pawai mereka. Dimana terlihat Anita yang memang sedang bertugas di jalan, saat ini Dia mencoba untuk menghentikan pawai gerombolan pawai geng motor Red Fang.


"Berhenti!, Lagi-lagi kamu Douglas!. Cepat bubarkan pawai mu!" Teriak Anita bersama beberapa polisi menghadang Geng motor Red Fang di depan jalan.


Memberikan sebuah tanda pada beberapa anggotanya untuk berhenti, tampak sosok Ketua geng motor bernama Douglas tertawa keras sambil memperlihatkan wajahnya yang merah merona. "Haha, Lama tak jumpa Bu Anita, kamu cantik sekali hari ini." Goda Douglas seperti mengenal sosok Anita.


"Cih, Jangan sok akrab. Dasar Bandit SMA!" ucap Anita seperti tahu tentang Douglas. Berani tampil karena Anita tahu betul sosok Douglas, membuat Anita dengan percaya diri langsung meminta Douglas untuk merapihkan barisan.


Memberikan surat tilang di pagi hari yang sejuk, Anita memukul kepala Motor Nobrac Biru Milik Douglas. "Hari ini, Kamu dan semua anggota mu harus datang ke pengadilan." Ucap Anita tak merasa gentar sedikit pun.


Membuat senyum terkekeh, Douglas dengan senang hati menerima surat Tilang dari Anita. "Baik Bu Anita, Bagaimana kalau hari ini kita kencan" ucap Douglas berbinar matanya melihat Wajah Anita. Dimana Douglas sendiri punya kenangan dimasa lalu bersama Anita.


"Kalian beri jalan pada mereka, Sebelum kita ke markas BLR, aku sedikit ada urusan untuk kencan pagi" Teriak Douglas memberi komando.

__ADS_1


"Baik Ketua" Ucap beberapa anggota menyuruh anggota lainnya untuk membuka jalan.


Vrum! Vrum!


Sebuah motor Nobcar merah langsung menerjang jalan yang perlahan terbuka. Dimana terlihat Sosok Rein yang membuat deru keras suara motornya. Dimana dirinya terus di perhatikan beberapa anggota red Fang. "Akhirnya, bisa jalan" lirih Rein memacu motornya dengan pelan sambil terus membuat bunyi bising.


Dan itu sengaja dilakukan Rein yang kesal karena di ganggu perjalanannya. Bukan ingin menantang, tapi Rein ingin tahu siapa orang yang memimpin geng motor tersebut, yang dengan beraninya membuat macet di pagi hari.


Memperhatikan dengan seksama, tampak Rein merasakan ada seseorang yang hendak memukul dirinya dari atas motor. "Hoy, siapa yang menyuruh mu untuk jalan!" Teriak seorang anggota melompat ke arah Rein dengan sebuah pukulan tongkat baseball.


Swoss!


Suara tongkat baseball melayang ke arah helmnya Rein, dimana Rein langsung menundukkan kepalanya mencoba untuk menghindari lesatan tongkat tersebut. "Apa!" teriak seorang anggota melihat pukulan tongkat baseball nya tak menyentuh apapun.


Melihat hal tersebut, Beberapa anggota lainnya langsung kembali menutup jalan, yang membuat Rein berhenti seketika. "Hoy bung, Belum ada yang mengizinkan mu lewat sebelum Ketua menyuruh. Kamu mau cari mati?" Bentak seorang anggota bertubuh kekar sambil membawa rantai bekas motor Arpus.


"Bang, Aku terlambat nih. Aku sudah capek sedari tadi menerjang beberapa kendaraan di belakang." Ucap Rein melepaskan helmnya. Tidak seperti pemeran utama yang biasanya langsung unjuk gigi dan sudah berada di bagian paling depan. Tampak Rein sendiri punya cara untuk memberikan pelajaran pada Geng motor tersebut.


"Bacot!" teriak seorang anggota Red Fang membuat gerakan pukulan dengan beringas. Dimana orang tersebut siap memukul Rein dengan sebuah tinju ke arah wajahnya.


"Cih," lirih Rein merasakan sebuah pukulan keras di pipi kirinya. Bahkan Rein seperti tak menghindar ataupun mencoba untuk menyerang. "Satu"


Dan beberapa anggota lainnya juga terlihat langsung mengayunkan sebuah pukulan ke arah tubuh Rein. Dimana mereka melihat dengan jelas Rein menerima pukulan mereka yang diarahkan ke tubuhnya.


"Dua,...enam orang. Baiklah, masih ada 46 menit lagi sebelum aku terlambat" Lirih Rein mengelus pipinya sambil melihat ke arah seseorang yang sudah memukulnya.

__ADS_1


"Hoy, mau apa kamu?" ucap seseorang kembali ingin memukul Rein.


__ADS_2