
Masih berdiam diri, Rein sedikit tertegun melihat dan merasakan tubuh mama mertuanya yang terus menempelkan dadanya. "Gluk.." Rein menelan liurnya sembari terus menatap belahan dada Anastasya.
"Mommy, Kau tidak apa-apa kan?" tanya Rein yang terus merasakan dekapan tangan Anastasya merangkul lehernya. Melihat mata Anastasya yang masih terpejam seperti merasakan ketakutan.
"Rein.." Ucap lirih Anastasya mencoba untuk membuka matanya perlahan.
Sampai beberapa menit kemudian..
Berdiri sambil berselimut kain yang dibawa Sosok Gee, Anastasya memerah wajahnya dan terus menatap Rein yang bersiap untuk memberikan pelajaran pada Plagiator kumbang tanduk. "Duh, Aku sebagai mertua merasa malu. Tapi bagaimana pun, aaaah..Sudahlah..Aku tak mau berpikir macam-macam.." Keluh Anastasya yang saat ini melihat Randall sedang ditarik oleh Gee.
Sambil meretakkan tangannya beberapa kali, terlihat Rein berjalan sedikit tersendat merasakan sesuatu di bagian tubuhnya yang terus mengeras. "Uh, Gawat. Semoga mommy tidak berpikir buruk tentang ku. Tapi tubuhnya, sungguh..ah..tidak..tidak..apa yang aku pikir kan.." Pikir Rein mencoba untuk menenangkan diri.
Melihat ke arah Plagiator kumbang tanduk yang Sedang berdiri, saat ini Rein memakai sarung tangan khusus. Dimana sarung tangan tersebut memiliki beberapa bagian keras dan tajam. "Hey Plagiator..Sepertinya tubuhmu sudah sempurna. Bagaimana pun, aku mendengar detak jantungmu." Ucap Rein melihat sebuah jantung yang berbeda dari sebelumnya.
"Suek.. Apa kamu tak tahu peraturan lalu lintas. Dimana kau sudah melanggar hukum." Ucap plagiator kumbang tanduk dengan wajah seorang perwira polisi.
"Cih, aku hanya salah jalan dan kebetulan kamu berdiri di jalan ku." Ucap Rein bersiap melakukan penyerangan. Sambil memperhatikan Gee yang sudah mengamankan tubuh Randall, terlihat Rein mencoba untuk berdialog kembali.
"Hey, kau."
"Apa?" ucap plagiator kumbang tanduk melihat ke arah Gee.
"Sebelum kamu mati di tangan ku, Katakan siapa namamu?, Aku sedikit familiar dengan wajahmu." Ucap Rein seperti mengenal wajah Plagiator kumbang tanduk.
Masih dalam proses pemulihan, Plagiator kumbang tanduk tersenyum. "Dalam ingatan Orang yang menjadi wadahku, Polisi ini bernama Ragyl. Kebetulan aku saat itu tak sengaja memakan jantungnya." Jelas Plagiator kumbang tanduk yang sudah berdiri tegap.
"Tapi kau bisa sebut aku dengan sebutan Kabuto" Ucap plagiator kumbang tanduk memperkenalkan diri.
Rein yang sedikit mengingat sosok Ragyl saat ini tercengang. "Sial, pantas saja waktu aku pergi ke kawah meteor aku merasakan sensasi aneh di mobil perwira polisi itu." Lirih Rein yang kemudian bertanya.
"Kabuto, karena kamu sudah berbaik hati memperkenalkan diri. Aku juga harus memperkenalkan diri ku, Namaku Rein. Tapi itu tidak penting sekarang. Karena dalam waktu lima menit, Kau sudah tak lagi bisa bernafas." Tutur Rein sedikit congkak.
__ADS_1
"Cih,baiklah Rein..Rupanya kamu ingin dialog yang lebih singkat. Tapi kamu belum tahu kemampuan ku." Ucap Kabuto yang kembali merubah wajahnya menjadi seorang Ceo perusahaan.
Kembali terbelalak, Rein melihat sosok Kabuto yang dapat merubah wajahnya. "Kau, jadi lebih tampan.." Keluh Rein sedikit minder.
"Hahaha, saat ini aku hanya bisa merubah wajahku menjadi empat. Kalau begitu, Kau akan jadi wajah kelima ku." Ucap Kabuto yang langsung membuat gerakan cepat.
"Clock Up"
Seperti menghentikan waktu, sosok Kabuto langsung mencoba untuk menyerang Rein. Dimana dirinya siap membuat ayunan tinju ke punggung Rein. "Rasakan ini!" Teriak Kabuto memukul punggung Rein.
Bugh!
"Argh!" teriak Rein jatuh tersungkur ke depan. Dan kembali merasakan sebuah tendangan kuat ke perutnya.
Bugh!
"Ugh!, Cepat sekali!" ucap Rein yang mencoba untuk mengembalikan keadaan. Dimana saat ini, dia memutar tubuhnya. Dan mencoba untuk mengayunkan sebuah tinju ke arah Kabuto.
Bangkit dan berdiri, Rein menerima sebuah panggilan suara dari miss Lilith. "Aku tahu, tapi dia punya kecepatan. Mungkin akan sedikit memakan waktu untuk ku bisa mengalahkannya." Ucap Rein seketika melompat ketika merasakan sebuah serangan Kabuto.
Hup!, Melompat ke udara dan menapakkan kaki ke beberapa pohon kelapa, Rein saat ini berhasil menghindari tusukan tanduk Kabuto. "Fueh, hampir saja." Ucap Rein merasakan perbedaan antara dirinya dan Kabuto.
Sambil bergaya keren, sosok Kabuto terkekeh beberapa kali, "Bagaimana?" tanya Kabuto.
Turun ke bawah, Tampak Rein mencoba untuk menenangkan dirinya. "Jadi kekuatan seorang Plagiator sempurna seperti ini. Tak kusangka..Aku terlalu meremehkan mu." Ujar Rein mulai bersikap.
"Hahaha, Saat ini masih ada banyak Plagiator sempurna di seluruh dunia. Hanya tinggal menunggu waktu saja. Kalian para Manusia akan merasakan kepunahan, setelah kami berhasil emakan seratus jantung. Kekuatan kami akan semakin besar." Jelas Kabuto terkekeh.
"Jadi seperti itu cara kerja kalian, Tapi aku juga tak akan kalah. Bagaimana pun, setelah selesai kuliah, aku ingin mewujudkan impian ku. Dimana aku akan melindungi semua wanita di dunia ini dan menjadikannya ku seorang pria Harem.." Ucap Rein yang beberapa kali mempelajari gerakan Kabuto.
"Kelemahannya ada di jantungnya. Jika aku bisa mengikuti gerakan cepatnya. Aku pasti bisa mengincar bagian jantungnya." Pikir Rein yang seketika membuat gerakan melompat ke arah Kabuto.
__ADS_1
"Cih, kau belum tahu kemampuan ku yang sesungguhnya" ucap Kabuto bersiap menerima serangan Rein.
Memperkuat otot-otot tubuhnya, Seketika Kabuto kembali merubah dirinya ke bentuk yang lebih sempurna. "Full Body!" Ucap Kabuto melihat gerakan aneh Rein.
"Apa!" Rintih Kabuto tak sadar merasakan seseorang yang juga bersiap menyerangnya.
"Blade Nektar!" Teriak Gee yang juga sudah merubah tubuhnya menjadi sosok Plagiator kupu-kupu.
Disaat konsentrasinya hanya tertuju pada Rein, Kabuto merasakan beberapa tusukan pisau nektar menembus tubuhnya. "Sial, Dia juga Plagiator. Tapi,kenapa dia membantu manusia?!" Ucap Kabuto yang juga merasakan sebuah tebasan pedang besar Rein.
Blash!
"Kabuto, Matilah kau!" Teriak Rein menebas tubuh Kabuto dengan beberapa kali tebasan kuat.
"Sial, Kau pengkhianatan!" Ucap Kabuto yang juga tak ingin mati begitu saja. Sambil kembali berpikir dan merasakan kemampuan Clock upnya sudah terisi kembali. Sosok Kabuto mengingat wajah Gee.
"Aku harus kabur, Gadis ini Bukan sembarangan Plagiator sempurna.." Ucap Kabuto langsung membuat gerakan cepat.
"Clock up!"
Swos..suara angin kencang perlahan membuat semua orang terlempar dan sosok Kabuto menghilang dari tempat kejadian. Dimana hanya meninggalkan debu tanah yang terus berterbangan, saat ini sosok Kabuto merasakan banyak darah yang terus mengalir dari tubuhnya. "Sial, Aku harus melaporkan ini pada Ketua" Ucap Kabuto yang sudah terbang menjauh dan kemudian bersembunyi.
***
Disisi lain, Rein dan semua orang terus membuat gerakan tangan, mencoba untuk mengipas debu yang terus berterbangan. " Gee, kau tidak apa-apa?" tanya Rein melihat Gee terjatuh.
"Nektar,aku butuh Nektar.." Rintih Gee pelan.
Sambil membawa Gee pergi ke arah mama mertuanya, Rein melihat beberapa mobil datang untuk menjemput mereka. "Rein, Bagaimana. Apa si Plagiator sempurna sudah kamu kalahkan?" tanya Anastasya yang menidurkan kepala Randall di pangkuannya.
" Ku rasa dia melarikan diri, Tapi aku sudah memberikan dia luka dengan pedang ku." Ucap Rein melihat sosok Miss Lilith menghampiri Gee.
__ADS_1