Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author

Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author
Bab 33. Awal Mula Kebaikan Dasar


__ADS_3

Sampai beberapa minggu kemudian,Rein yang ingin tahu nama wanita yang sudah menolongnya,saat ini dia terus menunggu wanita tersebut di sebuah jalan tempat kali pertama mereka berpisah. "Aku lupa menanyakan namanya" Gumam Rein yang saat itu memang tidak sempat berkenalan,karena wanita yang menolongnya di jemput seseorang polisi.


Setiap pulang kerja sampingan,Rein terus menunggu dan dengan sebuah hadiah rasa terimakasih yang sudah beberapa kali diganti. Rein sampai hari kelulusan di SMA nya juga belum melihat wanita yang sudah menolongnya. "Mungkin hanya kebetulan,dia dulu lewat sini." Keluh Rein yang akhirnya menyerah.


Hingga setelah Rein masuk ke sebuah universitas,dimana dirinya kali pertama menemukan sebuah Kartu GSM dan melihat Masa aktif kartu seumur hidup. Akhirnya mencoba untuk menggantikan kartu GSM lamanya dengan kartu GSM yang baru.


Sambil berjongkok di pinggir sungai sendiri,dimana Rein menemukan kartu GSM tersebut. Saat itu dia melihat Smartphone lamanya bergetar dan kaget merasakan hawa panas di permukaan Smartphonenya. Khawatir akan meledak,Rein kemudian melemparkan smartphonenya ke depan dan terus memperhatikan.


Hanya ingin memastikan kembali,bahwa smartphonenya tidak rusak. Rein terkejut melihat tampilan layarnya yang seperti membuat eror semua hal yang ada didalamnya. Mencoba untuk mengecek sebuah menu kontak,Rein tak menemukan nomor apapun selain nomor tak diketahui. "Kontak ku semua hilang!" ucap Rein heran dan terus memeriksa semua hal yang disimpan di dalamnya. " Foto keluarga ku juga, Semua kosong!, Bahkan akun dompet digital ku juga hilang..Apa yang sebenarnya terjadi? padahal itu tabungan digitalku."


Kesal dengan yang terjadi,Rein tak menaruh curiga apapun. Dia merasakan mungkin karena ada virus iklan yang masuk ke dalam smartphonenya. Dengan rasa sesal sambil berjalan kembali pulang ke kontrakannya,Rein menaruh smartphonenya ke laci meja. "Hah,uang digital ku hilang. Bahkan semua akun ku juga..Hanya ada uang receh simpanan ku."


"Sial,seharusnya aku membuat akun bank lokal manual." Hanya mengingat bahwa kartu GSM nya diganti Rein tersadar.


"Ah iya, apa gara-gara aku ganti SIM lama ku?, Lebih baik aku coba ganti lagi." ucap Rein meraih Kartu GSM lamanya yang masih disimpan. Terlebih Rein memang saat itu ingin ganti nomor kontak, karena di nomor lamanya dia selalu di telepon pihak Pinjaman Online yang selalu menawarkan Pinjaman dengan bunga Ganda,dan Rein tak mau lagi terjebak dalam permainan mereka.


Tapi hal yang aneh kembali terjadi,dimana sudah beberapa kali Rein mencoba untuk membuka casing hpnya,dia tak menemukan celah apapun alias HPnya Rapat seperti di las. Bahkan Rein melihat layarnya berganti wallpaper dengan sendirinya. "Eh? Foto siapa ini???" Ucap Rein terkejut melihat seorang pria ganteng sedang merokok sambil melihat matahari terbenam di jendela sambil menyesap kopi di temani seorang wanita yang hanya tampak bagian belakangnya saja,dengan rambut panjang hitam.


Hanya ingin memastikan beberapa hal,Rein kembali melihat galeri yang ternyata masih kosong dan beberapa email yang sudah terisi oleh aku seseorang yang Rein sendiri tidak mengenalnya. "Siapa Si Tupai?" Tanya Rein melihat Beberapa menu aplikasi terinstal otomatis.


Melihat aplikasi Play Store yang yang sedang mengunduh beberapa aplikasi lainnya dan memperbaharui secara otomatis beberapa aplikasi akun dompet digital. Hanya ingin mencoba,saat ini Rein membuat beberapa foto dirinya dan merubah wallpaper di layarnya hpnya. Hanya menunggu beberapa menit dan memastikan tidak ada yang aneh,saat ini mata Rein terbelalak melihat Wallpaper yang berganti kembali,memperlihatkan seseorang yang sedang membuat pose jempol.


Seperti tak mau kalah,Rein mengganti wallpaper layarnya dan sampai percobaan ke dua puluh kali,Rein kesal karena tidak mengenal siapa orang yang menjadi wallpaper layar hpnya. "Sok Ganteng banget!." Kesal Rein mengerutkan keningnya.


Melihat menu kontak yang memang hanya menyimpan satu nomor seseorang yang tidak diketahui,saat ini tanpa Ragu Rein mencoba untuk menghubungi nomor tersebut.


Sedikit lama menunggu,Rein mendengar suara pria dengan suara keras sedikit membuat desis seperti membuang nafas.


"Fueh..hallo,siapa ini?" Tanya seseorang dari nomor yang tidak diketahui.


Sambil menunggu beberapa saat,dengan rasa aneh. Rein mencoba untuk membuat suara. "Maaf mengganggu, aku Rein.." ucap Rein sedikit terbata-bata saat berbicara.

__ADS_1


"Ya Rein?, Rein siapa?" tanya seseorang dibalik sambung telepon.


Sambil menelan ludahnya,Rein sedikit gugup karena mendengar suara keras pria yang sedang berbicara dengannya. "Aku Rein Rumble..Aku menemukan nomor mu ada di hp ku." ucap Rein mencoba untuk mencari tahu,apakah nomor tersebut adalah kenalan keluarganya.


"Rein Rumble,.." Ucap seseorang pria yang melihat sebuah nama di naskah layar hpnya yang lain. Sambil melihat nomor seseorang yang memiliki nomor yang sama seperti miliknya. "0897xxxx"


"Ini kan nomor ku?!"


"Kau dari mana asalmu,Bagaimana kau bisa memiliki nomor yang sama dengan ku?" tanya Pria yang sedang dihubungi Rein.


"Aku menemukan Kartu GSM aneh di sungai yang mengambang dengan perahu kertas" Ucap Rein menceritakan. "Apakah kamu yang bernama Si tupai yang merokok?."


"Ya,itu nama penaku. Bagaimana kamu tahu?" tanya seseorang dengan heran ingin tahu.Sambil terus menceritakan beberapa hal,keduanya terkejut.


Sampai beberapa hari kemudian..


Ping!


Ping!


[Bodoh, Aku tidak bisa melakukan hal tersebut. Kisahmu itu kisah Romance Sad,dimana pemeran utama selalu menderita!] Balas Author.


Ping!


[Ayolah,kamu kan bisa rubah Genrenya,please] Balas Rein memohon.


Ping!


[Sudah tak bisa, sudah terlanjur di kontrak!, Walaupun masih dalam proses,dan aku Sudah coba hubungi editor,beberapa naskah yang sudah ku kirim akan hancur kalau aku merubah gaya naskah ku] Balas Author yang sedang men upload naskah baru kisah Sedih Rein Rumble.


Ping!

__ADS_1


[Sekali saja,thor. Please]


Ping!


[Ada seseorang yang Ingin aku kenal,dia wanita yang sudah menolongku]


Ping!


[Walaupun belum tahu namanya,aku rasa kau bisa buat aku bertemu dengannya] balas Rein dengan beberapa kalimat.


Ping!


[Baiklah,aku akan coba beberapa kalimat panjang] balas author yang kemudian menutup aplikasi whatsapp-nya.


***


Dan sesaat Rein yang sedang berjalan pergi ke arah kampusnya,Rein melihat beberapa anak TK dan beberapa orang yang sedang berdiri menunggu jalan sepi kendaraan. Yang dimana Rein juga hendak menyebrang, hanya berinisiatif. Rein melihat jam digital di hpnya. "Kalau tidak cepat,mereka juga bakal terlambat,lalu lintas pinggir kota memang ramai lancar." Gumam Rein yang saat ini mencoba untuk melangkah dan membuat beberapa mobil dan truk berhenti.


"Kalian cepat menyebarang.." Teriak Rein tersenyum.


Tahu maksud baik Rein,beberapa anak TK,SD dan beberapa orang tua berjalan cepat ke sisi lain jalan dan sampai beberapa saat,mereka semua berterimakasih pada Rein. "Ya,tidak masalah" ucap Rein yang memang tak melihat ada petugas kepolisian di tempat tersebut.


Terus melewati tempat tersebut dan setiap hari membantu orang menyebrang,Rein melihat mobil polisi datang dan memarkir kan mobilnya di sisi lain jalan. Dan seorang petugas polisi yang baru magang berjalan ke arah Rein," Mas,terimakasih..sudah membantu " ucap Seorang wanita melihat Rein berbalik arah.


Dan saat ini Rein dan wanita tersebut saling padang beberapa saat,sampai Rein dan wanita tersebut seperti sudah saling kenal tapi belum tahu nama masing-masing." Kamu.." ucap keduanya.


Hingga beberapa menit,Rein dan wanita tersebut sudah saling mengenal dan memperkenalkan diri masing-masing.


"Anita, Aku ingin berterimakasih pada mu. Dulu kamu sudah menolongku." ucap Rein sedikit memerah wajahnya.


"Sudah,yang lalu biarlah berlalu. Lagi pula,aku belajar keberanian saat itu. Dan akhirnya aku bisa menggapai cita-citaku menjadi seorang polisi wanita." ucap Anita tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2