
17 Oktober 2023, Hari Selasa yang indah untuk beberapa orang yang sedang merasakan gairah mudanya bangkit.
Vrum! Vrum!
Suara deru Gerombolan motor berlalu lalang melaju dengan santai mengitari jalan raya besar. Dimana jalan raya tersebut menghubungkan jalur ke arah Universitas San Diego. Tampak beragam pengemudinya, mereka menggunakan setelan jaket yang sama. Dan masing-masing orang mengendarai motor yang berbeda pula, Dari moge dan motor Off-road bahkan matic tidak ketinggalan.
Ada sekitar 20 Motor dengan berbagai warna dan merek, diantara para pria yang mengendarai motor-motor tersebut. Terdapat pula beberapa perempuan yang ikut membonceng sambil bergaya. Mereka semua merupakan Geng motor baru dari Universitas San Diego.
Dengan jaket putih berlogo Singa hitam yang sedang memakan tengkorak manusia berukuran kecil. Terlihat logo Singa hitam tersebut memiliki mata merah yang tajam, sambil membuka mulut yang menampakkan taring yang sedang menggigit tengkorak manusia. Dimana dibagian Atas logo tersebut terdapat sebuah kalimat BLACK LION REVENGE.
Diketuai oleh Sosok Braum Yier, yang membentuk Geng motor barunya beberapa minggu yang lalu. Sambil bergaya di halaman depan kampus San Diego, tampak Braun bergaya sambil memperlihatkan dan siap memperkenalkan Geng motornya. "Bos, apa tidak masalah kalau kita ribut di halaman Universitas?" tanya Anthony yang turun dari motornya.
"Hahaha, Kau pikir aku siapa?!" Ucap Braum Yier yang saat ini masih di skorsing di karenakan ulahnya sendiri mengganggu seseorang beberapa minggu yang lalu.
Masih dalam suasana pagi hari sekitar pukul 05:00, Braum Yier dan anggota geng motornya cukup Rajin untuk unjuk gigi dan memamerkan keangkuhannya. Suasana halaman kampus yang masih sepi, dan tak ada seorang pun yang melihat mereka.
"Bos.." ucap Gusti yang cukup heran dengan Braum yang mengajak semua anggota Geng motornya datang pagi-pagi buta.
"Apalagi?" tanya Braum sambil menyalakan rokok dan berdiri di atas motornya melihat suasana halaman universitas.
"Bukankah kita mau pamer, kenapa bos mengajak kami datang pagi-pagi buta seperti ini?" ujar Gusti cukup heran melihat Braum sedang bergaya.
"Aku hanya sedang latihan, Baiklah. Kawan-kawan Untuk hari ini latihan kita akhiri sampai disini. Besok kita datang sekitar pukul 08:00. Saat semua orang sudah datang dan aku akan tunjukkan pada mereka siapa aku sebenarnya" Ajak Braum Yier kembali bersiap memacu motornya. Sambil kembali membuat rencana dan ujuk kebolehan, Braum terkekeh dalam hati.
"Besok masa skorsing ku sudah selesai, jika bukan karena papa. Mungkin aku akan di skorsing dua bulan. Haha" Lirih Braum dalam hati.
Dan itu hanya salam pembuka dari Braum Yier, dimana dia terlihat berbeda. Dengan jaket geng motor yang memiliki warna berbeda, dimana warna jaketnya sendiri bwel merah berlogo Singa hitam. Braum ingin menunjukkan siapa pemimpin sebenarnya. Di temani seorang wanita yang sudah ditaklukkan olehnya, Braum tak lagi merasakan kesepian.
__ADS_1
"Sayang, untuk apa kamu terus mengejar Khalisa?" ucap perempuan yang membonceng sambil menyandarkan tubuhnya di punggung Braum.
"Tentu saja untuk ku jadikan salah satu Haremku, Kau kira aku anak TK!, Yang hanya puas dengan satu wanita!" Tukas Braum menyeringai, sambil merasakan angin pagi yang segar.
"Semua! Hari ini kita akan berpesta di pantai!, Kita akan mabuk sepuasnya!" Teriak Braum yang membuat beberapa gerakan mengajak anggota geng motornya menuju ke sebuah tempat.
Saling sahut, tampak semua anggota BLACK LION REVENGE senang mengikuti Braum Yier. Saling memacu motor, para anggota BLR sangat antausias mengikuti Braum Yier. Saling adu balap anggota BLACK LION REVENGE tak perlu khawatir mengalami masalah dijalan yang cukup terasa sepi.
Vrum! Vrum!
Suara Bising motor terus menggema dari anggota Black Lion revenge atau BLR membuat gaduh jalan yang sepi. Dimana hanya ada sedikit kendaraan yang berlalu lalang untuk urusan pagi mereka. Bahkan Braum terlihat sedang menyapa dan menggoda beberapa gadis pasar yang sedang menaiki sebuah mobil pickup.
"Hay nona-nona gemoy, apa kalian sudah minum susu?" ucap Braum yang langsung melemparkan segepok uang berjumlah satu juta dengan nominal dua ribuan.
"Belum mas" sahut seseorang melihat Braum menyawer uang.
"Wah, mas keren" sorak tiga gadis pasar yang melambaikan tangan ke arah Braum dan semua anggota black lion revenge.
Vrum!
Hingga sampai di tepi pantai, dimana Glen yang menunggu kedatangan Braum dan semua orang. Terlihat Glen sendiri juga sedang bersiap memulai Rapel pagi Geng motor. "Cih, baru kali ini ada orang yang bisa selamat dari belati ku." Lirih Glen yang mengingat Rein, dan menemui semua orang.
Glen sendiri merupakan teman Baru Braum yang berasal dari Geng motor yang berbeda. Dimana dia sendiri ikut bergabung dengan Braum karena pernah ditolongnya. Sebagai balas budi, Glen sendiri sekarang berjanji untuk menjadi kaki tangan Braum.
Datang ke arah Glen, terlihat Braum langsung membuat beberapa gerakan salam anggota. "Glen, bagaimana persiapannya?" tanya Braum yang ingin membuat pesta dari pagi hingga malam.
"Tuan Muda tenang saja, Semua sudah aku siapkan" Ucap Glen tersenyum beringas, dimana tampangnya sendiri cukup seram untuk Braum. Dengan kepala Plontos dan ada beberapa luka di wajahnya.
__ADS_1
"Bagaimana kabar adikmu?" tanya Braum yang jelas tahu bahwa Glen memiliki seorang adik.
"Dia sudah baikkan, dan bisa kembali ke sekolah." Ucap Glen yang langsung di rangkul Braum.
"Baiklah, semua kita lanjutkan pesta pembentukan Geng motor Black lion revenge ku!" Teriak Braum pada semua orang.
"Hidup Tuan Muda Braum!" teriak beberapa orang teman kuliahnya dan beberapa orang luar yang ikut menjadi anggota geng motor tersebut.
***
Sekitar pukul 06:30 dihari yang sama.
Rein yang saat ini sedang mengantar Nina pergi ke sekolah SMA katulistiwa, terdiam beberapa saat memperhatikan Nina yang berjalan pelan ke arah gerbang sekolah dan menyalami beberapa muridnya.
Dimana beberapa muridnya, saat ini langsung Mengerubungi Nina sambil menanyakan beberapa hal.
"Bu Nina, itu pacar ibu?" tanya seorang siswa perempuan melihat ke arah Rein.
"Sudah, cepat masuk. Kalian jangan suka ikut campur urusan orang" ucap Nina pelan sambil berhenti sesaat memandang Rein yang melambaikan tangan.
"Wah, dia ganteng banget bu" ucap beberapa siswa perempuan yang ikut membuat lambaian tangan ke arah Rein.
Sambil kembali memakai helmnya, terlihat Rein cukup senang melihat Nina yang sudah akrab dengan beberapa muridnya. "Baiklah, masih ada waktu. Lebih baik aku segera berangkat ke Universitas" lirih Rein kembali memacu motornya.
Dengan wajah senang, tampak Rein merasakan lega. Dimana dia tak salah memilih Nina untuk dijadikan istrinya. Melewati jalan yang berbeda dari biasanya, Rein sendiri ingin mencoba beberapa jalur lainnya.
"Padahal aku ingin punya anak dari Nina, tapi Nina menolak untuk membuatnya dengan alasan aku harus menyelesaikan kuliahku terlebih dahulu. Rasanya pengin cepat punya anak" Keluh Rein yang beberapa saat merasakan sensasi aneh di jalur yang dia lewati. Dimana dia saat ini sedang melewati jalur Alun-alun kota, yang terdapat banyak orang yang sedang melakukan aktivasi pagi sambil berolahraga.
__ADS_1
"20 detak jantung!, dari mana asalnya?" tanya Rein lirih memberhentikan laju motornya. Memperhatikan dengan seksama beberapa orang yang sedang joging. Memakai mata tembus tulangnya, Rein samar-samar melihat ke arah Stroller bayi, tampak Rein heran melihat Bayi yang sedang diajak jalan-jalan pagi oleh seorang wanita.
Memiliki firasat lain, tampak Rein terus memperhatikan dan mencoba menuju ke arah wanita pembawa bayi. "Ini tidak mungkin kan?, Bayi itu salah satu Plagiator!!" Seru Rein pelan sambil terus merasakan.