
Melihat apa yang dilakukan Anastasya, kembali Rein terlihat gugup. Matanya tidak bisa beralih memandang buritan mama mertuanya yang memang begitu menggoda. Menutup mata, mencoba untuk menahan rasa keinginan duniawi nya. Rein membaluri tangannya dengan pelembab kulit dan dengan perlahan mencoba untuk menyentuh permukaan kulit Anastasya.
"...lembutnya..." Ucap Rein dalam hati, sambil membuka mata kanannya. Terus menggosokkan tangannya beberapa kali, dan kembali menutup matanya.
"..Rein..Aw.." Suara lirih datang dari mulut Anastasya yang terus merasakan beberapa kali remasan tangan Rein. Dimana suara tersebut langsung membuat Rein membuka kembali kedua matanya.
"Aw..Hentikan Rein, sudah cukup"
Dan disaat yang bersamaan, Rein yang sudah membuka matanya kembali di kejutkan dengan tubuh Anastasya yang berbalik memperlihatkan bagian depan tubuhnya. Rein tentu saja langsung terbelalak matanya melihat pemandangan lain didepannya. "Maaf Mommy, Apa tadi aku terlalu keras?!" tanya Rein yang seketika berdiri dan melangkah mundur karena melihat tatapan tajam Anastasya.
"Haaah, sudahlah.. Mommy maklum saja. Bagaimana pun, kamu pasti sudah terlalu lama menahan keinginan untuk melakukan malam pertama dengan Arumi. Kita akhiri ini, Mommy tetap akan paksa Arumi melayani mu." Ucap Anastasya terbangun dan meraih handuknya.
"Oh ya, untuk yang tadi Mommy cuma iseng. Bagaimana pun, kamu harus bisa menjaga diri dan tidak mudah tergoda. Dalam dunia keluarga Basura, Godaan terbesar itu akan bisa membunuh mu dalam sekejap. Tapi bagaimana pun, mommy cukup senang bisa membantu mu melepaskan hasrat dunia mu. Lain kali mommy akan lakukan lagi." Menjentikkan mata ke arah Rein, terlihat Anastasya yang berjalan ke arah Griss yang bersembunyi.
Rein saat ini sedikit merasa bersalah, Bagaimana pun dirinya seperti tak bisa menolak keinginan Anastasya. "Hampir aku kebablasan. Tapi, Bagaimana pun tubuh Anastasya memang lebih menggoda." Lirih Rein yang juga berjalan kembali ke kamarnya.
Dia kembali tidur sambil memikirkan sesuatu, "Aku sudah kelewatan. Hampir saja aku tak kuasa menahan diri." Terus berpikir bahwa dirinya sudah melakukan kesalahan. Kembali Rein dikejutkan seseorang yang langsung membuka pintu kamarnya.
Griss dan Anastasya datang ke kamar Rein. Mereka berdua datang setelah berbicara beberapa hal. "Tapi nyonya besar, Apa perlu saya melakukan sesuatu sejauh ini?" tanya Griss yang dipaksa masuk.
"Ya, sekarang kamu layani Rein. Dia mantu kesayangan ku." Ucap Anastasya yang menjentikkan mata kembali ke arah Rein.
Menutup pintu, terlihat Anastasya tersenyum. Berjalan kembali ke arah beberapa ruangan, Anastasya tentunya memiliki maksud lain tentang kedatangannya berkunjung ke Moon House. Memasang beberapa kamera tersembunyi, Dia ingin tahu perkembangan Rein setelah melakukan beberapa hal. "Jika Arumi bisa memiliki benih dari Rein, kemungkinan Gent Basura di masa depan akan jauh lebih kuat." Ucap Anastasya yang beberapa hari yang lalu melihat kemampuan Rein dalam pelatihan.
"Tinggal membujuk Arumi yang keras kepala saja, Baiklah untuk sementara aku biarkan Griss bermain bersama Rein."
"Tapi jika Arumi juga tidak bisa membuat keturunan lelaki, terpaksa mungkin aku juga yang harus melakukannya." Memiliki Rencana khusus, terlihat Anastasya kembali pergi ke arah kamar Arumi.
__ADS_1
***
Di dalam kamar Rein saat ini.
Griss yang sudah diperintahkan untuk melayani Rein, terlihat cukup senang. "Em, sepertinya mama mertuamu memang ingin kamu segera memberikan cucu untuknya" Ucap Griss lirih sambil duduk di pangkuan Rein.
"Aku tahu, bahkan Kakek juga bersikeras meminta ku. Hanya saja aku sedikit kesulitan mendekati Arumi. Mungkin karena aku memang benci berhubungan dengan Gadis yang lebih muda denganku." Tutur Rein yang memang cenderung lebih menyukai wanita yang lebih tua darinya dan itu adalah bawaan di masa mudanya.
"Apa kamu punya syndrom takut Gadis muda?, Atau mungkin kamu pernah dicampakkan oleh Seorang gadis muda di masa lalu mu?" tanya Griss lirih sambil terus menggerakkan pinggulnya. "Uah.."
Hanya membuat anggukan pelan, Rein seperti mengiyakan pertanyaan Griss. "Itu Hanya masa lalu yang tak bisa aku lupakan, Mungkin memang benar aku tak bisa melakukan hal tersebut dengan Arumi walaupun dengan terpaksa." Tutur Rein menghentikan Remasan tangannya. Membalikkan tubuh Griss, terlihat Rein saat ini sedang berada di atas.
"Oh ya, tadi kamu melihat ku bukan?" tanya Rein.
"Um, Ya aku melihat semuanya. Tapi tenang, aku pandai menjaga Rahasia selama kamu bisa melakukan sesuatu untukku." Ucap Griss tersentak. " Uah!!."
"Kau tenang saja, Aku pasti akan buat Nina Bahagia. Aku ledakan di dalam ya" Ucap Rein mendorong keras tubuhnya.
"Awwww!!"
***
Sore hari..
Saat ini Rein bersiap untuk mengantarkan Anastasya pulang dengan motor nobcar merahnya. Melihat ke arah Arumi dan Griss yang mengantarkan mereka ke halaman moon house, Rein langsung melajukan Motornya.
"Griss, jaga Arumi ya!" Teriak Anastasya yang langsung memeluk tubuh Rein.
__ADS_1
Di dalam perjalanan menuju ke kediaman Anastasya, Rein terus merasakan benda bulat milik Anastasya menempel lembut di punggungnya. "Mommy, Kalau papi tahu. Apa dia akan marah?" tanya Rein.
"Apa maksud mu?, Randall tidak mungkin cemburu. Dia hanya alat keluarga Basura, dan Mommy juga sudah sering melihat Randall melakukan sesuatu dengan beberapa pelayan wanita di kediaman ku." Ucap Jelas Anastasya yang sudah menganggap wajar hal tersebut. "Apa kamu takut Randall marah, Kalau Mommy melakukan hal yang lain dengan mu?."
"Itu, Gluk..." Lirih Rein tak bisa menjawab dan hanya mendengar suara Anastasya yang terkekeh.
Sambil berkonsentrasi melihat jalan, Rein yang belum tahu banyak tentang keluarga Basura kembali berpikir. "Sepertinya aku memang sudah masuk kedalam Keluarga Aneh, Huuft..." Menghela Nafas, Rein kembali merasakan dekapan kuat Anastasya.
Hingga sampai di tujuan, Untuk pertama kalinya Rein berkunjung ke kediaman Anastasya. Melihat sebuah rumah besar yang dibangun di dekat pantai. Dimana rumah tersebut dibangun diatas tebing yang menjulang. "Oh ya kamu belum pernah kesini sebelumnya. Mumpung Randall belum kembali karena ada misi. Bagaimana kalau kamu menginap sementara di rumah?" Ucap Anastasya yang menutup panggilan telepon dari Randall.
"Tidak mommy, aku mau langsung pulang" Ucap Rein sedikit merinding dengan pengalaman tadi pagi.
"Ya, sayang sekali. Padahal Mommy masih mau meminta mu mengurut ku" Ucap Anastasya tersenyum.
"Gluk.." Kembali menelan ludahnya, Rein melihat beberapa pelayan wanita datang menyambut mereka berdua.
"Nyonya, Kami sudah menyiapkan makan malam seperti yang Anda minta" ucap Seorang pelayan wanita dengan pakaian yang memperlihatkan belahan dadanya.
"Ya, terpaksa aku makan malam sendiri." Ucap Anastasya bersedih sambil melihat Rein yang sedikit ragu.
"Mommy, aku temani makan dan setelah ini aku mau langsung pulang" ucap Rein yang tak mau membiarkan Anastasya bersedih.
"Yap, baguslah" ucap Anastasya langsung menyuruh beberapa pelayan membawa Rein ke dalam rumah.
"Gluk..Pantas saja, papy betah sekali dengan mommy. Selain mendapatkan keuntungan, dia juga sudah banyak bermain dengan semua pelayan wanita disini. Apakah aku akan bernasib Sama dengannya?" pikir Rein ingin mencoba.
"Mari tuan muda.." Ucap beberapa pelayan wanita dengan suara menggoda.
__ADS_1
"Eh, iya.." ucap Rein kembali tertegun merasakan beberapa bulatan dada menyentuh lengannya. "Randall sudah menjadi mentor Haremku, mungkin aku akan sedikit belajar darinya. Atau mungkinkah Dia menjadi pemeran utama kisahnya sendiri??."