
Januari 20,2023.
Rein terbangun dari tidurnya. Kembali mendengar suara gemuruh air mengalir. "Hoaam.. Rasa Rasanya bu nina memang rajin mandi pagi" ucap Rein yang kemudian keluar kamar, sambil berjalan pelan ke arah kolam renang di halaman belakang rumah Bu nina.
Ping!
[Rein, bagaimana.. apa kamu mau mata tembus pandang? biasanya ada hal seperti ini di beberapa novel?] tanya author yang sedang bersantai.
Ping!
[Tidak, perlu.. aku tidak butuh hal seperti itu] balas Rein melalui Telegram.
Ping!
[Ya, sudah.. aku mau mandi.. Katakan jika punya masalah, aku akan membantu mu] balas author yang kembali mengirimkan sejumlah Uang ke rekening Rein dalam bentuk tulisan.
Ping!
[Apa ini?, aku tidak minta uang lagi! ] balas Rein mengecek Notifikasi SMS M-banking.
Ping!
[Hehehe, kirim balik ke rekening ku.. oke.. aku mau beli mobil] balas author dengan senyuman.
Ping!
[Idih.. kamu atau aku yang sebenarnya bermanfaat? Tapi baiklah, aku juga berterima kasih ,karena sudah bisa membuat ku melompat lebih tinggi, tapi ada satu hal yang ingin aku minta] balas Rein yang membuat emoji Senyum bulat.
Ping !
[Apa katakanlah, kekuatan super?] balas author menunggu.
Ping!
[Bukan, aku cuma ingin.. anuku lebih besar dan panjang.. Hihihi!] balas Rein dengan senyuman.
Ping!
[Hahaha, baik.. segera!] balas author menutup chat Telegram dengan emoticon Oke.
Tidak butuh waktu lama, saat ini dari bawah perut Rein sebuah sinar menerangi ****** ***** Rein . Melihat dan merasakan dengan jelas perubahan bentuk sesuatu di dalam celana,Rein mengumpat Author "Uh.. ini terlalu besar! mana muat!" Sambil kembali membalas chat author, Rein membuat banyak emoji marah.
__ADS_1
Ping!
Ping!
Ping!
[Jangan main-main! ini belalai Gajah!] balas Rein marah.
Ping!
[Hehehe.. bukan kah lebih besar lebih baik?] balas author bercanda.
Ping!
[Cepat lakukan sesuatu!, mana bisa aku berjalan dengan kondisi belalai Gajah ini!!!] balas Rein menutup kembali celana boxer nya.
Ping!
[Iya.. aku buat lebih normal deh, Huh..] balas author kembali mengedit naskah di kisah Rein.
***
Berjalan sedikit kesulitan, Rein membenarkan cara jalannya. "Baiklah, aku harus terbiasa dengan bentuk nya. Mungkin aku perlu ****** ***** tambahan" Gumam Rein dalam hati. Masuk kedalam ruang kuliah, saat ini Rein tak melihat Fara. "Kemana Fara, apa dia cuti kuliah?"
"Mungkin aku perlu menjenguknya" ucap Rein mengirim pesan pada Fara. Beberapa jam telah berlalu, Rein merasakan sedikit bosan. "Baiklah, sudah aku putuskan.. aku akan ke rumah Fara.. lagi pula dia sama sekali tidak membalas Michatku!."
Menemui Bu nina diam diam, Rein kembali meminta izin untuk pulang malam. "Ya, sudah.. Ingat tetap Jaga Rahasia ini.. Jangan buat pihak kampus curiga!" ucap Bu nina yang melihat Rein pergi. "Huh, tadi pagi jika tidak salah lihat , aku terkejut melihat belalai Gajah Rein, aneh.. tapi aku penasaran dengan apa yang terjadi tadi pagi."
Kantor Offline Universitas
Sambil melihat foto yang berada dalam galeri pribadi ponselnya, Bu nina memperbesar foto yang diambil tadi pagi dimana Rein berada di kolam renang. Melihat dengan jelas bentuk belalai Rein. "Benarkah, benar benar besar dan panjang.. Tapi jika itu masuk ke donat ku bagaimana ya rasanya?" berkata dalam hati saat ini bu nina membayangkan. "Uh.. pasti tidak muat.. Hahaha!."
Plank! Menepuk meja kantor bu nina, seseorang dosen wanita yang lebih senior dari bu nina menegurnya. "Hey, apa yang kamu lamunkan? tumben sekali kamu senang hari ini? apa tadi malam kamu sudah melakukan sesuatu dengan pacarmu?" tanya seorang dosen wanita yang sama umurnya dengan bu nina. Memiliki paras cantik yang merupakan dosen bidang karya sastra. Tubuhnya anggun dan memiliki sebuah tato yang tak terlihat di bagian belakang tubuhnya. Tampak jelas tubuhnya yang lebih tinggi dari bu nina,"Ayo bagi bagi... Jangan di makan sendiri."
"Griss!,sudah jangan ganggu aku, lagi pula kamu sudah punya pacar seharusnya mengerti dengan apa yang aku pikir kan" berkata Bu nina yang kemudian bangun dari kursinya. "Lebih baik kita cari makanan untuk makan siang."
"Baiklah.. Oh ya, beberapa hari yang lalu.. aku memotret seseorang yang terlihat seperti Rein, coba kamu perhatikan foto ini" Memperlihatkan sebuah foto yang diambil di tengah malam, di dekat rumahnya. Saat ini Griss memperbesar tampilan gambar. "Aku yakin dia Rein.."
Duduk di kantin Kampus sans Diego, Bu nina dan Bu Griss duduk berhimpitan. "Em, bukan dia.. mungkin seorang ninja.. lagi pula mana ada orang biasa yang bisa melompat setinggi ini." Ucap Bu nina yang sedikit yakin dengan ucapnya. Namun, didalam hatinya sedikit berkata lain.
"Ya sudah, biar aku hapus saja. Lagi pula bisa saja ini cuma bayangan atau efek beberapa toko yang baru buka dan sedang promosi" berkata Bu Griss yang kemudian mencoba untuk menghapus gambar di hpnya.
__ADS_1
"Tunggu, bisa kirim gambar itu?" tanya Bu nina.
"Sudah aku duga pasti kamu penasaran kan" berkata Bu Griss yang kemudian membagikan gambar ke Bu nina. "Tapi bukan aku saja yang punya, Berita tentang orang yang melompat terbang sudah berada di beberapa website dan video tiktok..di youtube tidak laku"
"Eh!" tersentak Bu nina yang langsung membuat pencarian di beberapa video Tiktok.
Saluran video durasi pendek!
"Lihat! lihat.. benar benar orang! apakah itu alien atau ninja?" ucap seseorang dalam video durasi pendek.
Membaca beberapa komentar, saat ini Bu nina kembali terkejut. "Ini benar benar orang kan, apakah Benar ini Rein?" tanya Bu nina dalam hati setelah melihat video durasi pendek. Sambil membaca beberapa komen.
~ audy :
itu cuma bayangan saja, kau mengada ada.
~Tukang ayam:
hahaha, itu ninja!
~Serabut Hitam:
itu aku, ada masalah?
~ Hati suci:
lagi syuting kali!
Menutup saluran YouTube, saat ini Bu nina berpikir keras. Sambil makan siang bersama Bu Griss, terlihat Bu nina yakin tentang Rein. "Lebih baik aku pura pura saja! tidak tahu" ucap Bu nina dalam hati.
Sambil melihat kearah Bu nina, terlihat Griss membaca raut wajahnya. "Hari ini aku main ke rumah mu, sudah lama aku belum berkunjung" berkata Griss yang beberapa kali melihat Bu nina bersama Rein. Dan dalam hatinya, saat ini Griss berpikir untuk membuat Bu nina menolak nya. "Hehehe, ini sungguh seru.. Hubungan antara dosen dengan mahasiswanya.."Gumam lanjut Griss dalam hati dan pikirannya yang luas.
"Eh.. kenapa tiba tiba?" tanya Bu nina tersedak telor puyuh.
"Sebagai tetangga jauh, aku juga sahabat mu.." berkata Griss ingin tahu Reaksi Bu nina. "Seperti dugaan ku benar, jika tidak salah lihat. Aku melihat mereka berdua saling berbagi tempat tinggal. Ini menarik.."
Dengan sedikit panik, Bu nina melihat ke arah Griss. "Itu.. Tidak bisa.. hari ini pacar ku akan datang!" ucap Bu nina yang kemudian berdiri. "Sudah ya.. aku mau pulang.. merencanakan malam minggu!."
Melihat Nina Yang pergi dan lupa untuk membayar,akhirnya Griss tersenyum kecut dan kembali berpikir untuk ikut campur dalam hubungan Nina dan pacarnya.
"Yaaah... tapi baiklah , itu cuma alasan saja. Aku pasti akan menyelidiki kalian berdua.. hahaha" berkata Griss yang berpikir. "Ah! baiklah aku yang bayar! sialan kamu nina!."
__ADS_1