Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author

Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author
Bab 46. Pertarungan Yang Disengaja


__ADS_3

Melihat Kelly yang berhenti sesaat, Rein bingung dengan apa yang akan dilakukan Kelly selanjutnya. Tentunya Rein benar-benar bingung dengan apa yang terjadi dan ingin mencari tahu kenapa Kelly bisa berubah wajahnya seperti seekor nyamuk.


Menunggu beberapa saat, tampak Rein belum melihat pergerakan Kelly yang terus menatap ke arah perumahan. "Untunglah pasutri tidak mendapat luka yang serius, tapi kasihan wanita itu. Dadanya kempis karena ulah Kelly." Gumam Rein memperhatikan belakang tubuh Kelly yang terlihat seperti mengeluarkan sesuatu.


Merasakan tubuhnya memperoleh peningkatan, terlihat Kelly seperti sedang berkonsentrasi. " Ah.." rintihan Kelly yang mengeluarkan sepasang sayap kecil. Sambil mencoba merasakan dua sayap yang keluar, Kelly mencoba untuk menggerakkannya.


"Aku butuh lebih banyak darah wanita tubuh ku harus segera ku sempurnakan." Keluh Kelly yang merasakan perlahan tubuhnya terangkat ke udara.


Dan Rein sendiri cukup heran melihat Kelly yang mencoba untuk terbang setelah melihat sepasang sayap kecil keluar dan terus membuat gerakan cepat. "Sayap tipis apa itu? Apa dia sedang ingin menyempurnakan tubuhnya?" tanya Rein yang memperhatikan dan mengingat beberapa serangga yang juga memiliki sayap.


"Mengerikan, Kalau dia menjadi seekor nyamuk besar. Apa yang akan terjadi? apakah ada mahluk aneh seperti dia? Aku harus mencari tahu." Pikir Rein melihat Kelly yang terbang melompat.


Tapi karena sayapnya kecil, cara terbangnya terlihat cukup aneh. Dimana Kelly sendiri melompat dan susah untuk terbang. "Aku harus lebih banyak mengisap darah, aku harus menyempurnakan kembali tubuh ku." Ucap Kelly mendengus seseorang. "Wah Gadis SMA.."


Melihat dari udara setelah beberapa kali melompat, Kelly dengan insting serangganya tersenyum melihat seorang gadis SMA yang sedang berpacaran di tengah malam. "Darah segar.." ucap Kelly yang langsung terjun ke arah dua sejoli yang sedang duduk di atas motor matic dibawah pohon mangga.


Brak!, Suara Kelly jatuh dan menampakkan diri ke arah dua orang sejoli yang hendak melakukan sesuatu. "Kalian para pemuda harapan bangsa, Ckck. Akan aku beri pelajaran pada kalian" ucap Kelly yang memang awalnya seorang petugas polisi mencoba untuk mengingatkan.


Terkejut melihat seseorang muncul di hadapan mereka, dimana dua sejoli tersebut sedang berpelukan. Langsung terperanjat melihat sosok aneh orang di depannya. "Waaa!" teriak Gadis SMA yang masih memakai seragam sekolah dengan dua kancing yang terbuka. Melihat sebuah tusukan hidung panjang menembus tubuh pria di dekatnya. Dimana pria tersebut langsung merasakan jantungnya berhenti berdetak.


"Kyaaaa!!" teriak Gadis SMA melihat pacarnya jatuh ke tanah dan memperhatikan darah yang terus keluar dari tubuhnya.


Merasakan darah yang tidak enak, membuat Kelly langsung meraih seragam gadis SMA. " Darah pacarmu tidak enak, bau" ucap Kelly yang langsung merasakan tamparan keras Gadis SMA.


"Tolong!!" teriak Gadis SMA yang langsung jatuh dari motor matic.

__ADS_1


"Haish, tenang saja. Sebentar lagi aku hisap darah mu" ucap Kelly seperti sedang merasakan aroma darah gadis SMA. "Syukur lah kamu belum begituan, ckck."


Bangun dan mencoba untuk lari ketika melihat Kelly, Gadis SMA kembali berteriak. "Tolong!."


Hanya terkekeh kecil, sosok Kelly menggelengkan kepala, "Haish, mau kemana sayang. Berikan darah Perawan mu padaku." Tutur Kelly langsung melesat ke arah Gadis SMA dan langsung meraih tubuhnya.


"Tolong lepaskan aku" ucap Gadis SMA merasakan lehernya di cekik.


"Boleh saja, tapi aku hisap dulu ya" ucap Kelly menawar.


Tidak bisa melakukan apapun dan hanya pasrah dengan apa yang akan terjadi, Gadis SMA memejamkan mata dan terus meneteskan air mata. "Hiks, padahal aku baru punya pacar.." lirih Gadis SMA merasakan hidung panjang Kelly yang mencoba untuk menyentuh Dadanya.


"Baiklah selamat menikmati" ucap Kelly sesaat kembali merasakan sebuah tendangan kuat di punggungnya. Dan hal tersebut membuat Kelly langsung melepaskan Gadis SMA yang terlempar ke tanah.


"Sial bahkan tendangan ku tidak mempan padanya" pikir Rein yang mencoba kembali merasakan sesuatu di dalam dirinya. Melihat Kelly yang menyobek seragam polisi, Rein melihat dengan jelas tubuh manusia di perlihatkan sosok Kelly.


"Rupanya ada yang mau jadi pahlawan" ucap Kelly meraih sebuah pistol di bagian pinggangnya.


Saling berhadapan dan bertatap muka, Rein yang beberapa saat lalu sedang mencari sesuatu di warung. Menatap tajam ke arah Kelly. "Kalau kamu tidak mempan dengan tinjuku, Aku juga punya kejutan lain untuk mu, dasar Nyamuk." Hentak Rein melihat Kelly menekan pelatuk tapi sayangnya pistol miliknya tidak mengeluarkan peluru satupun.


Klek!


"Cih, Aku lupa kalau hanya jadi petugas bawahan, Punya pistol tanpa peluru" ucap Kelly yang langsung melemparkan pistol tersebut ke arah Rein.


"Manusia biasa seperti mu, bisa apa!"

__ADS_1


"Rasakan ini!"


Sekilas melihat lemparan pistol ke arahnya, Rein langsung melompat ke udara dan bersiap mengeluarkan sesuatu yang baru di beli di warung. "Kalau tidak bisa meninju mu, atu menepuk mu. Terpaksa aku gunakan alat bantu." Terkekeh Rein bersiap menyerang.


"Oh ya, kamu yang tadi membuat dinding tembok rusak. Ternyata ada manusia yang bisa membuat lompatan tinggi seperti mu" ucap Kelly mendengar suara pistol jatuh dan melihat ke arah Rein yang melompat ke arahnya. "Kalau begitu, sekalian aku pemanasan."


Kembali membuat dua tangannya memiliki bilah cekung kail tajam, Sosok Kelly tersenyum dan menunggu waktu yang tepat untuk menyerang Rein. Dan terlihat keduanya saling senyum cerah mencoba untuk saling membuat perlawanan. "Cih, Rasakan ini!" teriak Rein mengeluarkan kaleng pembasmi nyamuk rasa jeruk.


"Aku sebut ini Jurus Foging!"


Brush!, Semburan udara pembasmi nyamuk terus keluar dan langsung membuat Kelly yang hendak menyerang Rein merasakan hidungnya sesak. "Tidak, apa yang kamu lakukan!" ucap Kelly merasakan sensasi aneh di dalam tubuhnya.


Terus menyemprotkan pembasmi nyamuk, Rein tersenyum. "Rasakan, dasar nyamuk!" teriak Rein yang memang kesal pada serangga yang satu ini, walaupun sudah di tepuk, di tinju, dan di tendang tapi tak mempan. Mungkin kenyataannya memang begitu..


Merasakan semprotan pembasmi nyamuk hampir habis karena membeli kaleng kecil, Tampaknya Rein juga memiliki kejutan lainnya. "Untunglah aku tadi sempat menemukan Raket nyamuk di rumah pasutri tersebut, Bagaimana kalau kamu coba rasakan ini juga" ucap Rein melemparkan kaleng pembasmi nyamuk ke tanah dan dengan cepat membuat pukulan keras dengan raket nyamuk ke tubuh Kelly.


"Auw! sakit tahu!" ucap Kelly perlahan merasakan pandangan mata yang buram. Melihat Rein yang terus memukul dirinya dengan Raket nyamuk.


Sengat!, terus merasakan sengatan raket nyamuk. Terlihat Kelly kesal dan mencoba untuk bertahan "Aku Baru muncul, aku tak akan mati semudah itu" ucap Kelly menyerang Rein dengan asal. Dimana bilah cekung kail tajam terus di arahkan ke depan.


"Wow! Bandel juga kamu ya!" ucap Rein dengan mudah menghindari serangan Kelly. Sambil berpikir bagaimana caranya untuk melenyapkan Sosok aneh Kelly, saat ini Rein kembali berpikir dimana dirinya pernah menghabisi pak supir taksi. "Belatung, tapi aku tak menemukan adanya belatung hitam di dalam tubuh pak Kelly. Apa yang harus aku lakukan untuk mengakhiri ini?."


Ping!


Sebuah notifikasi tiba-tiba muncul dan terdengar.

__ADS_1


__ADS_2