Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author

Smartphone Ku Bisa Menghubungi Author
Bab 76. Jantung Tandan Pisang


__ADS_3

Rein cukup geram saat ini, dimana dia sekarang langsung kembali menembakkan dua peluru dari senjata dengan peredam. "Para Plagiator memang kejam, kemampuan meniru mimik orang dan sifat brutal mereka, harus aku basmi!" gerutu Rein dalam hati sambil menarik pelatuk. Klik!


Deseuw! Deseuw!


Dua tembakan yang terlepas dari senjata Rein, langsung menembus dada Nante. Dimana Nante sendiri langsung terkejut Melihat dua lubang di dada kanannya. Merasakan dua serambi jantungnya yang hancur, terlihat Nante menatap tajam ke arah Rein.


"Curang!!, Kau tak memberi aba-aba terlebih dahulu!" Kesal Nante sedikit mundur ke belakang, mencoba membuat dada kanannya beregenerasi.


"Hehe, Aku tidak curang. Bagaimana rasanya kehilangan dua serambi jantung?, Bukankah kekuatan mu akan menurun?" tanya Rein terkekeh dan tanpa membiarkan terlalu lama. Rein kembali menembakkan dua peluru dari senjata khususnya.


Deseuw! Deseuw!


Seperti tahu apa yang dilakukan Rein, Nante sendiri juga sudah bersiap. "Tadi itu aku hanya lengah, Bagaimana pun ini memang pertarungan" Ujar Nante yang kemudian membuat gerakan cepat. Dimana dirinya menghindari lesatan dua peluru batu meteor. Sembari menatap heran senjata yang digunakan Rein. "Cih, kalau begitu!."


"Clock Up!"


Sama seperti halnya Plagiator Kabuto, sosok Nante sendiri juga memiliki kemampuan menghentikan waktu sesaat. Dimana hal tersebut membuat Rein langsung terkejut. "Apa!, Dia juga bisa melakukan gerakan cepat!." KagumRein yang melihat dua pelurunya tak mengenai Nante dan langsung menembus sebuah pohon di belakangnya.


Rein terus melihat sekitar dan merasakan sekeliling, Mata Rein terus membuat gerakan ke kanan dan ke kiri. Dimana Rein mencoba untuk menemukan tubuh Nante. "Gerakan yang cepat" ucap Rein yang langsung mengambil pedang dan bersiap membuat gerakan.


"Anita menunduk!" teriak Rein yang menggunakan kemampuan pendengaran tajamnya. Membuat sebuah tangkisan pada dua buah gergaji Nante.


Krak! Desing!


Suara tiga benturan keras, dari masing-masing senjata tangan. Dimana terlihat Rein berhasil menahan tebasan gergaji Nante, yang diarahkan ke Anita.


"Curang!" teriak Rein yang melihat Nante sengaja mengincar Anita.


Sambil terkekeh, Nante sendiri juga cukup kesal dengan karakter Rein. "Kau yang mulai!, Aku hanya ikut-ikutan!" Kesal Nante yang merasakan gerakan pedang besar Rein menekan ke arahnya.

__ADS_1


"Jangan ikut-ikutan dong!" Bentak Rein seketika menarik tangan Anita dan menjatuhkan Anita ke Belakang tubuhnya.


"Rein!!, Aku takut!" Teriak Anita keras.


Sembari bersembunyi, Anita melihat Rein terus mencoba membuat tekanan pedang ke arah Nante. Sambil membuat beberapa jepretan foto. Anita melihat wajah Nante yang sudah kembali berubah. "Uh, kok jadi jelek" lirih Anita.


"Lumayan, untuk seorang manusia. Ternyata dunia ini cukup menarik" ucap Nante yang merasakan tekanan pedang Rein bertambah besar. Kembali melompat ke belakang, Nante kembali berdiri dan beberapa kali membuat tebasan gergaji ke arah beberapa pohon di sekitarnya.


Wajahnya terlihat lebih mengerikan karena dua jantungnya sudah hilang. "Aku masih punya tiga belas jantung. Apa dia memang tahu kelemahan ku?" tanya Nante dalam hati dan dalam sekejap Nante langsung melemparkan batang pohon ke arah Rein. "Terlebih, Bagaimana pedangnya tidak bisa aku patahkan?."


Swoss! Suara sebatang pohon terbang!


Rein sendiri saat ini sedang membantu Anita berdiri, dan melihat Anita yang tampak ketakutan melihat apa yang terjadi. "Anita, Kau tetap disini dan jangan terlalu jauh dari motorku" Pinta Rein yang langsung melesat ke arah Batang pohon yang terbang ke arahnya.


Membuat gerakan cepat, Rein langsung menebas pohon tersebut menjadi dua bagian. Tanpa kehilangan Stamina, Rein juga membuat serangan Balik ke arah Nante.


"Rein awas!!" Teriak Anti melihat batang pohon lainnya kembali melayang ke arah Rein.


Sambil merasakan kemampuan khusus Clock up nya kembali terisi, Nante hanya ingin mengulur waktu. Dimana kemampuan Plagiator tersebut hanya bisa digunakan selang waktu sekitar 30 menit. Dan Clock up sendiri bisa digunakan dalam waktu 30 detik. Cukup singkat memang, tapi 30 detik saja bisa membuat Para Plagiator mendominasi keadaan.


"Clock up!"


Sambil melihat Rein yang sedang menebas pohon, Nante sendiri juga sudah bersiap untuk menebas tubuh Rein. Dimana dalam sekejap, tubuh Nante sudah berada di belakang Rein. Mengayunkan dua pedang gergaji di tangannya. Nante cukup yakin bisa menebas Rein.


Desing!


Suara dua pedang gergaji menebas tubuh belakang Rein bersamaan dengan pohon yang ditebas Rein. "Aduh!, Clock up lagi!" Rintih Rein hanya merasakan getaran sakit di punggungnya.


"Tebas Tebas!" Teriak Nante berulang kali mengayunkan pedang gergajinya, tapi dia heran tidak melihat adanya kerusakan di punggung Rein.

__ADS_1


"Apa!, Kenapa aku tak bisa menggores tubuhmu?" ucap Nante merasakan batas waktu clock up nya habis.


Membalikkan tubuhnya, Rein terkekeh. "Pakaian atribut ku itu terbuat dari material khusus, tapi terimakasih sudah menggaruk punggung ku yang gatal." Terkekeh Rein yang sudah membuat perhitungan dan penyelidikan tentang kemampuan Clock up Para Plagiator.


Mengarahkan pedang besarnya, Rein juga sudah memiliki sebuah Nama yang cocok untuk pedang besar yang dipegangnya. "Miracle Sword!, Tebasan Meteor Api!" Teriak Rein yang dalam sekejap memperoleh kesempatan untuk mengayunkan Miracle sword nya.


Kehilangan kemampuan clock up, Nante seperti tak bisa menghindari tebasan Miracle sword. "Sial!, Dia tahu waktu clock up ku habis!" Lirih Nante terkena tebasan di bagian tangannya. Dimana Nante mencoba untuk menangkis tebasan miracle swords tapi dia terlambat.


"Argh!" Teriak Nante keras dan menggema!


Rein sendiri tak mau menunggu lama, mengalihkan pegangan pedang ke arah tangan kirinya. Dengan cepat Rein langsung meraih leher Nante dengan tangan kanannya. Mengangkat tubuh Nante ke atas. Rein sendiri langsung melemparkan tubuh Nante ke udara.



Dimana Rein juga sudah bersiap untuk melompat dan kembali membuat tebasan miracle sword. "Miracle sword, Tebasan Meteor api besar!" Teriak Rein yang melihat tangan Nante seperti akan kembali beregenerasi.


"Cepatlah!" ucap Nante berupaya keras mengembalikan dua tangannya.


Tapi, sayang Gerakan Rein yang cukup cepat langsung menebas tubuhnya. Dimana Rein membuat sepuluh kali tebasan miracle sword. "Cih, matilah kau!" Teriak Rein yang sudah melihat bagian pelindung jantung Nante dan langsung membuat tusukan tangan mengambil pelindung jantung Nante.


Blesh!


"Tidak!!" Teriak Nante yang merasakan beberapa bagian tubuhnya sudah menjadi potongan kecil dan merasakan pelindung jantungnya dapat tertebus tangan Rein. "Kau, Bagaimana bisa?."


"Cih, Aku tahu kelemahan kalian" ucap Rein yang masih bisa berbicara dengan Nante selama jantung Nante belum dihancurkan. Dan terhubung ke otaknya.


Crash!


Suara remukan pelindung jantung seukuran botol Leey mineral hancur seketika. Dimana di setiap serambi jantungnya terdapat wajah beberapa orang yang dimakan. Bentuk jantung plagiator sendiri seperti buah cemara yang memiliki banyak lapisan berupa kelopak yang menggantung. Ibarat tandan pisang. Dan jantung Plagiator memiliki warna yang berbeda dari warna jantung manusia.

__ADS_1


Mahluk hidup yang terlahir dari sebuah telur yang menetap dan menjadi larva belatung hitam. Dimana Saat Larva belatung hitam tersebut masuk ke tubuh manusia dan berhasil memakan jantung manusia. Larva plagiator akan mengambil alih ingatan dan mimik manusia yang menjadi korbannya. Bisa meniru mimik wajah dan beberapa kemampuan manusia, kepintaran atau kemampuan lainnya.


Semakin banyak Plagiator memakan jantung manusia, maka plagiator itu semakin kuat. Tapi diperlukan beberapa hari sampai Plagiator tersebut bisa melakukan pengembangan diri. Dan inilah kesalahan yang dilakukan Nante, dimana wadah pertamanya adalah seorang yang serakah dengan kepopulerannya. Dan dengan kemampuan sifat bawaan yaitu larva rayap. Memodifikasi dan menirukan kemampuan para penebang hutan. Ada banyak plagiator yang terlahir dengan bakatnya sendiri dan ada pula yang harus mencari atau membuatnya sendiri. Mengambil bentuk serangga, para Plagiator juga memiliki bentuk sempurna. Dimana mereka bisa sangat sulit dibedakan dengan manusia. Tapi mungkin akan ada kejutan lain, yang menunggu Rein. Tentunya, Rein sendiri cukup kesulitan menemukan para Plagiator tersebut tanpa bantuan seseorang.


__ADS_2