
Terkejut melihat tulang belulang nya sendiri,Rein kembali membuat pesan tapi Author belum juga membalas pesannya. Bahkan untuk mencoba menelponnya. "Ini terlalu tembus!" ucap Rein yang saat ini berdiri dan melihat seseorang datang ke arahnya dan langsung duduk sambil meraih buku.
"Lagi baca apasih kok sibuk banget? padahal ada dua pelayan cantik disini?" ucap Arumi melihat Rein menutup matanya.
"Kau sakit mata?"
Sambil berpikir saat ini,Rein melihat tulang belulang Arumi dan juga isi lambungnya yang berisi beberapa makanan seperti seblak,tahu bulat yang sudah terkoyak dan beberapa cilok cinta. Mencoba untuk berkonsentrasi,Rein perlahan membuka matanya. "Hah,untuk sementara aku tak mau pake ini." Sambil mengeluh melihat Arumi.
"Kenapa kamu?, Aku kesini untuk berbicara" ujar Arumi melihat Rein seperti tidak suka diganggu saat santai.
"Hoam,bicara apa?" tanya Rein kesal.
"Aku mau pergi,ingat jangan katakan apapun pada kakek atau mama. Kau tahu Sendiri,jika mereka tahu aku pergi sendiri tanpa kamu di sisi ku,mereka akan marah besar." Ucap Arumi meminta sesuatu.
"Kalau begitu lebih baik aku ikut,lagipula aku sudah berjanji pada kakek untuk menjagamu. Sekarang kamu istri ku walaupun belum aku genjot!" ucap Rein bersiap.
"Haaah" sambil menghela nafas,saat ini Arumi langsung berbicara terus terang mengenai dirinya yang akan pergi ke sebuah tempat yang tidak mungkin Rein bisa masuk."Kau yakin? mau ikutan?."
Membuat ekpresi terkejut,Rein yang sedang menahan diri untuk melakukan malam pertama dengan Arumi,saat ini menggeleng kepala.
"Nah,kamu paham. Bagaimana pun,itu adalah area wanita dengan banyak tubuh yang tidak mungkin kamu akan bertahan setelah berjanji melakukan malam pertama dengan ku setelah siklus ini selesai. Aku juga minggu depan kembali ke sekolah." Ucap Arumi menjelaskan.
"Baiklah,ingat jangan pulang malam. Walaupun sebenarnya aku mau ikutan,ke acara pesta perempuan." Pinta Rein mengingatkan.
__ADS_1
"Ckck Gadis zaman sekarang kelakuannya mengherankan." Ujar Rein yang tentunya memiliki sesuatu yang disembunyikan pada Arumi. Bahkan walaupun Rein percaya,dia akan tetap memastikan keselamatan Istrinya.
Sembari mencium pipi Rein,saat ini Arumi tersenyum. "Terimakasih ya"
"Okey pergilah" ucap Rein yang kemudian juga bersiap dan tetap menjaga jarak. Sambil dengan cepat memasang sebuah alat GPS di mobilnya,terlihat Rein tersenyum melihat Mobil baru yang dibawa Arumi. " Lebih baik nanti saja aku ikuti Arumi."
"Para pemuda tak bertanggung jawab yang masih unyu unyu letoy pasti akan membuat sebuah pemikiran tersendiri,walaupun dia berkata itu pesta perempuan." Ucap Rein yang memiliki pengalaman di masa mudanya.
"Aku tak akan menyesal kali ini,Siapapun yang berani merusak seorang wanita! Dia akan jadi banci ditangan ku! Hahaha!." Masuk kembali ke dalam rumah,Rein melihat Fara dan Griss yang sedang bersih-bersih halaman dengan pakaian yang sangat membuat Rein jengkel. Dimana Mereka berdua mengenakan Rok pendek memperlihatkan cang cutnya. Dan pakaian yang memperlihatkan dada mereka bersamaan dengan perutnya."Uh,apa ini namanya ujian? pasti kakek mertua yang menyuruh mereka seperti ini."
Dan Rein yang meminta pada author untuk membuat matanya tembus pandang,bukanlah untuk digunakan pada Fara dan Griss,melainkan pada Arumi yang bagi Rein ,Arumi memiliki niat lain dalam pernikahan mereka. "Aku belum bisa memastikan dia berbohong atau tidak,aku tetap ingin melihat tubuh istriku apapun yang akan terjadi." Ujar Rein bersiap mandi.
Dan Rein sendiri tanpa tahu bahwa ada beberapa CCTV-nya yang dipasang oleh Orgami,membuat dirinya rapuh saat ini. Setiap tindakan dan beberapa gerakan terus di pantau Sosok kakek mertua yang kagum dengannya.
"Sla la la la! Show time" Dendang Rein menyanyikan lagu.
"Kyaaaa!!" Teriak Fara!
***
Beberapa menit kemudian...
Berkumpul bertiga,saat ini Rein yang sudah berpakaian rapi dengan celana pendek kotak-kotak dan ransel kecil dengan pakaian kemeja putih. Langsung mencoba untuk menjelaskan beberapa hal," Fara,Bu Griss. Walaupun sekarang aku adalah tuan kalian,aku terpaksa berkata seperti ini. Kalian harus tahu bagaimana bersikap,dan tahu membaca situasi. Karena tadi cuma kecelakaan yang tidak disengaja,aku yang meminta maaf. Aku mau pergi dan Pulang malam." Ucap Rein tertegun melihat keduanya.
__ADS_1
"Baik Rein!" ucap keduanya," Maaf tuan Rein."
"Tak apa,tak perlu seperti itu. Panggil saja seperti biasa. Aku tetaplah Rein yang kalian kenal." Ucap Rein yang kemudian berjalan dan melihat kakinya seperti melayangkan di udara.
"Untunglah mata tembus pandang bekerja ,walaupun harus melihat tulang belulang mereka." Keluhan Rein dalam hati,mengembalikan mata tembus pandang, dengan pandangan mata normal karena kesusahan berjalan melihat lantai yang tembus." Author juga belum balas apapun."
***
Pukul 13:00
Memiliki kaki seperti belalang,Rein dengan mudah membuat lompatan seperti layaknya Seorang ninja. Berbekal rokok di mulutnya,Rein mencoba melihat layar hpnya."Cukup jauh untuk pesta perempuan?." keluh Rein tetap mencoba.
"Kalau seperti ini aku perlu motor,cepek juga" berhenti sesaat,terlihat Rein turun dan membeli sebuah minuman kaleng di warung mpok Nuri.
Sambil berjalan santai dan tak terlalu terburu-buru,Rein mendengar suara aneh seperti mobil yang terus membuat suara gaduh dengan klakson.
Din! Din!
Sekilas melihat dengan matanya,Rein melihat pergerakan sebuah mobil di belakang sebuah gedung Toko Roti. Melihat dengan mata tembus pandang yang terlalu tembus,Rein kembali memperhatikan sekitar dimana beberapa tulang manusia yang tengah berjalan di jalan yang akan dilewati sebuah mobil yang kehilangan kedali. Seperti membuat gerakan cepat,Rein yang membawa masker anti corona mulai mencoba untuk bertindak.
Hanya dalam hitungan detik,lampu lalulintas berganti hijau,seorang ibu dan anak yang hendak menyeberang langsung terkejut melihat seseorang di depan mereka memukul kap sebuah mobil yang hampir menabrak mereka berdua. Suara Klakson terus berbunyi membuat keramaian orang tertuju pada sosok pria dengan masker corona.
Sambil mencoba untuk berjalan ke arah orang yang ada didalam mobil,Rein langsung meraih baju orang tersebut."Apa yang kamu lakukan!, Kau bisa membuat orang celaka!" Ucap Rein melihat satu orang lagi di belakang kursi mobil dan dengan pandangan mata tembus pandang. Rein melihat tulang belulang kecil di dalam perut seseorang.
__ADS_1
"Maafkan aku,Rem mobil ku Blong,Istri ku,tolong istri ku. Bawa dia ke rumah sakit." Ucap Seorang pria yang langsung di lempar Rein ke sisi jalan dan kemudian dengan cepat Rein meraih tubuh wanita hamil dan bersiap pergi. Tak mempedulikan apapun,terlihat Rein yang menahan air matanya. "Bertahan lah,aku akan bawa kamu ke pak dokter!."
Di lihat semua orang dijalan,Rein tanpa berpikir langsung melompat ke beberapa atap rumah dan ruko,mencoba mencari rumah sakit terdekat. Dan dilain sisi,Sosok Anita yang sedang bertugas melihat sosok Rein yang membuka maskernya."Bukankah itu Rein? Lalu siapa yang di gendongnya?" Ucap Anita mendapatkan sebuah panggilan kecelakaan lalu-lintas." Ashiap aku akan kesana!."